Pengertian Enkulturasi, Proses, Fungsi, dan Contohnya

Diposting pada
3.7/4 - (12 votes)

Pengertian Enkulturasi

Enkulturasi menjadi salah satu konsep yang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat. Selain itu istilah ini juga diperuntukan untuk memberikan analisis dalam proses-proses terjadinya dinamika sosial, khususnya untuk objek kajian sosiologi.

Alasannya karena enkulturasi juga menjadi unsur penting dalam kajian kebudayaan yang berkembang, bahkan enkulturasi juga dapat ditemukan dalam ranah pendidikan jikalau ditinjau dari berbagai dampak yang diciptakannya.

Enkulturasi

Enkulturasi merupakan istilah yang berasal dari Bahasa Inggris enculturation yang bermakna pembudayaan dengan dimulai oleh seseorang sejak ia masih kecil di dalam lingkungan keluarga, tetangga, sudara, teman sepermainan atau di bahkan di dalam sekolah sekalipun melalui serangkaian proses sosial dan interaksi sosial yang terjadi.

Pengertian Enkulturasi

Enkulturasi adalah proses sosial yang dilakukan oleh seorang individu dalam mempelajari dan menyesuaikan pikiran serta sikapnya dengan adat istiadat, sistem sosial terkait norma, tatanan sosial, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam sifat kebudayaannya.

Pengertian Enkulturasi Menurut Para Ahli

Adapun untuk definisi enkulturasi menurut para ahli, antara lain;

  1. Havilland (1988), Pengertian enkulturasi adalah praktik pendidikan dilakukan seseorang yang biasanya bersumber dalam adat kebiasaan pokok masyarakat yang berhubungan dengan pangan, tempat berteduh dan perlindungan. Sehingga dalam praktik untuk arti pendidikan anak pada gilirannya menghasilkan kepribadian tertentu pada masa dewasa.
  2. Adamson Hoebel, Definisi enkulturasi adalah keadaan yang terjadi pada seseorang untuk mengakulturasikan unsur budayanya sekaligus menginternalisasi hasil kebudayanya dalam kehidupan bermasyarakat.
  3. Tri Widiarto (2007), Enkulturasi yaitu proses pembelajaran kebudayaan yang didapatkan seseorang dalam jangka waktu panjang dengan pengaruh adanya pendidikan formal maupun pendidikan non formal dengan berjalan secara tidak sengaja.
  4. J.W.M. Baker. SJ (2014), Arti enkulturasi adalah bagian daripada proses sosial yang dilakukan individu dan kelompok terkait pembelajaran budaya sebagai anggota masyarakat tertentu

Tahapan Proses Enkulturasi

Tahapan terjadinya enkulturasi ini melalui serangkaian proses. Antara lain;

  1. Belajar dan Meniru

Proses pertama terkait terjadinya enkulturasi seringkali dimulai dari adanya kegiatan belajar dengan meniru berbagai bentuk tindakan sosial yang kemudian setelah diterima secara tidak sadar bisanya membentuk keyakinan untuk mengikuti tindakan tersebut.

  1. Internalisasi

Tahapan selanjutnya setelah terjadi tindakan yang di hasilkan dari belajar kemudian indovidu tersebut melakukan internalisasi atau di masukan dalam kepribadiannya. Dengan tahaan yang dilakukan berkali-kali, maka tindakan seseorang menjadi suatu pola yang mantap dan norma sosial yang kemudian mengatur tindakannya dibudayakan.

Contoh proses enkulturasi

Kejadian yang dilakukan oleh seorang anak dalam menyesuaikan diri dengan waktu makan di setiap paginya. Dengan adanya proses tindakan sebelumnya berupa pengajaran, yang menjelaskan bahwa banyak manfaat sarapan yang harus di dapatkan oleh seseorang.

Karena adanya kegiatan sarapan (makan pagi) yang dilakukan oleh seseorang dalam memberikan pandangan dan penjelasan, maka kebiasaan itu akan tertanam maupun terinternalisasikan dalam diri seseorang, kebiasan-kebiasaan inilah yang dinamakan dengan enkulturasi.

Fungsi Enkulturasi

Fungsi Enkulturasi
Fungsi Enkulturasi

Fungsi yang menjadi manfaat adanya enkulturasi. Yakni;

  1. Memberikan pengetahuan kepada seseorang terkait dengan budaya yang dimiliki
  2. Mampu memperkecil adanya berbagai jenis konflik sosial lantaran sebelumnya didorong dengan pengetahuan yang yang baik.
  3. Menumbuhkan kecintaan terhadap dirinya sendiri beserta kebiasaan yang dilakukan. Hal ini disebabkan karena proses yang dilakukan oleh seseorang untuk mengenal hasil kebudayaan dengan cara dilakukan secara ajeg (terus menerus).

Contoh Enkulturasi

Beragam contoh enkulturasi yang bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain;

  1. Kebudayaan

Contoh enkulturasi dalam kebudayaan, misalnya saja adalah prilaku yang dilakukan oleh Suku Baduy Dalam, yang menutup perkembangan dan pengaruh globalisasi. Mereka banyak mengangap bahwa pengaruh dunia luar akan dapat memberikan dampak negatif, tidak akan ada dampak postif yang di dapatkannya.

Keadaan ini terus menerus di tanamkan dari generasi ke genrerasi, maka suatu kewajaran jika kebudayaan tidak menerima perkembangan zaman inilah menjadi pengaruh besar dalam terbentuknya enkulturasi di dalam masyarakat baduy.

  1. Pendidikan

Mengenai enkulturasi dalam pendidikan misalnya saja ketika seseorang sejak kecil mendapatkan pendidikan untuk mengenal ideologi pancasila, sebagai ideologi negara tanpa bisa dianggangu gugat. Pengenalan ini kemudian dilakukan secara terus menerus, hingga akhirnya seseorang dapat mengenai ideologi bangsa Indonesia.

  1. Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saja ialah adanya keteraturan sosial yang dilakukan oleh seseorang untuk tidur  di waktu siang hari. Keteraturan tersebut lambat laun akan menjadi kebiasaan yang terus berlaku dalam keluarganya, bahkan setelah seseorang berkeluarga.

Kesimpulan

Dari penjelasan dapat dipahami bahwa enkulturasi ini ialah proses seorang individu yang dilakukan secara terus menerus, dan kelakuannya tersebut membentuk kebiasaan dan kebudayaan yang melakat pada kehidupannya di dalam masyarakat dengan elalui proses pembalajaran serta internalisasi sehingga hal ini memiliki manfaat untuk mencegah adanya konflik sosial yang terjadi. Sebagimana juga dalam akulturasi budaya dan asimilasi.

Demikianlah penjelasan dan pembahasan mengenai pengertian enkulturasi menurut para ahli, tahapan proses, fungsi, dan contohnya. Semoga dengan adanya penjelasan ini bisa memberikan wawasan dan juga pengetahuan bagi segenap pembaca yang sedang mencari referensinya.

Rating: 3.0/5. From 5 votes.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *