Pengertian Saluran Mobilitas Sosial Angkatan Bersenjata dan 3 Contohnya

Diposting pada

Saluran Mobilitas Angkatan Bersenjata Adalah

Membahas mengenai saluran mobilitas sosial angkatan bersenjata dalam objek kajian sosiologi tentusaja berhubungan dengan gerak sosial yang dilakukan oleh sistem pertahanan negara. Prihal ini untuk keamannya sendiri di Indonesia sebagai negara demokrasi memiliki TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia).

Sebagai sistem sosial yang memberi tingkatan bersenjata setidaknya terdapat metode alternatif yang mengenyampingkan kasta atau suku yang ditempatkan lebih rendah dalam hierarki kasta mencari mobilitas vartikal. Hal tersebut dikembangkan untuk bergerak naik secara sosial tetapi termasuk dalam aspek struktural sosialnya. Banyak contoh penggolongan dalam tingkatan bersenjata.

Pengertian Saluran Mobilitas Sosial Angkatan Bersenjata

Tingkatan bersenjata dalam saluran mobilitas sosial bisa dikatakan sebagai organisasi pemerintahan yang dapat dipergunakan individu dalam menempuh tahapan terkait kinerja guna mendapatkan kenaikan pangkat yang setidaknya memberikan bentuk perubahan sosial terkait dengan peran sosial dan status sosialnya.

Contoh Saluran Mobilitas Sosial Tingkatan Bersenjata

Adapun untuk contoh adanya kasus yang menggambarkan terkait bentuk saluran mobilitas sosial dalam angkatan bersenjata. Misalnya saja;

  1. Adanya seseorang TNI AL yang awalnya memiliki golongan pangkat Bintara lantaran menangkap penyelundupan narkoba di wilayah peraiaran Indonesia kemudian ia mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Bintara Tinggi tanpa melihat suku atau daerah dimana ia tinggal.
  2. Kesempatan diberikan kepada TNI Angkatan Darat (AD) yang awalnya memiliki pangkat Bintara kemudian ia mendapatkan kesempatan naik pangkat menjadi Tantama Kepala lantara berjaga di daerah perbatasan selama lebih dari 5 Tahun.
  3. Kasus terkait dengan adanya gelar Jenderal Kehormatan bintang empat yang diberikan kepada Purnawirawan Jenderal TNI Agum Gumelar oleh Presiden Gus Dur, lantaran beliau menjabat Menteri Pertahanan dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan RI pada saat itu.

Hingga pada intinya sebagai bagian dari saluran gerak sosial angkatan bersenjata ini bersifat tertutup yaitu hanya berlaku untuk anggota keamanan negara saja, meskipun demikian dalam proses seleksinya terbuka secara umum bagi masyarakat Indonesia. Yang perlu dipahami lainnya, seorang prajurit mendapatkan penghargaan maupun pangkat yang lebih tinggi tidak dari keturunan melainkan dari hasil kinernya dan tanggung jawabnya.

Nah, demikinalah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan pengertian saluran mobilitas sosial angkatan bersenjata dan contohnya di masyarakat. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi kalian semuanya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.