Pengertian Kepribadian Ambivert, Ciri, Kelebihan, Kekurangan, dan Contohnya

Diposting pada

Kepribadian Ambivert

Ambivert bisa dikatakan sebagai arti kepribadian seseorang yang berada di tengah-tengah kontinum antara kepribadian introvert dan ekstrovert. Oleh karena itulah ambivert ini sendiri dianggap sebagai perpaduan sifat dari introvert dan ekstrovert, serta memiliki kekuatan tersendiri sendiri. Disisi lainnya, adanya kepribadian ambivert tidak sepenuhnya menunjukkan ciri atau karakteristik seorang introvert yang dianggap pendiam dan tidak sepenuhnya menunjukkan ciri atau karakteristik seorang ekstrovert yang paling cerewet, karena memang kepribadian yang dimiliki merupakan antara keduanya.

Jika seseorang bertanya apakah kita lebih suka berada di sekitar banyak orang, atau lebih waktu untuk sendiri, kemudian kita memberikan jawaban sederhana “Tergantung”, maka itu menunjukkan kita memiliki kepribadian ekstrovert. Mengetahui ke arah manakah condongnya kepribadian kita merupakan hal yang penting untuk kita pahami karena itu menentukan cara kita berinteraksi atau bersosialisasi dengan orang lain.

Kepribadian Ambivert

Penggambaran atas kepribadian seseorang pada dasarnya menentukan bagaimana kita berinteraksi dan bereaksi terhadap dunia di sekitar kita. Sehingga mengetahui lebih banyak tentang kepribadian tersebut dapat membantu kita belajar di mana kita merasa paling nyaman, baik secara sosial maupun profesional.

Gagasan tentang introversi dan ekstroversi pertama kali dikemukakan oleh Carl G. Jung pada awal 1900-an. Dia percaya bahwa beberapa orang mendapatkan dari luar atau ketika bersama dengan orang lain  (ekstrovert) dan yang lain mendapatkan energi ketika mereka sendirian (introvert).

Tipe kepribadian tersebut dianggap berada dalam spektrum. Hal ini berarti seseorang jarang cocok sepenuhnya di satu sisi atau sisi yang lain, tapi bisa diantara keduanya. Kita bisa lebih dekat ke sisi ekstrovert atau lebih dekat ke sisi introvert. Tipe kepribadian gabungan itulah yang disebut dengan istilah kepribadian ambivert.

Pengertian Kepribadian Ambivert

Kepribadian ambivert adalah tipe kepribadian seseorang yang dapat lebih condong ke arah perilaku ekstrovert atau introvert tergantung pada suasana hati, konteks, situasi, tujuan, dan orang-orang yang dalam lingkungan sosial dimana ia berada.

Ketergantungan inilah membentuk fakta sosial atas kondisi-kondisi seorang ambivert dapat beralih ke ekstroversi atau introversi.

Pengertian Kepribadian Ambivert Menurut Para Ahli   

Adapun definisi ambivert menurut para ahli, antara lain:

  1. Merriam Webster, Ambivert adalah seseorang yang memiliki karakteristik ekstrovert dan introvert. Istilah ambivert rupanya diperkenalkan, bersama dengan istilah ambiversion, oleh psikolog Amerika Edmund S. Conklin (1884-1942) dalam “The Definition Of Introversion, Extroversion And Allied Concept,” Journal of Abnormal Psychology and Social Psychology, vol. 17, No. 4 (Januari-Maret, 1923), hal. 377.
  2. Cambridge Dictionary, Pengertian ambivert adalah seseorang yang memiliki ciri introvert (seseorang yang lebih suka menghabiskan waktu sendirian) dan ekstrovert (seseorang yang lebih suka bersama orang lain) dalam kepribadiannya.

Ciri Kepribadian Ambivert

Karakteristik yang ada dalam kepribadian ambivert, diantaranya yaitu:

  1. Menjadi pendengar dan komunikator yang baik

Ekstrovert lebih suka berbicara, sedangkan introvert lebih suka mengamati dan mendengarkan. Akan tetapi, seorang ambivert mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berbicara dan kapan harus mendengarkan.

Misalnya seorang bos yang memiliki kepribadian ambivert akan membuka rapat dengan memberikan ceramah singkat, lalu memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berbicara tentang tantangan atau masalah yang mereka hadapi.

  1. Memiliki kemampuan untuk mengatur perilaku

Menyesuaikan diri agar sesuai dengan orang atau situasi yang dihadapi tampaknya datang secara alami bagi ambivert.

Misalnya saja dalam hal ini ketika sedang naik lift dengan orang asing, seorang ekstrovert mungkin mulai berbasa-basi, tetapi seorang introvert mungkin memasang earbud untuk menghindari interaksi. Akan tetapi, seorang ambivert dapat memilih salah satu opsi, tergantung pada situasi maupun orang yang dihadapi.

  1. Merasa nyaman dalam lingkungan sosial, tetapi juga menghargai waktu ketika sendiri

Seorang akan merasa nyama ketika mereka berada dalam lingkungan sosial, maupun ketika mereka sedang menikmati waktu sendiri.

Misalnya, seorang teman menelepon untuk mengundang makan malam pada menit-menit terakhir, seorang ekstrovert kemungkinan akan menerima tanpa ragu-ragu, dan seorang introvert cenderung menolak untuk tetap tinggal. Sedangkan orang ambivert mungkin akan mempertimbangkan pro dan kontra apabila dia dating atau tidak dating pada undangan tersebut.

  1. Empati datang secara alami kepada seorang yang ambivert

Seseorang yang memiliki kepribadian ambivert bisa mendengarkan dan menunjukkan bahwa mereka memahami kondisi orang lain.

Jika seorang teman mengalami masalah, seorang ekstrovert mungkin mencoba menawarkan solusi dengan segera, dan seorang introvert mungkin lebih hebat dalam mendengarkan permasalahan yang dialami temannya, sedangkan seorang yang ambivert akan mendengarkan dan mengajukan pertanyaan dengan cara yang bijaksana untuk mencoba membantu orang lain. 

  1. Dapat memberikan keseimbangan

Dalam kaitannya dengan pengaturan kelompok, seseorang yang ambivert bisa memberikan keseimbangan yang dibutuhkan dalam dinamika sosial. Mereka mungkin akan membantu memecah keheningan pada saat situasi yang canggung, serta membuat orang lain dengan kepribadian yang lebih introvert merasa nyaman untuk memulai suatu percakapan.

Kelebihan Kepribadian Ambivert

Kelebihan memiliki arti kepribadian ambivert, diantaranya yaitu:

  1. Pandai dalam menciptakan atau menjaga suatu hubungan

Seorang ambivert dapat belajar bagaimana menguasai aspek positif dari kedua tipe kepribadian (ekstrovert dan introvert). Misalnya, seorang ambivert bisa menghidupkan suasa dengan menceritakan kisah menarik dan menarik audiens, tapi juga dapat mendengarkan dengan cermat dan mendapatkan kepercayaan seseorang.

Akibatnya, ambivert mungkin dapat mengembangkan ikatan yang lebih dalam. Sifat ekstrovert dapat menyebabkan pertemuan untuk mewujudkan proses sosial dan interaksi sosial dengan lebih banyak orang, sedangkan sifat introvert dapat membantu memelihara persahabatan yang erat.

  1. Fleksibel

Ambivert biasanya lebih bisa menyesuaikan tipe kepribadian dengan orang lain. Mereka dapat beradaptasi dengan berbagai situasi dengan lebih mudah. Fleksibilitas yang dimiliki oleh seorang ambivert dapat membantu mereka berbicara di depan orang banyak dan menghabiskan waktu sendirian di lingkungan kerja, misalnya di depan komputer untuk meneliti atau menulis.

  1. Stabil

Ambivert menunjukkan sifat yang stabil. Mereka mencapai keseimbangan yang baik antara hipersensitivitas yang dimiliki seorang introvert dan sikap mendominasi yang dimiliki seorang ekstrovert. Oleh karena itu, orang-orang yang tidak menyukai sifat ekstrovert yang over-the-top dan rasa malu yang ekstrim dari introvert dapat menemukan teman ambivert yang menghibur.

  1. Intuitif

Ambivert memiliki intuisi yang baik tentang apa yang bisa menjadi benar atau salah jika mereka mempertahankan sikap tertentu dalam percakapan. Mereka tahu kapan harus berbicara atau diam dan kapan harus maju atau mundur.

  1. Gaya kepemimpinan

Baik ekstrovert maupun introvert dapat menjadi bos yang baik, tetapi seringkali tergantung pada konteks dan orang-orang yang mereka pimpin. Dengan cara yang sama bahwa para pemimpin memiliki gaya manajemen yang berbeda, karyawan merespons gaya manajemen secara berbeda berdasarkan ciri-ciri kepribadian mereka.

Berdasarkan sebuah penelitian diketahui bahwa pemimpin ekstrovert memiliki keuntungan yang lebih tinggi ketika mereka memimpin karyawan yang pasif, yang berarti para pekerja lebih menyukai arahan dan instruksi. Tetapi mereka memiliki keuntungan yang lebih rendah ketika karyawan proaktif, yang berarti para pekerja lebih suka mengambil lebih banyak tanggung jawab sendiri.

Dalam hal mengelola tim, seorang yang memiliki kepribadian ambivert memiliki keunggulan utama dalam memilih untuk menampilkan kualitas yang lebih ekstrovert atau introvert tergantung pada kebutuhan karyawan mereka.

Kekurangan Kepribadian Ambivert

Kekurangan memiliki kepribadian ambivert, diantaranya yaitu:

  1. Seringkali menyebabkan tekanan yang lebih besar karena fleksibelibitas mereka

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa salah satu kelebihan ambivert adalah bersikap lebih fleksibel karena dapat berpindah antara introversi dan ekstroversi. Bergantung pada situasi sosialnya, ini dapat memberi tekanan ekstra pada seorang yang ambivert, sebab menjaga keseimbangan mungkin merupakan kualitas yang baik untuk dimiliki, tapi juga bisa melelahkan.

  1. Kepribadian yang selalu berubah-ubah dan tidak konsisten

Seorang ambivert selalu berusaha menyesuaikan kepribadian manakah yang harus mereka tunjukkan ketika menghadapi seseorang atau situasi tertentu. Oleh sebab itu, kepribadian mereka terkesan berubah-ubah dan tidak konsisten.

  1. Kepribadiannya sulit ditebak

Seseorang yang memiliki kepribadian ambivert seringkali susah untuk ditebak karena moodnya kadang cepat berubah ketika berada dalam situasi atau kondisi tertentu.

  1. Suka bertemu orang baru, tapi harus ditemani

Seorang yang memiliki kerpibadian ambivert suka bertemu orang baru seperti ekstrovert, namun, mereka tidak akan melakukannya tanpa ditemani orang yang dikenalnya.

  1. Agak pasif

Seorang ambivert adalah orang yang agak pasif dan tidak akan bergabung dalam percakapan kecuali jika dia sedang diajak bicara atau topik yang dia sukai. Perlu kita ketahui juga bahwa seorang ambivert suka perhatian, tapi tidak ingin menjadi pusat perhatian.

Contoh Kepribadian Ambivert

Contoh kepribadian ambivert misalnya:

  1. Seseorang yang merasa nyaman di sebagian besar lingkungan

Contoh orang yang memiliki kepribadian ambivert adalah mereka yang dapat merasa nyaman ketika mereka melakukan interaksi sosial dengan banyak orang, tapi mereka juga akan menarik diri ketika mereka membutuhkan istirahat.

Hal itu membuat mereka sangat fleksibel dan dapat beradaptasi dengan baik dalam situasi apa pun yang mungkin mereka hadapi. Misalnya, mereka dapat berkembang dalam suatu pawai demonstrasi serta mereka dapat menikmati malam yang tenang sendirian sambal menonton drama atau serial kesukaan mereka.

  1. Seseorang yang dapat bekerja sendirian atau ketika dalam kelompok

Contoh lain orang yang memiliki keprobadian ambivert adalah mereka yang dapat menjadi pekerja tim yang sangat baik dan berkembang dalam pengaturan kelompok, terutama karena mereka memiliki keseimbangan sempurna antara kebutuhan untuk menjadi pusat perhatian dan kebutuhan untuk menjadi “yang pendiam.”

Mereka juga senang mengerjakan tugas sendirian dan tidak menemukan masalah dalam mencari pengetahuan atau informasi sendiri.

Itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan pengertian kepribadian ambivert menurut para ahli, ciri, kelebihan, kekurangan, dan contohnya yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *