Pengertian Pelatihan Kerja, Jenis, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Pelatihan Kerja

Pelatihan kerja bisa dikatakan sebagai bagian daripada proses sosial dan interaksi sosial guna mempelajari ketrampilan dasar yang dibutuhkan oleh karyawan baru atau karyawan yang sudah lama untuk menjalankan pekerjaan mereka. Tujuan dilakukannya pelatihan kerja salah satunya adalah mengembangkan sikap, sehingga menimbulkan kerja sama dengan teman-teman karyawan lainnya dan juga para pimpinan perusahaan.

Disisi lainnya, adanya pelatihan kerja tersebut merupakan hal yang sangat penting karena merupakan kesempatan yang baik bagi karyawan untuk mengembangkan basis pengetahuan mereka dan meningkatkan keterampilan kerja mereka untuk menjadi lebih efektif di tempat kerja. Terlepas dari biaya pelatihan bagi karyawan, laba atas investasi sangat besar jika konsisten. Contoh pelatiha kerja yang dapat dilakukan oleh perusahaan bisa berupa pelatihan karyawan, pelatihan tim, pelatiha lintas fungsional, dan pelatihan ulang.

Pelatihan Kerja

Pelatihan kerja bagian daripada proses pengajaran atau pengembangan dalam diri sendiri atau orang lain, setiap keterampilan dan pengetahuan yang berhubungan dengan kompetensi tertentu yang berguna. Secara khusus, pelatihan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan, kapasitas, produktivitas, dan kinerja seseorang. Proses yang satu ini membentuk inti dari kegiatan magang.

Orang-orang dalam beberapa profesi dan pekerjaan dapat menyebut pelatihan semacam ini sebagai pengembangan profesional. Pelatihan juga mengacu pada pengembangan kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kompetensi tertentu, seperti olahraga, seni bela diri, aplikasi militer dan beberapa pekerjaan lainnya.

Pengertian Pelatihan Kerja

Pelatihan kerja adalah sebuah proses yang sistematis untuk mengajarkan atau meningkatkan pengetahuan, keahlian dan sikap, dan perilaku spesifik yang berkaitan dengan pekerjaan sehingga karyawan semakin terampil, memiliki tanggung jawab yang lebih baik serta mempunyai kinerja yang lebih baik.

Pengertian Pelatihan Kerja Menurut Para Ahli

Pengertian pelatihan kerja menurut para ahli, antara lain:

  1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 9, Pelatihan kerja adalah pelatihan yang diselenggarakan dan diarahkan untuk membekali, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktivitas, dan kesejahteraan.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional, Pengertian pelatihan kerja adalah seluruh kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan.

Jenis Pelatihan Kerja

Handoko (2001) mengemukakan bahwa secara garis besar jenis pelatiha kerja berdasarkan metode yang digunakan dapat dibagi menjadi dua, yaitu on the job training dan off the job training, yang masing-masing dibagi lagi menjadi beberapa teknik. Berikut penjelasannya:

  1. Metode on the job training

On the job training (OJT) atau In-house training adalah metode pelatihan kerja yang pelaksanaannya di tempat kerja. OJT paling banyak digunakan oleh perusahaan dalam melatih tenaga kerja atau karyawannya. Dengan menerapkan metode yang satu ini, karyawan dapat mempelajari pekerjaan yang harus dilakukan secara langsung.

Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam menggunakan metode pelatihan kerja OJT, antara lain:

  1. Rotasi jabatan, Teknik yang satu ini dilakukan dengan cara memberikan pengetahuan kepada karyawan tentang bagian-bagian organisasi yang berbeda dan praktik keterampilan manajerial yang bermacam-macam.
  2. Pelatihan instruksi pekerjaan, Teknik ini dilakukan dengan memberikan petunjuk pekerjaan secara langsung dan digunakan terutama untuk melatih para karyawan tentang cara melaksanakan pekerjaan mereka sekarang.
  3. Magang, Teknik magang merupakan proses belajar dari seorang atau beberapa orang yang berpengalaman. Asistensi dan Intership merupakan bentuk lain dari program magang.
  4. Coaching, Teknik ini dilakukan dengan cara penyelia atau atasan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada karyawan dalam pelaksanaan pekerjaan rutin mereka.
  5. Penugasan Sementara, Teknik ini dilakukan dengan cara menempatkan karyawan pada posisi manajerial atau sebagai anggota panitia tertentu untuk jangka waktu yang ditetapkan, sehingga mereka dapat terlibat dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah-masalah organisasional nyata.
  1. Metode off the job training 

Off the job training atau disebut juga external training merupakan metode pelatihan kerja yang dilakukan di luar tempat kerja. Dengan menerapkan metode ini, karyawan dilatih ketika dalam keadaan tidak bekerja, tujuannya yaitu agar terpusat pada kegiatan pelatihan saja. Orang yang memberikan pelatihan (instruktur) biasanya didatangkan dari luar organisasi karena kurang atau tidak tersedianya pelatih di dalam perusahaan.

Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam menggunakan metode pelatihan kerja off the job training, antara lain:

  1. Metode studi kerja, Teknik ini dilakukan dengan cara melibatkan karyawan dalam metode pelatihan, kemudian mereka diminta untuk mengidentifikasikan permasalahan yang muncul, menganalisis situasi yang ada, dan menyusun rumusan untuk memebrikan penjelasan-penjelasan alternatif. Dengan metode kasus, karyawan bisa mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan.
  2. Role playing, Teknik ini dilakukan dengan cara memberikan peran yang berbeda kepada para karyawan (peserta pelatihan).
  3. Business games, Teknik ini dilakukan dengan cara simulasi pengambilan keputusan skala kecil yang dibuat sesuai dengan situasi kehidupan bisnis nyata.
  4. Vestibule training, Teknik pelatihan kerja yang satu ini bukan dilaksanakan oleh atasan (penyelia), melainkan oleh pelatih-pelatih khusus.
  5. Pelatihan laboratorium, Teknik pelatihan ini merupakan bentuk pelatihan kelompok yang digunakan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan antar pribadi. Salah satu bentuk pelatihannya yaitu pelatihan sensitivitas.
  6. Program pengembangan eksekutif, Teknik pelatihan ini biasanya dilakukan di lembaga pendidikan. Organisasi dapat mengirimkan para karyawannya untuk mengikuti paket-paket khusus yang ditawarkan atau bekerja sama dengan suatu lembaga pendidikan untuk mengembangkan secara khusus suatu bentuk penataran, pendidikan atau pelatihan sesuai kebutuhan organisasi.

Tujuan Pelatihan Kerja

Pelatihan kerja merupakan hal yang sangat penting karena beberapa alasan yang menjadi tujuan pelaksanaannya, antara lainL

  1. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan

Program pelatihan karyawan membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan agar sesuai dengan berbagai perubahan di industri. Perbaikan ini secara positif akan mempengaruhi produktivitas pekerja, yang dapat meningkatkan keuntungan dan efisiensi organisasi. Beberapa hal yang dapat dipelajari karyawan melalui pelatihan termasuk etika kerja, hubungan manusia dan keselamatan.

  1. Memenuhi rekomendasi penilaian kinerja

Ketika penilaian kinerja karyawan organisasi menyarankan perlunya perbaikan pada subjek atau keterampilan tertentu, program pelatihan dapat diselenggarakan untuk karyawan untuk membantu mereka memenuhi persyaratan tersebut. Oleh karena itu, pelatihan kerja dapat mengatasi area masalah yang teridentifikasi dan bekerja menuju solusi.

  1. Menyiapkan karyawan agar memiliki tanggung jawab yang lebih tinggi

Program pelatihan juga dapat membantu mempersiapkan karyawan yang pindah ke peran yang lebih tinggi dan mengambil lebih banyak tanggung jawab dalam suatu organisasi.

Program-program ini akan membantu mereka mempelajari keterampilan yang dibutuhkan untuk berfungsi secara efektif di posisi baru mereka. Misalnya, mereka mungkin dilatih dalam keterampilan kepemimpinan atau dalam perangkat lunak tertentu yang akan mereka gunakan dalam peran baru mereka.

  1. Menunjukkan kepada karyawan bahwa mereka dihargai

Menerapkan program pelatihan di tempat kerja akan membantu karyawan merasa seperti perusahaan berinvestasi di dalamnya. Dengan terus mengajari karyawan keterampilan dan kemampuan baru, mereka tidak hanya akan menjadi pekerja yang lebih baik, mereka akan merasa seperti anggota organisasi yang lebih produktif. Ini akan meningkatkan moral mereka serta kemampuan tempat kerja mereka.

  1. Menguji efisiensi sistem manajemen kinerja baru

Program pelatihan karyawan membantu organisasi menguji efisiensi dan efektivitas sistem manajemen kinerja baru, yang akan membantu SDM menetapkan ekspektasi kinerja yang lebih jelas. Menggunakan sistem tersebut untuk melatih karyawan akan memperkuat perlunya mencapai tujuan dan membantu karyawan lebih memahami apa yang diharapkan dari mereka.

  1. Meningkatkan keterampilan TI dan komputer

Program pelatihan membantu karyawan mempelajari keterampilan komputer dan topik TI tertentu, seperti penggunaan sistem perangkat lunak. Perusahaan dapat melatih karyawan mereka untuk membuat grafik dan spreadsheet, mengedit data dalam database mereka dan memahami pengaturan jaringan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang komputer untuk meningkatkan efisiensi tempat kerja.

Manfaat Pelatihan Kerja

Pengusaha memperoleh banyak manfaat dari penyelenggaraan program pelatihan kerja bagi karyawan mereka, terutama ketika mereka dengan penuh dedikasi dan konsisten melaksanakan program ini. Berikut adalah beberapa kemungkinan manfaat atau keuntungan yang diperoleh, antara lain:

  1. Peningkatan produktivitas dan kinerja

Ketika karyawan menjalani pelatihan, itu dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka tentang pekerjaan dan membangun kepercayaan diri mereka pada kemampuan mereka, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja mereka dan membuat mereka bekerja lebih efisien dan efektif.

  1. Keseragaman proses kerja

Ketika karyawan di tempat kerja telah menjalani pelatihan, maka itu akan membantu untuk menstandardisasi proses kerja di antara para karyawan tersebut. Pekerja akan menerapkan dan mengikuti prosedur serupa sebagai akibat dari paparan mereka terhadap pelatihan serupa.

  1. Mengurangi pemborosan

Ketika karyawan dilatih, mereka akan belajar untuk menggunakan bahan, peralatan dan perlengkapan perusahaan dengan baik, aman dan ekonomis. Kecelakaan dan kerusakan peralatan akan diminimalkan, dan ini akan menjaga limbah tetap rendah.

  1. Peningkatan struktur organisasi

Ketika sebuah perusahaan memiliki sistem sosial terkait dengan pelatihan yang terorganisir untuk karyawan, itu membantu mereka belajar dengan cara yang konsisten dan sistematis. Hal ini juga mencegah karyawan dari belajar dengan coba-coba.

  1. Peningkatan pengetahuan tentang kebijakan dan tujuan

Program pelatihan yang baik sejatinya akan selalu membantu karyawan mengenal etika, nilai sosial, norma sosial, kebijakan, visi dan misi organisasi dalam perusahaan tertentu. Sehingga prihal ini mampu meningkatkan kapabilitas dan kualitas setiap jenis tenaga kerjanya.

Contoh Pelatihan Kerja

Contoh-contoh adanya pelatihan kerja yang ditujukan kepada karyawan diantaranya yaitu:

  1. Pelatihan keahlian karyawan

Pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia yang dapat dilakukan oleh perusahaan dapat berupa pelatihan keahlian atau bisa disebut skill training. Program pelatihan yang satu ini dilakukan dengan cara identifikasi kebutuhan dan kekurangan karyawan melalui proses penilaian. Dalam pelatihan ini, hard skill maupun soft skill, karyawan sama-sama  dilatih atau dikembangkan.

  1. Pelatihan tim (team training)

Pelatihan tim atau team training merupakan pelatihan yang terdiri atas sekelompok individu, yang akan diberi tugas dan harus menyelesaikan tersebut secara bersama-sama dalam sebuah tim. Pelatihan yang satu ini dilakukan dengan tujuan agar karyawan dapat menyelesaikan masalah atau pekerjaan secara tim agar tujuan perusahaan bisa tercapai.

  1. Cross Functional Training

Cross Function Training merupakan pelatihan lintas fungsional yang memberikan kesempatan kepada karyawan untuk bisa melakukan aktivitas kerja di dalam bidang yang lainnya yang ada di perusahaan selain pekerjaan utamanya. Teknik pelatihan jenis ini sangat bermanfaat bagi semua karyawan, sebab nantinya mereka akan mampu memahami bagaiman cara kerja organisasi perusahaan secara lebih luas dan tidak hanya fokus pada tugas kerjanya saja.

  1. Pelatihan Ulang (Retraining)

Pelatihan ulang atau retraining merupakan pelatihan secara berkala yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan, yang dilakukan karena tuntutan teknologi dan perkembangan isu yang berkaitan dengan perusahaan semakin berkembang, sehingga karyawan akan dituntut untuk maju dan menyesuaikan diri agar memiliki pemikiran yang inovatif terhadap pekerjaan mereka.

Itulah saja artikel yang bisa dikemukakan pada semua kalangan berkenaan dengan pengertian pelatihan kerja menurut para ahli, macam, tujuan, manfaat, dan contohnya yang ada di masyarakat. Semoga saja bisa berguna bagi kalian semuanya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.