Diferensiasi Sosial Berdasarkan Ras dan Etnis

Diposting pada

Diferensiasi Ras dan Etnis

Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Hakekat manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan tersebut memiliki kesamaan prihal pemikirannya, meskipun disisi lain terdapat sejumlah perbedaan dalam ranah ilmu sosial. Khsunya perbedaan ras dan etnis.

Hal ini wajar, mengingat terdapat berbagai contoh etnis dan ras yang ada di dunia, bahkan di Indonesia sendiri sebagai bangsa yang berdaulat dengan karakterisk negara berkembang terdiri dari banyak suku bangsa/etnis dan juga ras.

Diferensiasi Ras dan Etnis

Diferensiasi sosial adalah sejumlah perbedaan yang ada di masyarakat secara varikal dan horizontal yang dilihat berdasarkan status sosial dan peran sosial yang diberikan, sehingga pada akhirnya dalam pembeda ini memunculkan berbagai jenis kelas sosial di masyarakat.

Adapun untuk ras dan etnis. Pengertiannya sebagai berikut;

Ras

Ras adalah serangkaian bentuk pnggolongan setiap insan yang bersifat jasmaniah, akan tetapi untuk tahapan perkembangannya secara konsepstual sama. Hanya saja yang membedakan satu dengan lainnya ialah warna kulit, struktur tubuh, dan lain sebagainya.

Etnis

Etnis yang dikenal dengan suku bangsa adalah perbedaan manusia secara individu dan kelompok yang dilihat daripada unsur kebudayaan yang berkebang. Seperti bahasa, rumah adat, sistem pengetahuan, agama, hukum adat istiadat, dan lain sebagainya.

Atas dasar itulah maka, dapat dikatakan bahwa bentuk diferensiasi sosial berdasarkan ras dan etnis merupakan keragaman manusia yang dilahirkan secara beda, sehingga melahirkan masyarakat multikultural dalam menjalankan kehidupan.

Contoh Diferensiasi Ras

Adapun untuk pengelompokan perbedaan berdasarkan pada ras, antara lain;

  1. Malayan Mongoloid

Bisa dikatakan bahwa diferensiasi ras yang paling dominan terjadi di Indonesia ialah Malayan Mongoloid, alasannya karena ras ini memiliki karakteristik dengan rambut ikal ataupun lurus, struktur muka agak bulat, dan mempunyai kulit sawo matang kekuning-kuningan. Perbedaan antara Malayan Mongoloid dan Negroid nampak jelas. Bahkan dari warna kulitnya saja nampak mencolok dengan hitam dan sawo matang.

Oleh karena itulah dalam objek kajian sosiologi istilah kelompok kelompok ras menjadi subkultur sendiri yang bisa dilihat berdasarkan pada konteks sifat kebudayaan, letak geografi, dan lain sebagainya.

Contoh Diferensiasi Etnis

Sedangkan untuk contoh diferensiasi sosial berdasarkan etnis misalnyas aja;

  1. Jawa dan Sumatra

Salah satu Pulau di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk tertinggi adalah Jawa, sedangkan yang keduanya ialah Sumatra. Keduanya juga mempunyai etnis yang berbeda-beda. Jikalau di Jawa termasuk Madura setidaknya ada 8 suku bangsa sedangkan untuk di Sumatra terdapat 42 suku bangsa.

Karakteristik yang menjadi pembaca antara etnis-etnis yang ada di Jawa dan Sumatra ini bisa dilihat berdasarkan Bahasa yang dipergunakan, logat ataupun dialek, serta dalam penggolongan untuk sistem pengetahuan yang berkebang.

Misalnya saja, khususnya di Pulau Sumatra memiliki logat bicara yang agak keras. Sedangkan untuk wilayah-wilayah di Pulau Jawa, suku bangsanya memiliki gaya berbicara yang agak pelan.

  1. Bali dan Lombok

Provinsi Bali, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya wilayah Lombok juga dapat diapahami mempunyai diferensiasi etnis yang sangat berbeda. Dalam hal ini utamanya prihal kepercayaan. Misalnya di Bali dominan dengan Agama Hindu dan Budha, sedangkan di Lombok dominan dengan Islam.

Tetapi yang pasti, untuk jumlah etnis yang ada di wilayah keduanya setidaknya sampai saat ini terdiri dari tiga suku bangsa.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa perbedaan yang ada dalam etnis dan suku bangsa ini dipengaruhi besar pada mobilitas sosial yang terjadi di masyarakat. Alasannya karena hasil dari proses diferensiasi dalam masyarakat dan pengisian peran oleh masyarakat tergantung pada arti kebudayaan yang berkebang. Sebaliknya, ingginya tingkat mobilitas sosial bisanya akan melemahkan solidaritas kelas.

Tetapi yang pasti, perbedaan ini haruslah menjadi kesadaran bahwa setiap manusia membutuhkan orang lain bukan berarti bergantung terhadap orang lain. Sebagai makhluk sosial kebutuhan manusia untuk bertahan hidup ditengah-tengah tuntutan masayarakat yang tiada henti memang perlu dilakukan. Saling menyadari akan pentingnya satu satu sama lain, menjadi pondasi dasar untuk membentuk hubungan sosial.

Itulah tadi artikel yang bisa dibagikan pada semua pembaca berkenaan dengan pengertian diferensiasi sosial ras dan diferensiasi sosial etnis beserta dengan contohnya. Semoga saja memberikan pemahaman bagi semua kalangan yang membutuhkannya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *