Pengertian Masyarakat Tradisional, Ciri, Jenis Kegiatan, dan Contohnya

Diposting pada

Masyarakat Tradisional

Kejadian demi kejadian telah ada di bumi ini. Dimana setiap manusia dalam dalam sejarah telah melewati berbagai jenis fase kebudayaan dan peradaban. Saat ini kita berada di fase revolusi industri dimana semua kegiatan manusia dibantu oleh mesin. Sebelum masa ini telah ada fase lain yang dianggap lampau. Masyarakat dahulu yang disebut sebagai masyarakat tradisional melakukan segala kegiatan masyarakat dengan cara yang sederhana.

Dimana untuk setiap arti masyarakat tradisional untuk jenis kegiatan yang dilakukannya menganalkan sistem sosial pertanian dengan penjalanan teknologi secara sederhana.

Masyarakat Tradisional

Diakui atau tidak, cara seseorang dalam bebagai bidang yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dapat menjadi salah satu gambar gaya hidup seseorang. Masyarakat yang memilih gaya hidup sederhana dengan tidak menggunakan barang elektronik dapat dikatakan sebagai salah satu ciri masyarakat tradisional.

Masyarakat tradisional biasanya tinggal di pedesaan yang sangat sulit dijangkau oleh orang luar. Bentuk kelompok sosial dalam masyarakat ini memilih tidak melakukan perubahan atas cara hidupnya dan menutup pengaruh dari luar maka dapat dikatakan masyarakat tradisional.

Pengertian Masyarakat Tradisional

Masyarakat tradisional adalah kelompok sosial yang masih memegang teguh nilai-nilai budaya yang dimiliki suatu daerah dan membatasi diri dalam menerima perubahan dari luar, disini kepribadian masyarakat cenderung tidak ingin melakukan perubahan atas berbagai jenis yang ada di lingkungan sosialnya.

Nilai adat yang dimiliki terus digunakan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika upacara adat. Nilai leluhur dalam melakukan banyak kegiatan mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, juga berkaitan dalam melalui fase kehidupan mulai dari bayi lahir hingga meninggal.

Pengertian Masyarakat Tradisional menurut para ahli

Adapun definisi masyarakat tradisional menurut para ahli, antara lain;

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang melakukan kegiatan sehari-hari masih berpedoman pada adat dan unsur budaya. Adat istiadat adalah hasil adaptasi masyarakat dengan lingkungan atas berbagai kejadian di masa lampau.
  2. Gunawan, Arti masyarakat tradisional adalah pewarisan atas sebuah kegiatan dari generasi satu ke generasi selanjutnya. Hal ini akan terus ada apabila masyarakat masih enggan menerima berbagai jenis perubahan sosial yang berasal dari luar daerah.

Ciri Masyarakat Tradisional

Adapun karakteristik yang menggambarkan kehidupan dalam masyarakat tradisional, antara lain;

  1. Melaksanakan kebiasaan berdasarkan adat

Kegiatan setiap hari manusia biasanya telah diatur berdasarkan adat yang miliki. Misal kegiatan ketika ada seseorang yang melahirkan, memasukki usia remaja, menikah, menggandung, kelahiran seorang anak, menikah, hingga kematian. Semua telah terbentuk sebuah adat dengan berbagai simbolik yang dibaut oleh nenek moyang.

  1. Hidup di desa

Masyarakat tradisional biasanya tinggal di desa. Desa adalah tempat yang sulit untuk dimasukki budaya baru, karena kekuatan budaya yang kuat. Berbeda dengan masyarakat kota yang cenderung mengikuti perubahan yang ada secara global dalam bidang apapun.

  1. Cenderung masyarakat agraris

Ketergantungan dengan alam yang masih tinggi membuat kelompok masyarakat ini dikatakan tradisional dan tidak berkembang. Dimana khusus pada bidang pekerjaan masyarakat biasanya berkaitan dengan alam seperti menjadi petani.

  1. Tergantung pada alam

Sumber pendapatan utama masyarakat dengan sistem tradisional adalah hasil dari lingkungan sekitar. Sehingga masyarakat ini cenderung memilih untuk menetap di desa dari pada merantau keluar daerah. Pendapatan yang diperoleh juga rendah.

  1. Peralatan yang digunakan sederhana

Masyarakat tradisional biasanya membatasi diri dengan pengaruh luar maka tidak banyak yang menggunakan peralatan modern. Dimana tentusaja masyarakat masih menggunakan peralatan sederhana yang biasa digunakan dari zaman dahulu.

  1. Kurang kritis

Informasi yang minim membuat masyarakat tidak mampu menanggapi sesuatu dengan kritis. Masyarakat hanya memiliki pandangan dalam lingkup kecil, apabila berkaitan dengan sesuatu yang baru akan mengikuti kehendak dari kepala suku, pempinan adat, atau orang yang dipercayainya.

  1. Percaya tahayul

Adat istiadat di Indonesia masih banyak dipenuhi dengan mitos dan tahayul. Kepercayaan ini tentu tidak lepas dari sejarah di Indonesia dalam hal religius. Masyarakat yang awalnya mempercayai animisme dan dinamisme sehingga terbentuk akulturasi budaya maupun kegiatan keagamaan.

  1. Agama atau kepercayaan sebagai pedoman hidup

Masyarakat tradisional selalu mengaitkan segala hal yang ada dikehidupan dengan agama dan adat. Hal ini membuat masyarakat tradisional terkesan kolot dan sulit menerima sesuatu yang baru. Pedoman hidup yang kuat membuat masyarakat hati-hati dalam bertindak.

Agama bukan hanya kepercayaan namun juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari dengan segala bentuk ritual yang dilakukan.

  1. Mudah curiga

Kemampuan analisis yang kurang luas biasanya membuat masyarakat tradisional akan curiga dengan sesuatu yang baru. Selalu timbul pikiran negatif ketika muncul sesuatu yang baru di lingkungannya, bahkan diikuti dengan rasa takut.

  1. Mobilitas rendah

Masyarakat cenderung nyaman tinggal di desa tanpa ingin mengetahui dunia luar. Tidak ada yang merantau ke luar daerah. Mereka hanya melakukan kegiatan disekitar lingkungannya. Mobilitas sosial yang rendah ini juga membuat minimnya pengalaman yang diperoleh oleh masyarakat.

Jenis Kegiatan Masyarakat Tradisional

Adapun untuk macam kegiatan yang ada dalam masyarakat dengan sistem tradisional. Antara lain;

  1. Bercocok tanam

Masyarakat tradisional cenderung melakukan kegiatan ekonomi dengan cara bercocok tanam. Hal ini masih banyak dilakukan oleh masyarakat tradisional. Menjadi petani merupakan pekerjaan yang paling banyak dipilih. Masyarakat cenderung hidup sederhana dan tidak terpengaruh oleh apapun.

  1. Pola konsumsi masyarakat

Masyarakat cenderung membeli makanan atau kebutuhan lainnya sesuai dengan kebutuhan. Pemikiran masyarakat yang merasa kesulitan dalam mendapatkan uang sehingga sangat berhati-hati dalam membelanjakan sesuatu. Jumlah barang yang tersedia di pasar terdekat juga sangat terbatas.

  1. Melakukan kegiatan secara gotong royong

Masyarakat yang terbiasa hidup bersama-sama sehingga merasa saling membutuhkan. Rasa saling membutuhkan sehingga saling membantu. Kegiatan yang dilakukan juga secara gotong royong untuk kepentingan bersama. Hubungan antar masyarakat juga sangat dekat.

  1. Kegiatan adat

Masyarakat masih melakukan berbagai upacara adat yang telah ada sejak zaman dahulu. Upacara yang dilakukan juga masih memiliki makna yang tinggi bukan hanya simbolik. Segala hal yang dilakukan dimaknai sesuai dengan nilai-nilai adat yang berlaku.

  1. Masing menjunjung tinggi strata

Strata merupakan hal yang dijunjung tinggi. Orang yang dianggap terhormat akan sangat dihormati dan dijunjung tinggi, bahkan akan terkesan berlebihan. Orang yang memiliki status sosial rendah akan sangat menghargai orang yang stratanya lebih tinggi. Kebiasaan ini berlaku bagi semua orang.

  1. Mengolah makanan sendiri

Prinsip pemanfaatan segala sumber makanan yang ada di alam membuat masyarakat tradisional tidak merasa keberatan untuk membuat makanan sendiri. Masyarakat cenderung mempersiapakan segala makanannya sendiri tidak seperti masyarakat modern yang memilih segala sesuatu yang praktis.

  1. Banyak menggunakan peralatan sederhana

Peralatan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari bersifat sederhana. Misalnya dalam kegiatan pertanian masih banyak yang menggunakan mesin berbahan bakar solar atau bahkan masih menggunakan tenaga manusia secara menyeluruh.

Contoh Masyarakat Tradisional

Untuk contoh sikap yang ada dalam masyarakat tradisional. Misalnya saja;

  1. Suku Samin

Suku yang terletak di Jawa Tengah yang tepatnya berada dipedalaman Blora. Masyarakat suku samin masih memegang teguh adat dan istiadat nenek moyang. Mereka masih tinggal di dalam hutan dengan jumlah yang sudah tidak banyak lagi. Arti suku ini memiliki ajaran tersendiri yaitu dengan menjunjung tinggi kejujuran dan tidak bersikap sombong.

Suku ini memang membatasi diri dengan masyarakat luar dengan alasan agar tidak terpengaruh oleh budaya luar. Orang suku samin ini masih mempertahankan diri tidak menggunakan kendaraan yang ada mesinnya. Masyarakat sering berpergian dengan jalan kaki, bahkan hingga luar kota. Di desa tempat suku ini tidak mau dialiri listrik dengan alasan tidak membutuhkan listrik.

  1. Suku Badui

Salah satu suku yang berasal dari Banten. Suku ini masih memegang teguh adat istiadat yang telah ada sejak zaman dahulu. Masyarakat Badui memang memilih untuk berhati-hati dalam mengikuti perkembangan zaman dan pengaruh dari luar.

Masyarakat sebagaian juga menolak menggunakan teknologi. Orang yang mau menggunakan teknologi ini disebut sebagai suku badui luar. Masyarakat Badui memilih tidak menggunakan kendaraan dan listrik dalam kehidupan sehari-hari. Untuk berpergian masyarakat badui lebih nyaman berjalan kaki.

Kegiatan ekonomi yang dilakukan ialah bercocok tanam. Hasil tanam ini biasa dikonsumsi sendiri. Mereka juga memiliki prinsip makan dari hasil tanam sendiri. Jual beli yang dilakukan sangat terbatas, hanya pada kebutuhan yang tidak dapat di produksi sendiri.

Nah, demikinalah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan pengertian masyarakat tradisional menurut para ahli, ciri, jenis kegiatan, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi kalian semuanya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *