8 Fungsi Diferensiasi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

Diposting pada

Fungsi Diferensiasi Sosial

Diakui ataupun tidak, adanya pengaruh diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial sejatinya mengacu pada sejumlah perbedaan yang ada di lingkungan sosial bermasyarakat. Sehingga hal ini kadangkala dapat menimbulkan adanya konflik sosial meskipun sifatnya sangat jarang ditemukan. Namun disisi lainnya, diferensiasi sosial pada masyarakat juga memiliki fungsi, prihal ini tentusaja mengacu pada pengelompokkan masyarakat secara sejajar berdasarkan ciri-ciri tertentu sehingga tercipta hubungan sosial yang baik.

Contohnya saja adanya pengelompokkan masyarakat Indonesia berdasarkan asal-usul sukunya terdiri atas Suku Jawa, Suku Madura, Suku Sunda, Suku Batak, Suku Dayak, dan masih banyak suku-suku lain yang tersebar di wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke kadangkala tak jarang ditemukan ketika sama-sama berdaya di peratauan mereka saling gotong royong dan membantu golongan kedaerahan tersebut.

Diferensiasi Sosial di Masyarakat

Diferensiasi sosial adalah pembedaan anggota masyarakat secara horizontal yang artinya bahwa proses pembedaan tersebut masih mempunyai derajat atau tingkatan yang sama sehingga prihal ini tidak ada orang atau sekelompok orang yang lebih tinggi atau lebih rendah posisinya di dalam masyarakat.

Fungsi Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial memiliki beragam fungsi, antara lain:

  1. Menunjukkan persamaan antara laki-laki dan perempuan

Salah satu kriteria yang digunakan dalam mengelompokkan masyarakat secara horizontal adalah jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan. Pembagian masyarakat berdasarkan jenis kelamin tersebut tidak menunjukkan adanya perbedaan tingkatan, karena laki-laki dan perempuan posisinya setara.

Meskipun laki-laki seringkali dapat melakukan hal yang lebih berat dan dianggap lebih kuat, itu tidak serta merta menunjukkan bahwa laki-laki lebih unggul dibandingkan perempuan, melainkan itu hanyalah sebuah kecenderungan alamiah pada masing-masing diri laki-laki dan perempuan.

  1. Menghindari rasisme

Ras adalah sekelompok manusia yang mempunyai ciri-ciri fisik yang sama. Artinya ras ditentukan berdasarkan ciri fisik yang telah dibawa sejak lahir, bukan ditentukan berdasarkan unsur budaya yang berkembang di masyarakat.

Diferensiasi ras dan etnis apapun yang ada di dunia memiliki posisi yang setara. Dengan memahami hal tersebut dapat bermanfaat untuk menghindarkan kita dari sikap rasisme karena kita tidak akan memandang sebelah mata ras tertentu yang berbeda dengan kita.

  1. Menghindari sikap etnosentrisme

Suku bangsa atau etnis ialah segolongan masyarakat yang masih dianggap memiliki hubungan biologis. Meskipun diferensiasi suku seringkali juga didasarkan pada kesamaan ciri biologis, seperti ras, tapi diferensiasi suku juga didasarkan pada ciri mendasar lainnya, yaitu kesamaan budaya.

Perbedaan arti budaya antara suku yang satu dengan suku yang lain tidak menunjukkan mana yang lebih tinggi atau lebih rendah karena hal tersebut memang bukan hal yang dapat dibandingkan. Dengan memahami hal tersebut, dapat bermanfaat untuk menghindarkan kita dari sikap etnosentrisme, yaitu anggapan seseorang bahwa suku bangsanya lebih baik daripada suku bangsa lainnya.

  1. Menunjukkan bahwa semua klan adalah setara

Klan adalah sistem sosial yang didasarkan pada ikatan darah atau keturunan yang sama, yang pada umumnya terjadi pada masyarakat unilateral, baik melalui garis keturunan ayah yang disebut patrilineal, maupun garis keturunan ibu yang disebut matrilineal. Baik masyarakat yang menganut sistem patrilineal maupun patrilineal semuanya adalah setara.

  1. Menunjukkan tidak ada agama yang lebih baik atau lebih buruk

Agama adalah suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berkaitan dengan hal-hal yang suci.

Setiap orang memiliki hak untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinan masing-masing, karena memang tidak ada agama yang lebih baik atau lebih buruk dibanding yang lain. Di Indonesia sendiri, hak atau kebebasan dalam memeluk agama tersebut menjadi salah satu butir Pancasila, yaitu sila pertama.

  1. Menghindarkan diri dari sikap memandang sebelah mata suatu profesi

Profesi atau pekerjaan ialah kegiatan yang dilakukan manusia sebagai sumber penghasilan atau mata pencahariannya. Profesi seseorang biasanya berkaitan dengan ketrampilan khusus yang dimiliki. Ada yang berprofesi sebagai dokter, guru, polisi, TNI, petani, pedagang, buruh, dan masih banyak lagi.

Setia jenis profesi memiliki peran dan fungsi masing-masing dalam kehidpan masyarakat, sehingga kita tidak boleh memandang sebelah mata suatu profesi tertentu yang mungkin berbeda dengan profesi kita.

  1. Menunjukkan masyarakat dengan asal daerah berbeda bisa saling bekerja sama

Asal daerah tidak dapat menentukan siapa yang lebih tingga atau lebih rendah. Baik masyarakat pedesaan maupun perkotaan, keduanya dapat saling bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan masing-masing. Prihal ini misalnya masyarakat desa berperan sebagai penghasil bahan-bahan pokok hasil pertanian, sedangkan masyarakat kota berperan sebagai penghasil barang-barang hasil industri.

  1. Menunjukkan semua partai dapat memiliki kedudukan yang sama

Partai dibentuk untuk menampung aspirasi masyarakat untuk turut serta dalam mengatur negara. Di Indonesia sendiri terdapat banyak partai yang berkembang, dan semua partai tersebut memiliki kedudukan yang sama dalam perannya untuk membantu pemerintah mengatur kekuasaan negara, karena setiap partai memiliki visi dan misi masing-masing yang tentunya bermanfaat bagi rakyat.

Contoh Diferensiasi Sosial

Terkait dengan contoh fungsi diferensiasi sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain;

  1. Keberagaman ras yang ada di dunia

Ras dapat diartikan sebagai pembedaan variasi penduduk dengan mengacu pada tampilan fisik yang dapat meliputi warna dan bentuk mata, warna dan bentuk rambut, warna kulit, dan bentuk tubuh, dan lain sebagainya.

Secara garis besar, A.L. Krober membagi ras yang ada di dunia menjadi 4 kelompok utama, yaitu Ras Austroloid, Ras Mongoloid, Ras Negroid, dan Ras Kaukasoid. Selain ketiga ras utama tersebut, ada pula ras-ras khusus yang tidak termasuk ke dalam ketiga klasifikasi tersebut, yaitu Ras Bushman, Ras Veddoid, Ras Polynesian, dan Ras Ainu.

  1. Keragaman agama di Indonesia

Indonesia adalah negara yang memiliki masyarakat multikultural, termasuk dalam hal bentuk diferensiasi sosial agama yang dianut oleh penduduknya.

Tercatat, setidaknya terdapat 6 agama besar yang diakui di Indonesia berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, yang meliputi Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu, serta masih terdapat banyak aliran kepercayaan yang berkembang di Indonesia.

Nah, itulah saja artikel yang bisa diberikan pada semua kalangan berkenaan dengan fungsi adanya diferensiasi sosial pada masyarakat beserta contohnya. Semoga bisa memberi wawasan serta pengetahuan bagi kalian yang sedang membutuhkannya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *