Pengertian Imitasi, Syarat, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Imitasi

Faktor-faktor yang menjadi dasar terbentuknya syarat interaksi sosial salah satunya adalah imitasi yang seringkali memiliki arti meniru perilaku dan bentuk tindakan sosial yang orang lain lakukan. Sehingga perilaku dan tindakan orang lain yang ditiru dalam imitasi ini bisa berakibat baik akan tetapi juga bisa berakibat buruk.

Alasannya jikalau individu dan kelompok yang ditiru menunjang dalam kreatifitas tentusaja akan memberikan kontribusi nyata untuk kita dapat melakukannya juga. Namun, jikalau sebaliknya yaitu memberikan efek dalam yang kurang baik terhadap unsur budaya yang ada maka hal ini memberikan pengaruh pada tindakan tidak baik. Misalnya saja sosok yang terimitasi seorang laki-laki memakai anting, maka di Indonesia tindakan tersebut dipandang kurang baik.

Imitasi

Imitasi dalam objek kajian sosiologi termasuk bagian daripada materi interaksi sosial bersamaan dengan sugesti, identifikasi, simpati, dan empati, khususnya melihat faktor yang melatar belakangi adanya proses sosial dan interaksi sosial di masyarakat. Hal ini melihat bahwa setidaknya ada kencederungan bagi setiap individu untuk melakukan kegiatan sama dengan seseorang yang dianggap menjadi idola.

Pengertian Imitasi

Imitasi adalah meniru perilaku dan tindakan orang lain dengan sama persis apa yang dilakukan oleh orang lain tersebut yang dapat berarti positif apabila yang ditiru tersebut adalah perilaku individu yang baik sesuai nilai sosial dan norma masyarakat.

Akan tetapi, sebaliknya proses imitasi bisa juga berarti negatif apabila sosok individu yang ditiru adalah perilaku yang tidak baik atau prilaku yang menyimpang dari nilai dan norma sosial yang berlaku di dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengertian Imitasi Menurut Para Ahli

Adapun untuk definisi imitasi menurut para ahli, antara lain;

  1. Sasmita (2011), Pengertian imitasi adalah proses sosial yang dilakukan oleh seseorang dalam peniruan terhadaap sikap, gaya hidup, bahkan segala sesuatu yang dimiliki seseorang yang menjadi panutan.
  2. Gerungan (2010), Imitasi adalah tindakan yang dilakukan dengan ikut mengikut pada perilaku orang lain dalam menjalani kehidupan di lingkungan sosial.
  3. Asep Mulayana (2017), Definisi imitasi adalah perilaku yang dilakukan dengan peniruan terhadap tingkah laku seseorang yang lebih pada fisikal sehingga memberikan akibat negatif jikalau dilakukan dengan berlebihan.

Syarat Terjadinya Imitasi

Syarat Terjadinya Imitasi
Syarat Terjadinya Imitasi

Adanya imitasi dalam kehidupan seserang bisanya dilatar belakangi dengan beberapa faktor yang menjadi penyebab dengan beberapa syarat yang diperlukan. Antara lain;

  1. Adanya minat dan perhatian yang cukup besar terhadap hal yang akan ditiru

Diakui ataupun tidak dalam setiap pergaulan yang dilakukan seseorang yang sedang tumbuh dewasa yang pada umumnya tidak lepas dari peniruan (imitasi) terhadap orang lain yang dijadikan idolanya. Bahkan yang paling dekat dalam arti keluarga dimana ketika seseorang lahir kadangkala mengidolakan sosok Ayahnya yang dianggap bertangung jawab. Sehingga apa yang dilakukan ayah selalu ditiru olehnya.

  1. Adanya sikap mengagumi hal-hal yang diimitasi

Prihal ini berkaitan dengan rasa kekagumanan terhadap apa yang menjadi rutinitas yang tidak bisa ditinggalkan. Misalnya saja sikap ini dituntukan dengan adanya kecintaan terhadap budaya k-pop maka, kadangkala untuk menyamakan dengan tokoh tertertentu mendorong seseorang untuk membeli pakaian yang modal sama.

  1. Hal yang akan ditiru cenderung mempunyai penghargaan sosial yang tinggi

Faktor imitasi yang paling ketara ialah ingin mendapatkan penghargaan yang sama dengan orang yang ditiru sehingga hal ini akhrnya memberikan motivasi tersendiri untuk mengikuti jejak tokoh yang di idolokan, tak khayal berharap untuk bernasib sama.

Contoh Imitasi

Berbagai contoh mengenai kejadian tentang imitasi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja;

  1. Seorang siswa yang ada di lembaga pendidikan tertentu berusaha untuk meniru penampilan yang dilakukan oleh selebritis yang ada di televisi, seperti meniru untuk membuat rambut gondrong (panjang), memakai anting, memakai gelang dan kalung secara berlebihan. Tindakan imitasi seperti itu dapat mengundang reaksi dari masyarakat yang menilai penampilan itu sebagai urakan ataupun tidak sopan.
  2. Seorang balita mulai mengucapkan kata-kata yang diajari ayah atau ibunya. Contoh imitasi seperti ini seringkali berada dalam pengertian lembaga keluarga, khususnya yang dilakukan oleh orangtua. Sebab pendidikan pertama yang di dapatkan oleh seorang individu sebelum terjun dalam kehidupan masyarakat dan kelompok sosial memang berasal dari keluarga.
  3. Adanya seseorang yang ingin menjadi wirausaha, seperti Chirul Tanjung (Anak Singkong) memiliki Trans Crop. Adalah contoh proses imitasi yang diarahkan pada hal-hal positif, laran proses ini bisa menambah wawasan/pelajaran terhadap manusia untuk bisa hidup mandiri.
  4. Rina adalah anak SD 02 Sukamaju, yang sangat mengagumi penyanyi idolanya, yaitu Rosa. Dia ingin sekali meniru segala penampilannya agar sama dengan idolanya. Tindakan yang dilakukan oleh rina tersebut juga bagian daripada imitasi.
  5. Adanya seseorang yang memiliki kecenderungan untuk berprilaku seks menyimpang, seperti kasus homoseksual, lesbian, dan tindakan lainnya. Juga bagian daripada imitasi terhadap pola kebudayaan asing (westrenalisasi) yang tentusanya adat-adat seperti itu tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang ada dalam masyarakat Indonesia.
  6. Adanya kejadian yang dilakukan si Oon salah satu Mahasiswa PTS Jawa Barat, yang tampil di atas pentas dia bergaya ala Michael Jackson. Tampilnya yang telah dilakukan oleh si Oon tersebut juga didasari oleh faktor imitasi dalam interkasi sosial.
  7. Adanya klaim kebudayaan yang dilakukan oleh Negara Malaysia terhadap Reog Ponorigo dengan meyakinkan bahwa itu adalah Kebudayaan Malaysia, adalah salah satu faktor imitasi negatif. Lantaran kebudayaan seperti Reog Ponorigo adalah sifat kebudayaan yang asli atau khas dari Indonesia.
  8. Tingkat keberhasilan yang dilakukan oleh Pemerinta Provinsi Jawa Barat dalam memerangki korupsi dan menerapkan keterbukaan publik di masyarakat, sehingga banyak wilayah-wilayah lain di Indonesia menerpkan pola yang sama adalah contoh bagian imitasi yang dilakukan dalam lembaga pemerintahan.
  9. Si Arina memasak sayur bayam, dengan sebelumnya dijari oleh orangtuanya. Adalah bagian dari imitasi yang seringkali kita temukan di dalam kehidupan sehari-hari.
  10. Rianto belajar untuk membuat kolam ikan di salah satu lembaga kursus, dan akhirnya setelah selesai dan bisa membuat kolam sendiri ia membuka jasa kursus pembuatan kolam sama perisis dengan yang didapatkannnya adalah bagian daripada contoh imitasi yang mudah kita temukan.
Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa imitasi adalah proses peniruan yang dilakukan seseorang yang bisa berdampak negatif dan postif, tergantung bagimana seseorang dapat melakukannya. Bahkan dalam prilaku kejahatan terbentuk seringkali juga melalui proses imitasi, pelaksanaan peran sosial, diferensiasi, kompensasi, identifikasi, dan kekecewaan yang agresif hingga menimbulkan hal-hal buruk dan tidak diinginkan oleh masyarakat.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian imitasi menurut para ahli, syarat, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga memberikan pengetahuan bagi para pembaca yang sedang membutuhkannya.

Rating: 3.1/5. From 9 votes.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *