Contoh Teori Konflik dalam Keseharian Masyarakat

Diposting pada

Contoh Teori Konflik

Konflik pada dasarnya menjadi salah satu bentuk masalah sosial yang harus diatasi dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini dilakukan dalam upaya membentuk kehidupan yang penuh kedemaian tanpa adanya penyimpangan-penyeimpangan sosial di dalamnya. Oleh karena itulah sebagai penjelasan lebih lanjut, artikel ini mengulas tentang contoh kasus teori konflik yang diterpakan dalam keseharian masyarakat

Teori Konflik

Teori konflik sebagai subjek utama dalam pengembangan masyarakat takan terlepas daripada perubahan sosial dan hubungan sosial. Hal ini mengindikasikan bahwa sejatinya, teori yang dikaji dalam tindakan ini memiliki unsur utama ialah manusia dalam bermasyarakat.

Manusia sebagai masyarakat senantiasa melakukan pergerakan secara dinamis , pergerakan dan tingkahlaku yang dilakukan manusia tersebutlah pada akhirnya mendorong berbagai hal yang baru atau pengembangan dari segala bentuk tindakannya.

Apabila diterima maka bagian tersebut bisa dikatakan sebagai bentuk asimilasi ataupun akulturasi, akan tetapi sebaliknya apabila ditolak mana fenomena tersebutlah menimbulkan gejolak berupa konflik sosial ataupun dinamika kelompok sosial. SelengkapnyaPengertian Dinamika Kelompok Sosial, Faktor, dan Aspeknya

Contoh Teori Konflik dalam Keseharian Masyarakat

Contoh pengamalan dalam teori konflik dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, antara lain adalah sebagai berikut;

Keseharian

Contoh nyata yang dapat dikatkan sebagai teori kajian dalam konflik sosial sehari-hari misalnya saja dalam bidang pergaulan atau komunitas. Untuk meningkatkan eksistensi setiap anggota dalam kelompok masyarakat senantiasa meningkatkan eksietensi dalam pandangan kelompok lain. Selengkapnya, baca; Contoh Komunitas yang Sering Ditemukan Dalam Keseharian

Wujud ambisional inilah menyabab setiap kelompok masyarakat menimbulkan persefektif untuk menghalalkan segala sestau dalam upaya mewujudkan visi dan misinya. Tanpa adanya keteraturan sosial yang baik keadaan ini menjaid berbahaya yang mengancam ketentraman hidupan bermasyarajat.

Perubahan Sosial

Contoh kajian dalam penrapan kasus teori konflik dalam masyarakat, misalnya saja dalam bentuk perbuhan sosial yang dikenal sebagai proses perbedaan tindakan dilakukan masyarakat saat ini dengan kondisi sebelumnya. Wujud prilaku dalam perubahan ini misalnya saja dalam sistem pemerintahan Indonesia.

Sebelum Indonesia berdiri menjadi negara berdaulat, sistem pemerintahan lebih pada sektor keturunan dengan parlemnetar. Akan tetapi setelah merdekan untuk memberikan pemegangan atas kekuasaan masyarakat maka yang dijalankan adalah sistem demokrasi.

Identitas

Contoh kajian dalam penerapan teori konflik dalam keseharian masyarakat misalnya saja dalam identitas, yang lebih condong pada persoelah berpedaan kasta dalam masyarakat. Identitas inilah menjadi salah satu sumber adanya konflik.

Misanya saja saja kasus mengeai bidang ekonomi, ada konflik yang senantiasanya dilakukan penduduk antara seseorang prolenter dengan borjuis. Kedua kasta tersebut senantiasnya mempertahankan dan mendorong peningkatan untuk menjadi yang lebih baik dalam skla identitas nasional.

Menurut Para Ahli

Pandangan mengenai beragam contoh kasus, menurut teori konflik dalam pandangan ahli antara lain diungkapan oleh Coser. Terbagi atas 2 bentuknya, yang pertama berkaitan dengan relitistis dan non-realistis dalam kehidupan masyarakat.

Relitistis

Bekaiatan dengan relitistis dalam contoh tindakan konflik ini misalnya saja tidandakan yang dilakukna oleh para diver gojek ataupun grap sebagai ojek online. Yang dinimali terlalu murah untuk para pengendara sewa motor (ojek). Hal ini mengindikan bahwa keinginan realistis manusia berharap selain mendapatkan keutungan yang banyak dengan cara berdemo meminta meningkatkan bayaran juga beharap tetap mendalam bonus dari siste aplikasi tersebut.

Keadaan inilah pada dasarnya menjadi salah satu sumber relitistis yang mendorong tindakan manusia untuk menuntut lebih dan berharap lebih banyak tentang apa yang didapatkan dengan harapan yang senantiasnya diinginkan.

Non-Realistis

Contoh pengamalan dalam teori konflik non realistis ini berkaitan dengan tindakan manusia yang senantiasnaya mengahncurkan lawan-lawan bersebarangan dengan cara papaun, meskipun harus dilakukan dengan langkah non-realistis.

Tindakan dalam non-realistis ini misalnya saha tentang tindakan seseorang mengancurkan orang lain dengan ilmu tenun, santet, serta ilmu lainnya. Dengan tujuan untuk mengalahkan orang lain yang dianggap sebagai saingan memperoleh tujuan.

Dari serangkaian tulisan tentang contoh teori konflik dalam sehari-hari diatas, dapatlah dikatakan bahwa tindakan seseorang akan senantianysa mengharapkan lebih banyak dari pada yang telah diperoleh. Dengan demikianlah setiap masyarakat berusaha untuk mendapatkannya.

Baca Juga;

  1. Contoh Konflik Sosial di Indonesia dan Cara Mengatasinya
  2. Pengertian Konflik, Faktor, dan Bentuknya
  3. Upaya Penyelesaian Konflik dalam Masyarakat dan Contohnya

Demikianlah uraian lengkap dan pembahasan tentang contoh kasus yang dikaji dalam teori konflik. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan bahasan dan meningkatkan ilmu pengetahuan bagi segenap pembaca yang mencari materi tentang konflik. Trimakasih,

Berikan Rating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *