Pengertian Disorganisasi Keluarga, Bentuk, Contohnya

Diposting pada
4.7/4 - (4 votes)

Pengertian Disorganisasi Keluarga

Keluarga dalam objek kajian sosiologi menjadi salah satu bahasan penting yang harus dilakukan. Dalam keluarga ini ada sejumlah unit kelompok terkecil yang mampu menanamkan arti nilai dan norma sosial serta mencegah segala contoh permasalahan sosial yang akan terjadi.

Akan tetapi meskipun demkian, kadangkala fungsi keluarga dan perannya bisa berjalan tidak semestinya, lantaran ada keretakan (disorganisasi) yang melatar belakanginya. Seperti halnya dengan perceraian yang akhirnya memisahkan antara ayah dan ibu.

Disorganisasi Keluarga

Disorganisasi keluarga merupakan pencampuran antara dua istilah kata. Yakni disorganisasi yang bermakna rusaknya tatanan sosial akibat adanya problema sehingga menjadikan kahancuran atau keretakan dalam fungsi sosial, sedangkan pengertian keluarga adalah lingkungan sosial yang mempunyai ikatan kuat karena adanya hubungan darah yang mengalir.

Pengertian Disorganisasi Keluarga

Disorganisasi keluarga adalah tidak berjalan fungsi dan peranan keluarga secara maksimal sehingga akan memberikan pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat secara umum, dimana untuk proses terjadinya disorganisasi (keretakan) keluarga ini dilatar belakangi dengan adanya masalah dalam anggota-anggota masyarakat, yang dianggap gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan peranan sosialnya.

Pengertian Disorganisasi Keluarga Menurut Para Ahli

Adapun untuk definisi disorganisasi keluarga menurut para ahli, antara lain;

  1. KBBI, Pengertian disorganisasi keluarga adalah keadaan tanpa adanya keteraturan sosial sehingga menyebabkan kekacauan pada tipe lembaga sosial.

Bentuk Disorganisasi Keluarga

Bentuk Disorganisasi Keluarga
Bentuk Disorganisasi Keluarga

Macam-macam bentuk yang menyebabkan terjadi dalam keretakan keluarga (broken home) tersebut, di antaranya;

  1. Keluarga yang tidak lengkap muncul akibat dari hubungan di luar nikah.
  2. Keluarga yang mengalami pisah ranjang atau perceraian.
  3. Buruknya komunikasi di dalam keluarga, yang bisa disebabkan karena adanya kesibukan dalam mengurus anak dan mengurus keuangan.
  4. Hilangnya pimpinan rumah tangga atau orang yang berkedudukan sebagai pimpinan karena meninggal, dihukum, atau bertugas ke luar kota dalam jangka waktu lama
  5. Terganggunya kesimbangan jiwa (gila) salah satu anggota keluarga, terutama jika menimpa ayah dan ibu.

Contoh Disorganisasi Keluarga

Berbagai contoh sosial yang menucul dari adanya disorganisasi keluarga, diantaranya adalah sebagai berikut;

  1. Hubungan di Luar Nikah

Perubahan sosial pada saat ini menjadi penyebab banyaknya para remaja wanita yag hamil di luar ikah, kehemilannya tentsuaja menjadi penyebab anak dalam kanduangannya tanpa memiliki seorang ayah, anak tidak mengetahui ayahnya, atau istri tanpa suami.

Contoh permasalahan ini seringkali terjadi, oleh karena demikian, dalam hal ini ayah kandung gagal dalam mengisi peran sosialnya, begitu pula keluarga pihak ayah dan ibu anak yang bersangkutan. Maka tak khayal, permasalahan klasik seperti ini menjadi penyebab peroalan perpecahana dalam keluarganya.

  1. Pisah Ranjang

Permasalah lainnya, mengenai disorganisasi keluarga karena disebabkan pisah ranjang. Pisah ranjang menjadi pemicu keretakan dalam rumah tangga, yang banyak faktor melandasi keretan rumah tangga ini. Ada faktor ekonomi, sosial, atau faktor tekanan dalam keluarganya.

  1. Buruhknya Komunikasi

Komunikasi sosial sangatlah penting dilakukan dalam setiap kegiatan dalam hubungan keluarga. Dengan memberikan komunikasi yang baik maka perpecahan akan sulit dihindari, akan tetapi sebalinya. Dengan adanya komunikasi yang buruk perpecahan dalam masyarakat akan mudah diterima, oleh karena itulah dalam cangkupannya. Komuniasi menjadi persoalan yang harus dilakukan dalam hubungan keluarga.

  1. Hilangnya Pemimpin Keluarga

Kehilangan pemimpin keluarga akan menjadi penyebab munculnya disorganisasi keluarga, hal ini berlatar belakang karena akar permusuhan menjadi gejolak yang memperesbutkan pucuk kepemimpinan. Oleh karenannya, pemimpin dalam keluarga ini bisa dilakukan dengan memilih suami atau ayah dalam keluarganya.

  1. Tergantunya Persoalan Kejiwaan

Contoh lain yang menjadi pemucul dari adanya disorganisasi keluarga adalah kemuculan mengenai terganggunya kejiawaan yang dialami oleh ayah atau ibu. Realitas sosial ini pada akhirnya menjadi penyebab karena dengan adanya disorganisasi keluarga lantaran permasalahan-permasalahan yang dialami oleh keluarga tidak bisa diselesaikan dengan baik dan juga diselesaikan dengan maksimal.

Demikianlah tulisan mengenai pengertian disorganisasi keluarga menurut para ahli, macam, dan contohnya. Semoga dengana adanya tulisan ini dapat menjadi referensi dan menmabah banyak pemahaman pembaca, terutama yang pada saat ini sedang membutuhkannya.

Rating: 2.8/5. From 4 votes.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *