Dampak Positif dan Negatif Terjadinya Proses Sosial

Diposting pada

Dampak Proses Sosial Positif dan Negatif

Salah satu ciri manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi tentunya memerlukan sebuah bentuk interaksi sosial yang mendukung terjadinya komunikasi antara individu satu dengan yang lainnya. Arti interaksi sosial yang terjadi dalam hubungan antar manusia tersebut dinamakan pula sebagai proses sosial.

Di masa sekarang ini proses sosial menjadi salah satu bentuk kegiatan dalam lingkungan sosial bermasyarakat yang berlangsung dengan pesat. Bahkan dalam proses sosial ini akan menghasikan sifat yang mengarah pada persatuan (asosiatif) maupun pertentangan (disosiatif). Inilah yang kemudian menyebabkan bahwa proses sosial memiliki banyak dampak, baik secara positif maupun negatif.

Proses Sosial

Proses sosial adalah serangkaian teknik yang mengkaji tentang hubungan sosial di masyarakat yang dapat diamati apabila individu dan kelompok saling bertemu untuk kemudian melakukan interaksi sosial.

Oleh karena itulah  biasanya melalui sikap-sikap masyarakat yang melakukan proses sosial asosiatif inilah maka harus muncul rasa toleransi yang tinggi agar setiap orang dapat menerima perbedaan dan tetap bisa hidup secara berdampingan. Akan tetapi apabila terjadi proses sosial disosiatif yang akan hadir adanya konflik sosial yang menyebabkan arti pertikaian antara sesama.

Dampak Proses Sosial

Terjadinya proses sosial dan interaksi sosial di masyarakat bisanya menyababkan timbulnya akibat positif dan negatif. Adapun uraian lengkapnya sebagai berikut;

Dampak Positif

Dampak positif dari proses sosial, antara lain;

  1. Bisa membantu dalam kehidupan sehari-hari
  2. Menentramkan suasana
  3. Mengajarkan toleransi antar sesama manusia
  4. Menciptakan hubungan persaudaraan
  5. Meningkatkan jalinan silahturahmi
  6. Menimbulkan berbagai bentuk kerjasama
  7. Terciptanya rasa persatuan yang lebih kuat
  8. Menumbuhkan sikap saling menjaga satu sama lain

Contoh daripada dampak positif dari proses sosial ini misalnya saja seperti ketika adanya hubungan yang saling menguntungkan antar individu dan individu lain dalam bisnis. Maka, ia kemudian melakukan kerjasama atau dalam objek kajian sosiologi dikenal dengan kooptasi.

Prihal ini terlihat jelas ketika adanya marger yang terjadi antara Bank BRI Syariah, BNI Syrariah, dan Mandiri Syariah membentuk Bank Syariah Indonesia (BSI). Alasannya karena melihat peluang besar masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, sehingga dibuatkan khusus perbankan.

Dampak Negatif

Selain memiliki dampak positif yang begitu banyak juga memiliki dampak negatif yang tidak kalah penting untuk dipelajari. Antara lain;

  1. Bisa merubah perilaku seseorang menjadi buruk
  2. Bisa merubah pola pikir jika sudah terpengaruh, hal ini khususnya terjadi apabila seorang individu sudah terpengaruh dengan hal-hal yang buruk akibat adanya proses sosial tersebut. Maka yang akan terjadi yaitu pola pikir individu juga dapat berubah menjadi tidak baik
  3. Meniru gaya hidup orang lain karena rasa gengsi, Gaya hidup mewah yang dipandang lebih menarik kadang kala menjadi bagian yang diidam-idamkan banyak orang. Apabila seorang individu merasa gengsi maka dalam proses sosial tersebut akan ikut-ikutan gaya hidup orang lain agar dianggap memiliki status sosial yang tinggi pula. Tentunya hal ini sangat tidak baik karena tidak menampilkan diri yang apa adanya.
  4. Adanya kubu, kelompok, atau geng yang jauh dari rasa toleransi

Sedangkan untuk proses sosial yang berdampak negatif ini bisa dilihat terkait hubungan antara HTI dan Pemerintah Indonesia. Dimana HTI secara mutlak ingin mengganti ideologi Pancasila dengan khalifah, maka tak khayal pemerintah secara tegas pada akhirnya melarang organisasi ini ada. Bahkan pada saat ini HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) keberadaannya sudah tidak ada lagi.

Disisi lain adanya, proses sosial biasanya akan berlangsung dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Seperti;

  1. Imitasi, Imitasi ialah perilaku seseorang untuk melakukan sesuatu yang telah dilakukan orang lain. dengan kata lain imitasi adalah proses meniru perbuatan atau tindakan yang dilakukan orang lain mulai dari gaya hidup, penampilan, sikap dan lain sbeagainya.
  2. Sugesti, Sugesti ialah suatu pengaruh atau rangsangan yang dirasakan oleh seorang individu karena melihat orang lain yang memberikannya sugesti untuk menuruti atau melaksanakan berbagai tindakan tanpa berpikir lebih kritis.
  3. Identifikasi, Identifikasi adalah suatu kecenderungan yang terjadi dalam diri individu untuk menjadi seseorang yang sama persis dengan panutan hidupnya.
  4. Motivasi, Motivasi adalah suatu pengaruh, rangsangan, atau stimulus yang diberik,an oleh seorang individu kepada individu yang lainnya sehingga menimbulkan berbagai dorongan untuk bisa melakukan berbagai hal dengan pemikiran yang rasional, kritis dan penuh tanggung jawab.
  5. Empati, Empati adalah proses yang terjadi dalam diri individu mengenai rasa yang dapat tumbuh karena melihat orang lain yang sedang mengalami suatu kejadian atau peristiwa. Proses empati ini memiliki proses yang hampir mirip dengan dengan proses simpati, namun dalam proses empati tidak hanya masalah perasaan kejiwaan saja melainkan juga perasaan organisme tubuh yang sangat dalam.

Itulah saja artikel yang bisa dikemukakan pada semua pembaca berkenaan dengan berbagai akibat positif dan dampak negatif terjadinya proses sosial di masyarakat beserta dengan contoh kasusnya. Semoga memberikan wawasan bagi semuanya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *