Contoh Imitasi Sehari-Hari Yang Berdampak Postitif & Negatif

Diposting pada

Contoh Imitasi Negatif dan Positif

Imitasi menjadi salah satu unsur utama yang dijadikan sebagai syarat interaksi sosial. Hal ini dikatakan demikian, lantaran setiap individu tidak akan terlepas daripada prosesi ini yang mampu membentuk pola pikir serta kebiasaan setiap pelaku yang menjalankan dalam keseharian. Oleh sebab itulah sebagai penjelasan lebih lanjut, tulisan ini akan mengemukakan tentang contoh imitasi.

Imitasi

Pengertian  imitasi adalah peniruan tata kelakukan yang dijalankan oleh orang lain hingga menyerupai sama dengan prilaku aslinya. Baik dalam bentuk awal ataupun sampai pada finalisasinya. Sehingga atas dasar itulah setiap orang dapat dengan mudah menjalankannya.

Macam-Macam Imitasi

Adapun beberapa jenis imitasi yang dapat dengan mudah ditemukan, antara lain;

Positif

Imitasi positif adalah proses peniruan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain yang memiliki kelebihan dan penghargaan akan status sosial di dalam kehidupan bermasyarakat. Keadaan ini tentusaja memberikan dorongan untuk melakukan hal yang sama.

Contoh dalam imitasi positif misalnya saja adanya seorang motivator yang memberikan dorongan di waktu seminar. Dengan licahnya dan gaya bahasa yang baik, trainer (motivator) tersebut memberikan dorongan kepada peserta untuk mencontoh para penguasa yang rela berkorban serta semangat perjuangan yang diberikan.

Prilaku yang diceritakan motivator tersebut menjadi salah satu bagian daripada imitasi positif yang akan memberikan dorongan untuk mencontoh para penguasa yang sukses, baik dalam soal mengelola keuangan, perjuangan, serta sikap pantang menyerahnya.

Negatif

Imitasi negatif adalah salah satu jenis imitasi yang sangatlah sering kita temukan dalam keseharian. Pengertian imitasi ini cenderung mendekatkan pada dampak yang akan terjadi apabila dilakukan oleh seseorang, baik secara individu ataupun secara kelompok.

Contoh imitasi negatif ini misalnya saa tindakan seorang anak yang lebih suka meniru gaya busaya para artis Amerika Serikat, yang notabene tidak mencerminkan kesopanan, jikalau dibadingkan dengan gaya busana wilayah timur (seperti Indonesia).

Maka tak khayal akibat kondisi inilah prilaku yang dijlankan oleh seorang anak untuk proses imitasi tersebut cenderung memberikan dampak negatif. Lantaran akan menimbulkan dampak negatif perubahan sosial, yang utamanya mengakibatkan rusaknya keteraturan sosial dalam masyarakat.

Tidak Langsung

Imitasi tidak langsung adalah proses peniruan yang dijalankan oleh seseorang dengan cara disadari ataupun tidak. Keadaan ini menimbulkan banyak persefektif, lantaran memiliki karakteristik dengan memakan waktu yang relatif lama.

Contoh kegiatan yang dapat dikemukakan dalam imitasi tidak langsung ini, misalnya saja tetang adanya acara dalam televisi. Acara tersebut ditonton oleh seseorang dalam krun waktu tertentu, sehingga mengakibatkan timbulnya keinginan untuk melakukan hal yang serupa dengan tokoh idaman televisi. Proses ini jugalah menjadi salah satu bentuk interaksi sosial individu dengan individu yang dapat mengakibatkan pada dampak positif ataupun berdampak negatif.

Langsung

Imitasi langsung adalah proses peniruan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain dengan waktu yang relative cepat (spontan). Keadaan inilah menjadi salah satu timbulnya dampak yang dirasakan pada imitasi langsung yang tidak terlalu lama.

Contoh mengenai imitasi langsung misalnya saja ialah ketika melihat anak muda yang rajin mejalankan Ibadah Sholat dalam Masjid. Maka dengan melihat kondisi tersebut banyak orang yang merasa meri dan ingin melakukan hal yang sama, keadaan ini menjadi salah satu bentuk imitasi langsung.

Dari serangkaian tentang imitasi dan macam-macamnya diatas, maka penting bagi artikel ini untuk kembali menuliskan beberapa contoh imitasi yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini bertujuan agar pembaca dapat memahami maksud imitasi.

Contoh Imitasi

Adapun beberapa contoh kejadian yang dapat digolongkan menjadi salah satu prilaku imitasi, antara lain adalah sebagai berikut;

  • Dalam keluarga orangtua selalu menganjurkan prilaku untuk berbuat sopan kepada anaknya. Dalam kondisi inilah menjadi penyab hal yang sama dilakukan orang tua untuk memberikan contoh kepada anak-anaknya dengan terlebih dahulu berprilaku sopan. Maka dengan kondisi ini menjadi bagian daripada imitasi positif.
  • Dalam sekolah melihat ada anak yang selalu mendapatkan juara kelas. Tentang motivasi dan inspirasinya tersebutlah pada akhirnya mendorong orang lain untuk berprilaku sama, maka dengan demikian dari cara belajar, berpakaian selalu dilakukan sebagai bagian daripada imitasi positif yang dilakukan tidak langsung.
  • Seseorang anak yang memilih tidak sekolah dan membiasakan diri hidup diluar, akan terjadi imitasi apabila yang melatarbelakanginya ialah keadaan sebelumnya yang terdorong karena bergaul dengan orang-orang yang juga putus sekolah.
  • Peniruan negatif yang dilakukan oleh seseorang lantaran anak yang melakukan penjiplakan tonton dalam video tentang kekerasaan.
  • Prilaku belita yang menirukan gaya pembicaraan (bahasa) tentang orang-orang disekelilingnya. Bahasa ini menjadi salah satu imitasi gerak yang senantiasanya dilkukan oleh setiap orang.
  • Adanya anak kedua yang meniru gaya belajar kakak pertamnya, terutama kondisi ini dilatarblekangi dengan keberhasilan kakak sulungnya yang selalu menjadi juara di dalam kelas.
  • Prilaku orang tua ketika emosi kepada keadaannya secara tidak langsung tabiat tersebut akan ditiru oleh anggota keluarganya, termasuk di dalamnya adalah anak.
  • Tindakan anak dalam belajar Bahasa Inggris, yang pertamkali dipelajari adalah berani untuk mengucapkan, hal yang keluar dari ucapan tersebutlah menjadi bagian daripada imatasi.
  • Seorang yang telah bekerja dalam perusahaan marketing, maka untuk menuntut proses kerja serta keberhasilannya ia akan berusaha meniru gaya bicara dari pelatihan-pelatihan yang dijalankan oleh perusahaan.
  • Adanya tindakan yang dilakukan oleh orangtua dalam memberikan dorongan spiritual kepada anaknya dengan memberikan cerita-cerita agama tentang tokoh-tokoh besar. Selanjutnya melalui proses yang panjang anak tersebut merasa termotivasi, tersugesti setelah itulah ia seolah sudah menjalankan proses imitasi.
  • Tindakan ketua RT yang memberikan hukuman kepada warganya, sesuai dengan prilaku yang dilakukan oleh Kepala Desa merupakan salah satu imitasi dalam lingkungan masyarakat.
  • Kebiasaan orangtua merekok di dalam rumah, setelah itu anaknya menjadi perokok dan merokok di dalam rumah menjadi salah satu bagian daripada imatiasi keluarga.
  • Prilaku murid yang mengidolakan seorang guru dengan terus belajar untuk berbicara di depan, dan ia kemudian menjadi guru merupakan salah satu bagian daripada imitasi.
  • Prilaku seseorang yang dituntut sama karakternya dalam kelompok-kelompok kerja, agar menyesuaikan dengan tujuan yang diinginkan. Maka proses persamaan tersebut menjadia bagian daripada imitasi.
  • Prilaku tukang tambal ban yang meniru tambal ban lainnya dalam memberikan pelaayanan kepada konsumen, maka tindakan tersebut juga tergolong imitasi dalam dunia kerja.

Dari serangkaian tulisan tentang contoh imitasi di atas, dapatlah dikatakan bahwa hakekatnya proses peniruan yang dilakukan oleh seseorang dalam keseharian menjadi salah satu bagian perubahan sosial yang bisa terjadi karena adanya interkasi sosial masyarakat. Maka tak khayal dalam perjalanannya senantiasa ada imitasi yang terjadi.

Baca Juga;

  1. Pengertian Identifikasi dan Contohnya
  2. Pengertian Sugesti, Jenis, dan Contohnya
  3. Pengertian Simpati dan Contohnya

Demikianlah penjelasan dan pembahasan lengkap mengenai beberapa contoh-contoh kasus imitasi dalam kehidupan masyarakat, terutama yang memiliki dampak-dampak postif serta negatif. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan dan pemahaman kepada segenap pembaca sekalian, trimakasih.

1 (20%) 1 vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *