Pengertian Supervisor, Tugas, Fungsi, Tanggung Jawab, dan Contohnya

Diposting pada
Rate this post

Pengertian Supervisor

Dalam suatu perusahaan yang terjadi beragam jenis tenaga kerja tentu saja terdapat beberapa posisi yang berkaitan dengan kegiatan penjualan barang atau jasa. Pada jajaran tertinggi kita dapat menemukan kepala pimpinan, yang dibawahnya terdapat manajer, lalu turun ke HRD, supervisor, dan karyawan.

Adapun prihal supervisor dalam perusahaan yang mengatur kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi mempunyai kualifikasi pendidikan formal yang minimal S1 atau yang serendah-redahnya SMA/MA/Sederajat asalkan memiliki pengalaman cukup lama dengan perusahaan yang bersangkutan.

Supervisor

Penyebutan istilah supervisor hakekatnya berasal dari kata supervise yang memiliki arti mengarahkan atau mengawasi. Dalam hal ini yang diawasi dan diarahkan oleh seorang supervisor adalah karyawan pada jajaran bawah. Dimana khusus pada kekuasaan atau wewenang supervisor dalam menjalankan tugasnya tidak semena-mena alias semau sendiri, melainkan melalui kebijakan sang manajer sebagai atasan dari supervisor tersebut.

Oleh karena itulah dalam arti organisasi internasional maupun perusahaan, tugas dari masing-masing posisi disebut sebagai job desk. Job desk berasal dari Bahasa Inggris yang memiliki arti meja kerja. Meja kerja dalam artian ini adalah tugas dari posisi seorang pekerja dalam menjalankan tugasnya.

Pengertian Supervisor

Supervisor adalah seseorang yang diberikan tangung jawab secara mutlak untuk mengontrol dan membawahi kariawan yang ada dalam perusahaan, dimana tugas ini dibawah kendali pimpinan tepatnya seorang direktur sebagai pemimpin atau pemilik perusahaan tersebut.

Sehingga prihal ini psosisi supervisor dalam perusahaan yang membawahi karyawan jajaran bawah seperti marketing, administrasi, customer service, satpam, office boy, dan lain sebagainya. Oleh karena alasan itulah posisi supervisor dalam suatu perusahaan banyak diinginkan banyak orang meskipun terkadang manajer memilih seorang supervisor melalui kapabilitas dan kemampuan yang dimilkinya.

Pengertian Supervisor Menurut Para Ahli

Adapun definisi supervisor menurut para ahli, antara lain;

  1. Hendiyat Soetopo & Wasty Soemanto (1988), Supervisor adalah jenjang kepemipinan yang harus memiliki ketrampilan dan proses kinerja efisien dalam mengelola beragam jenis kerjasama dengan individu dan kelompok lainnya yang saling berkaitan.
  2. Ametembun NA (1971), Pengertian supervisor adalah kepemimpinan dalam perusahaan maupun organisasi sosial yang memiliki tugas dan wewenang secara penuh dalam kegiatan tertentu.
  3. Certo (1997), Definisi supervisor adalah tingkatan manajer pada level utama yang ada dalam proses proses sosial dan interaksi sosial terkait dengan manajemenerial yang memiliki wewenang khusus kepada semua karyawan yang ada dalam bagian kerjasanya.
  4. Better (1973), Makna supervisor adalah status sosial seseorang dalam perusahaan yang memiliki peran sosial atas kewenangan untuk merespon, merencanaan, dan mengontrolan secara langsung pekerjaan sekelompok kariawan tertentu dalam perusahannnya.

Tugas Supervisor

Tugas yang dilakukan oleh seorang supervisor adalah;

  1. Menjadi Wakil Manajer

Tugas yang diberikan oleh seorang yang menjabat sebagai supervisor sejatinya sama dengan seorang wakil manajer. Apabila manajer adalah wakil dari pemimpin perusahaan, maka manajer juga punya wakil. Dalam kasus ini dapat diumpamakan pemimpin perusahaan adalah rektor universitas, sedangkan manajer adalah dekan fakultas, adapun setiap dekan mempunyai wakil.

Sehingga dalam menjalankan tugasnya tersebut untuk kasus supervisi pendidikan di atas saling berkaitan, dimana wakil dekan tersebutlah yang diibaratkan sebagai supervisor.

  1. Memberi Perintah dan Pengawasi Jajarannya

Tugas seorang supervisor lainnya ialah berposisi yang diberikan wewenang oleh posisi diatasnya (manajer) untuk memberikan perintah atau mengawasi jajaran karyawan di bawahnya agar aktivitas pekerjaan di suatu pekerjaan berjalan sebagai mana mestinya.

Fungsi Supervisor

Berikut adalah beberapa fungsi dari supervisor. Antara lain;

  1. Pembantu Manajer

Supervisor dapat dikatakan sebagai posisi yang membantu manajer. Dalam hal ini, manajer diberi wewenang langsung oleh kepala perusahaan agar mengawasi jajaran posisi dibawahnya.

Dengan jumlah karyawan yang banyak dalam perusahaan, tentunya pengawasan tersebut tidak dapat dilakukan oleh manajer seorang diri. Maka dari itu manajer menugaskan seorang supervisor untuk mengawas kinerja posisi di bawahnya.

  1. Sebagai Narahubung

Dalam hal ini, fungsi seorang supervisor adalah sebagai narahubung antara manajer dengan staff di bawah supervisor. Manajer tentunya orang yang sibuk karena mendapatkan tugas secara langsung dari pemimpin perusahaan.

Tentunya apabila karyawan staff ingin berkomunikasi langsung dengan manajer pasti akan kesulitan. Maka dari itu seorang supervisor juga berguna sebagai narahubung antara manajer dengan karyawan staff jajaran bawah.

  1. Membantu Pekerjaan Staff Jajaran Bawah

Posisi seorang supervisor adalah berada ditengah-tengah antara seorang manajer dengan staff. Selain sebagai pembantu manajer, seorang supervisor juga dapat bertugas sebagai pembantu staff. Dalam hal ini, salah satu job desk seorang supervisor adalah sebagai pengawas staff.

Apabila kinerja staff kurang baik maka sudah sepantasnya seorang supervisor membantu staff tersebut dalam menjalankan pekerjaannya.

  1. Penampung Keluhan Konsumen

Apabila konsumen menyampaikan keluh kesah tentang suatu perusahaan tentunya konsumen tersebut akan menghubungi posisi customer service. Apabila keluhan tersebut harus diperbaiki, kepala pimpinan harus mengetahui tentang keluh kesah tersebut.

Karena penjelasan diatas sudah disebutkan bahwa supervisor merupakan narahubung antar staff dan manajer maka customer service memberi tahu terlebih dahulu kepada supervisor untuk nantinya disampaikan kepada manajer. Lalu dari manajer akan diinformasikan kepada pimpinan perusahaan agar segala keluh kesah konsumen dapat teratasi dengan baik.

  1. Menyampaikan Kebijakan

Supervisor memiliki fungsi menyampaikan kebijakan. Kebijakan dalam hal ini adalah kebijakan perusahaan dalam menegakkan aturan yang harus ditaati oleh seluruh komponen perusahaan. Kebijakan tersebut sebelum diterapkan harus melalui izin hari pimpinan perusahaan. Nah, disini fungsi seorang supervisor adalah menyampaikan kebijakan apa saja yang harus diterapkan.

  1. Mengatur Posisi Staff

Posisi seorang supervisor adalah dibawah manajer dan diatas staff. Supervisor diatur oleh manajer dan staff diatur oleh supervisor. Maka apapun yang terjadi pada pembagian kelompok kerja staff di bawah supervisor sudah menjadi wewenang dan tanggung jawab seorang supervisor.

  1. Memberikan Training Kepada Staff

Perlu dijelaskan sekali lagi bahwa posisi supervisor adalah langsung diatas dari staff karyawan. Pekerja yang masuk diawal-awal pekerjaannya diharuskan mengikuti training tugas sesuai dengan kegiatan standar perusahaan.

Disini tentusaja sangatlah jelas bahwa fungsi seorang supervisor adalah memberikan training kepada karyawan staff yang baru masuk tersebut. Nantinya supervisor akan melepas training apabila karyawan baru telah mahir dalam menjalankan tugasnya.

Tanggung Jawab Supervisor

Tanggung Jawab Supervisor
Tanggung Jawab Supervisor

Berikut adalah tanggung jawab supervisor, antara lain;

  1. Planning (Merencanakan)

Tanggung jawab seorang supervisor yang pertama adalah planning. Planning berarti merencanakan. Yang direncanakan oleh seorang supervisor adalah suatu kebijakan perusahaan.

Dimana prihal kebijakan tersebut sebelum diterapkan oleh dipatuhi semua jajaran terlebih dahulu perlu disahkan oleh pimpinan perusahaan. Setelah sah, barulah kebijakan tersebut dapat diterapkan kepada semua jajaran perusahaan.

  1. Organizing (Mengatur)

Seorang supervisor sejatinya senantisa bertanggung jawab untuk mengatur. Penjelasan diatas telah dipaparkan bahwa posisi supervisor berada diatas posisi staff karyawan. Maka dari itu yang diatur oleh supervisor adalah staff krayawan.

  1. Staffing (Menempatkan)

Pekerja yang baru diterima oleh perusahaan lewat seorang HRD selanjutnya akan diserahkan oleh supervisor. HRD hanya bertanggung jawab untuk menyaring karyawan yang masuk, sementara supervisor bertanggung jawab untuk menempatkan job desk yang tepat pada pekerja baru tersebut. Baca jugaJenis Tenaga Kerja dan Contohnya Menurut Ahli

  1. Directing (Tujuan)

Supervisor mempunyai tugas membawa tujuan perusahaan. Supervisor biasanya diberi julukan sebagai ujung tombak perusahaan. Hal ini dikarenakan menjadi seorang supervisor diperlukan untuk tujuan perusahaan dalam membawa arah dan tujuannya dalam kegiatan berniaga atau menawarkan jasa.

  1. Controlling (Mengawasi)

Tanggung jawab seorang supervisor selain untuk mengawasi staff karyawan juga mempunyai tanggung jawab untuk mengawasi jalannya perusahaan. Perusahaan yang diawasi perkembangannya oleh supervisor akan dapat berkembang secara pesat.

Contoh Supervisor

Contoh Supervisor
Contoh Supervisor

Sebagai pelengkap untuk contoh dalam supervisor misalnya saja;

  1. Tanggung Jawab

Kasus terkait dengan contoh tanggung jawab supervisor misalnya saja ketika kita menjadi seorang supervisor dalam beberapa cabang warung kuliner di Bandung. Pada masa pandemi ini banyak warung yang sepi pembeli, sehingga tidak dapat beroperasi kembali karena terus merugi.

Sehingga prihal ini tanggung jawab supervisor ialah harus mau dan mampu meluangkan lebih banyak waktu untuk mencari solusi atas cabang yang sepi serta tetap mendukung dan memotivasi kariawan yang pengelola di semua cabang yang ada di Bandung.

  1. Fungsi

Untuk kasus terkait dengan contoh fungsi sebagai supervisor misalnya saja ketika kita bekerja di sebuah hotel berbintang sebagai supervisor. Rencananya hotel dimana kita bekerja akan membuka cabang di luar negeri. Pada awalnya sudah terbentuk kesepakatan dengan baik bersama pemilik lahan di luar negeri.

Pemilik telah menyerahkan lahannya untuk dijadikan cabang hotel Anda dengan syarat taman yang ada di tengah lahan tersebut tetap dijaga bentuk dan keasliannya. Tidak ikut dipugar dan dibangun ulang seperti bagian lahan yang lain di sekelilingnya. Namun, suatu ketika kita mendapatkan kabar bahwa pemilik laham membatalkan kesepakatan untuk menjual tanahnya pada hotel dimana kita bekerja, namun setelah diselidiki, ternyata ada oknum tidak bertanggung jawab yang memprovokasi pemilik lahan dengan mengatakan bahwa hotel Anda diam-diam akan membongkar taman tersebut.

Sehingga dalam hal inilah fungsi supervisor sebagai wakil manajer harus mau untuk mengajukan diri untuk bekerja sama dengan tim kerja sama luar negeri mendatangi pemilik lahan dan meyakinkan bahwa pihak hotel akan mempertahankan taman tersebut.

Kesimpulan

Dari penjelasan, dapatlah dikatakan bahwa seorang supervisor haruslah memiliki rancangan kerja, selain jabatan, tugas, fungsi, juga perlu diketahui tanggung jawabnya. Sehingga dalam hal ini supervisor memiliki tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaannya.

Dimana dalam menjalankan tugasnya, posisi dalam pekerjaan di suatu perusahaan mempunyai tugas dan fungsinya masing-masing. Fungsi tersebut berguna agar suatu posisi dalam perusahaan mempunyai kegunaan yang berbeda-beda dalam melaksanakan tugasnya dalam bekerja.

Nah, penjelasan diatas adalah ulasan materi tentang pengertian supervisor menurut para ahli, tugas, fungsi, tanggung jawab, dan contohnya yang ada dalam perusahaan. Semoga artikel diatas dapat menambah wawasan pembaca dalam menambah pengetahuan kalian semuanya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *