Macam Kewirausahaan dan Contohnya

Diposting pada

Jenis Kewirausahaan

Istilah kewirausahaan pasti sudah tidak asing lagi didengar. Dalam bahasa asing kewirausahaan disebut juga dengan nama entrepreneurship yang memiliki arti sebagai proses identifikasi, pengembangan, dan membawa sebuah tujuan tertentu dalam kehidupan seseorang. Pada dasarnya tujuan dalam kewirausahaan tersebut berkaitan erat dengan ide-ide inovatif, peluang, kreatifitas, dan berbagai cara yang lainnya dalam menjalankan sesuatu.

Dalam kegiatan kewirausahaan ini umumnya ada sebuah hasil akhir yang akan dicapai. Perolehan hasil akhir tersebut dapat beruapa keberhasilan maupun kegagalan, dimana semuanya masih menjadi ketidakpastian yang perlu untuk diperjuangkan. Kewirausaahaan juga memiliki beberapa macam atau bentuk yang akan dibahas dalam artikel kali ini.

Kewirausahaan

Kewirausahaan yang dikenal dengan entrepreneurship adalah kemampuan yang ada dalam diri seseorang berupa nilai-nilai inovatif dan kreatif yang dijadikan pondasi dalam hal kiat-kiat untuk mencapai sebuah peluang besar menuju puncak kesuksesan.

Peluang disini dimaksudkan sebagai sesuatu yang baru dan memiliki perbedaan dengan hal lainnya yang ada disekitar, sehingga dapat memberikan nilai tambah untuk barang dan jasa yang menjadi sumber keuanggulan. Sehingga, kewirausahaan juga diartikan sebagai salah satu bentuk usaha seseorang untuk menciptakan industri kreatif atau produk-roduk baru yang memiliki keunikan tersendiri agar menciptakan nilai tambah yang ada di pasar dengan proses pengelolaan sumber daya yang beragam dan berbeda dari yang lainnya.

Macam Kewirausahaan

Berikut dibawah ini yang termasuk macam-macam kewirausahaan beserta dengan contohnya, antara lain;

  1. Administratif

Kewirausahaan yang ada hubungannya dengan berbagai teknik dan fungsi administrasi publik. Umumnya jenis kewirausahaan semacam ini akan memberikan pilihan-pilihan baru untuk mengatasi berbagai situasi yang ada atau masa depan yang akan terjadi dengan cara-cara yang lebih parktis, kreatif, dan efektif tanpa meninggalkan keunggulan-keunggulan yang penting dalam kewirausahaan tersebut.

Adapun yang menjadi contoh kewirausahaan administratif seperti administrasi penjualan, administrasi pembukuan, administrasi statistik, administrasi keuangan, administrasi kepegawaian, dan lain sebagainya.

  1. Oportunistik

Kewirausahaan yang dibangun dengan melalui berbagai proses mulai dari identifikasi, mengeksploitasi kesempatan atau peluang yang ada disekitar. Sehingga dalam kewirausahaan ini cenderung lebih berfokus pada peluang-peluang yang ada dan akan dimanfaatkan untuk membangun sebuah bisnis atau usaha baru.

Oleh karena itu untuk berhasil dalam kewirausahaan ini sangat diperlukan kecermatan, ketelitian, dan jiwa kreatifitas yang tinggi.

Sedangkan untuk contoh kewirausahaan oportunistik adalah membangun usaha atau bisnis dengan produk-produk baru yang sekiranya diperlukan dan diminati banyak orang seperti bidang fashion mulai dari hijab anti air, dan lain sebagainya.

  1. Akuisisi

Kewirausahaan yang mengenal hal-hal baru dari kewirausahaan lainnya dengan mempelajari berbagai kompetensi-kompetensi dari perusahaan lainnya. Pembelajaran mengenal berbagai hal dari perusahaan-perusahaan yang lainnya ini dapat membantu seorang wirausaha memiliki nilai pemikiran di masa mendatang dengan lebih baik, membangun jiwa lingkungan kompetitif yang baik dan mencapai kapasitas teknis pesaing.

Itulah yang menyebabkan kewirausahaan ini mampu bertahan secara berkelanjutan dengan adanya lingkungan kompetitif yang menuntut setiap wirausawan untuk pandai mengambil peluang maupun meningkatkan daya kreatifitas.

Contoh kewirausahaan akuisisi ialah seperti adanya bentuk kerjasama antara dua perusahaan yang menjadi satu kesatuan agar memiliki bidang usaha yang memiliki cakupan lebih luas seperti perusahaan X menjual produk mie basah dan perusahaan Y menjual produk mie kering. Kemudian bergabung menjadi satu dengan produk-produk yang dapat dijualnya secara bersama-sama.

  1. Inkubatif

Kewirausahaan yang mampu menciptakan atau menghasilkan dan merawat suatu gagasan dan usaha baru dalam sebuah perusahaan. Pada awalnya para wirausahawan ini akan melakukan eksekusi atas apa yang telah mereka temukan dan dirancang dengan cara yang produktif agar mampu memberikan keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan.

Dalam kewirausahaan ini para pebisnis akan mengejar berbagai ketertinggalan dan menerapkan teknologi-teknologi yang maju agar mampu mempermudah proses atau kegiatan promosi. Kewirausahaan inkubatif juga selalu melakukan pemantauan dari jenis-jenis produk baru yang dihasilkannya. Tujuannya agar penciptaan produk yang berbeda dengan perusahaan lainnya ini dapat berhasil.

Contoh kewirausahaan inkubatif seperti penciptaan produk baru dengan melakukan proses promosi kepada masyarakat secara luas dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Kegiatan promosi perlu digencarkan agar masyarakat mengetahui produk yang baru muncul tersebut dan menimbulkan banyak peminat terhadap produk tersebut.

  1. Imitatif

Kewirausahaan yang didirikan dengan meniru barang atau jasa yang sebelumnya sudah ada dipasar. Contoh kewirausahaan imitatif ini seperti wirausaha waralaba yaitu menjual produk yang sama dengan adanya berbagai perjanjian yang perlu disepakari anatara pewaralaba dan terwaralaba.

  1. Swasta

Kewirausahaan yang dirintis dan dimulai dari bawah sektor swasta. Umumnya dalam kewirausahaan ini, pemerintah akan membantu memberikan berbagai layanan berupa dukungan yang diperlukan perusahaan agar mampu mendorong inisiatif swasta dalam mengambil usaha wirausaha.

Contoh kewirausahaan swasat adalah perusaaan perseorangan yang melakukan bisnis atau usaha rumah makan, perseroan terbatas (PT) seperti PT Indofood, perusahaan firma seperti perusahaan nike dan lain sebagainya.

  1. Publik

Kewirausahaan yang dilakukan oleh pemerintah negara yang bersangkuran dengan cara perantara berbagai agen yang ada dalam negara tersebut. Kewirausahaan ini dapat dilakukan dalam negara sudah maju maupun negara yang baru berkembang seperti Indonesia. Umumnya dalam kewirausahaan publik ini akan diambil inisiatif atau ide-ide usaha yang kreatif dari public untuk memenuhi kekurangan awal dari pengusaha swasta.

Adapun untuk contoh kewirausahaan publik ialah PT Telekomunikasi Indonesia, Media Nusantara Citra, Astra Internasional, dan lain-lain.

  1. Individual

Kewirausahaan yang dilakukan secara individual dan umumnya dibangun dalam satu keluarga untuk membantu kegiatan ekonomi khususnya dalam keluarga itu sendiri. Kewirausahaan ini didirikan atas kehendak dan insiatif individu, sehingga modal yang digunakan pada tahap awal biasnaya dari tabungan diri pribadi.

Contoh kewirausahaan individual seperti bisnis online shop dengan menjual berbagai produk yang dapat dibentuk atau dibuat sendiri seperti makanan, pakaian,  dan lain sebagainya.

  1. Massal

Kewirausahaan yang muncul atau tercipta karena adanya motivasi dan dorongan dari masyarakat secara umum. Artinya kewirausahaan semacam ini sebelumnya telah ada dan sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga bentuk atau cabang-cabang wirausaha yang sama sangat didukung.

Sedangkan untuk contoh nyata dalam wirausaha ini seperti halnya dengan mambangun toko kelontong, wirausaha konter pulsa, dan lain sebagainya.

Itulah saja artikel yang bisa diberikan pada semua pembaca berkenaan dengan jenis-jenis kewirausahaan dan contohnya yang mudah ditemukan. Semoga bisa memberikan wawasan bagi kalian semuanya yang sedang memerlukannya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *