Jenis Kenakalan Remaja dan Cara Mengatasinya

Diposting pada

Macam Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja mengacu pada aktivitas anti sosial atau dalam arti kriminalitas anak (di bawah 16 tahun untuk anak laki-laki dan 18 tahun untuk anak perempuan) yang melanggar hukum. Kenakalan remaja bisa menjadi pintu gerbang ke kejahatan orang dewasa, karena sebagian besar tindak kriminal berakar pada masa kanak-kanak yang menyebabkan masalah serius dimana pun tempatnya. Kompleksitas tumbuh ketika kita masuk ke data statistik negara maju jika dibandingkan dengan ciri negara berkembang.

Sebanyak 44.284 kejahatan dilakukan oleh para pelaku remaja selama tahun 1978 yang menunjukkan peningkatan 0,6% dari tahun 1977. Telah dicatat bahwa pencurian dan perampokan menambah persentase besar dari jenis kejahatan ini. Jenis kenakalan lain seperti pembunuhan, pemerkosaan, dacoity, pembobolan, penculikan adalah beberapa hal lain yang menambah sisanya, yang tentunya membutuhkan cara untuk mengatasinya.

Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja juga dikenal sebagai “pelanggaran remaja,” dan masing-masing negara memiliki sistem hukum yang terpisah untuk menangani remaja yang melanggar hukum.

Sebagian besar sistem hukum menetapkan prosedur khusus untuk menangani remaja, seperti pusat dan pengadilan penahanan remaja, dengan itu menjadi umum bahwa sistem remaja diperlakukan sebagai kasus perdata, bukan pidana, atau hibridanya untuk menghindari persyaratan tertentu yang diperlukan untuk kasus pidana.

Jenis Kenakalan Remaja

Kenakalan menunjukkan berbagai gaya perilaku atau bentuk perilaku. Setiap pola memiliki konteks sosialnya masing-masing, sebab-sebab yang diduga menyebabkannya, dan bentuk-bentuk pencegahan atau pengobatan yang paling sering disarankan sesuai dengan pola yang dimaksud. Howard Becker (1966: 226-38) telah merujuk pada empat jenis kenakalan:

  1. Kenakalan Perorangan 

Ini mengacu pada kenakalan di mana hanya satu individu yang terlibat dalam melakukan tindakan kenakalan dan penyebabnya terletak di dalam kenakalan individu. Sebagian besar penjelasan perilaku nakal ini berasal dari psikiater. Argumen mereka adalah bahwa kenakalan disebabkan oleh masalah psikologis yang berasal terutama dari pola interaksi keluarga yang cacat/salah/patologis.

  1. Kenakalan yang Didukung Kelompok

Dalam jenis ini, kenakalan dilakukan dalam persahabatan dengan orang lain dan penyebabnya tidak terletak pada kepribadian individu atau dalam keluarga kenakalan tetapi dalam unsur budaya rumah dan lingkungan sosial individu.

  1. Kenakalan Terorganisir

Jenis ini mengacu pada kenakalan yang dilakukan oleh pengembangan kelompok yang diorganisir secara formal. Kenakalan ini dianalisis di Amerika Serikat pada 1950-an dan konsep ‘sub-kultur nakal’ dikembangkan.

Konsep ini mengacu pada seperangkat nilai dan norma yang memandu perilaku anggota kelompok mendorong terjadinya kenakalan, memberikan status berdasarkan tindakan tersebut dan menentukan hubungan tipikal dengan orang yang berada di luar kelompok yang diatur oleh norma kelompok.

  1. Kenakalan Situasional

Tiga jenis kenakalan yang disebutkan di atas memiliki satu kesamaan, yaitu pada ketiganya, kenakalan dipandang memiliki akar yang dalam. Dalam kenakalan individu (sesuai dengan penjelasan psikogenik), akar kenakalan terletak terutama di dalam individu.

Dalam kenakalan yang didukung dan diorganisir kelompok (penjelasan sosiogenik) akar (kenakalan) terletak pada struktur masyarakat dengan penekanan pada bidang ekologi di mana kenakalan terjadi atau pada cara sistematis di mana arti struktur sosial menempatkan beberapa individu dalam masyarakat miskin posisi untuk bersaing demi kesuksesan.

Kenakalan situasional memberikan perspektif yang berbeda. Di sini asumsinya adalah bahwa kenakalan tidak berakar dalam, dan motif untuk kenakalan dan sarana untuk mengendalikannya seringkali relatif sederhana.

Seorang pemuda melakukan tindakan nakal tanpa memiliki komitmen yang dalam terhadap kenakalan karena kontrol impuls yang kurang berkembang dan / atau karena penguatan yang lebih rendah dari pengekangan keluarga dan karena ia relatif sedikit kehilangan bahkan jika tertangkap.

Macam dan Cara Mengatasi Kenakalan Remaja

Berdasarkan keempat jenis kenakalan yang telah dikemukakan oleh Howard Becker di atas, pada dasarnya contoh kenakalan remaja yang terjadi di masyarakat bermacam-macam bentuknya, antara lain:

  1. Membohongi Orang Tua

Berbohong merupakan sikap yang tidak terpuji dalam kehidupan. Para remaja seringkali berbohong kepada orang tua untuk mendapatkan hal yang mereka inginkan. Kebiasan berbohong jika terjadi secara terus menerus bisa terbawa hingga dewasa, yang justru pada akhirnya akan merugikan remaja itu sendiri.

Solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan cara menanamkan sikap jujur kepada seseorang sejak usia anak-anak agar kelak tumbuh menjadi pribadi yang jujur hingga dewasa nanti.

  1. Tidak Menaati Peraturan Sekolah

Sekolah merupakan contoh lembaga pendidikan yang senantiasanya dijadikan tempat untuk mendidik karakter seseorang. Maka tidak heran jika di sekolah banyak terdapat peraturan yang harus ditaati warga sekolah.

Akan tetapi, siswa banyak yang tidak menaati peraturan sekolah agar dianggap keren oleh teman sepermainannya. Cara untuk mengatasi hal ini yaitu dengan pemberian sanksi terhadap peserta didik yang tidak menaati aturan sekolah. Pemberian sanksi tersebut bisa menimbulkan efek jera sehingga siswa akan enggan melakukan pelanggaran tersebut dikemudian hari.

  1. Melawan Guru di Sekolah

Guru merupakan pengganti orang tua kita di sekolah. Sama halnya dengan orang tua, guru juga ingin menjadikan siswanya menjadi pribadi yang baik dalam berkehidupan. Akan tetapi, tidak semua perintah guru tidak diindahkan dengan baik oleh siswa, bahan tak jarang ada yang melawan guru.

Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menanamkan pendidikan dasar dalam keluarga agar menaati guru di sekolah. Pendidikan dasar yang dilakukan melalui penerapan fungsi keluarga akan berpengaruh terhadap sikap dasar seseorang dalam berkehidupan di luar rumah.

  1. Bolos Sekolah

Kenakalan remaja dengan cara membolos sekolah merupakan bentuk kemalasan siswa terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah. Ketika mereka dari rumah, biasanya pamit kepada orang tua untuk pergi ke sekolah, tapi pada kenyataannya mereka tidak datang ke sekolah.

Untuk menghadapi remaja yang suka bolos sekolah bisa dilakukan dengan cara memantau absen siswa setiap hari. Ketika ada siswa yang bolos sekolah, ini menjadi tugas guru BK maupun wali kelas untuk mengonfirmasi kepada orang tua siswa yang bersangkutan.

  1. Menonton Video Porno

Remaja adalah masa ketika seseorang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Termasuk rasa ingin tahu tentang aktivitas orang dewasa yang berhubungan dengan seks. Menonton video porno menjadi jalan bagi mereka untuk melampiaskan hasrat remaja tersebut.

Solusi untuk mencegah kenakalan remaja yang satu ini adalah dengan cara memperkuat ajaran agama pada mereka untuk meningkatkan keimanan mereka, serta perlunya control dari orang tua terhadap tontonan anak mereka.  Apabila remaja sudah memiliki iman yang sebagai landasan dasar dalam bertindak maka remaja yang melakukan kenakalan melihat video porno akan berkurang.

  1. Pacaran Tidak Sehat

Pacaran tidak sehat merupakan salah satu dampak negatif dari kenakalan remaja yang menonton video porno. Pacaran yang tidak sehat akan menjurus pada perzinahan, yang tentunya itu akan merugikan masa depan remaja itu sendiri.

Solusi untuk mengatasi kenakalan remaja ini yaitu menanamkan pendidikan agama pada setiap remaja. Pendidikan dalam bentuk pengertian lembaga agama mampu mencegah terjadinya suatu hal yang tidak diinginkan.

  1. Sex Bebas

Banyak menonton video porno serta pacaran yang tidak sehat bisa menjurus pada sex bebas. Sex bebas bisa dicegah dengan cara memberikan pengetahuan serta menanamkan pada remaja bahaya-bahaya yang berdampak jika melakukan kenakalan tersebut, misalnya rawan terkena penyakit HIV/AIDS.

  1. Hamil di Luar Nikah

Sex bebas bisa berdampak pada terjadinya kehamilan di luar nikah. Hal ini tentunya dapat menghancurkan masa depan remaja, sebab remaja yang hamil di luar nikah akan kesulitan untuk melanjutkan pendidikan. Solusi untuk mengatasi contoh masalah sosial ini tentunya tak jauh beda dengan solusi lainnya yaitu menanamkan pendidikan agama yang kental agar hal tersebut tidak terjadi.

  1. Pemerkosaan

Kenakalan remaja yang satu ini juga merupakan dampak negatif dari tontonan video porno yang membuat remaja merasa penasaran sekaligus terangsang untuk melakukan tindak seksual yang disertai pemaksaan atau pemerkosaan. Solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini juga perlunya menanaman ajaran agama yang kuat.

  1. Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual terjadi karena tidak tersalurkannya kebutuhan seksual pada remaja. Pelecehan seksual sebagai contoh kriminalitas yang harus dicegah misalnya dengan cara memberikan pendidikan moral kepada setiap remaja.

  1. Berkelahi Antar Teman Sepergaulan

Berkelahi adalah sikap dimana ingin menunjukkan sikap yang terhebat diantara teman sepergaulan. Berkelahi antar teman sepergaulan bisa diakibatkan oleh banyak faktor, misal karena berebut pacar. Untuk menghindari terjadinya perkelahian antar teman sepergaulan diperlukan pendekatan khusus untuk menanamkan pentingnya kerukunan antar teman.

  1. Tawuran Antar Pelajar

Tawuran antar pelajar merupakan bentuk perkelahian dalam lingkup sekolah yang berbeda. Tawuran antar pelajar bisa dipicu oleh rasa ingin membuktikan bahwa sekolahnya lebih berkuasa disbanding sekolah lainnya yang menjadi saingan.

Tawuran antar pelajar bisa dihindari dengan cara memberikan sanksi yang berat terhadap pelajar yang ikut serta dalam tawuran, serta menanamkan pentingnya kerukunan. 

  1. Tidak Menaati Peraturan Lalu Lintas

Tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM) ketika berkendara, tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, dan sebagainya termasuk bentuk-bentuk kenakalan remaja yang tidak menaati peraturan lalu lintas.

Kenakalan remaja semacam ini juga perlu ditanggulangi, misalnya dengan cara menanamkan pendidikan berlalu lintas dan menyadarkan remaja tentang pentingnya keselamatan dalam berkendara.

  1. Balap Liar

Balap liar seringkali terjadi di jalanan dan mirisnya jumlah yang dominan dalam balap liar tersebut ialah anak usia remaja. Balap liar bisa ditanggulangi dengan cara melakukan operasi dari pihak kepolisian di tempat-tempat yang sering dijadikan lintasan balap liar.

  1. Merokok

Pada dasarnya merokok tidak baik untuk kesehatan. Merokok bukan menjadi suatu kriminalitas untuk orang dewasa, tapi menjadi kenakalan untuk usia remaja. Merokok pada remaja bisa  dicegah dengan cara memberikan informasi kepada remaja tentang bahaya-bahaya yang disebabkan dari kebiasaan merokok.

  1. Minum Minuman Beralkohol

Konsumsi minuman beralkohol tidak menjadi tindak kriminalitas jika dikonsumsi dalam takaran yang benar. Akan tetapi, bisa menjadi suatu hal yang menyangkut kriminalitas baik pada usia remaja maupun pada usia dewasa jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan dan membuat peminumnya tak sadarkan diri bahkan bertindak yang tidak wajar. Oleh sebab itu, perlu upaya untuk menanamkan kepada remaja terkait bahaya mengonsumsi minuman keras.

  1. Mengonsumsi Obat-obatan Terlarang

Obat-obatan terlarang merupakan jenis obat-obatan yang tidak dijual bebas di pasaran. Mengonsumsi obat-obatan tersebut dapat memberikan efek melayang pada pengkonsumsinya. Namun dari efek mengonsumsi obat-obatan terlarang dapat timbul bahaya-bahaya yang merugikan.

Upaya untuk mencegah remaja dalam mengonsumsi obat-obatan terlarang adalah memberikan informasi tentang bahaya-bahaya yang dapat terjadi.

  1. Pencurian

Mencuri adalah kegiatan mengambil barang yang menjadi hak orang lain. Mencuri merupakan suatu bentuk kriminalitas. Cara mencegah remaja mengambil barang yang bukan miliknya adalah menanamkan pendidikan moral terhadap remaja agar hal tersebut tidak terjadi.

  1. Perjudian

Perjudian dilakukan untuk mengadu nasib dengan cara mengorbankan harta benda. Perjuadian dapat tergolong dalam pengertian kriminalitas. Perlu upaya pencegahan terjadinya perjudian pada remaja dengan cara memberikan pendidikan agama pada remaja.

  1. Perampokan

Perampokan adalah bentuk kriminalitas dengan cara meminta barang orang lain dengan cara paksa. Perampokan bisa dicegah dengan cara memberikan sanksi berat kepada pelakunya baik itu usia remaja maupun usia dewasa.

Itulah tadi penjelasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan jenis-jenis kenakalan remaja yang ada dalam kehidupan sehari-hari dan cara mengatasinya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan dan referensi yang mendalam. Trimakasih,

Daftar Sumber Tulisan
  • Juvenile Delinquency dari https://legaldictionary.net/juvenile-delinquency/
  • Juvenile delinquency dari https://en.wikipedia.org/wiki/Juvenile_delinquency
  • Juvenile delinquency dari http://www.legalservicesindia.com/article/626/Juvenile-delinquency.html
  • Types of Delinquency Refereed by Howard Becker dari http://www.yourarticlelibrary.com/essay/juvenile-delinquency/types-of-delinquency-refereed-by-howard-becker/43996
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *