Pengertian Bimbingan Konseling, Tujuan, Manfaat, dan Perbedaannya

Diposting pada
Rate this post

Bimbingan Konseling

Bimbingan dan konseling disebut sebagai dukungan psikologis dalam arti pendidikan yang senantisa diberikan seseorang baik di sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya. Bisanya Bimbingan dan konseling mencakup kegiatan untuk mengidentifikasi perkembangan individu dan kelompok dalam arti kebutuhan pendidikan peserta didik maupun kemampuan psikologis dan fisik, serta faktor lingkungan yang berdampak pada fungsi di sekolah pembibitan, sekolah, atau lembaga pendidikan, dan menangani kebutuhan yang diidentifikasi.

Keberhasilan kegiatan bimbingan dan konseling tersebut diharapkan dapat memberikan beragam manfaat bagi peserta didik, salah satunya yaitu membantu membentuk perilaku peserta didik yang baik. Meskipun kata bimbingan dan konseling hampir selalu digunakan secara bersamaan, perlu kita ketahui poin-poin perbedaan diantaranya keduanya, salah satunya adalah bimbingan bersifat preventif, sedangkan konseling cenderung penyembuhan, kuratif atau remedial.

Bimbingan Konseling

Bimbingan konseling hakekatnya ialah proses sosial dan interaksi sosial dalam membantu individu menemukan dan mengembangkan potensi pendidikan, kejuruan, dan psikologis mereka, sehingga mereka dapat mencapai tingkat kebahagiaan pribadi dan kebermanfaatan sosial yang optimal.

Konsep konseling pada dasarnya demokratis karena asumsi yang mendasari teori dan praktiknya adalah, pertama, setiap individu memiliki hak untuk membentuk takdirnya sendiri dan, kedua, bahwa anggota masyarakat yang relatif dewasa dan berpengalaman bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pilihan setiap orang akan melayani kepentingannya sendiri dan kepentingan masyarakat. Tersirat dalam filosofi konseling bahwa tujuan-tujuan ini saling melengkapi daripada saling bertentangan.

Pengertian Bimbingan Konseling

Bimbingan konseling adalah sejenis nasehat atau bantuan yang diberikan kepada individu khususnya peserta didik, mengenai hal-hal seperti memilih program studi atau karir, pekerjaan atau persiapan vokasi, dari seseorang yang unggul di bidangnya atau ahlinya. Penjelasan ini merupakan proses untuk membimbing, mengawasi, atau mengarahkan seseorang untuk melakukan bentuk tindakan sosial tertentu.

Proses ini juga bertujuan untuk membuat peserta didik atau individu sadar akan benar atau salahnya pilihan mereka dan pentingnya keputusan mereka yang akan berpengaruh pada masa depan mereka.

Oleh karena itulah bimbingan menjadi layanan yang akan membantu peserta didik dalam memilih jurusan atau program yang paling sesuai untuk mereka, untuk menemukan dan mengembangkan kemampuan dan ambisi psikologis dan pendidikan mereka. Hasil bimbingan dalam pengembangan diri dan membantu seseorang untuk merencanakan masa kini dan masa depan dengan bijaksana.

Disisi lain, istilah konseling dapat diartikan sebagai terapi berbicara, di mana seseorang (klien) dengan bebas mendiskusikan masalahnya dan berbagi perasaan dengan konselor yang menasihati atau membantu klien dalam menghadapi masalah. Ini bertujuan untuk membahas masalah-masalah yang terkait dengan masalah pribadi atau sosial-psikologis, menyebabkan rasa sakit emosional atau ketidakstabilan mental yang membuat klien merasa tidak nyaman.

Konseling tidak hanya sekedar memberikan nasihat atau membuat penilaian, tetapi membantu klien untuk melihat dengan jelas akar masalah dan mengidentifikasi solusi potensial dari masalah tersebut. Konselor juga mengubah sudut pandang klien untuk membantunya mengambil keputusan yang tepat atau memilih suatu tindakan; serta membantu klien untuk tetap intuitif dan positif di masa depan.

Pengertian Bimbingan Konseling Menurut Para Ahli

Adapun definisi bimbingan dan konseling menurut para ahli, antara lain:

  1. Azzett (2013), Bimbingan dan konseling adalah upaya untuk memberikan bantuan kepada anak didik agar bisa memahami dirinya sehingga mampu untuk mengarahkan diri dan bertindak baik sesuai perkembangan jiwanya. Upaya tersebut dilakukan dengan cara yang sistematis dan berkesinambungan.
  2. Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Definisi bimbingan dan konseling ialah upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan oleh konselor atau guru Bimbingan dan Konseling untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik/Konseli untuk mencapai kemandirian dalam kehidupannya.

Tujuan Bimbingan Konseling

Tujuan bimbingan dan konseling myang utama ialah memberikan bantuan kepada individu dalam mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan:

  1. Tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilki (seperti kemampuan dasar dan bakatnya),
  2. Beragam latar belakang yang ada (termasuk latar belakang keluarga, pendidikan, status sosial ekonomi, dan lain-lain),
  3. Sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya

Sedangkan menurut Balitbang (2006), secara spesial layanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk:

  1. Merencanakan aktivitas penyelesaian studi, perkembangan karir dan juga kehidupan peserta didik di masa yang akan datang.
  2. Melakukan pengembangan semua potensi dan kekuatan yang dimiliki oleh peserta didik seoptimal mungkin.
  3. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidian dan lingkungan masyarakat.
  4. Mengetahui hambatan dan kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam belajar, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Manfaat Bimbingan Konseling

Bimbingan dan konseling penting bagi anak-anak, dan sekolah memiliki peran besar dalam menghasilkan yang terbaik bagi anak-anak. Tingkah laku yang baik sangat diidam-idamkan, tetapi terkadang orang-orang muda membutuhkan bimbingan untuk memoles kepribadian mereka. Melalui konseling, anak diberikan nasehat tentang bagaimana mengelola dan menangani konflik emosional dan masalah pribadi.

Konseling yang tepat akan membantu memasukkan pelajaran berharga dalam kehidupan sehari-hari mereka. Beberapa sesi harus melibatkan bimbingan karier, di mana peserta didik diberi nasihat tentang pemilihan kursus dan jalur karier yang berbeda. Penting untuk mempersiapkan mereka untuk kehidupan setelah sekolah dan apa yang diharapkan di berbagai bidang yang mungkin mereka pilih

Berikut adalah beberapa manfaat yang diperoleh siswa dari bimbingan dan konseling yang efektif:

  1. Peserta didik diberikan bimbingan yang tepat tentang bagaimana menghadapi masalah psikologis yang dapat berdampak buruk pada pembelajaran mereka. Melalui sesi-sesi ini, para peserta didik akan dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah tertentu yang membantu mereka menangani masalah-masalah tertentu di sekitar kehidupan mereka.
  2. Para peserta didik dinasehati tentang bagaimana menghadapi berbagai situasi yang cenderung mereka hadapi dalam kehidupan sekolah mereka. Misalnya, bagaimana seharusnya mereka berbicara dengan sopan atau berhubungan dengan teman sebayanya. Nasihat ini akan memberi mereka perspektif tentang bagaimana mereka harus berperilaku dalam skenario tertentu.
  3. Bimbingan dan konseling membantu membentuk perilaku peserta didik dan juga menanamkan disiplin yang cukup dalam diri mereka. Bimbingan yang tepat membantu mereka mencapai tujuan mereka, peserta didik yang dibimbing dan dinasihati dengan baik tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukan sesuatu dengan cara terbaik.
  4. Peserta didik belajar bagaimana hidup dalam kedamaian dan harmoni dengan orang lain di komunitas sekolah. Dengan demikian, mereka juga belajar untuk menghargai orang lain di kelasnya.
  5. Bimbingan dan konseling membantu menjembatani kesenjangan antara peserta didik dan administrasi sekolah, karena mereka dapat memandu masalah mereka melalui saluran konseling yang tepat di kantor.
  6. Peserta didik mendapatkan nasehat komprehensif tentang karir, kursus dan pekerjaan yang memungkinkan mereka untuk membuat pilihan yang tepat dan terinformasi serta memahami apa yang dapat mereka lakukan setelah mereka selesai sekolah.
  7. Memungkinkan peserta didik untuk berbicara dengan guru tentang berbagai pengalaman yang membuat mereka tidak nyaman. Mereka dapat secara terbuka berbagi masalah yang tidak dapat mereka bagikan dengan orang tua mereka.
  8. Pembicaraan yang berkaitan dengan alkohol, obat-obatan, perasaan pribadi atau segala jenis pelecehan, dapat didiskusikan secara terbuka. Bimbingan dan konseling juga membuat peserta didik menjadi manusia yang lebih baik karena mereka dibimbing tentang bagaimana bertindak dan berperilaku dalam situasi tertentu.
  9. Bimbingan dan konseling akan senantisa memungkinkan peserta didik menjalani kesulitan tertentu dalam hidup mereka, untuk mengajukan pertanyaan dan mengklarifikasi mereka melalui bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, konseling membantu mereka bertanya tanpa rasa takut karena orang yang bertanggung jawab bersedia membantu.

Perbedaan Antara Bimbingan dan Konseling

Perbedaan signifikan antara bimbingan dan konseling ditunjukkan dalam poin-poin berikut ini:

  1. Nasihat atau informasi relevan yang diberikan oleh atasan untuk dapat menyelesaikan permasalahan atau mengatasi kesulitan, disebut sebagai bimbingan. Konseling mengacu pada nasihat profesional yang diberikan oleh seorang konselor kepada seseorang untuk membantunya dalam mengatasi masalah pribadi atau psikologis.
  2. Bimbingan bersifat preventif, sedangkan konseling cenderung penyembuhan, kuratif atau remedial.
  3. Bimbingan membantu orang tersebut dalam memilih alternatif terbaik. Tetapi konseling, cenderung mengubah cara pandang, untuk membantunya mendapatkan solusi sendiri.
  4. Bimbingan merupakan proses yang komprehensif; yang mempunyai pendekatan eksternal. Di sisi lain, konseling berfokus pada analisis masalah yang mendalam dan dalam, hingga klien memahami dan mengatasinya sepenuhnya.
  5. Bimbingan diambil tentang masalah pendidikan dan karir, sedangkan konseling diambil ketika masalah terkait dengan masalah pribadi dan sosial-psikologis.
  6. Bimbingan diberikan oleh seorang pembimbing yang bisa jadi siapa saja yang lebih unggul atau ahli di bidang tertentu. Berbeda dengan konseling yang diberikan oleh konselor yang memiliki keterampilan tingkat tinggi dan melalui pelatihan profesional.
  7. Bimbingan bisa terbuka sehingga tingkat privasinya lebih rendah. Tidak seperti konseling, di mana kerahasiaan dijaga.
  8. Bimbingan dapat diberikan kepada individu atau kelompok individu pada suatu waktu. Sebaliknya, konseling selalu bersifat one to one.
  9. Dalam panduan, panduan mengambil keputusan untuk klien. Berbeda dengan konseling, dimana konselor memberdayakan klien untuk mengambil keputusan sendiri.
Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa fungsi konseling yang membimbing anak-anak dan remaja bukanlah untuk menimbulkan kompromi antara kebutuhan individu di satu sisi dan tuntutan komunitas di sisi lain. Hal ini lebih mengarahkan individu pada peluang yang diberikan oleh lingkungannya yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan dan aspirasi pribadinya.

Sehingga bimbingan dalam pengertian ini merupakan aktivitas yang tersebar luas di mana banyak orang dan organisasi mengambil bagian. Ini diberikan kepada individu oleh orang tua, kerabat, dan teman mereka dan oleh masyarakat pada umumnya melalui berbagai lembaga pendidikan, industri, sosial, agama, dan politik dan, khususnya, melalui layanan pers dan penyiaran.

Konselor pembimbing. Misalnya, dapat memberikan informasi tentang kemampuan dan minat seseorang sebagaimana ditentukan oleh tes psikologis atau tentang peluang pendidikan dan persyaratan berbagai pekerjaan. Namun, konselor yang kompeten tidak berusaha untuk memecahkan masalah orang lain; konselor mencoba untuk menjelaskan pemikiran orang itu sendiri.

Itulah tadi artikel yang bisa diberikan pada semua kalangan berkenaan dengan pengertian bimbingan konseling menurut para ahli, tujuan, manfaat, dan perbedaan antara bimbingan dan konseling.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *