4 Dampak Positif Konsumerisme di Masyarakat dalam Keseharian

Diposting pada
Dampak Positif Konsumerisme
Dampak Positif Konsumerisme

Konsumerisme bisa dikatakan sebagai realitas sosial yang terjadi ketika konsumsi menjadi pusat kehidupan banyak orang dan bahkan menjadi tujuan hidup.

Sehingga dalam hal inilah konsumerisme terkait dengan gagasan yang menunjukan dominan bahwa pengeluaran konsumen adalah pendorong utama ekonomi dan bahwa mendorong konsumen untuk berbelanja menjadi tujuan utama dari suatu kebijakan. Dari sudut pandang ini, setidaknya konsumerisme adalah fenomena sosial positif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Konsumerisme

Konsumerisme adalah model budaya yang senantiasa berupaya untuk meningkatkan perolehan barang, terutama dalam hal pembelian barang, sebagai wujud sarana untuk kepuasan pribadi dan rangsangan ekonomi. Sehingga atas dasar inilah setidaknya konsumerisme sering dikacaukan dengan kapitalisme tetapi yang terakhir adalah bentuk sistem ekonomi, sedangkan yang pertama adalah suatu sikap budaya.

Lantaran sebuah model yang menggabungkan kedua konsep tersebut kadang-kadang disebut sebagai kapitalisme konsumen, yaitu sebuah sistem di mana permintaan konsumen untuk barang-barang sengaja ditingkatkan melalui manipulasi sebagai sarana untuk meningkatkan penjualan.

Dampak Positif Konsumerisme

Dampak positif adanya konsumerisme di masyarakat, diantaranya:

  1. Mendukung pertumbuhan ekonomi

Manfaat yang paling nyata dari konsumerisme adalah pertumbuhan ekonomi. Alasannya ketika banyak orang membeli barang dan jasa, pengeluaran kotor (gross expenditure) untuk produk-produk tersebut akan meningkat, dan mengarah pada omset yang lebih besar.

Pendukung konsumerisme menunjukkan bagaimana pengeluaran konsumen dapat mendorong ekonomi dan mengarah pada peningkatan produksi barang dan jasa. Sebagai hasil dari adanya bentuk tindakan sosial atas ikap belanja konsumen yang lebih tinggi, kenaikan PDB dapat terjadi.

  1. Lebih banyak membuka peluang pekerjaan

Konsumerisme meningkatkan pergerakan dalam rantai permintaan dan pasokan. Artinya dalam hal ini semakin banyak orang membeli, semakin banyak permintaan yang diciptakan untuk suatu produk, yang mengarah pada peningkatan produksi. Sekali lagi, peningkatan produksi menyebabkan peningkatan pembelian.

Pada gilirannya, hal itu akan mengarah pada peningkatan lapangan kerja karena lebih banyak orang dipekerjakan di pabrik-pabrik yang membuat barang-barang tersebut. Ketika pengecer dan perusahaan manufaktur semakin besar, mereka juga mempekerjakan lebih banyak orang.

  1. Menghasilkan produk yang lebih baik

Kreativitas dan inovasi pasar menempati posisi terdepan dalam budaya konsumen saat pelanggan memegang kemudi. Orang-orang mencari alternatif yang lebih baik sepanjang waktu, dan persaingan di antara perusahaan tumbuh seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang dibentuk untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Dalam situasi seperti itu, menjadi keharusan bagi produsen untuk menjual produk unggulan dengan harga yang kompetitif. Produk berkualitas lebih rendah menerima kritik dari konsumen, dan perusahaan yang menjualnya menghadapi risiko tersingkir dari pasar.

  1. Standar hidup yang lebih baik

Dampak lain yang sangat jelas dari pasar berorientasi konsumen adalah kemungkinan standar hidup yang lebih baik.

Dengan tersedianya sejumlah barang di pasar, rata-rata orang dapat memilih di antara produk yang ditawarkan tanpa harus puas dengan satu variasi. Gaya hidup meningkat karena orang bisa mendapatkan rumah yang lebih baik, perabotan yang lebih baik, kendaraan yang lebih baik, dan pakaian yang lebih baik.

Contoh Dampak Positif Konsumerisme

Adapun untuk contoh konsumerisme yang berdampak positif di masyarakat. Antara lain;

  1. Produk Henphone yang Semakin Lengkap

Diakui ataupun tidak, penggunaan teknologi seperti halnya henphone ataupun smartphone bisa dikatakan sebagai bagian daripada pengaruh positif sikap konsumerisme yang dimiliki oleh seseorang. Adanya produk ini sendiri tentusaja masyarakat semakin menikmatinya dan perusahaan berusaha keras untuk memunculkan inovasi baru.

Kasusnya pada zaman familiarnya henpnone hanya bisa dipergunakan untuk mengirimkan pesan dan telphone namun pada saat ini hanphone juga bisa memfoto, membuat video, menyetel lagu, dan lainnya. Meskipun akibat ini besarannya dirasakan oleh indutsri teknologi namun masyarakat tetaplah harus selektif dalam penggunannya.

Nah, demikianlah penjelasan yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan adanya dampak positif adanya konsumerisme di masyarakat dan contoh kasusnya. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi kalian semuanya yang sedang membutuhkannya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.