Pengertian Chauvinisme, Dampak, dan Contohnya

Diposting pada

Chauvinisme Adalah

Pada tahun 1960 ada istilah yang mulai dikenal dan populer, yakni chauvinisme. Sikap chauvinisme masih ada dalam sebagian pengertian masyarakat dan ini sebaiknya dihilangkan atau dihindari. Selanjutnya, pada artikel ini akan membahas pengertian chauvinisme, dampak, dan contohnya.

Chauvinisme

Seorang tentara yang setia pada Napoleon Banoparte, yakni Nicolas Chauvin yang pertama kali mencetuskan istilah chauvinisme. Chauvin tetap setia dan sangat loyalitas pada Napoleon, meskipun Napoleon telah kalah dan bahkan dibuang di pulau St. Helena.

Pengertian Chauvinisme

Definisi chauvinisme, sovinisme, atau sauvinisme, tapi umumnya disebut chauvinisme adalah sikap, perilaku, atau tindakan yang berlebihan bahkan rela berkorban pada apa yang ia percayai bahkan rela mengorbankan nyawanya. Dengan kata lain, chauvinisme merupakan fanatisme yang ekstrim.

Pengertian Chauvinisme Menurut Para Ahli

Pengertian chauvinisme menurut beberapa para ahli adalah antara lain sebagai berikut:

Mirandalaurensi

Definisi chauvinisme dalam pandangan Mirandalauvensi ialah bentuk perilaku yang terlalu mengagungkan atau memuja-muja Negaranya, sehingga memandang Negara tetangga dengan sebelah mata atau remeh.

Inoviana

Menurut Inoviana, bahwa pengertian chauvinisme merupakan istilah yang merujuk atau mengarah pada keadaan kesetiaan atau loyalitas keras kepada pihak tertentu tanpa memperdulikan pandangan pihak yang lainnya

ST-Times

Selanjutnya, ST-Times mengatakan bahwa penjelasan tentang chauvinisme merupakan rasa cinta yang secara berlebihan atau fanatik pada tanah air sendiri diikuti dengan merendahkan bangsa yang lainnya.

Berdasarkan penjelasan tentang pengertian chauvinisme dari beberapa menurut para ahli di atas, maka bisa disimpulkan bahwa chauvinisme ialah ajaran dan paham atau aktualisasi dari bentuk perasaan cinta dan bangga diikuti loyalitas tinggi yang berujung pada fanatisme kepada tanah air atau Negaranya.

Dampak Chauvinisme

Berdasarkan definisinya, arti chauvinisme memiliki dampak yang buruk oleh karena itu harus dihindari. Namun nyatanya, chauvinisme memiliki dampak negatif juga dampak positif dalam aktualisasi atau atas wujud kemunculannya adalah antara lain sebagai berikut;

Dampak Negatif

Paham atau ideologi chauvinisme yang secara ekstrim pada diri individu akan mengakibatkan dampak yang buruk. Adapun dampak negatif dari chauvinisme antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Mengubah kepribadian individu atau komunitas ke arah yang buruk, yakni menjadi pola pikir yang konservatif. Selain itu, ia menjadi tertutup atau antisosial, sombong, kejam, keras kepala, dan menghina pihak yang lain.
  2. Dalam konteks negara dan bangsa, chauvinisme ini akan melahirkan atau menyebabkan racun dalam perdamaian dunia yang berujung pada pertikaian, perpecahan, bahkan pemicu peperangan antarnegara yag menimbulkan banyak kerugian antar kedua belah pihak.
  3. Individu, kelompok, ataupun komunitas yang berpegang pada chauvinisme, pasti melupakan pada Tuhan yang maha kuasa atas penciptaan dan seluruh alam ini.
  4. Perasaan yang tertutup, mencurigai, dan tidak percaya pada negara atau pihak lain akan mengganggu dalam proses pembangunan ekonomi. Terjadi kemandekkan yang disebabkan tidak menerima pandangan dari pihak lain.
  5. Menjauhi diri dari pihak atau bangsa yang lain, dengan kata lain enggan untuk bersahabat dengan pihak tertentu.
  6. Tertanam dalam pikirannya terkait hal-hal yang negatif atas kebaikan dari pihak atau negara yang lain bagi pihaknya.
  7. Bagi pemimpin dengan paham chauvinisme ini, tanpa ragu-ragu dengan ambisius yang kuat demi mendapatkan kekuasaan akan menyerang pihak atau negara yang lain.

Dampak Positif

Selanjutnya, dampak positif dari paham chauvinisme, secara faktual paham atau ideologi ini mampu memperat atau lebih mengintimkan kesatuan masyarakat supaya patuh atau tunduk pada pemerintahannya. Oleh karena, hal ini sesuai dengan sejarah lahirnya istilah chauvinisme dari tindakan yang dilakukan oleh  Nicolas Chauvins.

Dampak Chauvisnisme Bagi Suatu Negara

Seperti yang disebutkan di atas, paham ini analogi adalah pedang bermata dua. meski mengajarkan kesetiaan pada negara, tetapi pada praktiknya wujud rasa cinta negara tersebut berlebihan dan justru mengakibatkan perpecahan.

Secara keseluruhan, chauvinisme lebih dominan berdampak pada hal yang negatif. Dampak negatif lebih banyak cenderung menimbulkan kontra yang sungguh kontroversial diikuti dengan pandangan yang buruk pada negara atau bangsa yang lain terhadap negara atau bangsa sendiri daripada dampak positifnya.

Contoh Chauvinisme

Adapun contoh dari paham chauvinisme ini adalah antara lain sebagai berikut;

Chauvinisme dalam Konteks Partai 

Individu yang berada dalam suatu pengertian budaya politik (partai) dan memiliki pandangan chauvinis memandang partainya dalah hidup dan matinya akan selalu siap pasang badan untuk partainya meskipun partainya tersebut bersalah. Selengkapnya, baca; Pengertian Lembaga Politik, Ciri, Fungsi, Konsep, dan Contohnya

Chauvinisme dalam Sikap Pemimpin

Jerman mempunyai pemimpin yang diktaktor, kejam, dan bermusuhan dengan bangsa yang lain, utamanya bangsa Yahudi, ia adalah Adolf Hitler. Hitler mengutarakan bahwa Jerman di atas segalanya dalam dunia dan menganggap ras Jerman adalah ras arya sehingga menganggap bangsa lain tidak pantas ada.

Chauvinisme dalam Agama

Chauvinisme dalam agama sangat rentan sekalo, dan selalu berujung pada isu SARA. Faktanya, di Indonesia hal ini terjadi, misalnya dalam pemilihan cagub dan cawagub di Jakarta periode sebelumnya, merusak tempat ibadah agama yang lain tanpa adanya contoh toleransi, bahkan dalam pemilihan capres dan cawapres mendatang, dan lain sebagainya. Baca KajiannyaSosiologi Agama: Pengertian, Ruang Lingkup, Fungsi, dan Contohnya

Negara yang Menerapkan Paham Chauvinisme

Ada beberapa negaram selain Jerman, yang pemimpinnya menerapkan paham chauvinisme adalah antara lain sebagai berikut:

Italia

Selain Jerman, Italia pernah dipimpin oleh Benito Mussolini yang juga menganut paham chauvinisme sehingga mengaggap negara lain sebagai penjiplak, tidak mempunyao daya kreatif ketimbang Italia.

Jepang

Jepang atau sering disebut negeri sakura ini, dulu pernah dipimpin oleh seorang pemimpin yang tergolog dalam aliran chauvinisme, ia adalah Tenno Haika. Menurutnya atau ia memandang negara lain tidak lebih baik dari negera Jepang. Dengan kata lain, Negara Jepang adalah negara yang terbaik di dunia.

Demikianlah penjelasan tentang pengertian chauvinisme, dampak, beserta contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan pencerahan serta menambah edukasi pengetahuan kepada segenap pembaca sekalian. Terimakasih.

Berikan Rating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *