Pengertian Radikalisme, Ciri, Faktor, Kelebihan, Kekurangan, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Radikalisme

Di perkotaan mau di pedesaan sering terjadi arti kerusuhan. Terjadinya kerusuhan sebagai bagian daripada masalah sosial di Indonesia bukan tanpa sebab, melainkan banyak faktor pendorong lahirnya peristiwa yang tidak di inginkan tersebut. Banyak dampak negatif yang terjadi karena kerusuhan di tempat umum. Kerusakan tempat hingga mengalami kerugian secara material merupakan hal utama yang terjadi akibat adanya kerusuhan. Adapun untuk salah satu kerusuhan dapat terjadi lantaran muncul dari sikap radikalisme.

Apabila massa dapat menekan timbulnya sikap radikalisme dengan bentuk tindakan sosial kooperatif maka kerusuhan dapat terhindarkan. Diperlukan adanya pemahaman sikap damai pada diri masyarakat agar ketika melakukan demonstrasi tidak mengandung unsur radikalisme. Oleh karena itulah penyebab radikalisme biasa terjadi oleh massa yang menunut bentuk perubahan sosial dalam kurun waktu cepat.

Radikalisme

Pada hakikatnya, tidaklah semua kerusuhan merupakan sikap tindakan radikalisme. Dimana untuk tawuran antar arti suku di jalan tidak termasuk bagian dari radikalisme. Perbuatan yang menunjukkan sikap radikalisme diawali dengan makna demonstrasi. Karena pada dasarnya hal ini dipicu oleh tuntutan masyarakat yang ingin meraih perubahan.

Namun yang pasti, dalam sejarahnya sikap radikalisme lahir dari bangsa barat pada waktu penolakan revolusi industri 1.0 di Perancis. Sehingga tindakan radikalisme ini dapat mendorong kehadiran terorisme yang pada akhirnya menjadi kerusahakan dalam keteraturan sosial yang ada. Disisi lainnya radikal sendiri berasal dari radices yang berarti a concerted attempt to change the status quo yang mengidentikan term radikal dengan nuansa yang politis, yaitu kehendak untuk mengubah kekuasaan.

Pengertian Radikalisme

Radikalisme adalah serangkaian paham yang menganut kekerasan maupun paksaan yang dapat menyelesaikan permasalahan dan jalan untuk menggapai perubahan, dimana sikap ini perlu dihilangkan dalam diri setiap arti masyarakat karena hal ini tidak sesuai dengan norma sosial dan nilai sosial dalam ideologi pancasila.

Pengertian Radikalisme Menurut Para Ahli

Adapun definisi radikalisme menurut para ahli, antara lain;

  1. Moskalenko (2009), Radikalisme adalah adanya penilaian berbeda terhadap situasi di lingkungan sosial yang disertai dengan tindak kekerasan dengan berhubungan pada unsur politik, ekonomi, sosial, dan budaya untuk mengubah situasi yang ada.
  2. KBBI (2002), Pengertian radikalisme ialah paham maupun bentuk aliran yang dilakukan berdasakan keinginan untuk melakukan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara drastis melalui kekerasan.
  3.  Adam Kuper (2000), Arti radikalisme adalah tantangan politik yang bersifat mendasar atau ekstrem terhadap tatanan yang sudah memiliki kemapanan

Ciri Radikalisme

Karakteristik tindakan radikalisme. Antara lain;

  1. Mudah Marah

Pada suatu tindakan demonstrasi tidak semuanya harus dikawal oleh pihak keamanan. Karena tidak semua kegiatan demonstrasi berakhir kerusuhan.

Jika pada awal tindakan demonstrasi terlihat massa yang marah-marah barulah dikerahkan pihak keamanan untuk mengawal kegiatan demonstrasi. Karena ditakutkan massa melakukan tindakan radikalisme hingga merusak fasilitas umum yang tersedia.

  1. Tidak Adanya Tindakan Kooperatif dari Kedua Belah Pihak

Demonstrasi yang dilakukan sekelompok massa harus ada sifat kooperatif dari kedua belah pihak. Dari pihak yang melakukan demonstrasi ataupun pemerintah. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari adanya perbuatan yang bersifat radikalisme.

Tindakan kooperatif adalah saling menuruti kebutuhan satu sama lain dengan tujuan kelancaran proses. Dengan melakukan tindakan kooperatif maka kedua belah pihak tentunya diuntungkan.

  1. Tidak Ada Dasar Hukum yang Jelas

Radikalisme terjadi karena tidak adanya dasar hukum yang jelas. Demonstrasi berhak dilakukan oleh sekelompok massa dengan menaati asas perdamaian.

Yang perlu digaris bawahi disini adalah syarat demonstrasi, bukan radikalisme. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui tindakan radikalisme. Yang mereka ketahui adalah melakukan demonstrasi dan berbuat kerusuhan, sehingga masyarakat tidak memahami dasar hukumnya.

Faktor Penyebab Terjadinya Radikalisme

Faktor Penyebab Radikalisme
Faktor Penyebab Radikalisme

Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab terjadinya tindakan radikalisme. Yaitu;

  1. Psikologis

Psikologis adalah faktor yang terjadi dari dalam diri seseorang. Faktor ini dapat dengan mudah dipengaruhi apabila tidak memahami tentang wawasan kebangsaan.

Orang mudah terpengaruh dengan bujukan, meskipun sifatnya kebohongan, karena psikologisnya sedang terganggu. Tekanan kehidupan adalah salah satu penyebab seseorang mengalami gangguan psikogis. Apabila hal ini dibiarkan maka dapat mendorong seseorang melakukan radikalisme.

  1. Ekonomi

Menyebabkan terjadinya tindakan radikalisme di masyarakat adalah ekonomi. Beberapa massa melakukan demonstrasi yang berujung tindakan radikalisme dengan alasan dibayar.

Kekurangan dana untuk mencukupi kebutuhan ekonomi harian menyebabkan beberapa orang rela melakukan tindakan radikalisme karena diberi upah oleh oknum tertentu. Hal ini sangat disayangkan, hanya demi uang rela melakukan apapun.

  1. Sosial

Menyebabkan terjadinya tindakan radikalisme adalah sosial. Faktor sosial yang mendorong radikalisme contohnya seperti ini. Dalam suatu perkumpulan tentunya jika salah seorang menginginkan perubahan maka seluruh anggota dari ciri kelompok sosial menyetujuinya.

Apabila salah satu anggota tidak ikut serta, yang terjadi adalah pengucilan. Inilah yang dikatakan faktor sosial dapat mempengaruhi terjadinya tindakan radikalisme.

Kelebihan Radikalisme

Berikut beberapa hal yang terjadi akibat keuntungan radikalisme. Yaitu;

  1. Mengubah Sistem Pemerintahan Sesuai Kepentingan Kelompok

Peraturan yang dirubah oleh pemerintah dilakukan untuk kepentingan bersama. Sebagai contoh menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), meskipun yang naik harga bbm namun semua bahan kebutuhan pokok ikut naik. Distribusi penjualan dilakukan menggunakan alat transportasi. Alat transportasi bisa bergerak untuk melakukan mobilitas distribusi barang syaratnya mengisi BBM.

Logis bila pedagang menaikkan harga barang karena BBM melonjak. Tentunya masyarakat yang tidak sependapat dengan hal ini melakukan demonstrasi. Menyuarakan pendapat di depan gedung pemerintahan tidak mendapatkan hasil, akhirnya upaya radikalisme dilakukan. Pemerintah tidak ingin hal ini terjadi, akhirnya mengubah kebijakan untuk memuaskan kepentingan kelompok.

  1. Melatih Mental Masyarakat

Sikap radikalisme dapat melatih mental masyarakat. Mengapa demikian? Karena dengan kekerasan masyarakat mendapatkan jiwa pembangkang.

Jiwa ini akan terus tumbuh hingga akhirnya mendarah daging. Mental seperti ini tidak akan goyah apabila negara lain hendak menganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meski demikian, tindakan radikalisme tetap tidak dianjurkan.

Kekurangan Radikalisme

Beberapa kerugian dari sikap radikalisme. Yaitu;

  1. Kerusakan Fasilitas Umum

Fasilitas umum dibuat untuk kepentingan masyarakat. Membuat fasilitas umum menggunakan anggaran daerah. Bisa dikatakan uang rakyat berperan dalam pembangunan infrastruktur daerah. Namun kerusakan fasilitas umum karena kerusuhan akibat perilaku radikalisme perlu dihindarkan. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan demonstrasi pada umumnya.

  1. Pidana Bagi Provokator

Provokator adalah orang yang memprovokasi terjadinya kerusuhan pada tindakan radikalisme. Provokasi adalah tindakan memulai supaya orang lain ikut serta dalam kerusuhan. Hukuman bagi orang yang memprovokasi suatu tindakan adalah pidana. Dirasa hukuman tersebut setimpal untuk menimbulkan efek jera. Agar pada kemudian hari orang tersebut tidak mengulangi perbuatannya.

Contoh Radikalisme

Adapun untuk contoh tindakan yang bisa diketagorikan dalam radikalisme. Misalnya saja;

  1. ISIS

Perilaku ISIS yang melakukan pengeboman kepada orang yang berlawanan politik maupun pemahaman merupakan bentuk pemaksanaan yang dianggap bagian daripada sikap radikalisme yang terjadi pada masyarakat. Apa yang dilakukannya tentusaja memberikan akibat negatif bagi keberlangsungan hidup.

  1. Media

Untuk contoh perilaku yang mencerminkan radikalisme dalam media. Misalnya saja pada saat sekarang ini banyak sekali di media sosial informasi mengenai kekerasan atas nama agama. Fenomena sosial terkait dengan kekerasan agama dapat dilihat melalui media elektronik maupun media cetak.

Adapun dalam bentuk aksi dilakukan berupa tindakan yang dilakukan aktor sebuah kelompok garis keras dengan cara kekerasan dan anarkis untuk mencapai tujuannya, baik dibidang keagamaan, sosial politik, dan ekonomi.

  1. Agama

Perilaku yang menggambarkan sebagai radikalisme dalam agama misalnya saja pada perayaan ulang tahun Sandi mengadakan pesta di rumahnya dan mengundang seluruh teman kelasnya. Terdengar suara adzan berkumandang, teman-temannya yang muslim hendak melaksanakan sholat, namun karena Sandi berbeda aliran maka ia melarang teman-temannya tersebut.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dibagikan. Dapatlah dikatakan bahwa radikalisme ialah aliran yang dianut individu dan kelompok tertentu dengan menginginkan perubahan dengan cara kekerasan. Sehingga apa saja yang tidak sesuai dengan ajaran atau keyakinannya akan mudah mudah melakukan pelanggaran dan bentuk penyimpangan sosial.

Nah, itulah saja bahasan pengertian radikalisme menurut para ahli, ciri, faktor penyebab, kelebihan, kekurangan, dan contohnya yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga saja konten ini bisa memberikan pemahaman bagi kalian semuanya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.