Contoh Hutang Jangka Panjang, Menengah, dan Pendek

Diposting pada

Contoh Hutang Jangka Panjang, Menengah, dan Pendek

Dalam dunia bisnis selain berhubungan dengan modal yang terbagi dari modal sendiri, asing, dan modal campuran ternyata juga seringkali berkaitan dengan hutang. Walaupun sebagian orang mengganggap bahwa hutang merupakan sesuatu hal yang tidak baik karena dapat membebani para peminjamnnya. Namun lain halnya dalam dunia usaha atau bisnis, karena umumnya hutang digunakan untuk memenuhi arti kebutuhan utamanya dalam proses produksi agar berjalan semakin lancar.

Akan tetapi yang perlu diperhatikan, pada saat dilakukan peminjaman hutang maka harus dihitung dengan betul apakah hutang tersebut nantinya dapat dikembalikan sesuai tempo dan perhitungan yang lainnya. Hutang sendiri memiliki banyak jenis mulai dari hutang jangka panjang, hutang jangka menengah, dan hutang jangka pendek yang akan dibahas satu persatu pada artikel dibawah ini.

Hutang

Hutang adalah sebuah kewajiban yang harus dipenuhi seseorang karena adanya transaksi pembelian barang atau jasa yang dilakukan dengan cara kredit. Hutang juga berkaitan dengan berbagai kegiatan operasional perusahaan yang memiliki jangka jatuh tempo dan harus segera dibayar apabila telah jatuh tanggalnya.

  1. Hutang Jangka Panjang

Sesuai dengan nama hutang ini yaitu jangka panjang, maka pada umumnya pengertian hutang jangka panjang adalah hutang yang mempunyai jangka waktu perjanjian atau suatu kesepakatan antara kedua belah pihak dalam jangka waktu yang panjang dan lama yaitu lebih dari 10 tahun.

Secara umum, biasanya hutang jangka panjang akan dibayarkan atau dikembalikan kepada pihak yang memberi pinjaman dengan cara bertahap atau secara periodik hingga hutang tersebut dinyatakan telah lunas. Akan tetapi sebelumnya telah disepakati secara bersama jangka waktu untuk pelunasan hutang tersebut.

Selain itu jumlah hutang yang setiap periodiknya dibayarkan biasanya juga sudah termasuk dari bagian bunga dan hutang pokok.

  1. Hutang Jangka Menengah

JWalaupun secara umum jenis hutang lebih dikenal hanya 2 macam yaitu hutang jangka panjang dan hutang jangka pendek. Namun hutang jangka menengah pada saat ini juga sering terjadi karena sesuai dengan kesepakatan bersama antara peminjam dan pemberi pinjaman.

Pengertian dari hutang jangka menengah adalah hutang yang memiliki persayaratan khusus yaitu pengembalian dana pinjaman harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu yaitu jangka waktu yang kurang dari 10 tahun. Sehingga secara singkat hutang jangka menengah ini juga diartikan sebagai salah satu jenis hutang pertengahan yaitu diantara hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang.

  1. Hutang Jangka Pendek

Jenis hutang yang terakhir adalah hutang jangka pendek. Sesuai dengan namanya hutang jangka pendek, maka pengertian hutang jangka pendek adalah hutang yang harus dengan secepatnya dilunasi atau dibayarkan pada jangka waktu yang telah ditentukan yaitu pada periode yang singkat.

Secara umum, hutang jangka pendek hanya mempunyai jangka waktu pengembalian hutang selama satu tahun dari waktu pinjaman. Sedangkan sistem pembayaran atau pelunasan hutang dapat dilakukan melalui aktiva lancar, yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Dari sinilah maka hutang jangka pendek memiliki istilah lain yaitu sebagai hutang lancar.

Contoh Hutang Jangka Panjang, Menengah, dan Pendek

Adapun untuk beberapa contoh adanya penjelasan daripada hutang jangka panjang, hutang jangka menengah, dan hutang jangka pendek. Antara lain;

  1. Contoh Hutang Jangka Panjang

Berikut dibawah ini yang termasuk hutang jangka panjang adalah sebagai berikut;

  1. Hutang Hipotek

Hutang hipotek adalah hutang yang memiliki peranjanjian atau kesepakatan di awal agar tidak terjadi pelanggaran dan bisa ditempuh dalam jangka waktu yang  panjang. Selain itu hutang jenis ini juga harus menyertakan sebuah agunan atau jaminan hutang yang wujudnya dapat berupa harta tetap dari peminjam hutang.

Apabila dalam kondisi tertentu peminjam tidak dapat melunasi hutang dan telah melewati jatuh tempo dalam beberapa kali. Maka jaminan hutang yang sebelumnya dijadikan sebagai kesepakatan bersama tersebut dapat di sita atau diambil oleh pihak pemberi pinjaman.

  1. Hutang Obligasi

Hutang obligasi adalah contoh hutang jangka panjang yang biasanya memiliki prosedur dalam peminjaman hutang tersebut.

Hutang obligasi ini adalah hutang yang harus diawali dengan sebuah perjanjian secara bersama untuk menentukan berapa banyak pinjaman yang diajukan dan dana pinjaman yang tlah disepakati tersebut akan turun melalui surat obligasi.

  1. Contoh Hutang Jangka Menengah

Berikut dibawah ini yang termasuk hutang jangka menengah adalah sebagai berikut :

  1. Leasing

Leasing adalah salah satu jenis hutang jangka menengah yang berbntuk sewa aset. Bisanya pemilik aset akan menyewakan aset yang menjadi miliknya kepada pihak yang sedang memerlukan aset tersebut. Akan tetapi penyewaan ini harus sudah disesuiakan jangka waktunya.

Tujuannya agar terjadi kesepakatan secara bersama dan tiba waktu pengembalian harus segera dikembalikan aset tersebut. Perlu anda tahu bahwa pendanaan leasing ini tidak hanya berupa aset atau barang akan tetapi juga dapat berupa uang, dengan catatan sudah terjadi kesepakatan secara bersama untuk pengembaliannya.

Pada dasarnya leasing ini dianggap sebagai hak sewa yang akan dijadikan sebagai sala satu barang modal dan dipakai untuk keperluan peminjam sekaligus harus dikembalikan lagi pada jangka waktu tertentu. Sistem pembayaran sewa leasing umumnya bisa dilakukan secara bertahap.

  1. Term Loan

Term loan adalah salah satu hutang jangka menengah yang dijadikan pula sebagai sumber dana dalam suatu usaha berupa kredit perjuangan yang telah memiliki jantuh tempo pengembalian. Umumnya jatuh tempo pengembalian term loan ini yaitu lebih dari satu tahun namun tidak lebih dari 5 tahun. Tem loan merupakan hutang yang harus menyertakan agunan atau jaminan berupa barang modal perusahaan.

Selain itu term loan ini juga dapat disediakan oleh forum keuangan bank maupun forum keuangan bukan bank yang meliputi dana asuransi, dana pensiun, dan lain-lain.

Pihak yang memberikan pinjaman, biasanya term loan ini dapat diperjual -belikan kembali kepada pihak lain. Sedangkan perusahaan yang menggunakan term loan secara persayaratan harus mengembalikan dana pinjamannya dengan cara angsuran berserta bunganya disetiap periode tertentu.

  1. Contoh Hutang Jangka Pendek

Berikut dibawah ini yang termasuk contoh hutang jangka pendek adalah;

  1. Hutang Dagang

Hutang dagang adalah salah satu jenis pinjaman yang harus dilunasi dalam jangka waktu yang singkat atau pendek. Hutang dagang dapat terjadi apabila sebuah perusahaan atau seseorang mengajukan pinjaman atau kredit untuk memperoleh barang tertentu.

  1. Utang Wesel

Utang wesel adalah suatu bentuk pinjaman jangka pendek yang dilakukan dengan terebih dahulu menggunakan sebuah bukti secara tertulis. Namun dalam surat bukti tersebut tidak dicantumkan syarat maupun jaminan yang akan digunakan.

  1. Dividen

Dividen bisa dikatakan sebagai salah satu hutang jangka pendek yang akan diberikan investor kepada pihak peminjam untuk keperluan penggunaan suatu perusahaan.

  1. Pendapatan Diterima di Muka

Adalah hutang jangka pendek yang pada saat pengembalian atau pembayaran hutang dilakukan dengan proses atau cara pendapatannya akan diperoleh lebih dahulu.

Sehingga nantinya pemilik usaha sudah mendapatkan uang atau pendapatan namun produk maupun jasanya belum diberikan kepada konsumen ataupun pelanggan karena akan diberikan pada waktu yang telah ditentukan. Dalam hal ini pemilik usaha memperoleh pendapatan diawal yang bisa digunakan untuk keperluan lainnya dalam perusahaan.

  1. Hutang Biaya

Hutang biaya adalah salah satu jenis hutang yang dilakukan seorang pemilik usaha dan akan mencatatkannya kedalam beban pengeluaran.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa hutang dalam akuntansi yaitu suatu pengorbanan ekonomis yang dilakukan untuk kebaikan masa depan dalam bentuk penyerahan jasa dan aktiva sebagai bentuk salah satu bagian dari adanya transaksi atau kesepakatan yang telah terjadi di masa lalu antara kedua belah pihak yang saling bersepakat satu sama lain.

Selain itu hutang juga diartikan sebagai kewajiban yang perlu dikembalikan kepada seseorang yang telah memberikan pinjaman dan bukan dalam bentuk uang tunai saja, melainkan dapat berupa surat berharga, saham, obligasi dan lain sebagainya.

Walaupun hutang menjadi suatu kewajiban yang harus dikembalikan lagi kepada seseorang yang telah memberikan pinjaman, namun pada dasarnya hutang ini juga disebut sebagai sumber dana atau modal dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu tidak heran apabila perusahaan-perusahaan atau bisnis-bisnis besar memiliki hutang kepada pihak lain.

Itulah saja artikel yang bisa diberikan pada semua pembaca berkenaan dengan berbagai contoh untuk penggambaran hutang jangka panjang, hutang jangka menengah, dan hutang jangka pendek. Semoga bisa memberikan wawasan bagi semuanya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *