Contoh Budaya Politik Parokial, Kaula, dan Partisipan

Diposting pada

Contoh Budaya Politik Parokial, Kaula, dan Partisipan

Politik merupakan salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Politik pasti ada disetiap daerah dengan segala hal yang ada kaitannya dengan politik. Salah satu yang terpenting dalam politik adalah orang yang terlibat dalam politik tersebut.

Keterlibatan seseorang dalam berbagai kepentingan di pengaruh oleh unsur budaya, dimana untuk tipe budaya dalam berpolitik terbagi atas tigas jenis. Yaitu parokial, kaula, dan partisipasi.

Budaya Politik

Budaya politik adalah suatu hasil dari pemikiran manusia yang didasari pada kebiasaan sehingga memiliki pengaruh besar bagi sebagian besar kelompok masyarakat yang berkaitan dengan ketatanegaraan. Dalam kajian sosiologi politik terdapat beberapa tipe budaya politik antara lain;

  1. Budaya politik parokial
  2. Budaya politik kuala
  3. Budaya politik partisipan.

Contoh Budaya Politik Parokial, Kaula, dan Partisipan

Definisi masyarakat dalam keragaman untuk memahami politik tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah pendidikan.

Semakin tinggi tingkat pendidikan yang diperoleh dari lembaga pendidikan maka akan menambah peluang untuk peduli akan politik. Pemahman lebih lanjut kita akan melihat beberapa contoh budaya politik yang ada disekitar kita. Berikut merupakan contoh budaya parokail, kaula, dan partisipan.

Budaya Politik Parokial

Contoh Budaya Politik Parokial
Contoh Budaya Politik Parokial

Budaya politik parokial adalah sebuah budaya politik yang masih dilakukan oleh masyarakat di daerah terpencil. Rata-rata masyarakat yang berada di daerah tersebut masih asing dengan berbagai hal yang berkaitan dengan politik. Istilah lain untuk menyebut ciri budaya politik ini adalah budaya politik apatis.

Contoh Budaya parokial

Antara lain;

  1. Tidak ikut pemilu

Masyarakat tidak memiliki ketertarikan untuk mengikuti segala kegitan pemilu. Masyarakat bahkan ada yang tidak mengenal pemilu karena memang mereka berada jauh dari lingkungan desa atau kota. Dapat dikatakan lingkungan mereka terpencil.

Tingkat kesadaran akan pentingnya politik juga rendah, karena dapat dilihat tingkat pendidikan, informasi yang masuk, dan keterbukaan dengan dunia luar.

  1. Hanya terdapat satu pemimpin yang memutuskan segala bidang

Pemimpinan yang dimaksud iala pemimpin suku atau kepala adat. Masyarakat mempercayai seseorang untuk memimpin dalam berbagai bidang.

Kepemimpina tersebut berbentuk monarki atau turun menurun, namun juga terdapat suku yang memilih pemimpin berdasarkan kekuatn yang dimiliki. Satu pemimpin ini merupakan orang yang paling dipercayai. Masyarakat tunduk dan patuh kepada pemimpin tersebut.

  1. Tidak suka berdiskusi tentang politik

Masyarakat tidak memiliki ketertarikan kepada dunia politik.  Mereka cenderung tidak peduli dengan segala hal yang berkaitan dengan politik, bahkan kepala daerah pun mungkin mereka tidak mau mengenalnya. Mereka tidak pernah membicarakan politik dalam kehidupan sehari-harinya.

  1. Sangat percaya kepada pemimpin

Pemimpin yang telah dipilih merupakan orang yang paling dipercayai. Semua hal yang dikatakan oleh seorang pemimpin adalah benar dan bahkan bersifat perintah. Mereka memiliki keyakinan bahwa seorang pemimpin adat atau kepala suku tidak akan membawa mereka kejalan yang salah.

  1. Tidak mempedulikan siapa yang menjadi pemimpin

Maksud pemimpin ini ialah pemimpin daerah atau pemimpin negara. Masyarakat tidak peduli dengan siapa yang menjadi pejabat, karena mereka beranggapan tidak ada kaitannya dengan orang tersebut. mereka hanya peduli kepada orang yang ada di daerahnya.

  1. Tidak peduli dengan kebijakan publik

Mereka tidak mengindahkan kebijakan publik. Kebijakan publik bukan merupakan hal yang penting. Masyarakat juga jarang keluar dari daerah tersebut, mereka hanya mencari makan di sekitar mereka saja. Misalnya saja di hutan, kebun, sawah, dan lain-lain yang tidak harus interaksi dengan pihak lluar.

  1. Tidak dapat bergabung dengan dunia politik

Masyarakat tidak mengetahui tetang dunia politik sehingga siapapun di lingkungan mereka yang layak gabung di dunia plitik. Pengetahuan yang tidak cukup luas sehingga tidak akan memenuhi syarat yang ada. Bahkan partisipasi dalam dunia politik rendah.

Budaya Politik Kaula

Contoh Budaya Politik Kaula
Contoh Budaya Politik Kaula

Budaya politik kuala adalah salah satu arti budaya politik dimana masyarakat mulai peduli dengan politik namun sebatas tahu saja. masyarakat memiliki kecenderungan bersifat subjektif kepada tokoh tertentu. Jenis budaya ini agak sulit dipahami dan cukup aneh.

Contoh Budaya Kaula
  1. Golput

Masyarakat memilih untuk tidak datang ke tempat pemungutan suara karena merasa hal tersebut bukan hal yang penting. Hal tersebut dilakukan karena merasa tidak ada yang pantas untuk dipilih. Golongan ini merupakan orang yang tau politik namun tidak tertarik dengan dunia politik.

  1. Tidak tertarik dengan demokrasi

Masyarakat akan memilih pasif ketika ada pemilihan umum. Mereka sekan-akan tidak peduli dengan pelaksanaan demokrasi yang ada. Apalagi untuk mengkritik pemerintah tidak akan terjadi, karena mereka memilih jalur yang aman dan tidak terlibat dengan pihak manapun.

  1. Suka membaca berita politik

Masyarakat menyukai berita politik hanya untuk mencari tahu perkembangan politik namun hanya untuk sekedar tahu saja. Pengetahuan tentang dunia politik sudah luas dan memiliki banyak hal yang membuat mereka tertarik. Masyarakat memilih menjadi pengamat tanpa melakukan tindakan apapun.

  1. Taat kepada pemerintah

Masyarakat akan mentaati aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Apapun peraturan yang ada akan selalu ditaati dan dilaksanakan. Masyarakat ini biasanya tinggal di pedesaan yang tidak terlalu jauh dari kota. Mereka mengetahui segala aturan yang bersifat publik dan menjadi ketetapan nasional.

  1. Menitik beratkan politik pada seorang tokoh

Partisipasi di dunia politik hanya condong kepada pemimpin yang disukai saja. Apabila ada tokoh yang menjadi pesaing maka ia tidak akan menyukai tokoh baru tersebut meskipun dari segi kemampuan, visi misi, program kerja, dan lain-lain lebih baik dari pemimpin yang mereka sukai.

  1. Tidak ikut serta dalam menyelesaikan permasalahan negara

Masyarakat yang memilih pada jalur aman maka mereka tidak akan ikut campur menghadapi masalah yang ada di suatu negara. masyarakat akan diam dan terus menyimak segala tindakan yang dilakukan oleh pemerintah. Pengamatan terus berlanjut hingga mereka merasa hal tersebut tidak penting akan mencari subjek lainnya.

  1. Jarang melakukan tindakan anarkis

Masyarakat jenis ini tidak akan melakukan kegiatan fisik untuk ikut serta memberikan kritik kepada peerintah. Mereka akan memilih untuk diam daripada harus berpartisipasi dalam hal politik.

  1. Jarang berdiskusi politik

Tingkat pemahaman politik memang sudah cukup baik, namun hal tersebut tidak mendorong seseorang untuk berdiskusi soal politik. Mereka hanya berdiskusi soal politik ketika menganggap hal tersebut sangat penting dan berkaitan dengan seseorang yang mereka kagumi atau mereka jadikan objek.

  1. Tidak berani mengkritik pemimpin

Ketika merasa tidak suka dengan pemimpin tertentu mereka tidak akan mengkritik pemimpinya, melainkan hanya diam dan mencari aman. Pada umumnya mereka yang seperti ini tidak akan mengambil bentuk tindakan sosial yang membahayakan diri sediri.

Budaya Politik Partisipan

Contoh Budaya Politik Partisipan
Contoh Budaya Politik Partisipan

Budaya politik partisipatif adalah sebuah budaya politik yang ada di masyarakat dimana masyarakat telah memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam dunia politik dan menyadari perannya dalam dunia politik. Bagian dari politik itu sendiri antara lain, keseluruhan sistem,struktur, administrasi, dan segala proses politik dalam pemerintah.

Contoh Budaya Politik Partisipatif
  1. Mengikuti jalannya demokrasi

Masyarakat sudah menyadari pentingnya demokrasi. Mereka menjadi pengawal akan jalannya demokrasi di suatu negara. Bahkan mereka tidak akan segan mengkritik pihak-pihak tertentu yang melakukan kesalahan dibidang politik.

  1. Terlibat seagai petugas pemilihan umum

Masyarakat mau ikut andil menjadi bagian dari petugas pemilihan umum di TPS. Hal ini merupakan bukti kesadaran seseorang akan pelaksaan politik praktis yang ada di lingkungan sekitar. Politik praktis merupakan hal yang penting dan harus diikuti oleh seluruh anggota masyarakat.

  1. Memberikan pendapat tentang pandangan politik melalui berbagai media

Kritik yang diberikan oleh masyarakat dapat melalui tindakan langsung dengan demonstrasi atau kritik melalui media sosial. Hal ini biasa dilakukan oleh masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi.

  1. Berpartisiapasi ketika pelaksanaan pemilu

Pelaksanaan pemilu merupakan hal yang tidak mungkin ditinggalkan oleh masyarakat yang menerapkan budaya partisipasi. Pemilu merupakan moment yang ditunggu untuk menyalurkan hak suaranya untuk memilih pemimpin yang memiliki visi dan misi yang jelas.

Mayarakat akan menilai secara objektif bukan subjektif, pemimpin yang dipilih dilihat dari visi misi, tujuan, cita-cita, dan program yang akan dilakukan.

  1. Mengawasi jalannya pemerintahan

Masyarakat berperan sebagai pengawas jalannya pemerintahan. Pegawasan yang dilakukan ialah hal-hal yang sudah dilakukan oleh pemerintah apa sudah sesuai dengan janji yang disampaikan. Melihat kesesuaian pelaksanaan dengan apa yang dijanjikan ketika sebelum menjadi pemimpin. Hal ini sangat wajar dilakukan oleh masyarakat yang memiliki budaya partisipan.

Nah, demikianlah saja artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan contoh budaya politik parokial, budaya politik kaula, dan budaya politik partisipan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberi edukasi.

Daftar Sumber Tulisan
  1. Rahman, S. 2007. Sistem Politik Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  2. Sujianto, M. 2007. Praktik Belajar Kewarganegaraan. Jakarta: Ganeca Exact
Rating: 5.0/5. From 1 vote.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *