Contoh Kerjasama Multilateral

Diposting pada

Contoh Kerjasama Multilateral

Manusia merupakan makhluk sosial yang tentu tidak dapat memenuhi arti kebutuhan hidupnya seorang diri tanpa pertolongan dari manusia lainnya. Bahkan dalam urusan negara sebagai wilayah dengan kelompok manusia di dalamnya juga tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri tanpa bantuan atau kerjasama dengan negara lain.

Bentuk kerjasama antara negara dapat berbeda-beda tergantung pada tujuan dan bidang tertentu. Seperti, jenis kerjasama di bidang ekonomi, politik, hukum, pendidikan, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, bentuk kerjasama antar negara dapat dikategorikan berdasarkan jumlah anggota (negara) yang ikut serta di dalamnya yaitu berupa hubungan bilateral maupun multilateral.

Kerjasama Multilateral

Kerjasama yang terjadi antar negara yang didasarkan atas jumlah anggota (negara) salah satunya ialah kerjasama multilateral. Terlihat dari namanya, berarti bahwa bentuk kerjasama ini tidak hanya dilakukan oleh dua negara melainkan multi atau banyak negara.

Sejatinya, kerjasama multilateral diartikan sebagai kerjasama yang dilakukan oleh lebih dari dua negara. Negara yang dapat menjadi anggota kerjasama ini tidak disebutkan secara khusus berasal dari wilayah tertantu, atau dengan kata lain tidak terdapat persyaratan khusus untuk masuk sebagai anggota kerjasama multilateral.

Contoh Kerjasama Multilateral

Terdapat banyak contoh kerjasama multilateral Indonesia yang terjalin dengan negara-negara lain di dunia, antara lain;

  1. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Arti organisasi internasional ini anggotanya ialah seluruh negara di dunia. Tujuan adanya kerjasama dalam lembaga PBB ini adalah memberikan fasilitas diberbagai bidang seperti hukum, keamanan, ekonomi, sosial, hak asasi, dan perdamaian antar negara di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara yang tergabung dalam kerjasama multilateral lembaga PBB.

  1. Bank Dunia

World Bank atau Bank Dunia ialah lembaga ekonomi bersifat keuangan untuk membantu pembangunan negara di bidang keuangan.

Tugas utama dari Bank DQunia adalah memberikan bantuan pada negara yang menjadi anggotanya dalam hal pendanaan untuk membangun kembali negara pasca peperangan. Tidak hanya itu, bentuk kerjasama dalam Bank Dunia dapat berupa investasi asing, pinjaman jangka panjang, dan sebagainya yang terkait dengan pendanaan negara.

  1. International Monetary Fund (IMF)

IMF adalah lembaga keuangan dunia selain Bank Dunia. Kewenangan yang dimiliki yaitu menangani permasalahan keuangan negara-negara yang menjadi anggotanya. Seperti berbagai permasalahan jenis pengangguran, inflasi, depresiasi suatu mata uang, sistem keuangan serta turunnya perbankan negara.

Kerjasama multilateral yang terjalin dalam lembaga ini adalah program perbaikan perekonomian dunia pasca terjadinya Perang Dunia II khususnya di bidang keuangan negara. Contohnya, negara yang diberikan bantuan keuangan karena kesulitan ekonomi diminta imbalan berupa kewajiban melakukan kebijakan tertentu seerti privatisasi BUMN.

  1. Organizational of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)

Contoh organisasi internasional ini memiliki tujuan berupa melakukan kerjasama untuk negosiasi permasalahan terkait produksi, hak serta konsesi minyak bumi bersama dengan perusahaan minyak. Dengan adanya kerjasama multilateral dalam organisasi ini, maka dapat dikendalikan harga minyak mentah di dunia antara negara anggota (pengimpor minyak).

  1. World Trade Organization (WTO)

Contoh kerjasama berikutnya ialah kerjasama yang terjalin dalam lembaga WTO. Lembaga ini berperan dalam mengatur transaksi-transaksi perdagangan negara yang menjadi anggotanya. Selain untuk tujuan ekonomi, adanya kerjasama ini juga untuk mewujudkan perdamaian dunia juga menciptakan pemerintahan yang bersih.

  1. International Bank for Reconstruction and Developmenti (IBRD)

IBRD merupakan lembaga dunia untuk kemajuan perbankan khusus di negara berkembang. Lembaga ini menjadi salah satu lembaga keuangan yang dinaungi oleh Bank Dunia.

Tujuannya ialah untuk memberikan bantuan pinjaman dalam jangka pendek bagi negara sedang berkembang untuk pembangunan. Tidak hanya itu, kembaga ini juga memberikan bantuan teknis secara gratis dalam pengembangan perdagangan internasional.

  1. Food and Agriculture Organization (FAO)

FAO menjadi lembaga naungan PBB yang menangani permasalahan di bidang pertanian serta pangan. Dengan adanya kerjasama negara dalam lembaga ini maka dapat mengurangi resiko kelaparan, turunnya kualitas pangan serta dapat juga melakukan pembangunan pedesaan-pedesaan.

Manfaat kerjasama ini dapat berupa penciptaan bibit unggul, menemukan penemuan baru di bidang pertanian, adanya ekspor dan impor hasil dari pertanian serta dalam memecahkan kasus kelaparan dunia.

  1. General Egreement on Tariff and Trade (GATT)

Kerjasama berupa persetujuan umum terkait tariff dan perdangan dalam GATT merupakan contoh kerjasama multilateral.

Dengan adanya lembaga ini, maka rintangan perdagangan internasinal serta adanya tariff bea cukai yang terlampau tinggi dapat diatasi. Hal ini dikarenakan kerjasama yang terjalin berdasar pada prinsip the most favorite nation (non diskriminasi) serta resiprositas (saling menguntungkan).

  1. Unites Nations Education Scientific Cultural Organization (UNESCO)

UNESCO merupakan sebuah wadah untuk menangani permasalahan pendidikan, kebudayaan serta ilmu pengetahuan antara negara anggota di dunia.

Sebagai contoh, adanya pertuakaran pelajar antar negara Indonesia dengan negara lain di dunia guna pengembangan karakter dan wawasan pelajar. Tidak hanya itu, lembaga ini juga menaungi kerjasama berupa pengembangan ilmu pengetahuan di negara-negara anggota.

  1. International Labor Organization (ILO)

Organisasi buruh sedunia atau yang sering dikenal dengan ILO merupakan lembaga kerjasama multilateral untuk menciptakan perdamaian melalui adanya keadilan sosial. Keadilan ini dapat diwujudkan melalui perbaikan nasib buruh.

Upaya menstabilkan ekonomi serta adanya penyusunan hukum perburuhan. Dengan demikian, ILO merupakan lembaga yang menjalin kerjasama terkait perburuhan dalam negara anggota.

  1. Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)

APEC ialah gabungan negara di Asia Pasifik bagian Selatan atau sebagia besar anggotanya ialan negara berkembang. Tujuan dari adanya kerjasama dalam lembaga ini ialah memperbaiki serta meningkatkan keadaan ekonomi negara yang menjadi anggotanya.

Program kerjamasa APEC seperti trade liberalization, trade and investment facilitation program, dan development cooperation program.

  1. United Nations Conference on Trade and Development disingkat UNCTAD

UNCTAD sebagai konferensi PBB tentang perdagangan dan pembangunan dibangun untuk mengupayakan kemajuan perdagangan negara anggota di dunia. Selain itu, UNCTAD juga mengatur komoditi, hasil industri dan pengalihan di bidang teknologi.

Contohnya, adanya dialog utara selatan yang merupakan proses penyaluran ekspor impor antara negara industri dengan negara berkembang.

  1. International Finance Corporation (IFC)

IFC ialah lembaga kerjasama multilateral untuk mendorong pengembangan bidang ekonomi di negara berkembang. Salah satu bentuknya ialah mendorong investasi sektor swasta negara berkembang guna pengurangan kemiskinan hingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

  1. Organizational for Economic Co-operation and Development (OECD)

OECD merupakan salah satu contoh organisasi kerjasama multilateral yang dilakukan dengan menyelarasakan pada pembangunan ekonomi. Prinsip utamanya yang ada dalam OECD ialah demokrasi perwakilan serta mengakui ekonomi pasar babas.

  1. North America Free Trade Agreement (NAFTA)

NAFTA merupakan persetujuan perdagangan bebas di Amerika Utara. Tujuannya ialah memajukan serta meningkatkan perdagangan di wilayah tersebut. perjanjian tersebut dilakukan melalui pengurangan atau penghilangan hambatan dalam bidang perdagangan baik itu berupa tarif maupun non tarif.

Dari berbagai contoh yang disebutkan setidaknya perlu digarisbawahi ialah tujuan atau maksud dari dilakukannya kerjasama tersebut. Hal ini dikarenakan tujuan kerjasama multilateral akan berdampak pada negara mana saja yang dapat melakukan kerjasama tersebut.

Tujuan kerjasama multilateral antara lain sebagai berikut;

  1. Memasarkan produk hasil produksi negara anggota
  2. Memperoleh kebutuhan masyarakat jika negara tidak dapat memproduksi
  3. Memperoleh jaminan sosial disaat negara sedang mengalami kesulitan tertentu
  4. Sarana penanaman serta peminjaman modal
  5. Adanya jalinan persahabatan antar negara anggota

Itulah saja artikel yang bisa dikemukakan pada semua pembaca berkenaan dengan adanya berbagai contoh kerjasama multilateral yang dilakukan Indonesia dan beberapa negara di seluruh dunia.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *