Pengertian Ruralisasi, Faktor Penyebab, Dampak, dan Contohnya

Diposting pada

Ruralisasi Adalah

Impian untuk mendapatkan taraf kehidupan yang lebih baik dan layak bagi arti masyarakat, menjadikan sebagian penduduk melakukan beragam jenis migrasi. Migrasi merupakan pindahnnya suatu penduduk dari satu daerah ke daerah lain dengan melewati batas-batas tertentu baik administrasi, wilayah dan hal lain, dengan tujuan untuk tinggal sementara maupun menetap.

Selain keindahan kota-kota besar di Indonesia yang menjadi daya pikat tersendiri bagi orang desa, kota pun menyediakan banyak hal dan hingar-bingarnya yang membuat penduduk di kota jenuh, dan pada akhirnya menrindukan kondisi serta suasana di desa. Hal ini sudah wajar dan menjadi kemakluman jika orang kota ingin hidup di desa dengan usasan yang tenang dan damai. Nah, perpindahan penduduk dari perkotaan penduduknya yang padat ke daerah lain (pedesaan) yang penduduknya masih jarang atau belum padat ini dinamakan ruralisasi. ruralisasi merupakan bagian integral dari migrasi.

Ruralisasi

Mungkin kebanyakan dari kita memiliki aggapan bahwa ruralisasi mempunyai arti yang sama dengan urbanisasi, padahal dari beberapa sisi keduanya jela memiliki perbedaan. Ruralisasi dilakukan merupakan efek yang diakibatkan adanya kepadatan penduduk di perkotaan sudah sangat tinggi sehingga keseimbangan populasi kependudukan sudah terganggu dan tidak nyaman.

Pengertian Ruralisasi

Ruralisasi adalah serangkaian proses yang menyebabkan perpindahan penduduk di daerah perkotaan yang padat penduduknya ke pedesaan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk masih rendah atau jarang penduduknya (El Rais, 2012).

Dari makan di atas, secara lazim praktik ruralisasi ini terjadi akibat membludaknya jumlah pertumbuhan penduduk di wilayah perkotaan yang telah terlalu padat dan tinggi volume kependudukannya. Saat suatu wilayah perkotaan kepadatan penduduk melebihi jumlah proporsinya, maka akan menggangu ekuilibrium populasi di kota tersebut. Oleh sebab itu perpindahan warga dari perkotaan menuju daerah pedesaan mempunyai tujuan untuk tercapainya solusi mendapat kehidupan yang berbobot dan berkualitas.

Kebanyakan dari mereka dan menjadi hal umum di lingkungannya, orang yang melakukan ruralisasi dahulunya juga pernah melakukan urbanisasi, tapi sekarang ini juga cukup banyak masyarakat kota yang melakukan ruralisasi. Sebagian masyarakat kota mempunyai tujuan akhir untuk pindah dari wilayah perkotaan menuju daerah pedesaan untuk mendapatkan standart kehidupan yang lebih baik dan berkualitas.

Selain itu, karena di daerah pedesaan masih tersedia ruang yang cukup banyak untuk dijadikan tempat tinggal, daerah pedesaan juga masih asri, bersih dan dianggap lebih sehat ketimbang di perkotaan.

Faktor Penyebab Terjadinya Ruralisasi.

Manusia dalam melakukan tindaknnya jelas dilandasi dengan berbagai pertimbangan matang dan konsekuensi yang menjadi akibat dari keputusannya. Pertimbangan-pertimbangan tersebut akan menjadi hal yang mengutakannya untuk melakukan tindakan ruralisasi. Disini ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya ruralisasi. Faktor-faktor dimaksud secara umum dibedakan dalam dua hal (faktor pendorong dan faktor penarik), yaitu:

Pendorong

Faktor pendorong yang memicu Ruralisasi. Faktor pendorong terjadinya ruralisasi antara lain:

  1. adanya keingin yang mendalam untuk memulai hidup di daerah pedesaan atau pulang kampung di daerah asal dulunya.
  2. Hiruk-pikuk kehidupan dikota menjadikan individu mengalami tingkat kejenuhan dan stress yang sudah diambang batas kewajaran, sehingga menyebabkan individu butuh ketenangan untuk menjalani hari-hari dalam hidupnya.
  3. Memeiliki keinginan atau bahkan orientasi hidup yang baru, untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih bermakna bagi kehidupannya.
  4. Sudah tidak memiliki daya upaya atau kemampuan untuk turut serta dalam kontestasi dinamika kehidupan (persaingan hidup) di wilayah perkotaan.
  5. Melambungnya harga pokok sandang,pangan, dan papan. Dalam hal ini harga papan yaitu tanah, harga tanah di daerah perkotaan sudah melebihi harga emas, intan, bahkan permata. Karena semakin mahalnya harga tanah,beberapa individu tidak memiliki kemampuan untuk memilikinya.
  6. memiliki keinginan untuk mengembangkan daerah asalnya (pedesaan) serta membangun dan memajukan agar mempunyai daya saing yang setara dengan daerah perkotaan.

Penarik

Faktor-faktor yang menjadi Penarik Ruralisasi terjadi. Berikut ialah factor-Faktor yang menjadikan individu tertarik untuk melakuan ruralisasi, diantaranya adalah:

  1. Iklim lingkungan sosial dan suasana di daerah pedesaan lebih nysmsn dan tenang.
  2. Di pedesaan dengan intensitas komunikasi yang selalu tatap muka, menjadikan sesama warganya memiliki sikap tepo seliro serta menghargai satu sama lain. Karena tingginya sikap saling menghargai akhiranya memberikan efek sikap saling menjaga dan saling memberi. Di desa masih banyak orang dari sawah mampir ke tetangga untuk memberi sedikit hasil kebunnya. Hal ini menjadikan biaya hidup di daerah pedesaan relatif lebih kecil (murah) jika dibandingkan di daerah perkotaan.
  3. masyarakat di daerah pedesaan lebih hangat dan lebih sopan, lebih bersahabat, dan penuh dengan rasa kekeluargaan.
  4. Harga tanah di daerah pedesaan masih terjangkau dan relatif lebih murah jika ddibandingkan harga tanah di daerah perkotaan.
  5. Adanya keterikatan akan kenangan masa lalu (masa kecil) dengan daerahnya.

Dampak Ruralisasi

Ditinjau dari hal yan baik maupun yang kurang baik, Ruralisasi tetap meninggalkan jejak-jejak yang menjadi efek di kehidupan masyarakat yang melakukan ruralisasi. Di bawah ini sudah dirangkum beberapa dampak akibat yang ditimbulkan oleh ruralisasi.

Positif

Dengan berperpindahnya penduduk dari wilayah perkotaan ke tempat pedesaan (ruralisasi) bisa memberikan dampak positif, diantaranya ialah sebagai berikut :

  1. Tingkat kepadatan populasi penduduk di daerah perkotaan menjadi berkurang. Akibat dari perpindahan penduduk ke daerah pedesaan tersebut.
  2. Dengan berubahnya demogarfi kependudukan di perkotaan menjadikan tingakat populasi di suatu wilayah menjadi proporsi dan seimbang. Hal ini pun secara otomatis mendukung program pemerintah untuk pemerataan jumlah penduduk.
  3. Dengan bertukarnya jumlah penduduk, bertukar pula wawasan baik keilmuan maupun pengetahuan. Pertukaran tersebut bisa mempengaruhi pola pikir dan pola kehidupan masyarakat di kampung untuk lebih maju dan modern untuk berdaya saing.
  4. Memberikan kesempatan untuk usaha mandiri bagi masyarakat di pedesaan (sehingga besar kemungkinan untukmenciptakan lapangan pekerjaan di daerah pedesaan), karena tingkat persaingan usaha di daerah pedesaan cenderung lebih rendah bila dibandingkan daerah perkotaan.
  5. Dapat berkontribusi dan ikut serta dalam meningkatkan dan mengembangkan pembangunan baik sarana maupun prasana di daerah pedesaan.
  6. Daya Tarik lain di pedesaan ialah udaranya yang bersih serta suasana pedesaan yang relatif tenang serta nyaman, sehinga akan membuat kondisi tubuh menjadi lebih sehat dan bugar karena terhindar dari debu polusi dan ancaman kesehatan lainnya.

Negatif

Diatas telah dipaparkan berbagai dampak positif dari ruralisasi. Selain dampak positif dari ruralisasi, perpindahan penduduk dari tempat yang menjai perkotaan ke tempat pedesaaan (ruralisasi). Alangkah baiknya kita juga memeriksa dampak negative yang ditimbulkan oleh perilaku ruralisasi. Adapun dampak negatif dari ruralisasi tersebut diantaranya ialah:

  1. Dengan datangnya penduduk dari kota ke desa, pasti akan membawa hal-hal baru termasuk didalamnya adalah budaya baru. Ruralisasi dapat mengakibatkan adanya perubahan kebudayaan dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat daerah pedesaan.
  2. Dengan meningkatnya jumlah penduduk di daerah pedesaan, makan akan diikuti pula oleh meningkatnya harga kebutuhan pokok dalam rumah tangga, karena belanja konsumsi keluarga di pedesaan menjadi meningkat, dan besar kemungkinan di beberapa bahan pokok juga akan mengalami kelangkaan karena akibat konsumsi yang tinggi.
  3. Ruralisasi yang dilakukan oleh penduduk di perkotaan akan menyebabkan berkurangnya populasi penduduk di perkotaa, hal tersebut sedikit banyak akan berdampak pada melemahnya sektor perekonomian akibat dari berkurangnya jumlah konsumen di daerah perkotaan.

Contoh Ruralisasi di Masyarakat Indonesia

Untuk memperjelasnya, terkait dengan ruralisasi di Indonesia, maka berikut ini contohnya;

Jakarta

Jakarta menjadi kota dengan julukan megapolitan. Missal, penduduk di Jakarta melakukan ruralisasi dengan berpindah tempat dari Jakarta ke derah Jawa Timur di Kabupaten Bojonegoro yang di beberapa kecamatanya masih memiliki lahan yang luas untuk kebutuhan pemukiman ataupun kebutuhan lainnya untuk meningkatkan sarana prasarana desa.

Maka, itulah tadi penjelasan yang bisa kami uraikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian ruralisasi, faktor, dampak, dan contohnya di masyarakat Indonesia. Semoga memberikan wawasan dan referensi yang lebih mendalam. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *