Contoh Sosialisasi Secara Formal dan Informal di Masyarakat

Diposting pada

Contoh Sosialisasi Formal dan Sosialisasi Informal

Sosialisasi bisa dikatakan sebagai serangkaian proses sosial dan interaksi sosial yang dilakukan individu maupun kelompok. Dimana dalam tahap sosialisasi inilah individu dan kelompok senantisa mempelajari arti nilai dan norma sosial yang berlaku masyarakat tertentu.

Disisi lain, arti sosialisasi berbeda dengan bersosialisasi, jikalau bersosialisasi mengacu pada proses berbaur secara sosial dengan orang lain. Baik melalui arti keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja. Sedangkan sosialisasi merupakan rangkaian pengalaman interaktif yang lebih kompleks, multi-segi, dan formatif yang bisa dilakukan dengan secara formal ataupun informal.

Sosialisasi Formal dan Sosialisasi Informal

Dalam objek kajian sosiologi tentang bentuk sosialisasi berdasarkan tipenya terbagi menjadi dua bentuk. Yakni formal dan sosialisasi informal. Penjelasan lengkapnya sebagai berikut;

Pengertian Sosialisasi Formal

Sosialisasi formal adalah sebagai proses pengenalan dan pembudidayaan sesuatu yang penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang dilakukan oleh sejumlah instansi ataupun institusi dan lembaga sosial kepemerintahan yang memiliki wewenang sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.

Pengertian Sosialisasi Informal

Sosialisasi informal adalah proses pengenalan atau pembudidayaan sesuatu hal yang dilakukan oleh sejumlah lembaga atau institusi diluar jalur formal, seperti keluarga, masyarakat, teman sebaya, arti komunitas, dan bentuk kelompok sosial lain yang berada di suatu masyarakat.

Contoh Sosialisasi Secara Formal dan Informal

Adapun untuk penjelasan tentang contoh sosialisasi yang dilakukan secara formal dan informal dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain;

  1. Contoh Sosialisasi Secara Formal

Antara lain;

  1. Kamtibmas

Sosialisasi terkait keamanan lingkungan sosial bersama atau yang bisa disingkat dengan kamtibmas termasuk contoh sosialisasi formal yang dilakukan oleh pihak terkait seperti Ketua RT/RW, Pemerintah Desa/Kelurahan, dan anggota Muspika atau musyawarah pemerintah kecamatan yang terdiri atas anggota polsek, koramil, dan pihak kecamatan.

  1. Penanggulangan bencana alam

Sosialisasi terkait penanggulangan bencana alam dapat dilakukan oleh jajaran terkait mulai dari tingkat pusat hingga tingkat daerah, seperti Kementerian Sosial, BNPB, BMKG, Basarnas, TNI, Kepolisian, pemerintah provinsi dan daerah, serta lembaga-lembaga sekolah.

  1. Bahaya penyalahgunaan narkotika

Sosialisai terkait bahaya penyalahgunaan narkotika dapat dilakukan oleh BNN, Kementerian Kesehatan, Kementerian Polhukam, Kepolisian Nasional, TNI, dan pemerintah daerah dan provinsi. Sosialisai tentang bahaya penyalahgunaan narkotika tersebut biasanya dilakukan sebagai upaya pencegahan atau agar masyarakat khususnya generasi muda dalam arti remaja tidak menyalahgunakannya.

  1. Pemilihan umum

Sosialisai terkait pemilihan umum atau pemilu biasanya dilakukan menjelang pemilihan wakil rakyat dan presiden. Sosialisasi ini dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), baik di pusat maupun daerah dan bekerjasama dengan sejumlah Kementerian terkait misalnya yaitu Kementerian Polhukam, Kepolisian dan TNI, Kementerian Kehakiman dan pemerintah provinsi dan daerah.

  1. Pemberantasan korupsi

Sosialisai terkait pencegahan dan pemberantasan dalam arti korupsi dapat dilakukan oleh seluruh elemen pemerintahan negara, yaitu baik dari Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Kementerian Kehakiman, Kepolisian dan TNI, Kementerian Polhukam, perguruan tinggi dan sekola-sekolah, serta pemerintahan provinsi dan daerah.

  1. Pengentasan kemiskinan dan daerah tertinggal

Sosialisasi terkait pengentasan kemiskinan dan daerah tertinggal dapat dilakukan oleh Kementerian Sosial, Kementrian Kesehatan, Kementrian PUPR, Kementrian Pembangunan Desa Terpencil, Transmigrasi, dan LSM, yang berkecimpung dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan.

  1. Sosialisasi pengaturan lalu lintas di kota besar

Sosialisasi terkait pengaturan lalu lintas di kota besar dapat dilakukan oleh sejumlah instansi seperti Kementerian Perhubungan, Kepolisian, Kementerian Kesehatan dan pemerintah pusat dan daerah, yang saling bekerja sama untuk melakukan pembudidayaan keselamatan berlalu lintas.

Sosialisasi ini bertujuan untuk menekan jumlah terjadinya kemacetan dan pelanggaran lalu lintas. Serta korban kecelakaan.

  1. Pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan terorisme

Sosialisasi terkait pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan terorisme dapat dilakukan oleh lembaga-lembaga seperti Kepolisian dan TNI, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Kementerian Polhukam, Kementerian Kehakiman, MUI, dan pemerintah provinsi dan daerah, serta pihak sekolah-sekolah.

  1. Penggunaan Vaksin dalam Mengatasi Covid 19

Virus corona yang menyerang berbagai negara-negara di seluruh dunia menjadi salah satu masalah sosial yang patut untuk diperhatikan.

Dalam mengatasi hal tersebut pemeritah telah membeli vaksin untuk dipergunakan masyarakat, meski masyarakat sebagain tidak percaya akan tetapi dalam hal ini menjadi tugas pemerintahan melalui tenaga kesehatan untuk memunculkan persepsi publik bahkan vaksin tersebut aman.

  1. Penggunaan Masker pada Tahun 2020

Sosialisasi selanjutnya yang tergolong dalam formal ialah penggunaan masker selanjang tahun 2020 sampai dengan tahun 2021. Penggunaan masker ini tak lain untuk mengatasi penularan virus corona yang mengancam kehidupan manusia.

Adapun untuk yang bertugas dan berwewenang dalam mensosialisasikan ha tersebut ialah para aparatur pemerintahan desa sampai dengan pusat, bahkan karang taruna pun didorong untuk mensosialisasikannya.

  1. Contoh Sosialisasi Secara Informal

Yakni;

  1. Budaya membuang sampah pada tempatnya

Sosialisasi terkait budaya membuang sampah pada tempatnya bisa dikategorikan sebagai sosialisasi informal, karena bisa dilakukan oleh siapapun, misalnya orang tua kepada anaknya, guru kepada muridnya, maupun bisa dilakukan oleh sesame teman.

  1. Tidak merokok di sembarang tempat

Sosialisai terkait hal yang satu ini juga bisa dilakukan oleh siapapun, tidak harus instansi atau lembaga pemerintah tertentu.

Bahkan biasanya di tempat-tempat tertentu, misalnya tempat ber-AC, di POM bendin biasanya sudah dipasang tulisan “Dilarang Merokok”, termasuk ketika sedang berada di dalam bus umum, sebisa mungkin untuk tidak merokok karena dapat mengganggu penumpang yang lain.

  1. Bersikap sopan santun

Sosialisasi agar seseorang bersikap sopan santun bisa dilakukan oleh siapapun, tapi ini biasanya dilakukan oleh orang tua kepada anak-anaknya, agar ketika mereka berada di lingkungan masyarakat tidak melakukan tindakan atau hal-hal yang dinilai tidak sopan.

  1. Menyapa sambil mengangguk ketika bertemu dengan orang yang kita kenal

Pada dasarnya, sosialisasi terkait hal yang satu ini juga termasuk upaya untuk menanamkan sopan santu kepada seseorang. Karena arti budaya di Indonesia memang demikian, maka alangkah baiknya ketika kita menyapa sambal menganggu ketika bertemu dengan orang yang kita kenal untuk menunjukkan keramahan serta kesopanan.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa sosialisasi formal dan sosialisasi informal menjadi salah satu bahan penting dalam jenis sosialisasi. Adapun yang membedakannya dalam sosialisasi formal yang melakukannya ialah institusi atau lembaga yang melakukan sosialisasi formal misalnya lembaga pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dari kementerian hingga pemerintah desa.

Sedangan untuk sosialisasi informal dalam hal ini yang bertugas ialah masyarakat itu sendiri dalam sarana hubungan sosial yang tercipta.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *