Pengertian Disintegrasi Sosial, Faktor, Dampak, dan Contohnya

Diposting pada
3/4 - (6 votes)

Pengertian Disintegrasi Sosial

Disintegrasi menjadi salah satu unsur rusaknya keteraturan sosial yang ada didalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini disebabkan kerana hubungan sosial serta interkasi sosial antar individu tidak berjalan seperti apa yang diharapkan.

Oleh karena itulah keberadaan serta dampak disintegrasi sosial sangatlah ditakutkan bagi keberlangsungan hidup masyarakat.

Disintegrasi Sosial

Disintegrasi bisa dikatakan sebagai prosesi tidak bersatunya unsur-unsur masyarakat karena mengutamakan perbedaan daripada kebersamaan, sehingga fakta ini menimbulkan kegaduhan serta kerusakan dalam arti integrasi sosial yang telah lama disusun serta dicipatakan.

Latar belakang kemunculan disintegrasi sosial biasanya terjadi karena penduduk dalam negara tidak mengindahkan aturan dan makna ideologi bangsa. Sehingga kondisi inilah menjadi polemik dalam setiap negara-negara di dunia dan berusaha untuk senantisa menghindarinya.

Pengertian Disintegrasi Sosial

Disintegrasi sosial adalah seperangkat kejadian dalam masyarakat yang menganggu proses sosial dan interaksi sosial terhadap kebersamaan dalam kehidupan sehingga menjadi pendorong akan timbulnya konflik sosial yang senantisa memicul adanya beragam masalah sosial.

Disisi lain, untuk proses persatuan dalam masyarakat dikenal dengan integrasi yang didalamnya ada conton-contoh integrasi sosial ini, misalnya saja musyawarah mufakat yang dilakukan penduduk dan pemerintah dalam menentukan pembangunan, gotong royong, dan lain sebagainya.

Pengertian Disintegrasi Sosial Menurut Para Ahli

Adapun definisi disintegrasi sosial menurut para ahli, antara lain;

  1. Sriyana, Pengertian disintegrasi sosial adalah serangkaian proses yang mampu memecahnya kesatuan dan persatuan sehingga menjadi terpisah antara satu dengan lainnya, adapun gejala disintegrasi sosial ini berawal dari hilangnya ikatan sosial secara kolektif yang ada dalam masyarakat dalam mempersatukan beberapa bentuk kelompok sosialnya.

Faktor Penyebab Disintegrasi Bangsa

Disintegrasi sosial dapat terjadi disuatu negara karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi. Antara lain;

  1. Tidak adanya persamaan pandangan atau persepsi dari anggota masyarakat

Umumnya ketidaksamaan pandangan ini berkaitan dengan ideologi atau pedoman hidup setiap anggota masyarakat. Pedoman hidup yang menjadi persepsi dalam segala hal ini tentu menjadi hal yang sangat penting. Sehingga jika masyarakat tidak mempunyai pandangan hidup yang sama akan membuat berbagai kegiatan tidak searah dan menimbulkan berbagai konflik atau perpecahan.

  1. Tingakah laku warga masyarakat cenderung melanggar dan melawan berbagai aturan yang telah disepakati dalam lingkungan masyarakat

Akibatnya banyak terjadi kekacauan, karena masyarakat tidak mematuhi segala peraturan yang ada. Sehingga akan terjadi banyak kesalahpahaman serta hal-hal yang tidak sinkron antara yang satu dengan lainnya. Selain itu peraturan yang tidak dipatuhi ini juga mengakibatkan banyaknya perilaku menyimpang yang menghadirkan ketidaknyaman di lingkungan sosial bermasyarakat.

Padahal kenyataannya adanya berbagai peraturan yang ada di lingkungan masyarakat ini justru akan membawa dampak baik, seperti diaturnya tata nilai kehidupan, norma sosial kehidupan, dan lain sebagainya agar menjadi lebih baik lagi.

  1. Terjadinya pertentangan antara norma yang ada didalam masyarakat

Berbagai pertentangan norma ini disebabkan karena individu merasa perlu bebas dalam melakukan berbagai sesuatu. Akan tetapi kebebasan yang tidak memiliki pengikat atau batasan yang baik juga menyebabkan munculnya keburukan-keburukan.

Sehingga pertentangan norma dalam masyarakat ini menjadi salah satu pemicu disintegrasi bangsa, karena tidak adanya kesamaan prinsip dan tujuan dalam masyarakat.

  1. Nilai dan norma yang ada di masyarakat tidak lagi berfungsi dengan baik

Akibatnya kehidupan masyarakat menjadi tidak teratur dan berlaku dengan seenaknya sendiri. Selain itu nilai dan norma yang tidak berfungsi itu juga menyebabkan seseorang tidak memiliki pandangan hidup yang jelas.

Mereka dapat berbuat sesuatu apapun, tanpa takut akan ada sanksi ataupun hukuman yang menimpa diri mereka. Kenyataannya nilai dan norma merupakan hal yang sangat penting dan harus dimiliki setiap masyarakat, agar bisa menjaga dan mengatur kehidupan menjadi lebih baik lagi.

  1. Hilangnya komitmen bersama untuk mencapai tujuan dalam lingkungan masyarakat

Komitmen merupakan keyakinan untuk melakukan berbagai tindakan secara bersama – sama dengan adanya dukungan yang kuat. Apabila komitmen dalam masyarakat ini hilang maka tujuan yang hendak dicapai secara bersama ini akan sulit untuk diperoleh.

Bahkan hilangnya komitmen juga menyebabkan seseorang tidak konsisten dalam melakukan berbagai hal dan cenderung akan melakukan pelanggaran norma yang ada di masyarakat.

  1. Terjadi proses sosial disosiatif

Proses sosial disosiatif merupakan tindakan yang dapat menimbulkan perpecahan karena pengaruh persaingan yang tidak sehat, adanya fitnah, provokasi, dan pertentangan antar individu ataupun kelompok. Akibatnya hal ini memicu disintegrasi bangsa karena merasa tidak ada lagi bentuk kesamaan dan rasa toleransi juga telah hilang.

Dampak Disintegrasi Sosial

Adapun yang diakibatkan dari dampak terjadinya disintegrasi dalam masyarakat, antara lain;

  1. Interaksi sosial menjadi terganggu karena semua orang memikirkan egonya masing-masing
  2. Hubungan sosial menjadi tidak tercipta dengan normal
  3. Integrasi sosial menjadi terancam
  4. Konflik sosial semakin tinggi dalam kurun waktu tertentu
  5. Pranata sosial tidak berjalan sebagimana mestinya
  6. Nilai sosial hanya dijadikan bahan bacaan bukan untuk diimplementasikan

Contoh Disintegrasi Sosial

Contoh Disintegrasi Sosial
Contoh Disintegrasi Sosial

Adapun contoh kasus yang dapat digolongkan dalam disintegrasi sosial masyarakat Indonesia, khususnya dalam keseharian antara lain;

  1. Budaya

Jumlah populasi kebudayaan dan suku di Indonesia tidak terhitung lagi jumlahnya, bahkan Indonesia dikenal sebagai negara multikultural. Tentusaja keanekaragam entnis tersebut jika tidak dilakukan penyesuaian akan menimbulkan disintegrasi sosial.

Mislanya saja beragam contoh konflik sosial yang pernah terjadi di Indonesia, antara lain seperti konflik di Kalimantan Barat antara masyarakat Madura dan Etnis Dayak, di Provinsi Lampung yang terjadi antara masyarakat Bali dan Suku Asli, ataupun terjadi di Papua.

  1. Lingkungan Sekolah

Contoh lainnya yang menjadi titik fokus pada disintegrasi sosial di lingkungan sekolah bisa dilihat pada tawuran pejar yang mengakibatkan rusaknya material dan nonmaterial dalam kehidupan. Sekolah sebagai cerminan lembaga pendidikan memiliki tangung jawab atas penyelesaian ini.

Apalagi pada saat ini, dimana globalisasi semakin menjadi-jadi dengan tiada batasan sehingga hubangan antar negara dan bangsa-bangsa di dunia tidak lagi terelakan. Keadaan inilah yang mengkinbatkan lingkungan sekolah menjadi terancam.

  1. Perubahan Struktural

Contoh mengenai disintegrasi sosial dalam rangka perubahan struktural bisa dilihat pada kejadian demontrasi pada masyarakat yang terjadi Tahun 1998, pada saat ini masyarakat terutama mahasiswa menuntut untuk meundurnya rezim orede baru.

Lantaran adanya perubahan signifikan dalam sistem pemerintahan hal ini akhirnya memunculkan isu disintegrasi sosial, yang mengakibatkan misalnya etnis cina ada yang dijarah perbelanjaaannya, ada yang dibunuh, adapula yang dilakukan penculikan dengan kekerasan.

  1. Masyarakat

Contoh tentang disintegrasi sosial dalam masyarakat juga bisa dilihat ketika tidak adanya sikap toleransi. Pengertian toleransi ini sendiri adalah proses penyadaran akan keberagaman mahluk hidup yang mengedepankan asas-asas kebersamaan.

Misalnya saja, tidak adanya sikap tolerasi dalam masyarakat banyak menimbulkan tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama sebagai perlindungan topeng kejahatan, padahal jika dilakukan kejian tidak akan agama yang melagalkan tindakan pembunuhan dengan cara pengeboman (terorisme).

  1. Sehari-Hari

Contoh tentang disintegrasi sosial selanjutnya yang menajdi fokus pada tulisan ini ialah keseharian masyarakat. Yang sering melakukan musyawarah mufakat dalam mencapai keputusan final, jika tidak didasari pada konsep kebersamaan maka perbedaan tersebut menimbulkan polemik.

Misalnya saja hampir dalam keseharian menyaksikan debat dalam media sosial, dalam proses pemilihan presiden dan wakil presiden yang baru-baru ini sedang terjadi. Keadaan inilah harus dilakukan penyadaran bahwa hak dan kewajiban masyarakat adalah sama menjaga keberagaman yang ada.

  1. Keluarga

Lembaga keluarga juga kerapkali terjadi disintegrasi sosial yang apabila tidak diatasi keadaan ini akan memunculkan disorganisasi keluarga, yang berakibat pada rusaknya hubungan rumah tangga yang telah dibangun selama ini.

Dalam keluarga yang menadi terciptanya disintegrasi sosial ialah tidak berjalannya fungsi keluarga dengan baik dan benar sehingga mengakibatkan tidak teraturanya pola kehidupan yang ada. Hal ini tentusaja harus dilakukan penyelesaikan, dengan cara berdiskusi menentukan keputusan terbaik.

Dari serangkaian penjelasan tentang contoh disintegrasi sosial masyarakat dalam keseharian diatas, secara tuntas dapatlah disimpulkan bahwa keadaan ini menjadi salah satu unsur rusaknya tatanan sosial yang berakibat pada hancurnya hubungan kebersamaan dalam kehidupan.

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai pengertian disintegrasi sosial menurut para ahli, dampak, faktor penyebab, dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan dan makna mendalam bagi segenap pembaca yang membutuhkan materinya.

Rating: 4.5/5. From 2 votes.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *