Contoh Normatif dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diposting pada

Contoh Prilaku Normatif

Perilaku normatif menjadi bagian penting dalam bentuk tindakan sosial yang sejatinya menekankan pada kesesuaian antara kenyataan dan aturan yang telah dibuat.

Disisi lain, konsep normatif sangat penting dijalankan bagi setiap individu dan kelompok sebagai upaya menciptakan keteraturan sosial. Meskipun kadangkala banyak pihak yang bersebarangan akan tetapi semua itu bisa dikendalikan melalui sanksi sosial.

Normatif

Normatif adalah peraturan manusia berkaitan dengan norma sosial dengan dibuat melalui sistem sosial yang mengedepankan pada arti nilai yang positif sehingga setiap orang diusakan untuk dapat mematuhinya, tanpa memandang status sosial dan peran sosial yang diberikan.

Dalam makna ini, mengindikaskan bahwa Ssmua masyarakat memiliki peran penting dalam merumuskan dan menjaga nilai-nilai penting yang terkandung dalam norma. Oleh karenanya, prilaku yang sesuai normatif menjadi milik dan tanggungjawab bersama.

Contoh Normatif

Adapun untuk beberapa contoh prilaku yang termasuk dalam normatif dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain;

  1. Agama

Prihal agama ada perwujutan normatif yang bisa dilihat, khususnya di Indonesia yang dalam ideologi Pancasila memberikan pemahaman bahwa setiap individu haruslah beragama. Aturan ini dibuat secara mutlak, maka jika ada golongan ateis tidak bisa menjadi warna negara.

Tahapan pengakuan bahwa masyarakat Indonesia harus beragama ini dijalankan melalui sosialisasi, baik dalam pembentukan dan perubahan agar tidak terjadi pebedaan persepsi antar masyarakat. Alasannya karena pola pikir yang berbeda terkadang membuat banyak muncul penafsiran-penafsiran mengenai sutau aturan dalam norma yang tertulis.

  1. Hukum

Aturan hukum yang menjadi salah satu contoh perwujutan normatif bisa dilihat pada kenyataan bahwa semua masyarakat Indonesia memiliki kedudukan yang sama. Tidak memandang kaya atupun miskin, rasa ataupun suku. Maka, jikalau ada seseorang yang melakukan contoh penyimpangan sosial tentusaja haruslah diberikan sanksi.

  1. Kewajiban

Normatif dalam menjalankan kewajiban merupakan sesuatu yang harus dilakukan. Contohnya saja ialah Sholat di Masjid bagi umat Islam. Aturan tentang kewajiban sholat tersebut merupakan segala sesuatu yang harus dilakuakn sebagai konsekuensi sebagai umat Islam dan makhluk ciptaan tuhan.

  1. Pepedoman pada HAM (Hak Asasi Manusia)

Manusia memiliki hak untuk menentukan sendiri jalan hidupnya. Hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia disebut sebagai hak asasi manusi. Hak asasi manusia merupakan seperangkat hak yang melekat pada diri  manusia yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa yang wajib dihormati dan dijunjung tinggi serta dilindungi oleh negara, hukum, dan pemerintahan.

  1. Berprilaku Jujur

Jujur senantisa dianggap sebagai perkataan yang apa adanya tanpa suatu kebohongan atau dusta sedikitpun. Sehingga dalam hal ini sikap jujur merupakan perwujutan nilai normatif yang sangat berhubungan erat dengan suatu kenyataan yang ada dalam hidup.

Misalnya saja ketika ada berkataan yang disampaikan dengan berdusta sedikitpun, maka hal tersebut menghilangkan makna kejujuran didalamnya.

  1. Larangan Mencuri, Merampok, Tawuran, dan Penggunaan Obat Terlarang di Indonesia

Adanya berbagai penyimpangan sosial di zaman sekarang ini ada banyak sekali berbagai perilaku menyimpang mulai dari pencurian, perampokan, tawuran pelajar, dan pengunaan obat-obatan terlarang. Khususnya di Indonesia, dengan adanya berbagai bentuk perilaku menyimpang tersebut maka hal ini menyebabkan nilai dan norma sosial yang ada di lingkungan masayarakat tidak dijalankan dengan baik.

Sehingga segenap aturan yang ada terkait dengan larangan tersebut bisa dikatakan bagian daripada normatif yang harus dipathui.

  1. Melarang Pernikahan Usia Muda

Aturan yang bersifat normatif lainnya ialah larangan pernikahan di usia muda. Artinya tindakan ini dapat meminimalisir jumlah perkawinan yang belum mencapai peraturan usia untuk menikah. Karena dengan penundaan tersebut berdampak pula pada tingat kelahiran seorang bayi dari pasangan yang baru menikah, sehingga pemerintah akan lebih fokus pada pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia).

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa aturan yang bersifat normatif sangatlah diperlukan. Alasannya karena bentuk perubahan sosial dan perkembagan zaman terkadang mengubah tatanan dan norma sosial dalam masyarakat.

Dimana ketika adanya perubahan norma disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Tidak jarang norma menimbulkan kebingungan bagi masyarakat yang kurang mengikuti perkembangan zaman. Meskipun, tidak mudah agar norma dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat. Perlu adanya peninjauan ke semua lapisan masyarakat untuk mengetahui kebutuhan dan perilaku masyarakat yang baik maupun yang berpotensi menimbulkan tindakan kurang terpuji.

Itulah tadi artikel yang bisa kami kemukakan pada semua pembaca berkenaan dengan contoh prilaku normatif dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberikan wawasan bagi kalian semuanya yang sedang membutuhkan referensinya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *