Contoh Disorganisasi Keluarga yang Ada di Masyarakat

Diposting pada

Bentuk Disorganisasi Keluarga

Disorganisasi keluarga menjadi salah satu bahasan penting dalam sosiologi keluarga, hal ini lantaran setiap kehidupan manusia dalam membina hubungan bersama-sama senantiasa mengalami konflik yang lumrahnya memang terjadi. Latar belakang terjadi bisa karena adanya perbedaan pendapat, pembagian harta, relasi kuasa yang berlebihan, ataupun yang lainnya. Oleh karena itulah dalam artikel ini secara lenagkap akan membagikan tentang contoh arti disorganisasi dalam keluarga.

Disorganisasi Keluarga

Disorganisasi keluarga adalah situasi dimana ketidakharmonisan keluarga terjadi akibat adanya kegagalan masing-masing anggota keluarga dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan status dan perannya masing-masing.

Ketidakharmonisan dalam kehidupan keluarga dapat menjadi pemicu ketidakharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Contoh Disorganisasi Keluarga

Dalam upaya menjelaskan tentang disorganisasi keluarga, maka berikut di bawah ini akan tertulis berbagai contoh sebab disorganisasi keluarga yang sering terjadi di dalam masyarakat. Antara lain;

  • Hubungan di Luar Nikah

Hubungan di luar nikah yang pernah terjadi cenderung akan memberikan efek trauma bagi pihak korban. Akan ada rasa tidak percaya pada diri sendiri dan orang lain. Kondisini inipula menyebabkan bahwa hubungan di luar nikah menjadi salah satu contoh masalah sosial yang ada di Indonesia.

  • Pisah Ranjang

Ketidakharmonisan antara suami dan istri tidak jarang memaksa keduanya untuk pisah ranjang. Komunikasi akan mulai menurun setelah terjadi pisah ranjang, apabila di dalam situasi ini tidak ada satu pihak yang mencoba mengalah maka disorganisasi keluarga akan berlangsung semakin parah.

  •  Buruknya Komunikasi

Perkembangan zaman tidak melulu memberikan dampak yang baik bagi keberlangsungan sebuah keluarga apabila tidak dimanfaatkan dengan baik. Sebuah keluarga berada di dalam satu rumah yang sama namun tidak pernah berkumpul bersama setelah keberadaan smart phone.

  • Hilangnya Pemimpin Keluarga

Kehadiran sosok ayah atau ibu sebagai pemimpin keluarga sangat signifikan bagi keharmonisan suatu keluarga. Apabila pemimpin keluarga yang memberikan penghidupan berupa jasmani dan rohani tidak ada dalam satu keluarga maka disorganisasi keluarga-pun tidak dapat dihindari.

  • Persoalan Kejiwaan

Setiap manusia tak akan dapat terhindarkan dari gangguan mental yang menyerang kejiwaan, tanpa terkecuali sebuah keluarga. Apabila tidak siap dengan persoalan kejiwaan yang menyerang maka sebuah keluarga cenderung mengalami depresi dan menyalahkan keadaan.

  • Pernikahan tidak sah

Disorganisasi keluarga yang disebabkan oleh karena hubungan-hubungan yang dibangun tidak berdasarkan ikatan perkawinan yang sah juga seringkali terjadi khususnya di Indonesia. Contohnya masih marak dilakukan kawin lari oleh pasangan-pasangan yang tak mendapat restu, atau mengalami permasalahan-permasalahan keluarga lain.

  • Perceraian

Perceraian menjadi salah satu contoh penyebab disorganisasi keluarga yang juga sering terjadi di Indonesia. Keluarga broken home sebagian besar meninggalkan luka mendalam bagi anak-anak yang ditinggalkan dan juga pihak suami ataupun istri.

  • Alkohol dan obat terlarang

Anggota keluarga yang memiliki kecanduan akan alkohol dan obat-obatan terlarang cenderung memberikan dampak yang buruk tidak hanya bagi kesehatan pemakainya tetapi juga pada keharmonisan keluarga. Hal ini lantaran segenap emosinya tidak mudah diktendalikan sehingga menyebabkan adanya KDRT.

  • Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi seringkali memicu terjadi disorganisasi keluarga. Ekonomi keluarga yang begitu kekurangan ataupun begitu berkecukupan, tidak mampu menjamin hubungan di dalam relasi keluarga berjalan harmonis dan bahagia.

  • Perselingkuhan

Adanya pihak ketiga yang memicu terjadinya perselingkuhan yang dilakukan menjadi alasan kuat terjadinya disorganisasi keluarga. Perselingkuhan inipula menjadi salah satu bukti bahwa tidak setianya seseorang kepada ikatan keluarga.

  • Toxic Parents

Orang tua yang memiliki perilaku toxic atau tidak memberikan pengaruh baik bagi keluarga menjadi satu dari sekian banyak poin yang mengakibatkan terjadinya disorganisasi di dalam keluarga. Orang tua yang rasis, tidak humanis, kolot akan perubahan, tidak terbuka, menjadi contoh perilaku orang tua yang toxic.

  • Tindakan amoral

Dewasa ini banyak orang tua ataupun anak yang melakukan tindakan amoral terhadap sesama anggota keluarga, seperti tidak saling menghormati, perasaan iri, sampai tindakan terlarang dengan mencabuli yang sungguh irasional.

  • Lingkungan rumah

Lingkungan sekitar pemukiman rumah juga memiliki pengaruh besar pada bagaimana kelangsungan hidup suatu keluarga. Sebagai contohnya, bagaimana kehidupan keluarga dengan pemukiman di seputaran pangkalan preman akan akrab dengan kata-kata dan tindakan keras dan kasar.

  • KDRT

Tidak akan ada yang membenarkan perilaku kekerasan di aspek manapun, kekerasan dalam rumah tangga atau biasa disingkat KDRT akan berpengaruh pada keberlangsungan keharmonisan keluarga apabila terjadi terus menerus dalam jangka waktu panjang.

  • Over Protective

Segala sesuatu yang berlebihan tidak akan berjalan baik, seperti halnya orang tua yang memiliki karakter over protective terhadap anaknya seringkali akan menimbulkan perasaan takut dan depresi, lebih cepat memicu terjadinya disorganisasi di dalam keluarga.

Itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan beragam contoh-contoh penyebab disorganisasi keluarga yang ada di masyarakat. Semoga melalui artikel ini memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi semuanya. Trimakasih,

Rating: 3.0/5. From 2 votes.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *