Contoh Tindakan Afektif di Masyarakat

Diposting pada
Tindakan Sosial Afektif
Tindakan Sosial Afektif

Dalam teori tindakan sosial menurut Max Weber yang terjadi dalam lingkungan sosial bermasyarakat senantisa memicu sarana dan tujuan bagi pelaku sosial yang ingin mencapai sesuatu yang spesifik. Prihal ini misalnya saja sebuah perusahaan menyelenggarakan kegiatan untuk setiap individu dan memberikan peran yang berbeda untuk setiap karyawan, tapi setiap tindakan yang dilakukan oleh karyawan terhubung satu sama lain untuk menjaga organisasi tersebut tetap berjalan.

Namun, disisi lainnya bentuk tindakan sosial ini terbagai dalam berbagai macam. Ada yang bersifat tradisional, berorientasi pada nilai, dan afketif. Kesemuanya sangatlah mudah ditemukan dalam kehidupan sehari.

Tindakan Afektif

Tindakan sosial afektif yang juga dikenal sebagai tindakan emosional adalah tindakan yang diambil karena emosi seseorang untuk mengekspresikan perasaan pribadi. Prihal ini misalnya balas dendam, cinta, kesetiaan, dan lain-lain.

Arti afektif sendiri dibagi menjadi dua subkelompok, yaitu reaksi yang tidak terkendali dan ketegangan emosional. Dimana dalam reaksi yang tidak terkendali, tidak ada pengekangan dan kurangnya kebijaksanaan. Seseorang dengan reaksi yang tidak terkendali menjadi kurang cenderung untuk mempertimbangkan perasaan orang lain seperti perasaan mereka sendiri.

Adapun ketegangan emosional berasal dari keyakinan dasar bahwa seseorang tidak layak atau tidak berdaya untuk mendapatkan aspirasi terdalamnya. Ketika aspirasi tidak terpenuhi, ada gejolak internal. Seringkali sulit untuk menjadi produktif dalam masyarakat karena kehidupan yang tidak terpenuhi.

Contoh Tindakan Afektif

Adapun untuk contoh tindakan sosial afektif, antara lain:

  1. Seseorang atau sekelompok orang yang bersorak setelah kemenangannya dalam mengikuti suatu pertandingan atau perlombaan
  2. Seseorang yang menangis di pemakaman karena ada salah satu anggota keluarganya yang meninggal dunia
  3. Seorang siswa yang menangis karena dihukum oleh gurunya karena ketahuan mencontek kepada temannya ketika ulangan
  4. Seseorang yang menangis saat mendengarkan lagu-lagu yang sedih. Tindakan itu merupakan respon spontan yang terjadi begitu saja ketika dia mendengarkan lagu karena dia terbawa perasaan denga nisi dari lagu tersebut
  5. Seorang perempuan yang tersenyum bahagia atas kelahiran anaknya meskipun dia masih masih merasakan sakit secara fisik setelah melahirkan. Senyuman itu merupakan ekspresi bahagia karena dia bersyukur telah menjadi seorang ibu
  6. Jika seseorang menggoda seorang gadis di dalam bus, gadis itu pasti akan sangat kesal sehingga dia mungkin akan menampar orang yang menggodanya. Dia telah diprovokasi sedemikian rupa sehingga dia bereaksi dengan keras. Dalam contoh ini, tindakan didefinisikan tidak dengan mengacu pada tujuan atau sistem nilai, tetapi oleh reaksi emosional dari seorang aktor yang ditempatkan dalam serangkaian keadaan tertentu
  7. Seseorang yang mengekspresikan kasih sayang dengan memberikan hadiah kepada orang yang dicintainya. Misalnya memberikan hadiah bunga untuk menandakan bahwa pasangan mengingat hari istimewa (seperti ulang tahun, atau hari jadi perniakahan)
  8. Seorang pria yang suka tinggal di tempat tertentu karena merasa senang tinggal di sana, meskipun di tempat lain peluangnya (misalnya untuk mendapatkan uang, kesempatan kerja) jauh lebih baik. Dalam hal ini, dia membuat keputusan yang tidak rasional dan emosional untuk tinggal di tempat tertentu, meskipun ada tempat lain yang ‘lebih baik secara rasional’
Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan. Khususnya pada tindakan sosial dikemukakan oleh seorang sosiolog Jerman, Max Weber senantisa berusaha untuk menyoroti pentingnya perilaku manusia yang berkaitan dengan sebab dan akibat di bidang sosial. Menurut Max Weber, manusia menyesuaikan tindakan mereka sesuai dengan konteks sosial dan bagaimana tindakan tersebut mempengaruhi perilaku orang lain.

Oleh karena itulah hal ini dapat mencakup berbagai contoh tindakan misanya sebagai sukarelawan, memberi uang, aksi komunitas atau tindakan bertetangga dalam kehidupan sehari-hari. Yang pada dasarnya, memiliki beberapa ciri, diantaranya yaitu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain, tindakan sosial memiliki arah dan akibat (atau dengan kata lain, tindakan tersebut memiliki makna), dan tindakan tersebut mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang lain.

Nah, demikinalah artikel yang bisa kami kemukakan pada semua kalangan berkenaan dengan pengertian tindakan sosial afektif dan contohnya di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *