Bentuk Nasionalisme dan Contohnya di Masyarakat

Diposting pada

Jenis Nasionalisme

Nasionalisme sejatinya suatu kesetiaan dan pengabdian seluruh element masyarakat kepada suatu bangsa yang dijalankan melalui rasa identitas nasional dengan meninggikan arti bangsanya sendiri di atas yang lainnya tanpa mengenyampingkan keberadaan negara lain.

Oleh karena itulah peran serta berbagai jenis nasionalisme sangat penting dilakukan bagi setiap negara, termasuk Indonesia sebagai salah satu karakteristik negara berkembang.

Nasionalisme

Nasionalisme adalah sebagai suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian besar individu yang dilakukan dengan menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa. Keberadaan nasionalisme yang disejajarkan dengan patriotisme merupakan kedua kata yang berusaha menekankan perasaan yang kuat untuk cinta kepada tanah air.

Dimana nasionalisme mengacu pada kesetiaan dan pengabdian kepada suatu bangsa yang cenderung menyiratkan penempatan bangsa itu di atas yang lain, sedangkan suatu kecenderungan yang tidak selalu tersirat dalam patriotisme.

Bentuk Nasionalisme

Adapun berbagai jenis nasionalisme yang ada di masyarakat, diantaranya yaitu:

  1. Nasionalisme Kewarganegaraan

Nasionalisme kewarganegaraan yang dikenal dengan nasionalisme sipil merupakan bentuk nasionalisme yang dicirikan oleh negara yang memiliki kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyat, kehendak rakyat serta perwakilan politik.

Atau bisa juga dikatakan bahwa nasionalisme kewarganegaraan adalah bentuk nasionalisme di mana negara mendapatkan legitimasi politik dari partisipasi aktif warga negaranya, dari tingkat di mana itu mewakili “kehendak rakyat“.

  1. Nasionalisme Etnis

Nasionalisme etnis merupakan salah satu macam nasionalisme yang dicirikan khaskan oleh adanya kebenaran politik dari unsur budaya asal atau arti etnis masyarakat yang dimiliki suatu negara berdasarkan pada kebiasaan yang sedang berlangsung. 

  1. Nasionalisme Romantik/ Organik/ Identitas

Nasionalisme romantik yang dikenal dengan iistilah nasionalisme organik atau identitas merupakan nasionalisme yang dicirikan suatu negara memiliki legitimasi  politik  secara alami atau organik, artinya hasil dari suatu bangsa atau juga makna ras menurut semangat romantisme.

  1. Nasionalisme Budaya

Bentuk nasionalisme yang dicirikan suatu negara mempunyai kebenaran politik yang berasal dari arti budaya bersama dan kondisi ini tentusaja bukan berasal dari “sifat keturunan”. Seperti misalnya ras, warna kulit, dan lain lainnya.

  1. Nasionalisme Kenegaraan

Nasionalisme kenegaraan berarti bahwa masyarakatnya mempunyai perasaan nasionalistik yang kuat dan diberi keutamaan untuk mengatasi hak universal dan juga kebebasan. Bentuk nasionalisme kenegaraan tersebut sering dihubungkan dengan nasionalisme etnis.

  1. Nasionalisme Agama

Nasionalisme dalam contoh norma agama merupakan salah satu jenis nasionalisme yang dicirikan suatu negara mempunyai legitimasi politik dari keberadaan persamaan agama yang dianut oleh semua element masyarakat di dalamnya.

Contoh Nasionalisme

Contoh sikap yang menggambarkan sifat nasionalisme di lingkungan sosial adalah sebagai berikut:

  1. Mematuhi hukum dan aturan yang berlaku
  2. Ikut serta dalam melestarikan budaya nasional
  3. Bersedia melakukan aksi nayata dalam hal membela, mempertahankan, dan memajukan negara
  4. Menciptakan, menggunakan dna mencintai produk dalam negeri

Selain itu perbutan yang bersifat nasionalis juga dapat kita lakukan dengan hal kecil dalam kehidpan sehari-hari. Seperti misalnya sebegai berikut:

  1. Lingkungan keluarga, misalnya membantu orang tua, patuh dan menghormati orang tua, menjaga nama baik keluarga dan menunjukkan keteladanan kepada anggota keluarga.
  2. Lingkungan sekolah, misalnya mematuhi tata tertib sekolah, mengikuti upacara bendera dengan hikmat, menjaga keamanan dan kdamaian lingkungan kelas, menghormati guru, membantu teman dalam kesulitan.
  3. Lingkungan masyarakat, berbangsa dan bernegara, seperti misalnya menghormati jasa para pahlawan, menjaga dan melestraikan hal-al bersejarah, menghormati hal-hal yang berhubungan dengan kenegaraan, mencintai produk dalam negeri.

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa keberadaan nasionalisme menjadi sangat penting dilakukan untuk semua individu ataupun kelompok. Akan tetepi meski demikian nasionalime yang berlebihan yang dikenal dengan etnosentrisme merupakan salah satu penyebab konflik bahkan peperangan. Oleh karena itulah setiap orang harus bisa memberikan batasan-batasan yang berlaku.

Itulah tadi artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan berbagai macam sikap nasionalisme dan contohnya yang ada di masyarakat Indonesia dalam keseharian. Semoga bisa memberi edukasi dan referensi bagi semuanya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *