Macam Kelas Sosial dan Contohnya

Diposting pada

Jenis Kelas Sosial

Kehidupan bermasyarakat sangat beragam keberadannya. Ada yang sangat kompak, tidak peduli, dan ada yang memiliki jika kompetisi yang baik. Adapun dari semua itu salah satu ciri khas yang ada di suatu lingkungkan sosial tertentu akan terdapat pengelompokkan berdasarkan tingkat ekonomi atau status sosial.

Apabila pengelompokkan dalam tujuan ilmu sosial biasa disebut strata sosial atau yang dikenal pula dengan istilah kelas sosial.

Kelas Sosial

Tingkatan dalam lingkungan sosial di masyarakat biasa disebut sebagai kelas yang digunakan untuk mengelompokkan beberapa orang dengan tujuan tertentu. Kelas sosial ini biasa disebut sebagai stratifikasi sosial yang terjadi secara horizontal atau vartikal.

Kelas sosial adalah pengelompokkan berdasarkan jenis status sosial seseorang hal ini dapat menunjukkan lapisan sosial yang ada di masyarakat deng kriteria tertentu. Kriteria yang biasa digunakan antara lain, kekayaan, pendidikan, dan pekerjaan.

Macam Kelas Sosial

Terdapat banyak pendapat tentang penetapan jenis kelas sosial dalam setiap negara dan kajian berdasarkan tokoh sosioologi dan teorinya.

Jenis Kelas Sosial dan Contohnya

Penjelasan tersebut, antara lain sebagai berikut;

Karl Marx

Kelas sosial menurut marx antara lain;

  1. Kelas borjuis

Pengelompokkan kelas ini dilihat dari besarnya modal dan kapital yang dimiliki. Kelas ini biasanya untuk mereka yang memiliki tanah yang luas dan memiliki alat untuk melakukan sebuah produksi atau bisa disebut sebagai kelompok penguasa.

Tanah yang dimiliki akan disewakan kepada orang yang membutuhkan dan orang tersebut tinggal menerima uang sewa. Contoh kelas borjuis ini tingkatan tertinggi dalam kelompok kelas sosial. Misalnya adalah pemilik perusahaan besar disebuah negara.

  1. Kelas menengah

Orang yang menjadi pejabat atau pegawai negeri dalam suatu negara. Mereka termasuk kaum kapitalis, yang memiliki keinginan mengusai kapital tertentu. Mereka telah memiliki gaji tetap atas pekerjaan yang dimiliki. Kaum ini tidak terlalu kaya namun cukup terpandang.

Untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka tidak merasa kekurangan. Tigkat pendidikan yang dimiliki pasti lumayan tinggi dan menguasai bidang tertentu. Misal, guru, pejabat pemerintahan, dan lain-lain.

  1. Kelas Proletar

Kelompok sosial yang terendah dalam kelompok sosial ini. Mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap dan tidak memiliki tanah atau alat produksi.

Contoh kelas proleter ini pada umumnya merupakan kelompok yang sering terabaikan. Mereka bahkan merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Tempat tinggal kadang juga kurang layak. Misalnya saja seperti buruh, pekerja pabrik, dan lain-lain.

Ahli Eropa

Macam kelas menurut beberapa ahli yang berada di Eropa, antara lain;

  1. Kelas Puncak (Top Class)

Kelompok sosial yang memiliki kekayaan dalam jumlah yang banyak dan sudah mampu memenuhi segala kebutuhan dengan baik.

Status ini tidak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan namun dilihat dari segi kekayaan saja. Biasanya orang di kelas puncak ini sudah pasti memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Contohnya saja seperti keluarga konglomerat, pemilik perusahaan terbedar di suatu negara.

  1. Kelas menengah

Kelas ini dibagi menjadi dua yaitu kelas menegah berpendidikan dan kelas menengah ekonomi. Kelas menengah berpendidikan ialah mereka yang berpendidikan tinggi namun kekayaan yang dimiliki tidak terlalu banyak. Pendidikan menjadi penunjang tersendiri dalam melaksanakan peranny di kelas sosial tertentu.

Kelas menengah merupakan kelas ekonomi yang memiliki jumlah kekayaan cukup banyak dengan tanda memiliki sebuah perusahaan atau bekerja menjadi tenaga ahli dalam sektor tertentu dan profesional. Contoh, arsitek, ekonom handal dalam bidang analisis, guru, pemilik perusahaan kecil, dan lain-lain.

  1. Kelas Pekerja

Kelas untuk para pekerja tetap dengan gaji yang lumayan tinggi. Mereka masuk kelas ini karena mereka telah memiliki penghasilan sendiri walapun jumlahnya tidak sebanyak orang yang berada di kelas menengah. Kelas ini juga untuk orang yang tidak berpendidika dan tidak berpendidikan asal bekerja.

Contohnya dalam hal ini seperti, pekerja pabrik, karyawan perusahaan, pekerja dipercetakan, pekerja di pabrik, dan lain-lain.

  1. Kelas Bawah

Kelas untuk mereka yang tidak berpendidikan. Pendidikan rendah dan tidak memiliki pekerjaan. Apabila dilihat dari harta kekayaan mereka yang tergolong miskin dan menghandalkan bantuan dari pemerintah yang biasa diberikan kepada kelas ini. Contohnya saja berbagai jenis pengangguran, buruh harian, buruh musiman, dan lain-lain.

Warner

Macam kelas menurut Warner (kelas yang diterapkan di negara Amerika), antara lain;

  1. Kelas atas-atas (Upper-Upper Class)

Kelas ini merupakan kelas untuk mereka yang termasuk orang kaya dan sudah bertahan dalam waktu yang lama. Dapat dikatakan sebagai orang kaya secara garis keturunan dan jumlah kekayaan jauh diatas rata-rata. Tingkat pendidikan sudah tidak diragukan lagi.

Contohnya dalam hal ini penguasa dalam dunia bisnis, keturunan koglomerat, pemilik perusahaan multinasional, dan lain-lain.

  1. Kelas atas bawah (Lower-Upper Class)

Kelas untuk mereka yang termasuk orang kaya baru. Mereka yang termasuk orang yag baru memiliki jumlah aset yang banyak atas usaha yang dilakukan. Kelompok ini masing sering berubah-ubah tergantung keadaan perusahaan dalam kurun waktu tertentu.

Untuk mencapai tingkat ini tentu dibutuhkan usaha yang sangat keras baik di pendidikan formal atau pengembangan diri secara mandiri. Contohnya saja pemilik perusahaan baru yang sedang berkembang, investor baru, dan lain-lain.

  1. Kelas menengah atas (Upper-middle Class)

Kelas ini untuk mereka yang bekerja dibidang profesional dengan gaji yang cukup menjanjikan atau mereka yang memiliki perusahaan namun belum sebesar perusahaan yang dimiliki kelas atas bawah. Tingkat pendidikan yang dimiliki cukup tinggi untuk mendapatkan gelar profesional dalam bidang tertentu.

Contohnya saja dalam hal ini seperti profesi akuntan, arsitek, dokter, dan ahli dibeberapa bidang kajian ilmu yang dimilikinya.

  1. Kelas menengah bawah (Lower-Middle Class)

Kelas ini merupakan kelompok sosial yang terdiri dari beberapa pekerjaan tertentu dan mendapatkan gaji tetap. Termasuk juga pegawai negeri yang mengabdi kepada pemerintah negara tersebut. Tingkat pendidikan tidak terlalu tinggi namun mampu bekerja ditempat yang layak. Contohnya dalam hal ini seperti karyawan tetap di sebuah perusahaan, guru, dan lain-lain.

  1. Kelas bawah atas (Upper-Lower Class)

Kelas ini terdiri dari orang yang sudah memiliki gaji tetap namun hanya sebagai pekerja. Jumlah gaji tidak sebesar kaum menengah bawah. Dapat disebut kelas untuk karyawan biasa di suatu perusahaan.

Tingkatan pendidikan mugkin hanya pada tingkat pendidikan formal minimal pada suatu negara. Misalnya dalam hal ini di Negara Indoensia dengan minimal tingkat pendidikan SMA. Contoh, karyawan toko, karyawan pabrik, dan lain-lain.

  1. Kelas bawah bawah (Lower-lower Class)

Kelas ini merupakan kelas terbawah dalam pembagian ini. Orang yang termasuk kelas ini merupakan mereka yang berada di tingkat yang sangat kesusahaan dalam memenuhi kebutuhan pokok hingga membutuhkan bantuan dari pemerintah.

Tingkat pendidikan tentu hanya semampunya mungkin saja tidak sampai pada tingkat pendidikan minimal. Contohnya dalam hal ini buruh, pengangguran, dan lain-lain.

Faktor Terbentuknya Kelas Sosial

Adapun untuk beberapa penyebab yang mempengaruhi terbentuknya kelas sosial antara lain;

  1. Status pekerjaan
  2. Perolehan gaji atau pendapatan
  3. Harta yang dimiliki
  4. Kekuasaan
  5. Kesadaran
  6. Mobilitas yang sudah dilakukan

Yang pasti dari semua faktor ini akan menentukan dimana posisi seseorang berdasarkan apa yang telah dimiliki dan dipandang oleh orang lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan terkait dengan jenis kelas sosial yang telah disebutkan dapatlah dikatakan bahwa kondisi ini akan senantiasa terus berkembang tergantung negara menganut pendapat yang mana. Kelas sosial sendiri menurut sudut pandang agama juga memiliki klasifikasi yang berbeda. Tentu faktor yang mempengaruhi juga berbeda

Yang pasti untuk penentuan kelas sosial dapat dilakukan dengan beberapa cara dengan mengunakan alat ukur secara subyektif, objektif, atau reputasi. Tiga cara ini akan menghasilkan klasifikasi yang berbeda-beda. Meski setiap negara memiliki cara yang berbeda, namun kebanyakan menggunakan tolok ukur harta untuk membentuk sebuah klasifikasi kelas sosial. Hanya beberapa negara yang menggunakan tigkat pendidikan sebagai dasar.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan jenis-jenis kelas sosial menurut para ahli dan contohnya yang mudah ditemukan. Semoga memberi edukasi serta referensi bagi kalian yang sedang memperlukannya.

Sumber Tulisan
  • https://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/kelas-status-sosial-peranan-sosial-dan-pengaruhnya.pdf
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *