Teknik Analisis Data Kuantitatif dan Kualitatif

Diposting pada

Teknik Analisis Data Kuantitatif dan Kualitatif

Teknik analisis data bisa dikatakan pengolahan data menjadi salah satu kegiatan dalam penelitian, baik untuk penelitian kualitatif ataupun model penelitian kuantitatif.

Dimana untuk melakukan kegiatan ini pada umumnya dilakukan setelah semua data penelitian selesai di dapatkan dari lokasi ataupun tempat yang ditentukan oleh si peneliti. Meskipun begitu khusus untuk penelitian kualitatif apabila dianggap data-data kekuarangan disarankan untuk melengkapinya dengan melakukan tambahan wawancara ataupun observasi di lapangan.

Teknik Analisis Data

Analisa terhadap data kualitatif dan kuantitatif menjadi tahapan penelitian yang dilakukan untuk menginvestigasi, mentransformasi, serta mengungkap kembali pola-pola gejala sosial yang di dapatkan dalam penelitian. Sehingga hal ini dianggap sesuai dengan metode penelitian yang diambil.

Misalnya saja prihal ini kita menggunakan salah satu metode penelitian sosial dengan bentuk penelitin deskriptif. Maka, untuk pengelolaan data dilakukan dengan mentraskrip semua wawancara terstruktur ataupun wawancara tidak terstruktur, kemudian setelahnya dilakukan dengan mereduksi data, verivikasi, dan lainnya.

Pengertian Teknik Analisis Data

Teknik analisis data adalahsuatu proses analisis yang dilakukan dengan teknik-teknik tertentu, sehingga langkah ini hakekatnya haruslah sesuai dengan metode penelitian yang diambil serta instrumen penelitian yang dijalankan, hingga nantinya sesuai antara rumusan masalah, hasil penelitian, dan juga kesimpulan yang ada,

Pengertian Teknik Analisis Data Menurut Para Ahli

Adapun untuk definisi teknik analisis data menurut para ahli, antara lain;

  1. Sugiyono (2010), Teknik analisis data dalah proses penelitian yang sangat sukar dilakukan hal ini lantaran membutuhkan kerja keras, fikiran yang kreatif, dan kemampuan pengetahuan yang tinggi. Dalam pandangannya dalam teknik analisis data tidak bisa disamakan antara satu penelitian dengan peneliti yang lainnya, terutama mengenai metode yang dipergunakan
  2. Moleong (2007), Definisi teknik analisis data adalah kegiatan analisis-analisis dalam penelitian yang dilakukan dengan  menelaah seluruh data yang tersedia dari instrumen penelitian, yang terdiri dari cacatan, rekaman, dokumen, tes, dan lain sebagainya.

Macam Teknik Analisa Data

Macam Teknik Analisis Data
Macam Teknik Analisis Data

Adapun untuk macam-macam metode analisis data secara garis besar, khusus pada arti penelitian sosial dapat dilakukan dengan kualitatif ataupun bisa juga dengan kuantitatif. Penjelasan lengkapnya sebagai berikut;

  1. Kuantitatif

Teknik analisis dalam penelitian kuantitatif dahulu dilakukan secara manual. Artinya, setelah data yang telah terkumpul dihitung menggunakan rumus statistik. Akan tetapi seiring perkembangan zaman, teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif dapat dilakukan menggunakan software khusus untuk analisis data yang dinamakan statistical product and service solutions atau yang familiar dikenal dengan SPSS.

Oleh karena itulah metode analisis data kuantitatif secara umum melewati beberapa tahapan berikut;

  1. Pemeriksaan Data (Editing)

Tahapan awal untuk mengolah data yang telah terkumpul adalah proses editing. Proses ini bertujuan mengetahui kelayakan data guna melanjutkan analisis data penelitian pada tahap berikutnya. Editing digunakan untuk mengecek jawaban responden yang terdapat pada kuesioner.

Melalui tahap editing diharapkan peneliti dapat meningkatkan kualitas data yang hendak diolah dan dianalisis. Aspek-aspek yang sering diperhatikan dalam proses editing ialah kelengkapan jawaban, kejelasan tulisan, kejelasan makna jawaban, konsistensi antarjawaban, relevansi jawaban, dan keseragaman data.

Contoh Editting Data Kuantitatif

Prihal ini misalnya saja seorang peneliti sudah melakukan survai terhadap kepuasaan pelayananan Dinas Pendidikan Kota Surakarta. Maka, setelah data terkumpul si peneli tersebut mengecek satu persatu data yang sudah ada. Apakah ada yang tidak terisi ataupun ada yang jawabannya sama.

Jika terdapat permasalahan demikian maka, sudah seharusnya mengecek ulang jawaban dengan menelphon pihak yang bersangkutan.

  1. Pembuatan Kode (Coding)

Setelah tahap pemeriksaan data dianggap memadai, tahap selanjutnya ialah pembuatan kode (coding) yang dilakukan berdasarkan item pertanyaan pada kuesioner. Coding bertujuan untuk menyederhanakan data dengan cara memberikan simbol angka atau huruf pada setiap jawaban.

Coding juga menunjukkan proses klarifikasi jawaban responden berdasarkan jenis data penelitian yang telah terkumpul sehingga dapat dinamakan scoring. Mànfaat pembuatan Coding adalah mempermudah peneliti dalam proses analisis data dan mempermudah penyimpana data dalam jumlah besar.

Contoh Coding Data Kuantitatif

Coding erat kaitannya dengan bentuk data yang diperoleh Ada dua jenis data, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa angka (1, 2, dan 3).

Sementara itu, data kualitatif berhubungan dengan kategori misalnya (wanita manis, peserta didik berprestasi dan kekerasan terhadap anak). Kedua bentuk data tersebut dapat digunakan untuk pembuatan coding sesuai bentuk datanya.

  1. Memasukkan Data (Tabulating)

Tabulating bisa dikatakan sebagai proses memasukkan data yang sudah dikelompokkan dalam tabel-tabel yang mudah dipahami. Melalui tabulating, maka sudah seharusnya data lapangan terlihat Iebih ringkas dan dapat dibaca dengan mudah.

Mencatat skor secara sistematis memudahkan pengamat data dan memperoleh gambaran analisisnya Dan tabulasi data, analisis dapat dilakukan secara sederhana, yaitu mencari jumlah skor, nilai rata-rata (mean), median dan modus.

Tabulasi data dimulai dan membuat tabel yang berisi kumpulan skor dan kuesioner yang telah dibuat, misalnya tabulating untuk variabel fasilitas perpustakaan dan lain sebagainya.

  1. Kualitatif

Proses pengolahan data diawali dan pembuatan catatan lapangan. Tahap selanjutnya menganalisis data yang telah dibuat dalam catatan lapangan. Menurut Bogdan dan Biklen, analisis data kualitatif dilakukan dengan cara mengorganisasi data, memilihnya menjadi satuan yang dapat dianalisis, menemukan hal penting, dan memutuskan bagian yang akan disampaikan kepada orang lain.

Proses analisis data kualitatif berjalan dengan proses sebagai berikut;

  1. Mencatat hal-hal berkaitan dengan catatan lapangan
  2. Mengumpulkan, memilah, mengklasifikasikan, membuat ikhtisar, dan membuat indeks
  3. Menganalisis data dengan menggali hubungan dan pola antardata

Adapun menurut Janice McDrury, tahapan analisis data kualitatif, antara lain;

  1. Membaca dan mempelajari data, termasuk di datamnya menandal kata-kata kunci serta gagasan yang ada dalam data.
  2. Mempelajari kata kunci dan berusaha menemukan tema dan data yang telah terkumpul.
  3. Menuliskan tema atau model yang ditemukan.
  4. Membuat koding atas data tersebut.

Model analisis dalam penelitian kualitatif biasanya meliputi empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data (reduction), sajian data (display), dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan (conclusion drawing). Keterkaitan empat komponen tersebut ditunjukkan secara interaktif dalam proses pengumpulan data sehingga kegiatan dilakukan secara berkelanjutan.

Adapun penjelasan dan keempat komponen dalam teknik pengolahan data kualitatif tersebut, antara lain;

  1. Pengumpulan data. Pada tahap ini, peneliti mengumpulkan seluruh catatan lapangan yang telah dibuat berdasarkan arti wawancara dan pengamatan yang telah dilakukan.
  2. Reduksi dan kategonisasi data. Pada tahap ini dilakukan proses penyederhanaan dan pengkategorian data.
  3. Display data, merupakan proses menampilkan data hasil reduksi dan kategorisasi dalam matriks berdasarkan kritenia tertentu.
  4. Penarikan kesimpulan, apabila hasil display data menunjukkan bahwa data yang diperoleh telah cukup dan sesuai dengan informasi yang dibutuhkan, dimulailah penarikan kesimpulan menggunakar teori dan hasil data di lapangan.

Dari penjelasan diatas, maka dalam mengolah data kualitatif, peneliti dituntut memiliki kemampuan mengumpulkan data. kreativitas, kepekaan mengorganisasi data secara lengkap, kemampuan untuk menelaah masalah secara mendalam, menafsirkan data secara togis, dan mengungkapkan dalam kalimat yang konsisten serta sistematis.

Disisi lain, dalam proses pengolahan data kualitatif aspek penting yang perlu diperhatikan adalah interpretasi data. Pengertian interpretasi data adalah hasil analisis data yang diperoleh di lapangan selanjutnya dibuat rekomendasinya.

Pembuatan interpretasi hasil analisis penlu mempenhatikan duá aspek berikut ini,

  1. Interpretasi tidak melenceng dan hasil analisis
  2. Interpretasi harus dalam batas kerangka penelitian

Disis jelas, jikalau penulisan interpretasi data menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh pembaca atau pihak lain yang memiliki kepentingan. Interpretasi data sudah menunjukkan proses pengolahan data lapangan yang diperoleh sehingga laporan tidak boleh menunjukkan adanya data mentah. Selain itu, pengolahan data disesuaikan dengan prosedur penelitian yang telah ditentukan.

Contoh Teknik Analisis data Kualitatif

Misalnya dalam penelitian kualitatif maka instrumen penelitian menggunakan wawacara dan untuk penelitian kuantitatif teknik penelitian yang diambil menggunakan kuesioner. Karena demikian adanya, maka dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif menggunakan teknik analisis data yang berbeda.

Dari penjelasan yang dikemukakan. Dapatlah disimpulkan bahwa pengertian teknik analisis data secara umum adalah proses penelaahan dalam penelitian yang dilakukan untuk memfiltrasi hasil data yang di dapatkan dari instrumen penelitian.

Oleh karenannya teknik analisis data disebut juga dengan proses pengohahan data yang dilakukan guna pembuktian dan penyajian data menjadi informasi yang akurat. Proses pengohahan data terkadang dianggap sulit oleh sebagian orang, baik pada penelitian kuantitatif maupun kuahitatif. Kedua penelitian tersebut memihiki tingkat kesulitan berbeda dan cara pengolahan data berbeda.

Demikianlah tulisan mengenai pengertian teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif beserta dengan contohnya masing-masing. Semoga dengan adanya pembahasan secara lengkap ini bisa memberikan wawasan dan juga memberikan pengetahuan bagi setiap pembaca yang sedang mencari referensnya.

Rating: 2.0/5. From 1 vote.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *