Contoh Transmigrasi Bedol Desa, Spontan, Lokal, dan Sektoral

Diposting pada

Contoh Transmigrasi

Salah satu bentuk organisasi sosial yang ada di Indonesia sistem kepengurusan untuk para transmigrasi adalah PATRI kepanjangan dari Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia. Dimana pada tahun 2019 sampai 2014 diketuai oleh Ir. H. Sunu Pramono Budi, MM.

Contoh organisasi sosial ini setidaknya mencerminkan bahwa di Indonesia sendiri dalam upaya pemerataan penduduk dilakukan berbagai jenis transmigrasi, Seperti transmigrasi bedol desa, spontan/swakarya, lokal, sektoral, keluarga, dan lain sebagainya. Tetapi yang pasti untuk proses transmigrasi di Indonesia sendiri pertamakali terjadi di Provinsi Lampung pada masa Orde Baru.

Transmigrasi

Transmigrasi adalah mobilitas sosial kependudukan yang terjadi dalam suatu wilayah dengan padat penduduk ke wilayah yang masih jarang penduduknya.

Adapun untuk tujuan utama yaitu untuk memindahkan jutaan orang Indonesia dari pulau-pulau dalam yang padat penduduk (Jawa, Bali, Madura) ke luar pulau-pulau yang kurang padat penduduknya, selain itu untuk mencapai pembangunan demografis yang lebih seimbang serta mengentaskan berbagai jenis kemiskinan dengan menyediakan lahan dan peluang baru untuk menghasilkan pendapatan bagi pemukim miskin yang tidak memiliki lahan, untuk memanfaatkan secara lebih efektif “potensi” dari “pulau-pulau terluar”.

Contoh Transmigrasi

Sebagai upaya memberikan penjelasan yang lengkap. Berikut ini merupakan contoh dari transmigrasi berdasarkan pada jenisnya. Antara lain;

  1. Transmigrasi Bedol Desa

Transmigrasi bodol desa merupakan salah satu bentuk perpindahan penduduk yang dilakukan secara masal, bukan hanya masyarakat satu desa yang melakukan mobilitas akan tetapi semua aparatur pemerintah di dalamnya juga berpindah.

Penyebab terjadinya transmigrasi bodol desa ini salah satunya ialah adanya proyek yang dilakukan pemerintah pada wilayah tertentu.

Contoh Transmigrasi Bedol Desa

Misalnya saja ialah transmigrasi tang terjadi Waduk Gajah Mungkur yang berhasil memindahkan masyarakat dari 7 kecamatan ke wilayah Sitiung, Provinsi Sumatera Barat. Alasannya karena pembangunan proyek waduk yang dilakukan pemerintah ini guna menunjang sistem perairan yang ada wilayah keresidenan Solo.

  1. Transmigrasi Spontan

Trasmigrasi spontan merupakan bentuk transmigrasi yang dilakukan oleh masyarakat secara mandiri, akan tetapi ditunjang oleh pemerintah pusat dalam upaya pemenuhan arti kebutuhan dasar yang dimilikinya. Sistem yang ada dalam transmigrasi seperti ini dilakukan untuk memberikan kesadaran dan mengatasi permasalah penduduk di Indonesia, salah satunya pemerataan pekerjaan.

Contoh Transmigrasi Spontan/Swakarya

Misalnya saja;

  1. Masyarakat di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung kebanyakan berasal dari Pulau Jawa. Khususnya Jawa Timur dan Jawa Tengah. Penyebabnya karena dalam sejarahnya daerah tersebut banyak dijadikan tempat trasmigrasi
  2. Desa Sukamaju, Kecamatan Banjar Margo, Provinsi Lampung. Bisa dikatakan sebagai daerah yang melakukan bentuk transmigrasi swakarya. Alasannya karena keseluruhan warganya adalah pendatang, baik Jawa, Sunda, ataupun Bali.
  1. Transmigrasi Lokal

Transmigrasi lokal adalah bentuk perpidahan penduduk yang dilakukan antar daerah tetapi masih dalam satu Provinsi. Perpindahan ini terjadi karena adanya keinginan pemerintah pusat untuk memberikan pemerataan dalam pembangunan dan juga pendidikan. Ciri khas terjadinya transmigrasi lokal ini dilakukan secara masal.

Contoh Transmigrasi Lokal

Misalnya saja;

  1. Perpindahan penduduk yang dilakukan oleh masyarakat di Kota Bandar Lampung ke wilayah Kabupaten Mesuji yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Lampung
  2. Pindahnya masyarakat Kabupaten Tapuni Tengah ke Kabupaten Tapanuli Selatan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Utara
  1. Transmigrasi Sektoral

Transmigrasi sektoral adalah perpidahan penduduk yang dilakukan dengan alasan pekerjaan atau jenis tenaga kerjanya dibutuhkan dalam wilayah tertentu. Adapun tujuan dari transmigrasi ini ialah untuk menunjang pembangunan di daerah yang dituju, ciri khas dalam proses transmigrasi ini biayanya dipenuhi oleh para transmigran dan juga pemerintah.

Contoh Transmigrasi Sektoral

Misalnya saja, pindahnya penduduk DKI Jakarta ke Provinsi Kalimantan Utara, khususnya di Kota Tarakan bersama keluarga untuk berekerja dalam bidang industri perminyakan.

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa transmigrasi beberapa tahun terakhir, baik dari pemerintah atau dari kelompok sosial yang membentuk organisasi. Tetapiyang pasti, untuk program transmigrasi ditentukan bukan oleh kebutuhan yang dirasakan untuk mengubah program tetapi oleh perubahan besar di bidang kebijakan lain, seperti desentralisasi dan ekonomi.

Adapun untuk beberapa dampak transmigrasi sendiri, antara lain;

  1. Kendala keuangan yang substansial sebagai akibat dari krisis ekonomi yang terjadi di wilayah tertentu
  2. Kontrol ketat atas pengeluaran pemerintah melalui program penyesuaian struktural IMF dan peningkatan pengaruh kelompok kreditor yang dipimpin IMF atas keputusan anggaran domestik
  3. Banyaknya pemebutan desentralisasi/otonomi daerah
  4. Fenomena baru terkait dengan pengungsi politik dan lingkungan

Itulah tadi penjelasan yang bisa dibagikan pada semua pembaca berkenaan dengan contoh dari transmigrasi bedol desa, spontan/swakarya, lokal, dan sektoral yang terjadi di Indonesia. Semoga saja memberikan pemahaman untuk kalian yang sedang membutuhkannya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *