5 Dampak Pengangguran di Bidang Ekonomi dan Contohnya

Diposting pada

Dampak Pengangguran di Bidang Ekonomi

Seseorang yang tidak bekerja dan ingin mendapatkan pekerjaan dengan usia produktif antara 15 tahun sampai dengan 65 Tahun disebut pengangguran. Bahkan berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistika) terbaru masih banyak jenis pengangguran yang ada di Indonesia. Namun yang pasti, adanya pengangguran ini memberikan dampak negatif, baik dampak terhadap pembangunan nasional, bidang sosial seperti tingginya angka kriminalitas, sampai bidang perekonomian.

Adapun dalam bidang ekonomi biasanya akibat pengangguran berhubungan erat dengan arti kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan.

Pengangguran

Pengangguran bisa dikatakan sebagai sebuah contoh permasalahan sosial yang sangat sulit untuk diturunkan. Meskipun, telah banyak usaha yang harus dilakukan untuk mengurangi jumlah pengangguran tersebut. Usaha untuk menurunkan jumlah pengangguran ini telah dilakukan dengan berbagai program yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak-pihak terkait.

Misalnya saja dengan memberikan pelatihan padat karya, memberikan suntikan modal berupa pinjaman kepada masyarakat, dan lain sebagainya.

Dampak Pengangguran di Bidang Ekonomi

Adapun beberapa akibat adanya pengangguran dalam bidang ekonomi, misalnya saja;

  1. Menurunnya Pendapatkan

Diakui ataupun tidak adanya penangguran memberikan dampak berupa penurunan jumlah pendapatan rumah tangga yang terjadi dengan dasar sulitnya mengimbangi tuntutan kebutuhan dalam industri primer, sekunder, dan tersier. Sehingga prihal ini tentusaja menimbulkan gejolak dalam kehidupan masyarakat.

  1. Laju Pertumbuhan Perekonomian Lambat

Tingginya angka pengangguran yang ada di masyarakat tentusaja memberikan akibat terhadap lambarnya pertumbuhan ekonomi yang didasari pada ketiakproduktifan jenis angkatan kerja sehingga situasinya menjadi setagnan (tetap) bahkan cenderung menurun.

  1. Daya Beli Masyarakat Menurun

Angka pengangguran yang tinggi biasanya memberikan akibat buruk pada turuannya daya beli masyarakat, alasannya karena pendapatan rumah tangga berkurang bahkan tidak ada. Sehingga hal ini menurunkan keinginan masyarakat untuk membeli apa yang dibutuhkan.

  1. Tidak Adanya Kesejahteraan Masyarakat

Kesejahteraan masyarakat biasanya untuk angka penangguran yang tinggi tidak diperoleh, alasannya sangatlah jelas lantaran banyak masyarakat yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Bahkan berimbas pada tingkat pendidikan yang rendah.

Contoh Dampak Pengangguran di Bidang Ekonomi

Sedangkan untuk contoh akan adanya akibat negatif atas pengangguran di bidang ekonomi. Misalnya saja;

  1. Banyaknya Supermarket yang Guling Tikar Saat Pandemi Virus Corona

Paling nyata yang baru-baru terjadi lantaran tingginya angka pengangguran di Indonesia ialah banyaknya supermarket yang guling tikar alias bangkrut lantaran daya beli masyarakat turun akibat masyarakat sendiri kesulitan dalam bidang ekonomi.

Proses ini terjadi bukan tanpa sebab, alasannya karena setiap orang pada saat ini sulit untuk memperoleh pekerjaan lantaran virus corona sampai tahun 2021 belum sepenuhnya bisa diatasi.

Nah, itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan akibat pengangguran di masyarakat pada bidang perekonomian beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi kalian.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *