Pengertian Kapitalisme, Ciri, Manfaat, Bahaya, dan Contohnya

Diposting pada

Kapitalisme Adalah

Banyak dari kita yang sudah familiar dengan kata ini “kapitalisme”, dibelahan dunia terutama di negara Barat banyak yang menganut sistem ini. Kata ini muncul setelah revolusi industri yang terjadi di negara-negara Barat, rentang waktu revolusi industri tersebut pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 yang awalnya ditandai dengan diproduksinya suatu barang secara banyak dan masif.

Oleh sebab itulah untuk penjelasan lebih lanjut artikel ini akan mengulas tentang pengertian kapitalisme, karakteristik, manfaat, bahaya, dan bentuknya.

Kapitalisme

Kapitalisme adalah sistem dan paham ekonomi (perekonomian) yang modalnya (penanaman modalnya, kegiatan industrinya) bersumber pada modal pribadi atau modal perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasaran bebas.

Pengerjaannya sudah tidak memakai tenaga manusia lagi, melainkan menggunakan tenaga mesin. Kala itu yang digunakan ialah mesin uap, yang pertamakali diterapkali di negara Inggris.

Pengertian Kapitalisme

Kapitalisme adalah sejumlah uang atau sejumlah dana, yang dimaknai sebagai barang atau uang bunga pinjaman. Secara etmologis kapitalisme asal kata dari bahasa lati “caput” yang berarti kepala, kehidupan, kesejahteraan. Baru pada abad ke-18 arti dari istilah tersebut bergeser pada arti kapital produktif, puncak perkembangannya yang tercermin pada industrialisasi ialah pada abad ke-19.

Kapitalisme bisa dimaknai sebagai cara pandang (ideologi) yang mengunggulkan kapital milik perorangan atau sekelompok kecil masyarakat sebagai roda penggerak kesejahteraan manusia.

Kepemilikan kapital sekelompok masyarakat atau individu adalah dewa dari segalanya, maksudnya semua orang yang ada di sunia harus dijadikan kapital kelompok kecil maupun kapital perorangan sebagai saran memperoleh keuntungan dari sistem kerja upahan, dimana buruh sebagai produsen ditindas dan diperas oleh kaum kapitalis.

Konsep kapitalisme menjadi sebuah sistem yang menggunakan alat produksi berada dalam genggaman pihak swasta untuk menciptakan keuntungan skala besar dan sebagian besar keuntungan dipergunakan lagi untuk memperbesar penghasilan laba (Ruth Mc Vey, 1998).

Kapitalisme ialah cara mengadakan produksi dengan dasar untuk memperoleh laba[1]. Kapitalisme juga ditandai dengan perubahan pola perilaku petani yang beralih pekerjaan dari ladang ke pekerjaan industri yang di tawarkan oleh pabrik-pabrik megah.

Secara historis, kapitalisme dibagi menjadi tiga fase yaitu; fase kapitalisme awal yang terjadi rentang tahun 1500-1750, fase kedua merupakan kapitalisme klasik pada tahun 1750-1914, dan kapitalisme lanjut di tahun 1914 sampai sekarang.

Pengertian Kapitalisme Menurut Ahli

Agar lebih mudah kita memahami, apa yang dimaksud kapitalisme. Kita bisa menulusuri untuk merujuk pendapat, khususnya yang mengulas sosiologi industri dari beberapa ahli:

Adam Smith

Kapitalisme merupakan bentuk sistem yang dapat menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat, namun dengan syarat tidak adanya perilaku intervensi negara kepada mekanisme kebijakan dalam pasar.

Karl marx

Bagi Karl Marx, arti kapitalisme adalah suatu sistem dimana harga barang dan kebijakan pasar ditentukan oleh para pemilik modal untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.

Max weber

Menurut Max Weber, pengertian kapitalisme adalah suatu sistem ekonomi yang ditujukan pada suatu pasar dan dipacu untuk menghasilkan laba dengan kegiatan pertukaran di pasar tersebut.

Ralf Dahrendorf

Definisi kapitalisme merupakan bentuk masyarakat industri yang ditandai oleh suatu konsidensdi yang mana kepemilikan hak milik pribadi dan kontrol aktual atas sarana produksi berada pada satu tangan.

Soekarno

Mendefinisikan bahwa  kapitalisme merupakan suatu sistem sosial masyarakat yang timbul dari cara produksi yang memisahkan kaum buruh dari alat-alat produksi.

Tom G. Palmer

Tom G. Palmer mengatakan bahwa arti kapitalisme merupakan sebuah sistem hukum, ekonomi, sosial, dan budaya yang mendorong kesetaraan hak, meritokrasi, desentralisasi inovasi, dan proses pembelajaran (trial and error) melalui proses kesukarelaan dalam mekanisme pasar.

Ciri Kapitalisme

Kapitalis merupakan orang yang mempunyai alat-alat untuk produksi barang. Para kapitalis orang yang memiliki uang sehingga mampu membayar karyawan atau buruh. Sistem kapitalisme hadir sebagai akibat dari hubungan ekonomi yang memiliki karakter eksploitasi, mereka hidup melalui keuntungan laba yang mereka dapat kerja buruh. Adapun ciri kapitalisme adalah:

  1. Produk yang dibuat terdiri dari barang utama yang dibutuhkan oleh konsumen. Tujuan dari produksi ini di pasarkan di pasar untuk di jual. Jika barang yang dijual kapitalis tidak tejual dengan harga tinggi, maka kapitalis yang diwakili kaum borjuis secara masif akan mengalami kebangkrutan dan tidak medapatkan laba dari hasil produksi barang tersebut..
  2. Kepemilikan alat produksi dimiliki secara pribadi sehingga produksi yang dijalankannya juga secara pribadi tanpa ada campu tangan dari negara. Karena kepemilikan yang tunggal ini dan kebanyakan perusahaan kapitalis dikontrol oleh kepentingan kelompok kapitalis juga keluarga, yang pada akhirnya kekayaan tidak terbagi secara merata, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.
  3. Produksi dilakukan untuk pasar yang luas dan tidak terbatas pada area tertentu dengan dibarengi persaingan dalam pasar. Semua kapitalis (perusahaan, kelompok kapitalis, dan pemilik per-orangan) berusaha mendapatkan keuntungan laba sebanyak mungkin tanpa mempertimbangkan akibat yang ditimbulkan dari keputusan untuk praktek tersebut.
  4. Kapitalis juga mempunyai tujuan memaksimalkan keuntungan sebesar mungkin. melalui penekanan upah buruh yang murah, bahan baku yang murah, alat produksi menggunakan mesin-mesin canggih sehingga kerja lebih efektif dan efisien dengan penggunaan modal sedikit mungkin dan memperoleh keuntungann sebanyak mungkin.
  5. Selain sebagai alat untuk memperoleh keuntungan , produk dari kapitalis juga sebagai akumulasi kapital (kekayaan yang digunakan untuk menambah modal ).
  6. Masyarakat kapitalis cenderung berperilaku individualis dalam berhubungan sosial yang ditandai dengan sikap materialisme.
  7. Menciptakan gaya hidup baru yaitu; hedonisme yang di akibatkan oleh tayanagn berbagai iklan produk yang dipasarkan oleh perusahaan atau kelompok kapitalisme. Sehingga, pada akhirnya individu terpengaruh untuk berperilaku hedonis.
  8. Pemerintah tidak memiliki kekuatan untuk ikut campur dalam kegiatan perekonomian dalam sistem kapitalime tersebut.

Manfaat Kapitalisme

Adapun untuk beragam manfaat yang diperoleh dari kapitalisme ini, antara lain;

  1. Menjadi spirit semangat individu atau masyarakat menjadi tinggi karena setiap orang mempunyai kesempatan sekaligus peluang terbuka untuk mengoptimalkan keadaan dirinya sebaik mungkin.
  2. Mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan kreatif karena persaingan yang ketat.
  3. Individu atau masyarakat memilik banyak alternatif untuk mempeoleh tujuan dan manfaat yang dikehendaki.
  4. Melimpahnya barang dan jasa yang ditawarkan dalam pasar, baik dari bentuk maupun nilainya, hal ini diakibatkan karena meningkatnya persaingan antar pedagang ataupun penjual.
  5. Konsumen dapat menyesuaikan atau mengatur pasar karena persaingan harga

Bahaya kapitalisme

Sedangkan dalam penerapakan kapitalisme dalam berbagai negara memiliki bahaya, antara lain;

  1. Memicu distribusi aset atau sumber daya yang tidak merata dan tidak seimbang,
  2. Sehingga memperlebar jarak kesenjangan yang memiliki modal dengan yang tidak memiliki modal sehingga mengakibatkan persaingan yang tidak sehat.
  3. Produksi-produksi ekonomi hanya berorintasi niali dalam bentuk nilai tukar (uang)
  4. Walau secara fitrah manusia memiliki keinginan yang sama, namun akibat sistem ekonomi kapitalisme menyebabkan kesenjangan. Hanya orang yang mempunyai modal yang dapat memperoleh ksempatan serta keuntng dengan skala besar.
  5. Sumber daya hanya menjadi milik segelintir orang yang memiliki kekuasaan dan kekayaan.
  6. Munculnya persaingan tidak sempurna dimana persaingan pasar dimonopoli beberapa orang

Contoh Kapitalisme

Arti budaya sosial-politik Amerika mrupakan sistem perekonomian kapital. Kapitalisme sebagai jalan lain untuk mendistribusikan keuntungan dan kerugian ekonomi. Kapitalisme juga menekankan terhadap pemerintah untuk tidak atu seminimal mungkin terlibat dalam kegiatan ekonomi. Bebas berusaha dan kepercayaan diri  sebagai prinsip-prinsip dasar dari kapitalisme.

Individu diberi kebebasan secara terbua untuk mampu berinisiatif dan berinovasi untuk membangun stabilititas ekonomi dan keamannya sendiri. Jenis dan apa yang akan diproduksi dan harga barang dan jasa yang akan dijual ditentukan oleh perusahaan, sementara pembeli hanya bisa menentukan barang yang hendak dibeli tanpa bisa menetukan harga.

Di Indonesia sendri sebagai salah satu karakteristik negara berkembang. Kapitalisme tidak lahir begitu saja, yang diciptakan oleh cara-cara penduduk pribumi dalam memproduksi barang yang dibutuhkan. Tekanan dari pihak asing yang mendesak berubahnya sistem produksi pribumi. Dahulu di desa-desa produksi dilakukan secara tradisional dengan pertukaran ekonomi dilingkup desa, sehingga menjadikan desa mandiri dalam segi ekonomi.

Namun sekarang yang terjadi, Eksploitasi sumber daya alam di Kalimantan Timur, tambang minyak yang diprakarsai oleh exxon mobile, dan tambang emas di papua oleh PT. Freeport merupakan salah satu bentuk-bentuk kapitalisme di indonesia.

Masih banyak lagi jika kita mengamati, menjamurnya pusat perbelanjaan (mall), supermarket, retail modern, dan pasar modern merupakan salah satu bentuk dan contoh bahwa kapitalisme kian menyisihkan panggung eksistensi pasar tradisional.

Itulah tadi penjelasan serta pengulasan yang bisa kami berikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian kapitalisme menurut para ahli, ciri, manfaat, bahaya, dan contohnya di Dunia serta Indonesia. Semoga bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *