Pengertian Konflik, Faktor, Jenis, Dampak, dan Contohnya

Diposting pada

Konflik Adalah

Perbedaan atas berbagai kepetingan dalam kehidupan di lingkungan sosial bermasyarakat seringkali menjadi polemik yang berarti, bukan hanya menimbulkan masalah-masalah sosial. Jauh lebih itu, akan menimbulkan konflik atau pertentangan dalam masyarakat.

Adanya konflik yang tidak terkendali akan menimbulkan terjadinya kerusuhan bahkan kerugian yang bukan hanya prihal ekonomi, namun rancaunya keteraturan sosial, terkendalanya pembangunan nasional, bahkan rusaknya nilai sosial dan norma sosial. Meskipun, diakui atau tidak bahwa konflik pada dasarnya merupakan suatu interaksi sosial yang bersifat disosiatif lantaran mengarah pada perpecahan.

Konflik

Konflik bisa dikatakan sebagai istilah dalam Bahasa Inggris conflict yang tergolong sebagai jenis interaksi sosial dalam proses disosiatif. Proses disosiatif dalam objek kajian sosiologi meliputi persaingan, kontraversi, pertikaian, dan terakhir adalah konflik.

Yang kesimpulan kesemuanya ialah mendapatkan apa yang dingginkan secara bersama atau secara individu dengan mengorbankan pihak lainnya yang tidak sepemahaman.

Pengertian Konflik

Konflik adalah suatu perjuangan yang dilakukan masyarakat, baik secara individu atau dalam bentuk kelompok sosial untuk memenuhi tujuannya dengan jalan memeberikan perlawanan pada pihak yang disertai kekerasan dan ancaman.

Makna tersebut didapatkan dari pembahan bahwa konflik adalah proses sosial dan interaksi sosial yang selalu ajeg dilatarbelakangi oleh perbedaan kepentingan sehingga perbedaan ini sendiri sulit untuk didamaikan. Perbedaan-perbedaan yang daat mendorong terjadianya konflik tersebut dalam masyarakat antara lain menyangkut ciri fisik, budaya, ras, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, dan keyakinan.

Konflik Secara Khusus

Konflik secara khusus  adalah saling memukul (configere) dengan tidak hanya berwujud pertentangan fisik semata

Konflik Secara Khusus

Konflik adalah proses sosial yang terjadi diantara dua pihak atau lebih, yang di dalamnya pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancur kan atau membuatnya tidak berdaya.

Pengertian Konflik Menurut Para Ahli

Adapun definisi konflik menurut pendapat para ahli. Antara lain;

  1. Robbins, Pengertian konflik adalah proses sosial dalam masyarakat yang terjadi antara pihak berbeda kepentingan untuk saling memberikan dampak negatif,  artinya pihak-pihak yang berbeda tersebut senantiasa memberikan perlawanana. Konsekuensinya akan rimbul peperangan, pembunuhan, krimalitas, dan dampak negatif lainnya.
  2. Alabaness, Definisi konflik adalah keadaan masyarakat yang mengelami kehancuran keteraturan sosial yang dimulai dari individu atau kelompok yang tidak setuju dengan pendapat dan pihak lainnya. Sehingga mendorong terjadinya perubahan sikap, prilaku, dan tindakan atas dasar ketidaksetujuannya.
  3. Ralf Dahrendorf (1959), Konflik adalah persepsi yang dilakukan oleh individu dan kelompok dalam memandang perbedaan kepentingan ( perceived of interest) terhadaap suatu kepercayaan bahwa aspirasi pihak-pihak yang berkonflik tidak dapat di capai secara simultan.
  4. Nasikun (1995), Konflik adalah pertentangan yang terjadi akibat adanya benturan kepentingan antar dua
    kelompok sosial atau lebih, di mana salah satu pihak merasa diperlukan secara tidak adil dan kemudian kecewa.

Faktor Penyebab Konflik

Faktor Penyebab Konflik
Faktor Penyebab Konflik

Faktor yang melatarbelakangi terjadinya konflik, di dalam kehidupan masyarakat. Antara lain;

  1. Perbedaan Individu

Setiap inidividu yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat akan senantiasanya mengalami perselisihan, perselisihan ini sendiri meliputi perbedaan pendirian dan perasaan, yang kedua hal tersebut menjadi penyebab timbulnya konflik dalam masyarakat.

  1. Kebudayaan

Yang menjadi penyebab timbulnya konflik dalam masyarakat, adalah perbedaan latar belakang sifat kebudayaan yang satu dengan yang lainnya. Sehingga prihal ini pada akhirnya membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula, contohnyata dalam kasus ini misalnya mengenai prilaku dan tatabicara masyarakat Indonesia yang memiliki karekatristik tidak sama, antara masyarakat Papua dan Masyarakat Jawa Tengah.

  1. Kepentingan

Banyaknya perbedaan kepentingan yang ada dalam masyarakat, antara individu dan kelompok, di antaranya menyangkut bidang ekonomi, politik, dan sosial. Bidang politik seringkali menjadi penyulut timbulnya konflik masyarakat, yang umumnya karena kekuasaan.

Begitupula perbedaan ekonomi, dengan ada status sosial dalam masyarakat, antara miskin dan kaya, menjadi penyebab adanya konflik yang sulit dihindari.

  1. Perubahan Sosial

Faktor penyebab adanya konflik dalam masyarakat yang selanjutnya adalah bentuk perubahan sosial. Perbuahan ini faktor alamiah lantaran memang hakekat manusia senantiasany berubah. Yang pasti perubahan-perubahan yang seringkali menjadi penyebab konflik adalah perubahan pada nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

  1. Interaksi Sosial

Arti interkasi sosial yang seringkali menjadi salah satu penyebab timbulnya konflik dalam masyarakat banyak disebabkan karena ketidakharmonisan. Yang akhirnya interaksi sosial tersebut tidak bisa dijanalan, semakin seseorang melakukan interaksi sosial maka semakin riskan pula konflik yang akan ditimbulkan.

Jenis Konflik

Konflik yang ada dalam masyarakat, memiliki bantak jenis-jenisnya, yaitu;

  1. Konflik Pribadi

Konflik pribadi adalah salah satu jenis konflik yang paling dominan terjadi di kehidupan masyarakat, konflik ini hanya merugikan pihak-pihak individu yang berkaiatan satu sama lainnya.

Misalnya dalam arti keluarga, antara adik dan kakak yang bersiang mendapatkan kasih sayang orangtuanya. Maka konflik yang dialami hanya sebatas adik dan kakaknya saja, sedangkan anggota lain tidak mengalami konflik dan dampak konflik.

  1. Konflik Rasial

Konflik rasial adalah konflik yang terjadi karena adanya perbedaan ras, atau perbedaan kebudayaan dalam masyarakat.

Perbedaan-perbedaan ini timbul karena adanya persaingan yang tidak sehat sehingga masyarakat satu dengan lainnya saling melawan dan menghancurkan pihak lain. Contoh konflik rasial ini seringkali terjadi antara perang suku di Papua,

  1. Konflik Antarkelas Sosial

Kelas sosial dalam masyarakat ada yang secara horizonal dan ada yang bersifat vartikal. Kelas sosial ini banyak menciptakan konflik yang terjadinya, hal ini sesuai dengan teori yang dikatakan Karl Marx sebagai ahli dalam fisafat. Karl Marx menjelasakan bahwa kelas sosial terdiri dari dua, yakni kelas proleter dan borjuis.

Kedua jenis kelas sosial ini akan memperebutkan dan mempertahankan status sosial dan peran sosial yang didapatkannya. Selama ada pengelompokan kelas dalam masyarakat, selama itupula konflik akan langgeng terjadi. Oleh karenannya konflik antar kelas tidak bisa dihindari sedikitpun dalam masyarakat.

  1. Konflik Politik

Konflk politik adalah jenis konflik yang terjadi di dalam dunia politik, konflik ini banyak di latar belakangi dengan adanya keinginan untuk berkuasa. Oleh karena itulah keinginan berkuas acapkali memandang segala kebutuhan hidup dan menghalakan sesuatu hal.

Konflik politik bisa dilatar belakangi dengan adanya politik identitas yang mana, dengan kekehan dan kekukuhan hatinya masyarakat sering mengalami pergesekan satu sama lainnya. Jadi singkatnya, jenis konflik ini bagian daripada dinamika kehidupan masyarakat.

  1. Konflik Internasional

Konflik selanjutnya, adalah konflik internasional. Konflik ini banyak disebabkan karena eksistensi negara-negara maju dan negara berkembang.

Negara maju akan memberikan modal dan mengeruk SDA pada negara-negara berkembang, keadaan ini banyak menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat. Yang akhirnya, dengan kekecewaan tersebut tak jarang banyak negara pada akhirnya melakukan perlawanan atau peperang.

Contoh konflik antar negara ini misalnya saja, antara Amerika dan Rusia. Kedua negara ini sejak perang dunia ke-2 selalu memperebutkan eksistensi, baik dalam teknologi, unsur budaya, bahkan dalam ideologi. Dalam ideologi Amerika mengenut sistem demokratis sedangkan Rusia menganut Komunisme. Kedua hal ini seringkali menjadi polemik tersendiri bagai negara-negara yang ada di seluruh dunia.

  1. Konflik Sosial

Konflik sosial adalah konflik yang terjadi karena masalah-masalah sosial lainnya. Baik masalah ekonomi, pergaulan, hubungan sosial, ataupun masyarakat yang berkaiatan dengan hancurnya tatanan dan keraturan masyarakat.

Jenis konflik ini banyak menimbulkan dampak negatif di bandaingkan dampak postifnya. Oleh karena itulah banyak yang berpendapat konflik sosial harus segera ditasi, sebagai solusli dalam membentuk masyarakat damai, sejahteran, dan tentram.

  1. Konflik Agama

Jenis konflik yang selanjutnya, adalah konflik agama. Contoh kasus konflik agama ini banyak menimbulkan masalah intens dalam perkembangan di dunia. Agama sebagai bagian kebutuhan hidup bergantung pada keyakinan yang dimiliki umat manusia. Oleh karenannya konflik paling berat dampaknya dibandingkan dengan konflik lainnya adalah konflik agama.

Upaya penyelesainnya konflik dalam masyarakat terutama prihal agama ini bisa dilakukan dengan memberikan sikap toleransi. Sikap ini diartikan sebagai sikap saling menghargai perbedaan demi terciptanya integrasi sosial dalam kehidupan manusia secara utuh.

Dampak Konflik

Adapun akibat terjadi konflik di masyarakat tidak sepenuhnya negatif, lantaran kadangkala memang diperlukan untuk memperoleh perhatian lebih dalam sistem sosial pemerinatahan. Penjelasannya;

Negatif

Yaitu

  1. Merusak integrasi sosial masyarakat
  2. Menyebabkan trouma secara sosial dan psikologis
  3. Menimbulkan kerusakan harta benda dalam masyarakat
  4. Timbulnya rasa dendam yan tidak bisa menciptakan kehidupan harmonis.
Positif

Yaitu;

  1. Konflik sejatinya dalam memperjelas berbagai aspek kehidupan yang masih belum tuntas
  2. Terjadinya konflik menimbulkan penyesuaian kembali serangkaian norma dan makna nilai yang berlaku dalam masyarakat
  3. Konflik mampu mendorong solidaritas mekanik dan solidaritas organik diantara angota kelompok yang ada di masyarakat perkotaan serta pedesaan
  4. Konflik dapat mengurangi rasa ketergantungan terhadap individu atau kelompok
  5. Terjadinya konflik dapat memunculkan kompromi baru yang dikenal dengan akomodasi dalam sosiologi
  6. Integrasi sosial lebih kuat

Contoh Konflik

Adapun untuk contoh dari adanya konflik di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja;

  1. Indonesia

Prihal kasus konflik yang pernah terjadi di Indonesia dalam kaitannya dengan contoh konflik sosial ialah pertikaian antara masyarakat Bali dan Suku Lampung yang terjadi di Kabupaten Lampung Selatan, kondisi ini banyak menimbulkan korban jiwa diantara keduanya.

  1. Internasional

Adapun dalam dunia internasional adanya konflik yang bisa dilihat sampai saat ini adalah kasus terkait dengan negara Palestina dan Israel yang pada dasarnya didasari pada perebutan kekuasaan oleh Negara Israel dalam rangka menduduki Palestina yang sampai saat ini belum sepenuhnya menuhi unsur deklaratif terbentukna negara.

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa konflik adalah bagian daripada proses sosial yang terjadi di masyarakat. Meksipun banyak dampak negatifnya, ada sejumlah dampak postif dari konflik. Dalam ini Konflik kadang-kadang diperlukan dalam suatu kelompok atau organisasi sosial. Adanya pertentangan sosial dalam suatu kelompok atau organisasi sosial merupakan hal biasa. Bahkan apabila dari pertentangan dan pertikaian tersebut dapat dihasilkan kesepakatan, akan terwujud integrasi yang lebih erat dari sebelumnya.

Oleh karena itulah konflik merupakan situasi wajar dalam setiap kehidupan masyarakat. Bahkan sejatinya konflik ini sendiri sama dengan perubahan sosial dan juga globalisasiyang tidak dapat dihindari oleh setiap masyarakat.

Demikianlah penjelasan dan pembahasan mengenai pengertian konflik menurut para ahli, faktor penyebab, jenis, dampak, dan contohnya di masyarakat. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga pengetahuan bagi segenap pembaca yang sedang mendalami materinya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *