Dampak Negatif Kontravensi dan Contohnya

Diposting pada

Dampak Negatif Kontravensi

Sebuah hubungan sosial yang ada di dalam masyarakat sangat beragam. Hubungan dapat berupa hal yang positif dan negatif. Hubungan negatif memiliki bentuk yang beragam yaitu adanya pertikaian dan perselisihan. Dimana faktor penyebab hubungan disosiatif dapat dibentuk kontravensi.

Orang yang melakukan bentuk tindakan sosial berupa kontravensi secara terbuka akan melakukan berbagai jenis prilaku yang akan menampakkan pembrontakkan dengan menyampingkan segala kepentingan kedamaian. Bagi mereka kontravensi dan mendapat respon dari lingkungan merupakan tujuan utama, yang ini semuanya akan berdampak pada dampak kontravensi secara negatif.

Kontravensi

Kontravensi adalah sebuah bentuk perlawanan baik secara individu atau kelompok. Fenomena ini juga sebagai bentuk tindakan yang merusak keteraturan sosial. Tindakan yang merusak tatanan akan membuat kondisi lingkungan berubah.

Dalam kondisi ini, terjadi hubungan dalam masyarakat yang tidak dapat berjalan dengan harmonis merupakan sebuah hal yang wajar. Kontravensi merupakan salah satu hal yang dianggap buruk dalam kehidupan sehari, apabila bicara fakta sosial hal tersebut benar adanya.

Dampak Kontravensi Negatif

Berikut merupakan dampak negatif terjadinya kontrevensi di masyarakat. Antara lain;

  1. Muncul ketidakpercayaan di lingkungan masyarakat

Masyarakat akan terpengaruh dari tindakan seseorang atau sekelompok orang sehingga akan ikut serta mencari tahu kebenaran akan hal yang dirasa kurang tepat oleh sebagian masyarakat. Apabila dominan masyarakat melakukan kontravensi maka akan dipastikan masyarakat tidak akan percaya dengan pihak yang ditentang.

  1. Mendorong konflik sosial

Adanya perlawanan dari kelompok tertentu maka akan memunculkan sebuah perdebatan yang berujung konflik. Konflik ini akan memberikan dampak kecil ketika terjadi hubungan kontravensi pada individu, apabila kontravensi di lingkungan yang lebih luas maka dampak yang dirasakan juga luas. Bahkan beberapa jenis konflik yang timbul dapat berasal dari beberapa arah.

  1. Menghambat mobilitas masyarakat

Adanya bentuk konflik sosial di suatu daerah maka orang yang akan melakukan hubungan dengan pihak tertentu akan terhambat. Disini sebuah arti masyarakat akan merasa kesulitan dalam berinteraksi baik secara langsung atau tidak langsung.

  1. Menimbulkan rasa tidak suka

Pertentangan dari kalangan tertentu akan menimbulkan rasa tidak suka pada sesuata yang ditentang. Rasa tidak suka ini apabila terus berlanjut maka dapat merusak keamanan dan ketentraman masyarakat dalam suatu lingkungan.

  1. Rasa tidak nyaman

Pertentangan yang terus berlanjut akan membuat seseorang merasa tidak nyaman. Ketika ingin melakukan tindakan apapun merasa tidak bisa berhubungan dengan baik dengan pihak yang ditentang. Kadang membuat masyarakat tidak dapat melakukan kegiatan seperti biasane.

  1. Kebencian

Kebencian timbul karena pertantangan, hubungan yang tidak dapat terjalin dengan harmonis maka akan membuat rasa benci semakin meningkat. Apabila kontravensi terus berlanjut maka akan timbul berbagai masalah yang tidak terduga sebelumnya.

  1. Kemarahan

Salah satu bentuk ekspresi yang dikeluarkan oleh seseorang ketika melakukan kontravensi adalah kemarahan. Kemarahan ini tentusaja dapat menunjukkan rasa tidak suka atas apa yang dilakukan oleh seseorang. Bahkan, jika memang tidak bisa terkendalikan akan meyebabkan kekerasa.

  1. Peperangan

Dampak yang paling menakutkan ketika terjadi peperangan. Perbedaan pandangan kadang membuat seseorang terus mempertahankan pendapatnya sehingga terjadi peperangan. Peperangan dapat dilakukan secara langsung atau dengan cara lainnya.

  1. Pertengkaran

Pertengkaran timbul karena rasa tidak suka dan timbul berbagai jenis perselisihan yang mungkin akan membuat seseorang merasa merugi. Pertengkaran yang terjadi akan membuat semakin terlihat pihak-pihak yang terlibat kemudian akan membuat seseorang mengalah atau merasa kalah.

  1. Ketidakpuasan

Masyarakat yang melakukan kontravensi merupakan bentuk ketidakpuasaan atas apa yang telah ditetapkan. Hal ini tentusaja sangat wajar, lantaran membuat masyarakat menentang dan menuntut sesuatu yang baru dan dapat diterima oleh masyarakat.

Contoh Kontravensi

Adapun untuk contoh dalam dampak negatif kontravensi. Misalnya saja;

  1. Menyebarkan berita fitnah, orang yang merasa tidak setuju atau tidak suka dengan seseorang dapat melakukan segala hal salah satunya adalah fitnah. Bentuk kontravensi yang jelas dan pasti terjadi di lingkungan masyarakat. Hal ini telah menjadi fakta sosial dan harus dipercayai akan keberadaannya walaupun ukan hal yang baik.
  2. Provokasi, tindakan seseorang untuk mempengaruhi orang lain yang bertujuan untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Hal ini sangat sering terjadi ketika muncul sebuah konflik yang akan membuat suasana akan semakin tegang. Provokator akan terus membuat suatu permasalahan lebih kontravensi.
  3. Aksi demonstrasi, bentuk tindakan yang menunjukkan sikap kontra terhadap sebuah kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan banyak orang. Aksi dominstrasi biasanya dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait atau barisan mahasiswa yang menjadi perwakilan masyarakat.
  4. Tawuran antar pelajar, banyak kalangan remaja yang tidak dapat melakukan hubungan baik antara kelompok satu dengan yang lain. Setiap kelompok memiliki prinsip tersendiri dan memiliki rasa kebersamaan yang tinggi. Sekolah tertentu memiliki anak-anak yang dianggap jagoan dan mudah tersulut amarah ketika ada permasalahan, baik permasalahan individu dan kelompok.

Demikinalah artikel yang bisa kami berikan pada semua kalangan berkenaan dengan dampak negatif adanya kontravensi di masyarakat dan contohnya yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberi edukasi.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *