Pengertian Piramida Konstruktif dan Cirinya

Diposting pada

piramida konstruktif adalah

Piramida penduduk akan senantisa mempunyai bentuk kolom dengan sisi vertikal dengan profil yang tidak beraturan. Dimana dalam piramida penduduk ini untuk ukuran populasi digambarkan pada sumbu horizontal dengan ketentuan bahwa laki-laki biasanya di sebelah kiri, wanita di sebelah kanan, sedangkan usia disejajarkan pada sumbu vertikal dengan ketentuan kelompok usia tertua ada di atas, yang termuda di bawah. Disisi lainnya pembagian atas pengelompokan piramida penduduk terdiri atas ekspansif, konstruktif, dan stasioner.

Khusus pada piramida penduduk konstriktif memiliki karakteristik dengan tingkat kelahiran sekaligus kematian penduduk yang rendah sehingga beberapa negara yang penggambarannya digolongkan sebagai konstriktif misalnya saja Jepang sebagai salah satu negara maju di Asia.

Pengertian Piramida Konstruktif

Piramida penduduk konstriktif adalah penggambaran atas piramida penduduk yang digunakan untuk menggambarkan populasi yang lanjut usia dan menyusut atu menurun. Oleh sebab itulah piramida penduduk konstruktif disebut juga piramida penduduk yang menurun atau dalam Bahasa Inggris dikenal dengan declining population.

Ciri Piramida Konstruktif

Ciri-ciri piramida yang menggambaran penduduk konstruktif, diantaranya;

  1. Bentuk piramida penduduk menyerupai batu nisan atau sarang lebah

Piramida penduduk konstriktif memiliki bentuk menyerupai batu nisan, dengan ciri mengecil di bagian bawah dan sedikit di bagian atas, tapi melebar di bagian tengah. Ada pula yang mengemukakan bahwa bentuk piramida konstruktif sering terlihat seperti sarang lebah dan biasanya memiliki bentuk terbalik dengan grafik meruncing/menyempit di bagian bawah.

  1. Tingkat kelahiran dan kematian penduduk yang rendah

Pada jenis piramida yang satu ini, rata-rata penduduk berusia tua, karena negara tersebut memiliki harapan hidup yang panjang, tapi tingkat kematian dan kelahirannya rendah. Kondisi itu menunjukkan bahwa di masa depan mungkin ada rasio ketergantungan yang tinggi karena pengurangan jumlah pada usia kerja.

  1. Pertumbuhan penduduk negatif

Seperti yang telah dikatakan di atas bahwa negara yang memiliki piramida penduduk konstruktif umumnya memiliki tingkat kelahiran yang rendah. Hal tersebut mengakibatkan pertumbuhan penduduk cenderung negatif atau berkurang.

  1. Umumnya terjadi di negara-negara maju

Piramida penduduk konstriktif biasanya merupakan karakteristik negara-negara maju dengan tingkat pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya yang lebih tinggi, di mana akses ke pendidikan dan perawatan kesehatan yang berkualitas tersedia untuk sebagian besar penduduk, serta sedikit faktor lingkungan yang negatif. Contoh negara maju misalnya Amerika serikat, Kanada, Inggris, Jepang, Korea Selatan.

Disisi lainnya, setidaknya perlu dipahami bahwa ada lima tahapan [enyusunan piramida penduduk yang perlu kita diketahui, yakni;

  1. Tahap pertama: Fluktuasi tinggi

Piramida penduduk berfluktuasi tinggi memiliki dasar yang lebar dan puncak yang sempit, yang menunjukkan bahwa hanya ada sedikit orang tua dalam populasi dan persentase yang tinggi dari orang muda.

Piramida penduduk ini memiliki profil yang cekung karena tingkat kelahiran dan kematian yang tinggi, dan harapan hidup yang rendah. Sangat sedikit orang yang bertahan hidup sampai usia tua (misalnya, harapan hidup rata-rata di Sudan adalah 52 tahun pada tahun 2010).

  1. Tahap kedua: Ekspansi awal

Pada tahap ini, orang bereproduksi pada tingkat yang lebih tinggi daripada mereka mati. Atau dengan kata lain, mereka memiliki tingkat kelahiran yang tinggi, sehingga populasi di negara-negara yang berada pada tahap ekspansi awal tumbuh dengan cepat karena lebih banyak anak ditambahkan ke populasi. Akan tetapi, penduduk pada tahap ini masih memiliki harapan hidup yang rendah.

Piramida Filipina menunjukkan kondisi tersebut dengan sempurna dan memiliki populasi yang tumbuh sebesar 1,93% per tahun. Ini tidak terdengar seperti persentase yang besar. Namun, ketika kita menghitungnya, 1,93% dari 99,99 juta orang yang tinggal di Filipina berarti populasinya akan bertambah sebesar 1,9 juta orang.

  1. Tahap ketiga: Berkembang Akhir

Pada tahap ini, piramida penduduk berbentuk kubah. Angka kelahiran dan angka kematian mulai menurun, tapi tingkat harapan hidup terus meningkat. Meskipun angka kelahiran menurun, tapi populasi masih meningkat, hanya saja laju pertumbuhannya memang menurun. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya rencana keluarga, pemberdayaan perempuan, perubahan teknologi dan ekonomi, perubahan norma (keinginan untuk memiliki lebih sedikit anak).

  1. Tahap keempat: Fluktuasi Rendah

Pada tahap ini, piramida berbentuk tong (barrel shaped pyramid). Angka kelahiran dan kematian rendah. Pertumbuhan yang cepat telah berakhir. Populasi remaja hampir sama dengan populasi yang lebih tua. Tahap ini, terlihat di sebagian besar negara maju.

  1. Tahap kelima: Penurunan Alami (Penuaan)

Tahap ini belum terlihat di banyak negara. Angka kelahiran dan kematian pada tahap ini rendah. Akan tetapi, angka kematian sudah melebihi angka kelahiran, karena penduduk yang lebih tua meningkat lebih dari penduduk remaja. Jika tingkat kesuburan <2 anak per wanita, maka ukuran populasi akan semkain berkurang. Contoh negara yang tercatat berada pada tahap ini misalnya Jepang, Jerman.

Itulah saja artikel yang bisa dikemukakan pada semua pembaca berkenaan dengan pengertian piramida penduduk konstruktif, ciri, dan contohnya. Semoga saja bisa memberikan pemahaman.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *