Pengertian Proposisi, Jenis, dan Contohnya

Diposting pada

Proposisi Adalah

Proposisi pada dasarnya dapat dipahami sebagai kalimat pernyataan yang mempunyai arti penuh dan utuh. Hal ini setidaknya mengindikankan bahwa bahwa suatu kalimat harus bisa dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan kebenarannya. Sehingga secara singkat, proposisi ialah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat memiliki arti nilai benar atau salah.

Proposisi juga dapat diartikan sebagai suatu tutur atau bisa pula dikatakan sebagai sebuah pernyataan yang digunakan untuk melukiskan keadaan yang belum tentu benar ataupun salah di dalam bentuk sebuah kalimat berita. Oleh karena itulah istilah proposisi itu sendiri digunakan di dalam analisis logika, sehingga proposisi juga mengacu pada kalimat logika berupa pernyataan tentang hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai benar atau salah.

Proposisi

Istilah “proposisi” seringkali digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk memberikan suatu rujukan pada pernyataan linguistik yang bisa saja benar atau salah. dimana penggunaan proposisi dalam filosofis teknis, berbeda dari penggunaan dalam bidang matematika, yang secara eksklusif merujuk pada makna non linguistik di balik pernyataan tersebut.

Oleh karena itulah stilah tersebut sering digunakan sangat luas dan juga dapat merujuk pada berbagai konsep terkait, baik dalam sejarah filsafat maupun dalam filsafat analitik kontemporer. Secara umum dapat digunakan untuk merujuk pada beberapa atau semua hal berikut:

Pembawa utama nilai kebenaran (seperti “benar” dan “salah”). Adapun untuk objek kepercayaan dan sikap proposisional lainnya (yaitu apa yang diyakini, diragukan, dan lain-lain); referensi dari klausa “itu” (misalnya, “Memang benar bahwa langit itu biru” dan “Saya percaya bahwa langit itu biru” keduanya melibatkan proposisi bahwa langit itu biru) dan makna kalimat deklaratif.

Pengertian Proposisi

Proposisi adalah uraian isi kalimat berdasarkan makna pernyataan sederhana yang senantisa bisa menunjukan antara benar atau salah, sehingga prihal ini berbeda dari kalimat lain yang tidak benar atau salah, seperti, pertanyaan, perintah, dan seruan.

Pengertian Proposisi Menurut Para Ahli

Adapun definisi proposisi menurut para ahli, antara lain:

  1. Gottlob Frege, Pengertian proposisi adalah akal sehat dari pernyataan yang berbeda dan terdiri dari makna subkomponen ditambah komposisinya.
  2. Glossary Of Linguistic Terms, Definisi proposisi adalah bagian dari makna klausa atau kalimat yang tetap, meskipun ada perubahan dalam hal-hal seperti suara atau kekuatan ilokusi klausa. Sebuah proposisi mungkin terkait dengan unit lain dari jenisnya melalui hubungan interproposisional, seperti hubungan temporal dan hubungan logis
  3. Cambridge Dictionary, Arti proposisi adalah pernyataan atau masalah yang harus dipecahkan atau dibuktikan benar atau tidaknya. Misalnya, Teorema Pythagoras adalah proposisi matematis bahwa dalam setiap segitiga siku-siku, kuadrat pada sisi miring sama dengan jumlah kuadrat pada dua sisi lainnya.

Jenis Proposisi

Macam-macam bentuk proposisi dapat dibedakan berdasarkan beberapa kategori yaitu;

Berdasarkan bentuknya

Berdasarkan bentuknya, proposisi bisa dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Proposisi tunggal

Proposisi tunggal adalah proposisi yang hanya mengungkap satu pernyataan saja karena hanya terdiri dari satu subjek dan predikat (kalimat tunggal). Adapun untuk contoh proposisi tunggal misalnya “Anjing adalah hewan peliharaan”. Dalam contoh tersebut, subjeknya adalah kucing dan predikatnya adalah hewan peliharaan.

  1. Proposisi majemuk

Proposisi majemuk adalah proposisi yang dibentuk dari gabungan dua atau lebih proposisi tunggal, dimana kalimat pernyataan tersebut sekurang-kurangnya didukung dua pola kalimat. Proposisi majemuk juga dapat diartikan sebagai proposisi yang terdiri dari satu subjek dan dua predikat.

Contoh proposisi majemuk misalnya “Anjing adalah hewan peliharaan sekaligus hewan karnivora. Dalam contoh tersebuut, subjeknya adalah anjing, predikatnya adalah hewan peliharaan dan hewan karnivora.

Berdasarkan sifat pembenaran dan pengingkaran

Berdasarkan sifat pembenaran dan pengingkaran, proposisi bisa dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Proposisi kategorial

Proposisi kategorial adalah proposisi yang berisi tentang pernyataan yang memebrikan pembenaran atau penyalahan secara mutlak. Atau dengan kata lain, pernyataan tersebut pasti benar atau pasti salah. Artinya, kebenaran terjadi tanpa adanya syarat apapun. Contoh proposisi kategorial misalnya semua makhluk hidup pasti akan mati.

  1. Proposisi kondisional

Proposisi kondisional adalah proposisi yang berisi tentang pernyataan pembenaran atau pengingkaran yang bersyarat atau berupa pilihan (opsional). Contoh proposisi kondisional misalnya langit akan gelap apabila akan turun hujan.

Sedangkan untuk proposisi kondisional sendiri bisa dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Hipotesis, ialah proposisi kondisional yang merujuk pada pembenaran dengan persyaratan tertentu. Artinya jika proposisi terpenuhi, maka kebenaran akan terjadi. Contoh hipotesis misalnya, Apabila terjadi hujan, maka tanah becek. Jadi tanah akan becek apabila terjadi hujan.
  2. Disjungtif/Alternatif, ialah proposisi kondisional yang didasarkan pada pembenaran yang berupa pilihan, sehingga biasanya terkandung kataatau di dalamnya. Contoh disjungtif misalnya, Putri harus memilih apakah dia akan melanjutkan program pascasarjana atau menikah terlebih dahulu.
Berdasarkan luas pengertian

Berdasarkan luas pengertiannya, proposisi bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Proposisi universal

Proposisi universal adalah proposisi yang berisi pernyataan tentang suatu hal secara keseluruhan. Atau dengan kata lain, proporsi universal ialah sebuah proposisi yang mencakup seluruh aspek atau bagian. Jenis proposisi biasanya ditandai dengan kata semua, seluruh, setiap, setiap kali, masing-masing. Contoh proposisi universal misalnya semua manusia pasti mempunyai dua telinga.

  1. Proposisi partikular

Proposisi partikular adalah proposisi yang mengungkapkan sebagian dari seluruh aspek. Atau dengan kata lain, proposisi particular merupakan proposisi yang menyatakan suatu hal hanya sebagain saja atau secara tidak menyeluruh.

Jenis proposisi yang satu ini biasanya ditandai dengan penggunaan frasa beberapa, sebagaian, tidak semua, kebanyakan, banyak. Contoh proposisi partikular misalnya tidak semua siswa rajin belajar.

  1. Proposisi singular

Proposisi singular adalah proposisi yang menyatakan suatu hal secara khusus. Jenis proposisi yang satu ini ditandai dengan kata ini atau itu. Contoh proposisi singular misalnya rumah itu akan dijual. Kata rumah dalam kalimat tersebut hanya menunjukkan satu unsur. Apabila ada dua unsur di dalamnya, maka suatu kalimat tidak bisa disebut dengan proposisi singular.

Berdasarkan kualitas

Berdasarkan kualitas dan kuantitasnya, proposisi bisa dibedakan menjadi empat, yaitu:

  1. Proposisi bentuk A

Proposisi bentuk A ialah proposisi universal atau singular positif. Proposisi yang satu ini mengungkap keseluruhan dan pembenaran, pengakuan, atau positif. Adapun untuk contoh proposisi bentuk A misalnya kursi itu dibuat dari kayu mahoni.

  1. Propoisisi bentuk E

Proposisi bentuk E ialah proposisi universal atau singular negatif. Proposisi yang satu ini mengungkap keseluruhan pengingkaran, penolakan, atau negatif. Contoh proposisi bentuk E misalnya kursi itu tidak dibuat dari kayu mahoni. Adanya kata tidak pada kalimat tersebut menunjukkan kenegatifan yang berupa pengingkaran.

  1. Proposisi bentuk I

Proposisi bentuk I adalah proposisi partikular aktif. Proposisi yang satu ini mengungkap sebagian dari keseluruhan pengakuan, pembenaran, atau positif. Contoh proposisi bentuk I misalnya sebagian mahasiswa adalah anak seorang pejabat.

  1. Proposisi bentuk O

Proposisi bentuk I ialah proposisi partikular negatif.  Proposisi yang satu ini mengungkap ebagian dari keseluruhan pengingkaran, penolakan, atau negatif. Contoh proposisi bentuk I misalnya sebagian mahasiswa bukanlah anak seorang pejabat.

Unsur-Unsur Penentuan Proposisi

Dalam ilmu logika penetapan proposisi memiliki tiga unsur yaitu:

  1. Subjek, ialah perkara yang bisa berupa orang, benda, tempat, atau perkara.
  2. Predikat, ialah perkara yang dinyatakan dalam subjek.
  3. Kopula, ialah kata yang menghubungkan subjek dan predikat

Contoh Proposisi

Berikut ini adalah contoh proposisi, antara lain:

  1. Indonesia mengadakan pemilihan umum (pemilu) presiden setiap 5 tahun sekali.
  2. Bob membeli mobil baru.
  3. Susan terkena campak
  4. Lebih dari empat puluh orang terdaftar di kelas ini.
  5. Bentuk kehidupan yang maju ada di planet Mars

Dari masing-masing pernyataan tersebut adalah proposisi karena benar atau salah, atau dengan kata lain, memiliki nilai kebenaran. Dengan beberapa penyelidikan, seseorang dapat menentukan kebenaran atau kesalahan dari setiap pernyataan. Sangat penting untuk dicatat bahwa bahkan jika sebuah proposisi tampak jelas salah, seperti pernyataan tentang kehidupan maju di Mars, itu masih merupakan proposisi, meskipun merupakan proposisi yang salah.

Kita juga harus memperhatikan bahwa satu kalimat dapat mencakup lebih dari satu proposisi, Misalnya, kalimat, “Karena merokok buruk bagi kesehatan Anda, Anda tidak boleh melakukannya,” mencakup dua proposisi: “Merokok buruk bagi kesehatan Anda.” dan “Anda seharusnya tidak melakukannya.”

Nah, itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua pembaca berkenaan dengan pengertian proposisi menurut para ahli, jenis, dan contohnya. Semoga bisa memberikan pemahaman beserta memberkan pengetahuan bagi kalian yang membutuhkanya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *