Contoh Paradigma Definisi Sosial dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diposting pada

Paradigma Definisi Sosial

Paradigma dalam ruang lingkung definisi sosial pada dasarnya merupakan aspek yang menjadi kajian daripada teori sosiologi dan tokohnya, yakni Max Weber. Dimana Weber dalam analisisnya melakukan kajian terkait dengan bentuk tindakan sosial (social action).

Sehingga sangatlah pantas, jikalau dalam aspek kajiannya sendiri terdapat sejumlah teori yang termasuk definisi sosial ini dalam berparadigma. Yaitu teori interaksionisme simbolik (symbolic interaktinism), teori aksi (action), dan fenomenologi (phenomenology). Bahkan dalam kehidupan sehari-hari sejatinya objek tersebut terlihat sangatlah nyata.

Paradigma Definisi Sosial

Paradigma definisi sosial adalah uraian terkait dengan manusia sebagai individu dan kelompok yang aktif dalam menjelasan tentang kehidupan di lingkungan sosialnya sendiri, sehingga perhatian khusus dalam ulasan paradigma ini tidak terlepas daripada keberadaan manusia dalam membentuk kehidupannya.

Contoh Paradigma Definisi Sosial

Adapun untuk beberapa contoh yang menjelaskan terkait dengan arti paradigma definisi sosial dalam keseharian. Misalnya saja;

  1. Fanatisme Beragama

Dalam konteks positif fanatisme beragama diartikan sebagai pengabdian yang luar biasa terhadap sesuatu hal sehinga ia melakukan yang terbaik untuk untuk mencapainya. Sehingga hal ini tentusaja akan berampak positif yang dapat diambil dari sikap fanatisme adalah seseorang akan bersungguh-sunguh dan bekerja keras dalam melakukan sesuatu. Hal tersebut tentu akan menguntungkan dirinya sendiri bahkan dapat menguntungkan orang lain.

Meskipun demikian, dalam definisi untuk kehidupan sehari-hari terdapat sejumlah pengaruh positif maupun negatif dari adanya sikap fanatisme yang memunculkan sikap keteganganan antar masyarakat. Oleh karena itulah untuk menjelaskan secara detai semuanya tergantung dari sudut pandang masing-masing individu.

Sehingga dalam langkah ini paradigma definisi sosial tidak dapat menghakimi seseorang bahwa sikap fanatiknya menyebabkan dampak postif. Begitu pun sebaliknya, kita tidak dapat memaksa seseorang bahwa sikap kesukaan kita terhadap sesuatu dipandang sebagai hal positif atau negatif. Terus belajar dan ntrospeksi diri menjadi kunci untuk menghindari diri dari contoh sikap fanatisme yang merugikan.

  1. Menjadi Karyawan atau Penguasaha

Menjadi karyawan dan memilih menjadi penguasa merupakan gambaran daripada definisi sosial dalam paradigma. Bagimana tidak disatu sisi memilih menjadi seorang tenaga kerja memiliki penghasilan yang tetap dan terjamin kehidupan.

Meski begitu, dengan menjadi kariyawan tidak akan bisa hidup kaya melebihi bosnya yang notabene seorang pengusaha. Melalui penyebab demikianpula tak adil jika menjadi seorang pengusaha diperlukan kemampuan serta daya juang yang tinggi.

Tetapi yang pasti, keduanya dalam suatu bidang pekerjaan juga diperlukan sikap fanatisme terkadang sangat diperlukan. Pengabdian penuh terhadap kewajiban yang harus dijalani mendorong dan memotivasi diri untuk lebih giat.

  1. Hukuman untuk Pelaku Korupsi Apakah Hanya Dipenjara ataupun Perlu untuk di Hukum Mati

Presefektif tentang paradigma dalam definisi sosial tentusaja tidak terlepas daripada aspek yang ada dalam sosiologi hukum. Prihal ini misalnya saja hukuman untuk para pelaku korupsi, yang disini lain berjalannya hukuman tersebut sampai saat ini dilakukan dengan cara penekanan pada sebuah usaha untuk membujuk, mengajak dan membimbing setiap anggota masyarakat agar lebih teratur pada setiap peraturan yang berlanku sesuai dengan anjuran-anjuran yang telah diberikan dalam jeruji besi.

Akan tetapi disisi lainnya juga kadangkala hukuman ini tidak ada efek jera pada faktanya masih banyak para pelaku korupsi. Oleh karena itulah persefesktif ini harus dikaji lebih dalam lagi.

  1. Memberikan Kritik atas Kebijakan Pemerintah

Kadangkala sebuah kritik sosial yang dilakukan dengan penyampaian secara terbuka oleh masyarakat kepada sistem pemerintahan dianggap sebagai sebuah pelanggaran atau penyimpangan sosial. Bentuk, kritik ini sendiri pada umumnya dilakukan bagi seseorang dalam sistem pemerintahan yang telah melakukan perbuatan begitu buruk, misalnya saja nepotisme dan korupsi.

Sehingga sebagai sebuah negara dalam arti demokrasi sejatinya kritik sosial yang dilakukan masyarakat bisa langsung mengarahkan dan mengingatkan sistem sosial pemerintahan untuk segera untuk membenahi apa yang dianggap salah oleh masyarakat.

Nah, itulah saja artikel yang bisa diberikan pada semua pembaca berkenaan dengan berbagai contoh paradigma definisi sosial yang bisa dilihat dalam keseharian. Semoga saja memberikan wawasan bagi kalian semuanya yang membutuhkannya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *