4 Contoh Fetisisme di Masyarakat dalam Keseharian

Diposting pada

Contoh Fetisisme

Fetisisme dalam objek kajian sosiologi akan menjadi modal simbolik dari suatu status sosial atau jenis kelas sosial di masyarakat. Sehingga realitas sosial seperti ini bisa berubah menjadi gaya hidup suatu individu dan kelompok sosial tertentu terhadap eksistensinya.

Disisi lainnya, fetisisme dalam beragam kajian muncul dari adanya permasalahan sosial yang berhubungan dengan perubahan atas sifat kebudayaan, seksualitas, dan lainnya. Namun yang pasti, gejala sosial berupa fetisisme dianggap sebagai penyimpangan.

Fetisisme

Fetisisme secara sederhana bisa diartikan sebagai pemujaan mutlak, dimana arti masyarakat terjerumus memuja komoditas layaknya berhala yang dipercaya harus dimiliki, yang membuat mereka menyakini status dan kelas sosial dari mana mereka berasal.

Contoh Fetisisme

Adapun adanya kasus yang menggambarkan tentang fetisisme misalnya saja;

  1. Pekerjaan hanya sebagai PNS

Prihal fenomena sosial seperti ini seringkali muncul anggapan bahwa pekerjaan yang mapan maupun kesuksesaan seseorang hanya ketika ia menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) tanpa melihat aspek kerja lainnya. Sehingga manakala ada peluang seperti menyogok untuk menjadi PNS banyak pihak berbondang-bondang mengikutinya.

  1. Seksualitas

Bagian lainnya yang menjadi penggambaran atas fetisisme disorder ialah adanya kasus-kasus terkait dengan keterkaitan seseorang pada lawan jenis maupun sesama jenis yang mempergunakan alat-alat tertentu sebagai pemuas seksualitasnya.

Prihal ini contohnya saja ditemukan kasus keterkaitan seseorang pada wanita yang mempergunakan jarik maupun mempergunakan alat-alat tertentu sebagai objek pemuasnya.

  1. Agama

Prihal agama akhir-akhir ini juga terjadi jangkitan fetisisme. Misalnya saja seseorang dengan status sosial tinggi dan peran sosial tinggi ketika menjadi calon dari anggota politiknya haruslah mempergunakan simbol-simbol tertentu denga penciri khaskan kesalehan.

  1. Budaya

Ragam kasus terkait dengan fetisisme kebudayaan yang berhubungan erat dengan komoditas. Misalnya saja adanya kegemaran masyarakat Indonesia yang melihat sekaligus menonton K-Pop sebagai aktor favoritenya. Sehingga ia rela mempergunakan apa saja demi mewujudkan adanya keragaman kepuasaan.

Bahkan tak jarang untuk menunjukan eksistensinya membeli barang-barang yang setidaknya tidak diperlukan namun dianggap sebagai bagian daripada kepentingan demi hobi semata.

Nah, itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan adanya contoh kasus fetisisme di masyarakat  yang bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga saja mampu memberi edukasi serta referensi bagi kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *