Manfaat Otonomi Daerah bagi Kehidupan

Diposting pada

Manfaat Otonomi Daerah

Pada hakekatnya latar belakang diberlakukan otonomi daerah di Indonesia ini sangat beragam. Akan tetapi yang pasti berfungsi untuk mempercepat pembangunan daerah dan lebih fokus dalam mengatasi berbagai contoh permasalahan sosial dan  konomi yang ada di daerah. Sedangkan bagi pemerintah pusat dapat fokus mengatasi masalah yang berskala internasional.

Disisi lain, adanya otonomi daerah  ini juga berguna bagi kehidupan masyarakat, pemerintah pusat, dan bagi rakyat sendiri, hal ini lantaran kebijakan otonomi daerah diberlakukan untuk kepentingan bersama.

Otonomi Daerah

Latar belakang adanya aturan dalam otonomi daerah tidak terlepas daripada peraturan pemerintah yang selama ini akan terus mengalami perubahan. Salah satu kebijakan pemerintah merupakan pembagaian kekuasaan yang lebih detail. Pembagian kekuasaan ini dari pemerintah pusat kemudian didesentralisasikan ke pemerintah daerah. Kebijakan tersebut disebut otonomi daerah.

Banyak alasan yang digunakan untuk membuat kebijakan ini sehingga pemerintah daerah memiliki hak-hak untuk melakukan perubahan untuk daerahnya. Banyak perubahan yang terjadi setelah adanya otonomi. Baik dari segi pariwisata, ekonomi, pendidikan, dan lain-lain yang berkaitan dengan publik.

Oleh karena itulah otonomi daerah juga membuat pemerintah daerah lebih mampu melihat keadaan daerahnya, kemudian mengambil langkah yang paling tepat.

Manfaat Otonomi Daerah

Adapun untuk beberapa manfaat yang didapatkan dari otonomi daerah, antara lain;

  1. Dapat mengatur daerah sesuai dengan keadaan daerah

Keberagaman Indonesia mengharuskan pemerintah pusat memahami semua keadaan tersebut. Berdasarkan pengalaman sulitnya mengatur secara terpusat dengan keadaan yang berbeda-beda. Keadaan ini yang membuat daerah lebih memahami apa yang tepat untuk daerahnya.

  1. Mengoptimalkan kinerja pemerintah daerah

Pemerintah daerah dapat melakukan kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran serta mengatasi masalah dengan tepat. Pemerintah yang dapat memantau langsung atas suatu kebijakan yang dilakukan maka akan semakin baik. Pemantauan dan pemberian solusi yang tepat akan meningkatkan secara optimal kinerja pemerintah pusat.

  1. Meningkatkan efisiensi pelayanan publik

Sistem yang mudah diakses oleh masyarakat merupakan sistem yang diinginkan oleh masyarakat. Semakin efisien maka akan semakin memuaskan masyarakat. Birokrasi yang tidak berbelit dan mudah diakses merupakan salah satu bentuk peningkatan efisensi pelayanan publik.

  1. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai bidang

Masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk ikut serta membangun daerahnya. Pembangunan dari segi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Partisipasi masyarakat dapat membuat pemerintah lebih terbuka dan membuat masyarakt puas dengan kinerja pemerintah. Hal ini akan meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat.

  1. Mengoptimalkan potensi daerah dengan berbagai jenis kebijakan

Potensi daerah yang sangat beragam kadang kurang diperhatikan karena luasnya wilayah pemerintahan. Otonomi daerah dapat mempermudah pemerintah dalam melihat potensi yang ada. Ketika potensi dapat dilihat secara tepat maka akan semakin baik daerah tersebut.

Potensi yang terus dikembangkan dan memiliki daya saing dengan daerah lain, maka daerah tersbut dapat semakin menarik wisatawan. Ketertarikan ini akan membuat semakin dikenalnya daerah dan semakin mudah menawarkan berbagai potensi yang dimiliki diberbagai bidang.

Contoh Otonomi Daerah

Meski adanya otonomi daerah dapat memberikan berbagai kegunaan dalam kehidupan. Disisi lain dalam kebijakan ini juga ada yang berhasil dan adapula yang belum berhasil dan gagal. Penjelasan tentang contoh tersebut antara lain;

  1. Otonomi Daerah Yang Berhasil

Contoh daerah di Indonesia yang berhasil dalam pembangunan dari kebijakan otonomi daerah, antara lain;

  1. Kabupaten Bandung Barat di Provinsi Jawa Barat
  2. Kabupaten Toraja Utara
  3. Kota Tenggarang Selatan di Provinsi Banten
  4. Kota Sungai Penuh
  5. Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur
  1. Otonomi Daerah Yang Gagal

Misalnya saja;

  1. Provinsi Papua, Papua dikatakan sebagai kebijakan otonomi daerah yang belum berhasil lantaran dalam pelimpahan kekuasaannya masih bersifat tendensius. Hal ini terlihat ketika adanya banyak jenis konflik sosial yang terjadi di wilayah tersebut.

Dari penjelasan tentang manfaat otonomi daerah yang telah disebutkan. Dapatlah dikatakan bahwa kebijakan desetralisasi ini untuk ukuran keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh adanya Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang harus berkesinambungan.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *