Pengertian Stalemate, Ciri, Bentuk, dan Contohnya

Diposting pada

Stalemate Adalah

Stalemate adalah situasi di mana kemajuan tidak mungkin terjadi atau tercapai karena orang-orang atau bentuk kelompok sosial yang terlibat dalam suatu konflik sosial, sehingga hal ini memuci ketidakadanya posisi yang menang atau kalah. Atau secara sederhana, stalemate adalah kondisi jalan buntu.

Realitas sosial seperti ini merupakan salah satu bentuk akomodasi dalam sosiologi yang bertujuan untuk menciptakan keseimbangan proses sosial dan interaksi sosial yang terkait dengan norma sosial dan nilai sosial dalam kehidupan masyarakat.

Stalemate

Dalam penggunaan populer kata stalemate atau bisa diartikan sebagai jalan buntu mengacu pada konflik yang telah mencapai kondisi impas, dan di mana resolusi atau tindakan lebih lanjut tampaknya sangat sulit atau tidak mungkin dilakukan. Keadaan tersebut terjadi karena kedua belah pihak tidak mungkin lagi untuk maju atau mundur.

Adapun dalam permainan catur istilah stalemate atau remis adalah suatu keadaan dimana kedua belah pihak dalam berada dalam posisi seri/imbang. Hasil dari stalemate distandarisasi sebagai hasil seri/imbang pada abad ke-19. Sebelum standarisasi tersebut, perlakuannya sangat bervariasi, termasuk pemain yang mengalami jalan buntu (stalemating) dianggap menang, setengah menang, atau kalah, bahkan ada pula yang menyebabkan pemain kehilangan gilirannya untuk bermain.

Pengertian Stalemate

Stalemate adalah bagian daripada proses akomodasi yang terjadi apabila kedua belah pihak yang terlibat dalam pertikaian mempunyai kekuatan yang seimbang, sehingga pada titik inilah maka pertikaian akan berkahir maupun berhenti dengan sendirinya.

Pengertian Stalemate Menurut Para Ahli

Adapun definisi stalemate menurut para ahli, antara lain:

  1. Collins Dictionary, Stalemate adalah situasi di mana tidak ada pihak dalam argumen atau kontes yang bisa menang atau di mana tidak ada kemajuan yang mungkin. Adapun dalam catur stalemate adalah posisi di mana seorang pemain tidak dapat melakukan gerakan apa pun yang diizinkan oleh aturan, sehingga permainan berakhir dan tidak ada yang menang.
  2. Cambridge Dictionary, Pengertian stalemate adalah adalah situasi di mana tidak ada kelompok yang terlibat dalam suatu argumen yang dapat menang atau mendapatkan keuntungan dan tidak ada tindakan yang dapat diambil. Dan dalam catur, stalemate adalah posisi di mana satu pemain tidak dapat bergerak, tapi raja mereka tidak diserang, yang berarti tidak satu pun dari kedua pemain tersebut yang menang.

Ciri Stalemate

Karakteristik stalemate dalam kaitannya dengan upaya penyelesaian konflik di masyarakat yaitu:

  1. Kekuatan seimbang

Dalam kondisi stalemate, dimana semua pihak-pihak yang berkonflik memiliki kekuatan yang seimbang. Atau dengan kata lain, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih unggul dari yang lain.

  1. Tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah

Karena kedua belah pihak yang berkonflik memiliki kekuatan yang seimabang, maka sulit dan bahkan tidak bisa menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah.

  1. Konflik berhenti dengan sendirinya

Dalam kondisi stalemate, konflik yang terjadi dapat berhenti dengan sendirinya karena pihak-pihak yang terlibat dalam konfik berhenti untuk saling menyerang.

Bentuk Stalemate

Sedangkan macam-mavam stalemate antara lain;

  1. Stalemate sebagai bentuk akomodasi

Stalemate merupakan salah satu bentuk akomodasi, yaitu suatu proses penyesuaian diri seseorang atau sekelompok orang yang yang sebelumnya saling bertentangan, agar ketegangan diantara pihak-pihak yang saling bertentangan tersebut bisa diatasi. Atau bisa juga dikatakan bahwa akomodasi ialah suatu cara yang dilakukan untuk menyelesaikan konflik atau pertentangan tanpa menyebabkan kehancuran pihak lawan.

Meskipun demikian, contoh akomodasi sebagai suatu proses tidak selamanya berhasil penuh dalam mengatasi konflik atau pertentangan yang terjadi, sebab masih ada benih-bengih pertentangan yang belum hilang secara tuntas, sehingga dapat meledak sewaktu-waktu menjadi pertentangan yang lebih hebat.

  1. Stalemate sebagai bentuk permainan seri dalam catur

Stalemate terjadi ketika seorang pemain tidak dalam keadaan cek, tapi tidak memiliki langkah yang sah untuk dilakukan. Ini sering terjadi dalam permainan antara pemula; dalam permainan seperti itu, satu pemain akan sering unggul dalam materi, tapi tidak memahami teknik skakmat dasar. Seringkali, hal tersebut akan menghasilkan jalan buntu, karena pihak yang lebih kuat akan gagal menemukan skakmat, tapi sebaliknya, menjebak raja tanpa benar-benar mengendalikannya.

Ada beberapa cara untuk menghindari permainan dalam posisi jalan buntu, diantaranya yaitu:

  1. Pahami aturan stalemate, Kebuntuan terjadi ketika seorang pemain tidak dapat melakukan langkah legal ke kotak aman, bukan ketika mereka hanya memiliki satu atau dua bidak yang terperangkap. Bahkan jika langkah mereka selanjutnya tidak mengubah arah permainan, kita tetap harus membiarkan mereka bergerak dan tidak menggunakan jalan buntu di mana tidak ada pemenang yang jelas.
  2. Perhatikan lawan kita, Jika kita menemukan diri kita dalam posisi menang, waspadai semua opsi lawan kita. Bisakah mereka membuat langkah legal lain tanpa menempatkan diri mereka di bawah kendali? Cobalah untuk membayangkan kemungkinan langkah mereka berikutnya untuk melihat bagaimana dan kapan kita dapat memberikan pemeriksaan terakhir.
  3. Beri ruang lawan untuk bergerak, Salah satu skenario kebuntuan yang paling umum adalah kebuntuan sudut (corner stalemate). Dalam situasi ini, seorang raja dikurung di sudut oleh seorang ratu atau bidak lain dua baris jauhnya dan tidak dapat melakukan tindakan hukum apa pun. Meninggalkan setidaknya dua kemungkinan ruang bagi mereka untuk melakukan langkah legal akan memberi kita waktu untuk membawa bagian kedua bagi kita untuk diperiksa dan mencegah kebuntuan.
  4. Hindari berfokus pada bagian-bagian lain, Pemain catur yang baru mungkin menemukan diri mereka berada dalam posisi menang dan menghabiskan terlalu banyak waktu serta energi untuk memilih bidak lawan mereka yang kurang kuat, seperti pion atau benteng.

Contoh Stalemate

Contoh-contoh stalemate diantaranya yaitu:

  1. Berakhirnya perang dingin yang terjadi antara Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dengan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet pada tahun 90-an.
  2. Konflik yang terjadi antara Korea Utara dan Korea Selatan, yang secara teknis pada dasarnya konflik tersebut masih berlangsung hingga saat ini, tapi mereka melakukan gencatan senjata karena memiliki kekuatan yang seimbang.
  3. Bencana alam merupakan salah satu contoh stalemate dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun bencana alam memang tidak terjadi setiap hari, tapi kondisi tersebut mampu menciptakan akomodasi pada masyarakat yang saling bertikai untuk berdamai sementara waktu. Hal itu menunjukkan bahwa dibalik bencana alam yang berdampak negatif, ternyata juga berdampak positif pada integrasi sosial dalam masyarakat, karena masyarakat merasa memiliki perasaan senasib, sehingga untuk satu waktu mereka mampu menghilangkan perselisihan untuk membantu memperbaiki keadaan akibat bencana alam yang terjadi.
  4. Adanya warga yang meninggal dunia juga merupakan salah satu contoh stalemate dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang kita tahu bahwa negara kita, Indonesia merupakan negara yang memiliki masyarakat multikultural, sehingga perbedaan diantara masyarakat yang dapat memicu terjadinya konflik tetap ada. Akan tetapi, ketika ada warga yang meninggal dunia, seringkali mereka harus menyingkirkan ego dan bersikap saling membantu keluarga yang ditinggal oleh almarhum. Terlebih lagi, jika yang meninggal tersebut ialah seorang tokoh masyarakat yang disegani bahkan oleh mereka yang bertikai.

Selain contoh-contoh tersebut, secara khusus dalam permainan catur, salah satu contoh terjadinya stalemate yang paling terkenal dan unik terjadi selama pertandingan kelima Kejuaraan Catur Dunia (World Chess Championship) 1978 antara grandmaster Viktor Korchnoi dan Anatoly Karpov.

Stalemate terjadi pada langkah ke-124 dengan endgame uskup. Uskup kulit putih Korchnoi tidak dapat menyerang atau bertahan, dan raja kulit putihnya tidak dapat memaksa raja lawannya ke posisi untuk menang, yang mengakibatkan jalan buntu. Pertandingan tersebut adalah yang terpanjang dalam pertandingan final Kejuaraan Catur Dunia (World Chess Championship) dan satu-satunya yang berakhir imbang atau seri sebelum 2007.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa selain dalam konteks akomodasi stalemate juga mengacu pada situasi seri dalam permainan catur, yaitu situasi yang terjadi ketika permainan berakhir karena tidak ada pemain yang dapat melakukan langkah yang sah atau memenangkan permainan. Baik stalemate sebagai bentuk akomodasi maupun seri dalam catur, keduanya sama-sama dicirikan oleh kekuatan yang seimbang antara pihak yang terlibat atau bertanding.

Oleh karena itulah istilah stalemate dalam konteks penyelesaian konflik dan dalam permainan catur memiliki arti yang tidak jauh berbeda, yaitu sama-sama tidak ada pihak yang memang atau kalah. Dalam konteks penyelesaian konflik, stalemate merupakan bentuk akomodasi, sedangkan dalam permaianan catur stalemate merupakan bentuk permaianan dalam kondisi seri (draw).

Nah, itulah tadi artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan pengertian stalemate menurut para ahli, ciri, macam, dan contohnya di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga saja bisa memberi wawasan bagi semuanya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *