Pengertian Globalisasi Agama, Bentuk, Dampak, dan 3 Contohnya

Diposting pada

Pengertian Globalisasi Agama

Globalisasi pada dasarnya menjadi istilah yang menggambarkan adanya saling ketergantungan antara ekonomi, unsur budaya, dan jumlah populasi manusia di dunia. Realitas sosial seperti ini bisa saja diakibatkan oleh terjadinya perdagangan lintas batas berupa barang dan jasa, teknologi dan informasi, arus investasi, serta manusia. Globalisasi membawa pengaruh yang sangat beragam pada aspek-aspek kehidupan manusia, tak terkeculi dalam hal keagamaan.

Sehingga atas dasar itulah memunculkan istilah globalisasi agama yang dapat diartikan sebagai proses atau gejala sosial menyebarnya nilai-nilai agama dari satu tempat ke tempat lain yang melintasi batas-batas negara. Disisi lainnya, era globalisasi dapat membawa dampak positif dalam hal penyebaran ajaran agama, terlebih lagi dengan semakin berkembang dan canggihnya teknologi komunikasi dan internet, sehingga memungkinkan ajaran agama meluas melampaui tempat kelahirannya.

Globalisasi Agama

Globalisasi membawa pengaruh pada pluralisme budaya yang menunjukkan bahwa agama-agama yang ada di dunia dengan etika dan kepentingan yang tumping tindih tapi berbeda satu sama lain saling melakukan interaksi.

Pada dasarnya, tradisi agama-agama terkemuka yang ada di dunia, seperti Hindu, Buddha, Yudaisme, Kristen, dan Islam, mengajarkan nilai-nilai seperti martabat, kesetaraan, kebebasan, perdamaian, dan solidaritas diantara sesama manusia. Melalui nilai-nilai tersebut, globalisasi melahirkan toleransi beragama yang lebih besar di bidang-bidang seperti politik, ekonomi, dan sosial.

Pengertian Globalisasi Agama

Globalisasi agama adalah proses sosial dan interaksi sosial terkait dengan penataan kembali situasi keagamaan global, dengan melibatkan pada adanya menyiratkan transformasi yang tak terhindarkan dari organisasi keagamaan individu, mengharapkan akan lahir ciri-ciri baru dalam isi doktrin, ritual, dan praktik. Serta memberikan makna globalisasi akan dibarengi dengan perubahan umat manusia pendukung agama, khususnya dalam perspektif intelektualnya.

Disisi lainnya, ketika visi globalisasi diterapkan pada agama, kita akan melihat perubahan yang stabil dari bentuk agama konvensional yang terkait erat dengan sejarah dan arti budaya masing-masing negara dan kelompok etnis.

Sebaliknya, aktivitas individu dalam kelompok agama tertentu akan mengalami persaingan bebas yang semakin meningkat dalam skala global. Selanjutnya, ada juga kemungkinan terjadinya transformasi besar dalam struktur tradisional agama-agama historis.

Di belahan dunia manapun orang dapat mengamati hubungan yang mendalam antara agama dan negara atau kelompok etnis, serta berbagai struktur keagamaan dengan masing-masing karakteristik yang semula dipegang oleh tiap agama, sering mengalami transformasi besar dalam proses perkembangannya dalam negara atau kelompok etnis tertentu.

Misalnya, agama Budha Mahayana yang sama telah mengembangkan fungsi sosial yang sangat berbeda di negara-negara Korea dan Jepang. Dengan cara itulah, setiap wilayah di dunia dapat ditentukan oleh peta distribusi kelompok agama utamanya, sementara pada saat yang sama, agama di setiap bangsa dan kelompok etnis telah memiliki karakteristik uniknya sendiri.

Pengertian Globalisasi Agama Menurut Para Ahli

Adapun pemahaman tentang globalisasi agama menurut para ahli, antara lain:

  1. Reza Aslan (2009)

Agama telah lama menjadi kekuatan pendorong dalam proses globalisasi. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Reza Aslan (2009) bahwa “tidak ada satu kekuatan pun yang dapat dikatakan memiliki dampak yang lebih besar dalam mendorong globalisasi selain agama, yang selalu berusaha untuk menyebarkan pesannya” melampaui batas-batas etnis dan teritorial asalnya.

  1. Daniel Golebiewski (2014)

Proses globalisasi telah membuat dunia menjadi tempat yang lebih kecil, sehingga kondisi politik, sosial, dan ekonomi di suatu tempat dapat mempengaruhi individu dimanapun berada. Hal itu mengakibatkan individu akan mencari identitas yang dibatasi oleh waktu dan ruang secara konstan di dunia yang terus mengalami perubahan dari hari ke hari. Salah satu identitas tersebut adalah agama.

Bentuk Globalisasi Agama

Salah satu bentuk globalisasi dalam bidang agama yaitu;

  1. Munculnya pluralisme agama

Seperti yang kita ketahui bahwa globalisasi mengacu pada proses historis di mana semua orang di dunia semakin hidup dalam satu unit sosial. Proses tersebut juga melibatkan agama dalam beberapa cara. Dari perspektif agama atau teologis, globalisasi memunculkan respon dan interpretasi agama.

Namun agama juga memainkan peran penting dalam membawa dan mencirikan globalisasi. Di antara konsekuensi dari implikasi tersebut bagi agama adalah globalisasi mendorong munculnya pluralisme agama.

Dengan adanya pluralisme, agama-agama mengidentifikasi diri mereka dalam hubungan satu sama lain, dan mereka menjadi kurang berakar di tempat-tempat tertentu karena diaspora dan ikatan transnasional. Globalisasi selanjutnya memberikan lahan subur bagi berbagai manifestasi keagamaan yang tidak terlembagakan dan bagi perkembangan agama sebagai sumber daya politik dan budaya.

Dampak Globalisasi Agama

Dampak-dampak yang ditimbulkan oleh adanya globalisasi dalam bidang keagamaan, diantaranya yaitu:

  1. Adanya upaya untuk menyelesaikan isu atau permasalahan global berdasarkan pada komitmen agama

Dalam bidang politik, globalisasi telah membangun forum politik global yang mengintegrasikan perbedaan budaya, etnis, dan agama melalui sejumlah besar organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serta organisasi regional seperti Uni Eropa (UE), Organisasi Konferensi Islam (OKI), atau Uni Afrika (AU).

Ketika membahas isu-isu seperti perdamaian dan keamanan internasional, masalah kesehatan, kemiskinan, dan lingkungan, organisasi-organisasi tersebut umumnya memiliki banyak komitmen dasar yang sama dengan tradisi keagamaan, terutama dalam hal perdamaian, martabat manusia, dan kesetaraan manusia, serta resolusi konflik di mana mereka aktif terlibat dalam negosiasi, mediasi, dan diplomasi.

Selain organisasi politik, banyak komunitas-komunitas agama di dunia yang juga mengambil bagian dalam urusan internasional, misalnya melalui kegiatan Dialog Pengembangan Iman Dunia, yang merupakan upaya para pemimpin agama internasional bersama dengan Bank Dunia untuk mendukung agenda pembangunan sesuai dengan Tujuan Pembangunan Milenium PBB.

Lebih jauh lagi, organisasi-organisasi keagamaan sendiri telah terlibat dalam dialog antaragama. Parliament of World Religions (Parlemen Agama-Agama Dunia) pada tahun 1993 membawa beragam tradisi kepercayaan dunia dari agama-agama pribumi Afrika, agama-agama besar (Yudaisme, Kristen, dan Islam), hingga segala bentuk kepercayaan yang setuju untuk melakukan dialog sipil melalui pertemuan bersama untuk menggunakan nilai-nilai yang sama dan mendiskusikan urusan dunia.

  1. Lebih banyak sumber daya keuangan untuk menyebarkan keyakinan agama

Dari segi ekonomi, seiring dengan pertumbuhan ekonomi negara-negara besar di dunia, agama-agama utama di masing-masing negara tersebut juga tumbuh secara finansial, sehingga menyediakan lebih banyak sumber keuangan bagi agama-agama untuk menyebarkan keyakinan mereka.

Misalnya, meskipun mungkin tampak sebagai taktik lama, tapi pekerjaan misionaris (terutama dengan adanya globalisasi), sangat kuat di banyak negara Dunia Ketiga di mana perwakilan agama mengubah penduduk asli. Akibatnya, agama-agama besar saat ini telah tersebar di seluruh dunia.

  1. Penggunaan teknologi mendukung perluasan penyebaran agama

Agama sangat diuntungkan dari kemajuan teknologi. Misalnya, situs web memberikan informasi dan penjelasan tentang agama yang berbeda kepada siapa pun terlepas dari lokasi geografisnya, serta memberikan kesempatan untuk menghubungi orang lain di seluruh dunia yang memungkinkan penyebaran gagasan keagamaan.

Selain itu, televisi memungkinkan saluran keagamaan yang menyajikan ajaran dan praktik keagamaan secara visual. Oleh karena itu, dengan membuat lompatan ke jalan raya informasi, yang membawa ajaran agama ke setiap rumah dan monitor dalam pengaturan global, agama-agama telah bersatu menjadi satu pengaturan.

Pendek kata, globalisasi memungkinkan agama-agama yang sebelumnya terisolasi satu sama lain kini memiliki kontak yang teratur dan tak terhindarkan, sehingga globalisasi dapat melahirkan toleransi beragama yang lebih besar dan juga menciptakan reaksi parokialisme agama.

Contoh Globalisasi Agama

Contoh-contoh terjadinya globalisasi agama di dunia, diantaranya yaitu:

  1. Parliament of World Religions (Parlemen Agama-Agama Dunia)

Parlemen Agama-Agama Dunia menyatukan para pemimpin dan individu dari berbagai latar belakang agama untuk mendorong dan merayakan kerja berkelanjutan dari komunitas spiritual dan agama yang menuju dunia yang lebih adil, berkelanjutan, dan damai.

Pada tahun 2021, parlemen tersebut mengadakan konvensi yang bertema Opening our Hearts to the World: Compassion in Action (Membuka Hati untuk Dunia: Welas Asih dalam Tindakan) yang diselenggarakan secara virtual mulai 16-18 Oktober 2021.

  1. Organisation of Islamic Cooperation (Organisasi Kerjasama Islam)

Organisasi Kerjasama Islam, yang sebelumnya bernama Organisation of the Islamic Conference (Organisasi Konferensi Islam) adalah organisasi antar pemerintah yang didirikan pada 1969, terdiri dari dari 57 negara anggota.

Organisasi tersebut merupakan suara kolektif Muslim yang ada di dunia dan bekerja untuk menjaga dan melindungi kepentingan Muslim di dunia dalam semangat mendorong perdamaian dan harmoni internasional.

  1. International Council of Unitarians and Universalists (Dewan Internasional Unitarian dan Universalis)

Dewan Internasional Unitarian dan Universalis (ICUU) adalah organisasi payung yang didirikan pada tahun 1995 yang terdiri dari banyak organisasi Unitarian, Universalis, dan Unitarian Universalis.

Kelompok anggota Dewan Internasional Unitarian dan Universalis, menegaskan bahwa keyakinan mereka dalam komunitas agama didasarkan pada beberapa prinsip, tiga diantaranya yaitu kebebasan hati nurani dan pemikiran individu dalam hal iman, nilai dan martabat yang melekat pada setiap orang, keadilan dan kasih sayang dalam hubungan manusia

Itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan pengertian globalisasi agama menurut para ahli, bentuk, dampak, dan contohnya di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi kalian.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.