Pengertian Kerumunan, Ciri, Jenis, dan Contohnya

Diposting pada

Kerumunan Adalah

Salah satu hal yang menjadi tanda terjadinya kerumunan yaitu berkumpulnya orang-orang secara fisik walaupun tidak saling mengenal satu sama lain.

Kerumunan (Crowd)

Kerumunan pada hakekatnya merupakan bentuk rombongan atau sekelompok orang yang ada di tempat tertentu karena adanya suatu bentuk kegiatan sosial atau kepentingan, namun diantara orang-orang yang berkumpul tersebut tidak memiliki hubungan yang tetap.

Oleh sebab itulah pada umumnya kerumuman yang terjadi diantara banyak orang ini disebut pula sebagai kolektivitas, yaitu perkumpulan antar manusia di suatu tempat dengan waktu yang sifatnya hanya sementara saja.

Pengertian Kerumunan

Kerumuman adalah sekumpulan orang yang bersama-sama ada disuatu tempat dengan sistem yang tidak teratur karena sering terjadi secara spontan, sehingga dianggap memiliki sifat yang sementara karena kebanyakan orang yang berkumpul akan segera membubarkan diri jika dirasa orang-orang yang ada disekelilingnya juga membubarkan diri.

Pengertian Kerumunan Menurut Para Ahli

Adapun definisi kerumunan menurut para ahli, antara lain;

  1. Dmash Ivanov, Definisi kerumunan adalah berkumpulnya setiap orang yang tidak memiliki keteraturan sehingga tersusun secara spontan. Meski demkian, kerumunan dianggap sebagai contoh kelompok sosial yang bersifat sementara, lantaran akan berakhir dan tidak terorganisirkan.
  2. E Bon, Pengertian kerumunan adalah bertempatnya sejumlah kumpulan individu dan kelompok yang hanya bersifat sementara tanpa direncanakan.

Ciri Kerumunan

Berbagai ciri-ciri crowd sebagai berikut;

  1. Kerumumnan bisanya terjadi dengan berkumpulnya suatu kelompok manusia dalam jumlah yang lebih banyak.
  2. Antara orang-orang yang ada dalam kerumunan biasanya tidak saling mengenal, namun memiliki rasa keingintahuan yang sama.
  3. Dalam kerumuman juga di tandai dengan hadirnya orang-orang secara fisik. Artinya tidak dapat dilakukan melalui media online maupun jarak jauh.
  4. Kerumunan terjadi karena adanya suatu hal yang menjadi pusat perhatian, sehingga banyak orang ingin mengetahui penyebabnya. Hal inilah yang memotivasi setiap orang untuk melakukan kerumunan walaupun terjadi secara kebetulan.
  5. Kerumunan ditandai dengan hadirnya kelompok masyarakat baik antara individu satu dengan yang lainnya tidak saling terorganisasi. Oleh karena itu bentuk kerumunan ini bisa berlangsung kapan saja tanpa sebuah jadwal atau waktu yang telah dipersiapkan sebelumnya.
  6. Interaksi sosial yang terjadi dalam kerumunan biasanya dapat dilakukan antar individu secara spontan, singkat, dan tidak terduga sebelumya. Hal ini karena dalam kerumunan tersebut tidak ada persiapan apapun yang sebelumnya direncanakan.
  7. Antara orang-orang yang berkumpul dalam kerumunan biasanya hadir dengan memiliki kedudukan sosial yang sama, walaupun masing-masing dari mereka mempunyai status sosial yang berbeda. Namun dalam kerumunan ini tidak akan terlihat dengan jelas karena semua orang telah membaur menjadi satu.
  8. Dalam kerumunan masing-masing orang dapat dengan bebas meninggalkan atau masuk dalam kerumunan yang sedang terjadi.
  9. Kerumunan dapat terjadi dimana saja dan diwaktu yang tidak dapat direncanakan. Karena kerumunan hanya sementara dan terjadi apabila ada suatu peristiwa mendadak yang menyebabkan banyak orang berkumpul.
  10. Identitas seseorang yang masuk dalam sebuah kerumunan biasanya akan hilang begitu saa, hal ini karena masing-masing orang tersebut menyembunyikan status sosial yang sebenarnya dan ikut membaur satu sama lain dengan masyarakat yang ada dalam kerumunan tersebut.

Jenis Kerumunan

Berikut dibawah ini yang termasuk jenis kerumunan dan contohnya. Antara lain;

  1. Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial

Kerumunan yang berartikulasi dengan arti struktur sosial ini dibagi menjadi dua hal yaitu :

  1. Formal audience adalah kerumunan yang terjadi karena adanya banyak orang yang ingin melihat suatu hal. Adapun untuk contohnya kerumunan orang-rang yang mengikuti kajian terkait keagamaan tertentu di masyarakat.
  2. Expressive group adalah kerumunan yang terjadi karena ada tujuan yang hendak dicapai secara bersama – sama. Adapun contohnya yaitu kerumunan orang-orang yang melakukan pesta atau party untuk memperoleh kesenangan.
  1. Kerumunan yang bersifat sementara (casual crowd)

Kerumunan yang bersifat sementara ini ada tiga macam yaitu :

  1. Inconvenient aggregations adalah kerumunan yang terjadi karena adanya suatu hal yang kurang menyenangkan. Biasanya kerumunan ini akan semakin tidak menyenangkan apabila selalu bertambah kehadiran orang lain yang baru. Hal ini karena hadirnya orang-orang tersebut dianggap sebagai penghalang dari tercapainya maksud atau tujuan seseorang. Adapun contoh kerumunan ini antara lain seperti antrean orang-orang yang membeli tiket, orang-orang yang menunggu kereta, bus dan lain sebagainya.
  2. Panic crowds adalah kerumunan yang didalamnya terdapat banyak sekali kepanikan antara orang satu dengan yang lainnya, karena mereka cenderung ingin menyelamatkan diri dari suatu bahaya yang sedang terjadi. Adanya dorongan yang semakin kuat dalam diri masing-masing individu ini justru semakin meningkatkan rasa panik. Adapun contohnya kerumunan yang terjadi karena sedang menolong orang yang mengalami kecelakaan dijalan.
  3. Spectator crowds adalah kerumunan yang terjadi karena orang-orang ingin melihat suatu kejadian tertentu yang sedang terjadi. Akibatnya bentuk kerumunan ini semakin tidak teratur dan tidak terkendali. Adapun contohnya yaitu seperti kerumunan orang-orang yang ingin melihat suatu kecelakaan atau musibah bencana alam.
  1. Kerumunan yang berlawanan dengan norma hukum (lawless crowds)

Kerumunan yang terbagi menjadi dua hal yaitu meliputi :

  1. Acting mobs adalah bentuk kerumunan yang terjadi karena adanya sekelompok orang yang bergerombol dengan sifat emosional yang tinggi. Sehingga dalam kerumunan ini biasanya menjadi tidak terkendali dan memicu timbulya perkelahian apabila tidak dapat mengontrol diri baik secara fisik maupun psikis. Biasanya kerumunan ini terjadi karena adanya banyak faktor yang mempengaruhi seperti konflik sosial, adu domba, cemburu sosial, kesenjangan sosial, unsur SARA, hasutan, kebijaksanaan pemerintah, kekecewaan dan lain sebagainya. Adapun contoh kerumunan ini diantaranya yaitu orang-orang pedagang kaki lima yang marah dan mengamuk hingga merusak fasilitas umum karena tidak diijinkan melakukan kegiatan jualan di tempat yang mengganggu kelancaran lalu lintas.
  2. Immoral crowds adalah kerumunan yang kegiatannya menyebabkan banyak tindakan perlawanan dengan norma-norma masyarakat. Adapun contohnya yaitu orang-orang yang sedang melakukan perjudian, mabuk dan lain-lain.
  1. Kerumunan pasif

Adalah kerumunan yang terjadi diantara banyaknya orang-orang yang bergerombol secara fisik, namun tetap tenang dan tidak melakukan perbuatan atau hal-hal yang dapat mengganggu orang lain. Selain itu dalam perkumpulan atau kerumunan ini juga tidak memiliki tujuan buruk tertentu yang hendak dicapai.

Adapun untuk contohnya yaitu orang-orang yang sedang melihat pertunjukkan sulap, sirkus, dan tukang obral pakaian.

  1. Manifestasi umum (demonstration) atau unjuk rasa

Adalah sebuah kerumunan yang memiliki sistem atau organisasi yang telah diatur dengan baik sebelumnya. Karena dalam kerumunan ini ada tujuan yanh hendak dicapai secara bersama demi kepentingan dan kebaikan semua orang. Biasanya kerumunan ini juga terjadi dengan proses persiapan yang sebelumnya telah direncanakan dan dipikirkan dengan baik.

Adapun contohnya yaitu kegiatan unjuk rasa atau demonstrasi yang dilakukan masyarakat atau mahasiswa karena menentang suatu kebijakan dari pemerintah.

  1. Kerumunan berdasarkan tempat tinggal atau residential aggregate

Adalah kerumunan yang terjadi karena antara individu satu dengan lainnya yang sedang bergerombol memiliki tempat tinggal yang sama, walaupun tidak saling mengenal. Artinya kerumunan ini dapat terjadi di lokasi tertentu yang biasanya ditemukan di kota-kota besar.

Contohnya seperti kerumunan orang-orang yang ada pinggiran kota besar misalnya gelandangan dan lain sebagainya.

  1. Kerumunan fungsional atau functional aggregate

Kerumunan fungsional adalah kerumunan yang terdiri dari beberapa orang dan memiliki tugas atau fungsinya masing-masing. Adapun untuk contohnya yaitu kerumunan orang-orang jualan yang ada di pasar atau tempat tertentu untuk menjual produk dan kebutuhan hidup masyarakat.

Contoh Kerumunan

Adapun untuk contoh kerumunan sosial ini, misalnya saja;

  1. Menonton film di bioskop

Kerumunan dalam menonton film di bioskop menjadi salah satu bentuk kegiatan yang ditandai dengan adanya kehadiran orang-orang secara fisik di sekitar tempat bioskop.

Dalam kerumuman juga biasanya akan ada seorang permimpin yang memimpin namun tidak ada sistem pembagian kerja dengan jelas. Orang-orang yang ikut dalam kerumunan juga akan kehilangan identitas sosialnya karena sudah ikut berbaur dengan orang lain yang ada dalam kerumuman tersebut.

Itulah tadi penjelasan yang bisa kami kemukakan, terkait dengan pengertian kerumunan menurut para ahli, ciri, jenis, dan contohnya yang ada di lingkungan sekitar.

Rating: 4.3/5. From 3 votes.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *