Faktor Pendorong dan Penghambat Perdagangan Internasional

Diposting pada

Faktor Pendorong dan Penghambat Perdagangan Internasional

Hubungan internasional merupakan hal yang lumrah terjadi antar negara. Hubungan ini dilakukan dengan berbagai tujuan. Salah satu tujuannya untuk kemajuan bidang ekonomi ialah dengan perdagangan internasional. Banyak faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberjalanan perdagangan internasional.

Yang pasti semua faktor tersebut memiliki pengaruh yang besar dalam keberlangsungan tujuan perdagangan internasional di suatu bentuk negara.

Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional adalah kegiatan yang dilakukan oleh negara satu dengan negara lain dengan cara menukarkan barang dan jasa dengan kegiatan ekspor dan impor. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing negara.

Adapun teori perdagangan internasional menunjukkan bahwa negara-negara akan mencapai tingkatan keberlangsungan yang lebih tinggi dengan melakukan spesialisasi barang-barang yang memiliki keunggulan komparatif dan mengimpor produk-produk yang tidak memiliki keunggulan komparatif.

Keunggulan komparatif saat ini lebih dipilih karena dirasa lebih relevan untuk keadaan saat ini, walaupun ada negara yang tetap berpegang pada keunggulan absolut dan menjadi penguasa pasar. Untuk menjadi penguasa pasar harus memiliki kekuatan yang besar dan jaringan sosial yang luas.

Faktor Perdagangan Internasional

Setiap kegiatan perdagangan pasti ada faktor pendorong begitu pula dengan perdagangan internasional ini bisa terjadi. Berikut merupakan beberapa faktor pendorong dan penghambat perdagangan internasional.

Pendorong

Hal-hal yang mendasari suatu negara melakukan bentuk interaksi sosial dengan pihak luar negeri khususnya dalam bidang perdagangan untuk pandorongnya, antara lain;

  1. Perbedaan kemampuan produksi

Setiap negara memiliki kemampuan yang berbeda sehingga memiliki kemampuan yang berbeda dalam memproduksi produk.

Dalam hal transaksi ekspor impor banyak cara yang dapat digunakan untuk menentukan negara mana yang paling efektif dan efisien memproduksi sebuah produk atau jasa tertetu. Cara yang digunakan dapat menggunakan keunggulan absolut atau komparatif.

  1. Perbedaan sumber daya manusia

Setiap negara memiliki sumber daya menusia yang berbeda, hal ini sangat berkaitan dengan tingkat pendidikan di masing-masing negara.

Semakin tinggi tingkat pendidikannya maka diharapkan dapat menjadi tenaga ahli dalam sebuah bidang tertentu. Negara yang masih kurang memiliki tenaga ahli akan mendatangkan tenaga ahli dari negara lain begitupula sebaliknya.

  1. Perbedaan sumber daya alam

Sumber daya alam merupakan hal yang tidak dapat diciptakan atau di buat-buat oleh manusia. Sumber daya alam sudah ada di dalam bumi sejak bumi diciptakan atau sisa di masa lampua yang telah tertimbun. Setiap negara memiliki sumber daya alam bahkan ada negara yang tidak memiliki sumber daya alam. Berdasakan keadaan tersebut sehingga terjadi berbagai contoh perdagangan internasional.

  1. Perbedaan iklim

Iklim di belahan bumi bermacam-macam tetapi yang paling banyak penduduknya di iklim tropis dan subtropis. Hal ini membuat terjalinnya hubungan untuk saling memenuhi kebutuhan diberbagai bidang. Misalnya saja di iklim tropis dapat menghasilkan banyak buah-buah maka buah tersebut akan di ekspor ke negara yang beriklim subtropis. Hal ini sudah dilakukan sejak mengenal adanya pedagangan melalui jalur laut.

  1. Perbedaan kondisi tanah

Kondisi tanah yang berbeda akan menghasilkan tanaman yang berbeda pula. Ada negara penghasil padi, gandung, sayur, buah, dan lain-lain. Hal ini sangat dipengaruhi tanah untuk kebutuhan penduduk yang berjumlah besar. seiring perubahan zaman mungkin kemampuan setiap negara akan mengalami perubahan menuju yang lebih baik atau lebih buruk.

  1. Perbedaan kemampuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi

Kemampuan dalam menggunakan teknologi merupakan salah satu pendorong suatu negara melakukan hubungan dengan negara lain khusunya perdagangan. Ketika membicarakan ilmu pengetahuan bisa bekaitan dengan kapital atau jasa. Pertukaran ini sangar dibutuhkan oleh karakteristik negara berkembang yang belum memiliki banyak tenaga ahli.

  1. Memenuhi kebutuhan dalam negeri

Kebutuhan masyarakat dalam suatu negara sangat beragam sehingga dapat di dorong dengan adanya perdagangan internasional. Perdagangan ini dapat meningkatkan pendapatan suatu negara atau disisi lain dapat memenuhi kebutuhan primer masyarakat di negara tersebut.

  1. Perbedaan budaya

Perbedaan unsur budaya membuat negara lain akan tertarik dengan negara kita. Ketertarikan ini dapat menjadi hal yang mendorong negara lain untuk bekerja sama. Dengan mempelajari budaya yang ada di harapkan dapat lebih mengenalkan budaya negara ke manca negara.

Bahkan kedua negara dapat melakukan kerjasama untuk sama-sama membuat pertunjukkan budaya yang memberikan income cukup banyak bagi masing-masing negara.

Penghambat

Hal-hal yang mendasari suatu negara melakukan interaksi dengan pihak luar negeri khususnya dalam bidang perdagangan namun ada beberapa hal yang membuat hubungan tersebut menghadapi kendala. Antara lain;

  1. Perbedaan mata uang

Kesulitan utama yang dialami ketika melakukan perdagangan internasional adalah alat pembayaran yang digunakan. Penyesuaian dalam menggunakan alat tukar merupakan hal yang sangat sering terjadi.

Kadang terdapat beberapa negara yang hanya mau menerima mata uang negara itu sendiri, maka negara yang melakukan impor harus mempersiapkan mata uang tersebut terselih dahulu. Beberapa negara juga ada yang memberi kebebasan dalam penggunaan mata uang atau berdasarkan kesepakatan bersama.

  1. Kebijakan impor

Suatu negara kadang memberi peraturan yang cukup ketat untuk pelaksanaan impor ke negara tersebut. Hal ini berkaitan dengan kepentingan internal negara. Kebijakan impor dilakukan untuk melindungi pedagang yang ada di pasar lokal atau nasional.

Impor yang berlebihan akan terdapat kebelihan jumlah barang yang tersedia dan harus dijual dengan harga yang murah dan hal tersebut menimbulkan kerugian bagi pihak-pihak tertentu. Barang yang diimporpun tidak semua barang, hanya barang tertentu yang tidak ada di negara tersebut.

  1. Perbedaan bahasa

Bahasa menurupakan salah satu komunikasi yang penting untuk sebuah negara. Ketika ingin melakukan ekspor dan impor secara mandiri harus mampu melakukan komunikasi dengan baik. Penguasaan bahasa ini kadang yang membuat orang banyak merasa bingung. Bahasa internasional saat ini Inggris, namun masih banyak yang belum lancar dalam bahasa Inggris.

  1. Adanya perbedaan peraturan

Kebijakan setiap negara yang berbeda-beda sehingga ketika ingin melakukan ekspor atau impor harus mempelajari segala peraturan yang berlaku. Peraturan tersebut dapat berasal dari pihak ekportir atau importir, biaya yang dibutuhkan, kapasitas barang atau jasa, dan lain-lain yang berkaitan dengan pelaksanaan perdagangan internasional.

  1. Organisasi ekonomi yang berpihak pada anggotanya

Adanya organisasi ekonomi biasanya akan mengatur kebijakan dalam lingkup tertentu. Hal ini akan memberikan batasan pihak lain untuk masuk kedalam area anggota organisasi ekonomi ini. Setiap ada organisasi ekonomi pasti ada kesepakatan antar beberapa negara yang bersifat mengikat.

Perjanjian ini tentu untuk kepentingan bersama sehingga pihak luar organisasi tidak bisa dengan mudah memasuki area tersebut.

  1. Proses ekspor yang lama

Setiap negara memiliki mobilitas yang berbeda-beda. Ketika melakukan perjanjian kerjasama ekspor impor pasti telah membuat kesepakatan berapa lama kapan barang atau jasa yang diinginkan samapai di negara yang melakukan impor. Negara yang kurang dalam akomodasi kadang merasa kesulitan memenuhi permintaan yang memiliki jangka pendek.

  1. Adanya perang

Salah satu kendala yang membuat suatu tatanan negara rusak adalah adanya perang. Ketika ada perang keadaan negara akan kacau dan akan sulit melakukan pedargangan internasional.

Negara tidak mampu melakukan impor dalam masa perang tersebut sehingga jumlah kerugian pihak eksportir cukup banyak. Ketika perang semua sektor perekonomian akan banyak yang terhambat, dan harus segera damai agar perekonomian serta sektor lain dapat berjalan kembali.

  1. Kebijakan tarif

Kebijakan ini membuat beberapa orang enggan melakukan impor atau ekspor. Mempertimbangkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendatangkan barang tersebut dari luar negeri ke dalam negeri. Kadang barang kurang mampu bersaing sehingga merasa merugi.

Hal ini yang membuat seseorang atau perusahaan harus memperhitungan dengan benar tingkat kepentingan barang yang di impor dari luar negeri. Untuk kepentingan negara yang melakukan kebijakan dapat sebagai penambah pendapatan negara berupa valuta asing.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan faktor yang menjadi pendorong dan penghambat adanya perdagangan internasional dalam sebuah negara. Semoga memberikan edukasi untuk semuanya.

Daftar Sumber Tulisan
  1. Harry, Waluya. 1995. Ekonomi Internasional. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
  2. Nopirin. 2014. Ekonomi Internasional. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *