Fungsi Lembaga Sosial Secara Umum di Masyarakat

Diposting pada

Peran Lembaga Sosial

Secara umum lembaga sosial yang ada dalam masyarakat haruslah memiliki sejumlah fungsi sekaligus peranan yang menanjang kebrlangsungan hidup setiap masyarakat. Fungsi-fungsi lembaga sosial dalam masyarakat dapat dilkategorikan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.

Akan tetapi yang pasti kebanyakan tipe lembaga sosial seperti ekonomi, hukum, pendidikan, keluarga, dan lainnnya terbentuk melalui beberapa proses. Proses yang harus ditempuh ialah pembentukan lembaga dan pembiasaan terkait dengan aturan lembaga. Ketika telah melewati dua tahap ini pasti sudah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Lembaga Sosial

Lembaga sosial adalah seperangkat norma sosial dan nilai sosial yang terbentuk dalam sebuah institusi yang sudah diterima oleh masyarakat secara luas, sehingga kondisi ini dianggap secara sungguh-sungguh serta masyarakat wajib memahami serta melaksanakannya. Ketika terdapat pelanggaran maka akan mendapatkan saksi yang sesuai.

Sehingga dalam hal ini lembaga sosial menjadi wadah dari sekumpulan norma-norma sosial diharapakan dapat mampu melestarikan serta mampu untuk menunjang dan menjaga kelestarian hidup manusia. Lembaga sosial ini tidak bisa dipisahkan dengan organisasi sosial/asoasiasi. Meskipun keduanya memiliki sejumlah perbedaan.

Fungsi Lembaga Sosial

Fungsi dan peranan Lembaga Sosial
Fungsi Lembaga Sosial

Fungsi lembaga sosial dalam cangkupannya adalah sebagai berikut;

  1. Menjaga Keutuhan Masyarakat

Lembaga sosial mampu menyatukan masyarakat melalui hubungan sosial. Masyarakat disatukan melalui peraturan-peraturan yang dapat mengatur perilaku individu satu dengan individu lain. Peraturan diharapkan dapat memperkecil konflik atau masalah sosial.

  1. Meningkatkan Solidaritas Masyarakat

Lembaga sosial pada dasarnya dapat memperkukuh hubungan sosial antar individu atau kelompok. Lembaga sosial terbentuk melalui proses panjang. Proses pembentukan lembaga sosial dilakukan melalui koordinasi intensif antaranggota masyarakat.

Koordinasi yang dilakukan secara instensif antar anggota masyarakat tersebut pada akhirnya akan mampu menyatukan dan meningkatkan solidaritas mekanik dan organik yang terjadi dalam kehidupan masyarakat satu dengan yang lainnya. Meskipun di dalamnya terdapat sejumlah perbedaan, baik perbedaan pandangan politik, agama, arti suku, dan perbedaan lainnya.

  1. Mengendalikan Perilaku Warga Masyarakat

Fungsi yang ada dalam lembaga sosial selanjutnya sangatlah berperan mengendalikan perilaku warga masyarakat melalui sanksi-sanksi yang diberikan bagi yang melanggar. Sanksi yang terdapat dalam lembaga sosial dapat bersifat formal dan nonformal.

Sanksi yang diberikan antara lain apabila dilakukan secara legal atau formal bersifat tertulis, sedangkan sanksi nonformal bersifat tidak tertulis. Contoh sanki yang diberikan secara formal misalnya saja adalah adanya UU, sedangkan sanki non formal misalnya saja dikucilkan dalam masyarakat.

  1. Memberikan Pedoman Bertingkah Laku

Fungsi lembaga sosial selanjutnya adalah memberikan peraturan dalam lembaga sosial yang terus menerus menjadi pedoman antar perilaku individu atau kelompok.

Pelaku individu dan kelompok secara sadar atau tidak sadar diharuskan menaati peraturan yang ada pada lembaga sosial, sehingga dalam realitas inilah lembaga sosial berperan mewujudkan pedoman perilaku bagi anggota masyarakat.

  1. Stabilitator

Ketika kehidupan berjalan maka kita memerlukan alat untuk menjaga keadaan yang kita duduki saat ini. Lembaga sosial diharapkan dapat menjadi penyeimbang atas segala hal yang terjadi di masyarakat. Lingkungan yang terguncang tidak mengalami keterpurukan dengan adanya bantuan dari lembaga sosial. Tanggungjawab ini sangat penting dan berusaha agar berjalan secara maksima.

  1. Dinamisator

Keadaan lingkungan seiring berjalannya waktu pasti akan mengalami perubaha. Perubahan dapat secara langsung atau secara bertahap. Lembaga sosial berfungsi memberikan arahan kepada masyarakat yang disesuaikan dengan keadaan saat ini.

Lembaga sosial perlu memperbarui aturan yang ada agar tidak terkesan kolot dan kuno. Segala aturan yang dibuat harus mengikuti perubahan zaman.

  1. Menjaga kekompakkan

Kekompakkan dapat tercipta dalam lingkungan sosial asal lembaga sosial yang ada sesuai dengan tujuan bersama. Ketika memiliki tujuan yang sama maka karakter jiwa sosial seseorang akan mengikuti apa yang telah ditetapkan oleh lembaga.

Lembaga sosial yang tidak sesuai dengan tujuan masyarakat biasanya tidak mampu masuk dalam lingkungan masyarakat dan tidak mungkin mengikuti aturan lembaga sosial malah dapat menimbulkan perpecahan.

  1. Fungsi Manifes

Fungsi lembaga sosial yang daat kita lihat secara nyata dan kita menyadari betul akan fungsi tersebut. Semua orang yang terlibat di dalam atau di luar lembaga dapat memahami fungsi tersebut. Kita dapat menyebutnya sebagai fungsi yang tertulis.

Fungsi ini biasanya sesuai dengan apa yang dirumusakan oleh para pendirinya. Kita dapat melihat pada fungsi dan tujuan yang ada. Contoh fungsi manifes ialah pedoman berperilaku, bertindak, dan melaksanakan perannya dalam lingkungan sosial.

  1. Fungsi laten

Fungsi yang tidak dapat kita lihat namun jelas kita rasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi ini dapat dirasakan oleh orang yang terlibat dalam organisasi atau orang yang melakukan segala aturan, arahan, dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Fungsi ini juga memiliki makna yang lebih mendalam bagi masing-masing individu. Fungsi ini tidak dapat dilihat namun dapat dirasakan. Contoh fungsi laten ialah manfaat yang didapat oleh seseorang ketika melaksanakan segala aturan yang telah dibuat oleh lembaga sosial.

Contoh Lembaga Sosial

Contoh yang diberikan dalam lembaga sosial ini, misalnya saja dalam kehidupan keluarga. Secara tertulis dan tidak tertulis ada sejumlah peraturan-peraturan yang diberikan. Keluarga mengangkat ayah sebagai kepada keluarga, dan ibu berfungsi mendidik anak-anaknya menjadi  lebih baik. Ayah dalam kaitannya dengan anak memberikan dan mencari nafkah untuk keluarganya.

Meskipun secara tertulis dan tidak tertulis aturan yang ada dalam lebaga sosial tersebut berlaku dan masih diterapkan di Indonesia, padahal untuk di negara lainnya peraturan yang ada belum tentu demikian. Oleh karena ituah lembaga sosial sejatinya diciptakan sesuai kondisi dan keadaan yang ada.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang telah dikemukakan dapat dikatakan bahwa setiap lembaga sosial yang dibentuk tentu memiliki fungsi yang sangat jelas. Hal tersebut dibuat agar tidak terdapat masalah yang merugikan banyak pihak di lingkungan masyarakat. Oleh karenanya setiap lembaga sosial harus senantisa menerimasegala keberagaman yang ada di negara ini.

Ituah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca berkenaan dengan fungsi dibentuknya lembaga sosial secara umum di masyarakat. Semoga apa yang dibahas dapat menambah pengetahuan tentang segala hal yang berkaitan dengan lembaga tersebut.

Daftar Sumber Tulisan
  • Tim Sosiologi. 2001. Sosiologi 1 dan 2 untuk Kelas 2 dan 3 SMU. Jakarta: Yudhistira
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *