Pengertian Konsumsi, Ciri, Jenis, Tujuan, Fungsi, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Konsumsi

Kegiatan konsumsi sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi yang berkontribusi pada kemajuan ekonomi yang kesemua itu menentukan standar hidup masyarakat serta sebagai permulaan sekaligus akhr dari segala kegiatan ekonomi. Konsumsi ini sendiri dalam kajian sosiologi ekonomi dapat dibedakan menjadi berbagai jenis seperti konsumsi langsung dan konsmumsi tidak langsung.

Tujuan dari kegiatan konsumsi adalah untuk mengurangi atau menghabiskan nilai atau utilitas dari suatu benda (baik barang ataupun jasa) untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Dalam kegiatan konsumsi dikenal istilah fungsi konsumsi yaitu hubungan antara belanja konsumen dan berbagai faktor yang menentukannya. Contoh kegiatan konsumsi adalah ketika kita haus dan minum segelas air, ketika kita sakit dan pergi ke dokter untuk berobat dan lain sebagainya.

Konsumsi

Konsumsi hekekatnya sebagai bentuk tindakan sosial menggunakan atau mengurangi utilitas. Misalnya saat kita mengambil segelas air untuk memuaskan dahaga kita, bisa dikatakan kita mengonsumsi air. Atau ketika seseorang sedang sakit memanggil dokter berarti telah mengkonsumsi layanan dokter. Sehingga konsumsi dapat disimpulkan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan dengan kepuasan keinginan.

Pengertian Konsumsi

Konsumsi adalah serangkaian bentuk penggunaan barang dan jasa oleh rumah tangga, atau bisa dikatakan sebagai proses pengeluaran untuk memperoleh utilitas. Pada dasarnya, konsumsi memliki banyak definisi, tapi secara umum konsumsi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghabiskan utilitas atau arti nilai guna dari suatu barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan hidup dan memperoleh kepuasan.

Konsumsi juga dideskripsikan sebagai pembelian akhir barang dan jasa oleh individu, misalnya pembelian sepasang sepatu baru, hamburger di restoran cepat saji atau layanan seperti membersihkan rumah adalah contoh konsumsi. Setiap orang mempunyai konsumsi yang berbeda-beda sebab banyak faktor yang berpengaruh terhadap konsumsi, baik faktor internal seperti pendapatan, kepercayaan, motivasi, selera, sikap dan kepribadian, maupun faktor  ekernal seperti jumlah penduduk, harga barang, adat-istiadat, status sosial, dan lain sebagainya.

Pengertian Konsumsi Menurut Para Ahli

Adapun definisi konsumsi menurut para ahli, antara lain:

  1. Marshall, Produksi merupakan tindakan “Penciptaan Utilitas”, sedangkan konsumsi merupakan tindakan penghancur utilitas sehingga Marshall menyebut konsumsi sebagai “Produksi Negatif”
  2. Prof. Ely, Dalam arti luas, konsumsi bisa diartikan sebagai penggunaan barang-barang ekonomi dan layanan personalia untuk memuaskan keinginan manusia.
  3. Prof. A. L. Mayers, Konsumsi adalah penggunaan langsung dan akhir dari barang atau jasa untuk memuaskan keinginan manusia..

Ciri Konsumsi

Karakteristik daripada kegiatan konsumsi, diantaranya yaitu:

  1. Penghancur Utilitas: Ilmu pengetahuan telah membuktikan fakta bahwa manusia bukanlah pencipta suatu materi apapun justru dia adalah perusak materi.
  2. Kepuasan Keinginan Manusia: Dengan melakukan konsumsi kita kepuasan dari apa yang kita konsumsi. Jika kepuasan tidak tercapai maka tidak bisa disebut konsumsi. Sebagai contoh jika seseorang haus dan meminum segelas air untuk memuaskan dahaga adalah konsumsi langsung. Jika lapar mengambil roti untuk memuaskan rasa lapar adalah contoh kepuasan langsung.
  3. Pengurangan Utilitas bisa Cepat atau Bisa Lambat: Kegunaan suatu barang akan berkurang secara perlahan dan bertahap. Contoh Penggunaan televisi, laptop, atau smartphone yang utilitasnya berkurang secara perlahan.
  4. Konsumsi Layanan: Konsumsi bukan hanya barang tapi juga jasa.
  5. Produk yang dikonsumsi bermanfaat: Produk yang dikonsumsi memiliki manfaat bagi manusia yang utilitasnya dapat berkurang atau habis
  6. Produk yang dikonsumsi adalah barang ekonomi: Produk yang dikonsumsi merupakan barang ekonomi yang diperoleh dengan melakukan pembelian sehingga diperlukan pengorbanan untuk memperolehnya.

Jenis Konsumsi dan Contohnya

Secara garis besar, kegiatan konsumsi bisa dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Konsumsi langsung/akhir

Konsumsi langsung merupakan konsumsi yang dilakukan saat manusia memenuhi keinginan secara langsung dan segera, atau barang sudah mencapai tujuan akhirnya, misalnya yaitu memakai baju, memakan mangga, menggunakan furnitur. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut, konsumsi bukanlah proses tunggal tetapi bersifat berkelanjutan.

  1. Konsumsi tidak langsung

Konsumsi disebut sebagai konsumsi tidak langsung atau konsumsi produktif apabila barang tersebut tidak dimaksudkan untuk konsumsi akhir tetapi untuk menghasilkan barang lain yang secara langsung dapat memuaskan keinginan manusia, biasnya berkaitan dengan penggunaan alat-alat produksi adalah kasus konsumsi tidak langsung atau produktif. Misalnya yaitu menggunakan mesin jahit untuk membuat pakaian.

Selain pembagian berdasarkan langsung atau tidak langsungnya kegiatan konsumsi, jenis-jenis konsumsi juga bisa dibedakan menjadi:

  1. Penggunaan Tunggal dan Konsumsi Penggunaan Tahan Lama

Komoditas yang hanya dapat digunakan sekali dikenal dengan istilah konsumsi sekali pakai. Misalnya susu, mentega, dan lain-lain. Sedangkan komoditas yang dihancurkan oleh penggunaan secara terus-menerus dan setelah beberapa waktu dikonsumsi dikenal sebagai konsumsi penggunaan yang tahan lama. Misalnya radio, pensil, kaos, dan lain-lain.

  1. Konsumsi Cepat dan Konsumsi Lambat

Barang yang habis pemakaiannya dengan cepat dikenal dengan istilah Konsumsi Cepat. Misalnya minum susu, makan roti, dan lain-lain. Dalam hal ini, utilitas segera dimusnahkan. Sedangkan barang yang konsumsi berlangsung lambat dan bertahap disebut konsumsi lambat artinya barang tidak berkurang namun utilitas dari barang tersebut menurun dari waktu ke waktu. Misalnya penggunaan televise, laptop, dan lain-lain.

  1. Konsumsi Produktif dan Tidak Produktif

Ketika suatu komoditas digunakan untuk produksi lebih lanjut maka itu disebut konsumsi produksi. Sebagai contoh batubara digunakan di pabrik untuk produksi lebih lanjut. Hal tersebut disebut “Konsumsi Tidak Langsung”. Sebaliknya komoditas yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi disebut konsumsi tidak produktif. Misalnya konsumsi bahan makanan untuk memuaskan rasa lapar.

  1. Konsumsi Saat Ini dan Konsumsi yang Ditunda

Ketika suatu komoditas digunakan untuk konsumsi saat ini, maka itu disebut konsumsi saat ini. Misalnya ketika seorang pria membeli sepasang sepatu seharga Rp. 200.000 dengan penghasilan Rp. 400.000 maka itu disebut konsumsi sekarang. Sedangkan, ketika seorang pria menyimpan Rp. 4.000.000 untuk produksi selanjutnya dari barang apapun itu disebut konsumsi yang ditunda.

Tujuan Konsumsi

Tujuan melakukan konsumsi, diantaranya yaitu:

  1. Mengurangi atua menghabiskan nilai atau utilitas dari suatu benda (baik barang ataupun jasa) untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung.
  2. Selain menghabiskan utilitas, kegiatan konsumsi juga merupkan kegiatan untuk dipergunakan sebagai benda produksi.
  3. Memenuhi kebutuhan jasamanian dan rohaniah.
  4. Menjaga kesehatan dan kemanan.
  5. Kerindahan dan seni.
  6. Mendapatkan keseimbangan hidup.
  7. Mempertahankan status dan keturunan.
  8. Memenuhi kebutuhan hidup dan untuk bertahan hidup.
  9. Menjaga keberlangsunagn siklus ekonomi baik konsumen maupun produsen.
  10. Menentukan arus perputaran barang dan jasa sebagai konsekuensi atas kegiatan konsumsi yang berkelanjutan.
  11. Dalam kegiatan konsumsi bagi konsumen akan memenuhi kebutuhan hidupnya sedangkan bagi produsen akan meningkatkan produksinya.

Namun, kegiatan konsumsi yang berlebihan dapat menyebabkan sikap pemborosan yang dapat menjadi pemicu terjebak dalam utang-piutang serta menurunkan motivasi untuk menabung yang berakibat pada menuunnya sumber dana investasi di bank.

Fungsi Konsumsi

Fungsi konsumsi adalah rumus ekonomi yang merepresentasikan hubungan fungsional antara konsumsi total dan pendapatan nasional bruto. Fungsi konsumsi juga didefinisikan sebagai hubungan antara belanja konsumen dan berbagai faktor yang menentukannya.

Di tingkat rumah tangga atau keluarga, faktor-faktor  tersebut dapat mencakup pendapatan, kekayaan, ekspektasi tentang tingkat dan risiko pendapatan atau kekayaan di masa depan, tingkat suku bunga, usia, pendidikan, dan jumlah keluarga.

Fungsi konsumsi juga dipengaruhi oleh preferensi konsumen (misalnya, kesabaran, atau kemauan untuk menunda kepuasan), oleh sikap konsumen terhadap risiko. Karakteristik fungsi konsumsi penting untuk banyak pertanyaan baik dalam ekonomi makro maupun mikro.

Konsep  tersebut diperkenalkan oleh ekonom Inggris John Maynard Keynes, yang berpendapat bahwa fungsi tersebut dapat digunakan untuk melacak dan memprediksi total pengeluaran konsumsi agregat.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa kegiatan konsumsi merupakan hal yang sangat penting. Bahkan para ekonom modern dengan tepat menekankan pentingnya konsumsi. Konsumsi bertindak sebagai proses awal sekaligus akhir dari seluruh kegiatan ekonomi.

Misalnya seseorang memiliki keinginan terhadap suatu hal dan kemudian dia berusaha untuk memenuhinya. Ketika usaha telah dilakukan, hasilnya adalah pemenuhan atau kepuasan keinginan, dengan demikian keinginan adalah awal dan kepuasannya adalah akhir dari upaya ekonomi.

Selain itu, konsumsi juga merupakan pendorong awal pada kegiatan produksi. Dengan kata lain produksi diarahkan dan distimulus oleh adanya konsumsi,  jika konsumen puas maka produksi akan berkembang. Sebaliknya ketika konsumen merasa tidak puas maka akan berakibat pda kemuduran proses produksi atau perkembangan bisnis.

Meluasnya pengaruh konsumsi bisa dilihat di semua cabang ekonomi. Bukan hanya konsumen sebagai penentu kegiatan produksi, tapi intensitas keinginan konsumenlah yang menjadi penentu harga pasar. Jadi, konsumsi juga memberikan pengaruhnya pada pertukaran. Sehingga dapat dikatakan tanpa konsumsi maka tidak akan ada pertukaran.

Nah, demikinalah artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkaitan dengan pengertian konsumsi menurut para ahli, ciri, macam, tujuan, fungsi, dan contoh kegiatannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberi wawasan.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *