3 Contoh Konsensus di Masyarakat dalam Keseharian

Diposting pada

Contoh Konsensus

Konsensus menjadi bagian daripada fungsi norma hukum yang berhubungan erat dengan kesepatakan bersama dalam menjaga hubungan sosial dan bentuk proses sosial sesuai dengan kaidahnya. Penggunaan peristilahan ini sendiri biasanya terjadi dalam sebuah negara khususnya skala besar bukan antar individu ke individu lainnya.

Namun yang pastinya, contoh adanya konsensus di masyarakat sangatlah mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan di sadari ataupun tidak.

Konsensus

Konsensus adalah kepastian yang didapatkan individu dan kelompok sosialnya untuk menjaga hubungan sekaligus berguna menciptakan kesepakatan. Makna sederhana ini bisa bersifat universal meskipun diakui ataupun tidak, implementasinya bisa berhubungan dengan hukum, agama, dan lainnya.

Contoh Konsensus

Adapun untuk contoh adanya consensus di masyarakat, antara lain;

  1. Pendidikan

Pendidikan yang menjadi produk pencipta Sumber Daya Manusia (SDM) bisa dikatakan sebagai bagian daripada konsensus. Prihal ini contohnya saja adanya kesepatakan bahwa untuk pendidikan formal yang di Indonesia pling rendah ialah Sekolah Dasar (SD), kemudian Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

  1. Agama

Keyakinan yang dilakukan oleh seseorang berhubungan erat dengan contoh konsensus. Prihal ini misalnya saja adanya ritual ibadah yang haruslah dilakukan oleh Umat Islam dengan mendirikan Sholat, Menunaikan ZaKat, Puasa, dan Haji yang semuanya dilakukan sekaligus dianggap sah ketika sudah membaca dua kalimat Syahadat.

  1. Dasar Berbangsa dan Bernegara

Konsensus lainnya yang berhubungan dengan produk negara ialah kesepakatan atas adanya Dasar Berbangsa dan Bernegara yang setidaknya ada 4 konsensusnya. Yaitu;

  1. Pancasila

Pancasila menjadi bagian daripada adanya consensus tentang dasar berbangsa dan bernegara untuk menjadi pengakuan atas WNI (Warga Negara Indonesia), alasannya karena ideologi Pancasila sendiri menjadi wadah yang cukup fleksibel yang setidaknya dapat mencakup paham-paham positif yang dianut oleh bangsa Indonesia.

  1. Undang-Undang Dasar 1945

UUD (Undang-Undang Dasar) Tahun 1945 juga menjadi bagian dari adanya konsensus di masyarakat yang memiliki nilai sosial dan norma sosial sehingga ketentuannya dipergunakan hingga saat ini. Pemahaman tentang isi yang ada dalam UUD 1945 ini tentu saja menajdi contoh wawasan nusantara yang haruslah dipahami,

  1. Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika juga menjadi bagian dari adanya konsensus. Dimana untuk sejarahnya sendiri berawal dari masyarakat Indonesia yang majemuk namun memiliki satu tujuan, adapaun jikalau dilihat dari sejarah lainnya penggunaan Bahasa ini dilontarkan secara lebih nyata masa Majapahit yang sebenarnya telah dimulai sejak masa Wisnuwarddhana, ketika aliran Tantrayana mencapai puncak tertinggi perkembangannya.

Sementara itu, untuk penggunaan istilah ini sebagai bagian daripada konsensus pada lambang NKRI di Garuda Pancasila hakikatnya menjadi tidak terbatas dan diterapkan tidak hanya pada perbedaan kepercayaan dan keagamaan, melainkan juga terhadap perbedaan suku, bahasa, adat istiadat (budaya) dan beda kepulauan (antara nusa) dalam kesatuan.

  1. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Bagian lainnya yang juga bisa dikatakan sebagai bentuk consensus di masyarakat ialah kesepakatan bahwa Indonesia menjadi negara kesatuan, bukan negara persemakmuran ataupun lainnya. Negara kesatuan ini sendiri citranya menjadi kesepakatan bersama-sama yang harus dijaga.

Demikianlah artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan adanya contoh konsensus di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga saja mampu untuk memberi wawasan bagi kalian yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *