20 Contoh Lembaga Pendidikan di Masyarakat dalam Keseharian

Diposting pada

Contoh Lembaga Pendidikan di Masyarakat

Wujud lembaga pendidikan pada hakikatnya tidak selalu identik dengan contoh lembaga sosial formal, yaitu sekolah. Namun disisi lainnya, setidaknya terdapat tiga pilar dalam arti pendidikan yang wajib dilaksanakan oleh setiap orang, yaitu pendidikan formal, pendidikan non formal, dan pendidikan informal yang kesemuanya sangatlah mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan lebih lanjut adanya lembaga pendidikan harus berperan dengan baik karena berhubungan erat dengan peningkatan keterampilan dan kemampuan yang diharapkan nantinya menjadi kunci dalam keberhasilan pembangunan yang dilakukan.

Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan adalah usaha sadar dan terencana yang memiliki tujuan mewujudkan cita-cita luhur setiap manusia, dimana prihal inilah lembaga pendidikan berperan dalam upaya pembentukan pribadi yang religius, berkepribadian yang luhur, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan oleh individu dalam lingkungan sosial bermasyarakat.

Contoh Lembaga Pendidikan

Contoh adanya lembaga pendidikan di Indonesia beserta fungsinya yang ada di kehidupan masyarakat. Antara lain;

  1. Lembaga Formal

Sekolah sejatinya memiliki fungsi sebagai pemberi pelayanan pengajaran dalam belajar kepada suatu generasi muda dalam mendidik masyarakat. Lembaga pendidikan formal terdiri dari beberapa jenis seperti pendidikan umum, kejuruan, vokasi, profesi, keagamaan, dan khusus.

Contoh Lembaga Formal

Diantaranya;

  1. Sekolah Dasar (SD)
  2. Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  3. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  4. Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  5. Sekolah Menengah Atas (SMA)
  6. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
  7. Madrasah Aliyah (MA)
  8. Perguruan Tinggi/Universitas/Institut

Setidaknya yang perlu diketahui bahwa adanya lembaga pendidikan formal dalam contoh yang disebutkan diatas untuk SD, SMP, SMA dikelola terpusat untuk Kementrian Pendidikan sedangkan bagian MI, MTs, dan MA dikelola langsung oleh Kementrian Agama.

  1. Lembaga Non Formal

Dalam sosiologi pendidikan yang dimaksud dengan pendidikan non formal ini diselenggarakan untuk suatu kepentingan masyarakat yang memerlukan layanan terkait dengan sistem sosial kependidikanan. Dimana untuk pendidikan nonformal ini mempunyai fungsi sebagai penambah lembaga pendidikan, atau menjadi pelengkap pendidikan formal dalam rangka untuk mendukung pendidikan sepanjang hayat.

Contoh Lembaga Non Formal

Diantaranya;

  1. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
  2. Pemberantasan Buta Aksara (PBA)
  3. Community Learning Center (CLC)
  4. Pondok Pesantren
  1. Lembaga Informal

Lembaga pendidikan informal adalah suatu kegiatan pendidikan keluarga. Lingkungan keluarga adalah suatu lingkungan pendidikan pertama yang ditemui karena di dalam keluarga inilah seorang anak pertama kali akan mendapatkan didikan dan bimbingan didalam keluarga.

Pendidikan keluarga juga ini dikatakan sebagai lingkungan yang utama karena sebagai besar kehidupan anak berada dalam sebuah lingkungan keluarga.

Contoh Lembaga Informal

Diantaranya;

  1. Pendidikan Usia Dini (PAUD)
  2. Taman Pendidikan Al Quran (TPA)
  3. Kelompok Belajar
  4. Lembaga Pelatihan
  5. Pusat Kegiatan Belajar
  6. Majelis Taklim
  7. Partai politik
  8. Lembaga Kursus Belajar Bimbel

Sedangkan untuk kegiatan yang termasuk menjadi naungan dalam pendidikan informal ini. Misalnya saja;

  1. Dengan membantu Ibu memasak secara tidak langsung membuat anak juga ikut belajar
  2. Dengan membantu memberikan tanya jawab kepada adik menjelang Ujian Nasional secara tidak langsung membuat kita juga belajar
  3. Dengan membantu mengurus keponakan secara tidak langsung kita belajar cara bagaimana mengurus anak
  4. Mendengar dan memahami nasehat orangtua setiap kali memberikan masukan kepada anaknya
  5. Dengan mendengarkan cerita dan pengalaman orang tua di rumah secara tidak langsung memberikan pelajaran bagi anak

Fungsi dan Peranan Lembaga Pendidikan

Adapun fungsi dan peranan yang ada dalam lembaga pendidikan, yakni:

  1. Sosialisasi

Fungsi dalam bentuk sosialisasi ini dilaksanaan melalui berbagai program dan kurikulum pendidikan di sekolah sehingga transformasi atas pemasukan sekaligus pembentukan beragam nilai-nilai budaya dapat selaras dengan pendidikan lainnya.

  1. Pengendalian Sosial

Fungsi dalam contoh pengendalian sosial memiliki peran untuk mengontrol kehidupan sosial dengan cara menanamkan nilai-nilai dan norma kepada para peserta didik. Dengan adanya fungsi kontrol sosial ini maka diharapkan para peserta didik memiliki karakter yang berkualitas sehingga tatanan dalam pengertian masyarakat yang harmonis dapat terwujud.

Demikianlah penjelasan mengenai contoh lembaga pendidikan di Indonesia dan fungsinya. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa menambah wawasan, juga menambah pengetahuan bagi segenap pembaca yang sedang mendalami serta mencari referensi mengenai ‘lembaga pendidikan’.

Rating: 3.8/5. From 10 votes.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *