4 Dampak Negatif dari Konsumerisme dan Contohnya

Diposting pada
Dampak Negatif Konsumerisme
Dampak Negatif Konsumerisme

Konsumerisme sejatinya dapat diartikan sebagai sebagai situasi dimana seseorang membeli bermacam-macam barang hanya untuk kesenangan, bukan karena membutuhkan barang tersebut. Sehingga dalam hal ini bentuk tindakan sosial yang dijalankan banyak dianggap merugikan.

Contohnya saja seperti adanya sikap seseorang membeli barang-barang mahal dengan uang pinjaman online, padahal barang tersebut tidak bukan tegolong sebagai kebutuhkan primer, seperti halnya jam tangan, mobil mewah, dan lainnya. Hingga akhirnya atas perilakunya yang mengedepankan gengsi membuatnya harus merasakan akibat negatif dari sikap konsumerisme.

Konsumerisme

Konsumerisme adalah sebuah arti ideologi yang menarik masyarakat dalam sistem produksi massal dan merubah pola pandang terhadap konsumsi. Sehingga dalam penggunaan umum, konsumerisme juga dapat mengacu pada kecenderungan orang untuk hidup dalam ekonomi kapitalisme sehingga menerapkan gaya hidup materialisme yang berlebihan, berkisar pada konsumsi berlebihan yang refleksif, boros, atau mencolok.

Dalam pengertian di atas, tentusaja konsumerisme dipahami secara luas berkontribusi pada penghancuran nilai-nilai dan cara hidup tradisional, eksploitasi konsumen oleh bisnis besar, degradasi lingkungan, dan efek psikologis negatif.

Dampak Negatif Konsumerisme

Dampak negatif yang menjadi kerugian atas sikap konsumerisme, diantaranya:

  1. Buruk untuk industri kecil

Industri lokal berisiko terkena dampak negatif dari maraknya konsumerisme. Alasanya karena negara-negara konsumtif biasanya memiliki daya beli yang lebih tinggi, barang-barang berkualitas tinggi yang tidak tersedia di dalam negeri di impor dari tempat lain.

Dalam ekonomi konsumerisme, orang bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk merek yang sudah mapan dengan harapan mendapatkan produk yang otentik atau berkualitas lebih tinggi meskipun merek lokal mungkin akan membuat hal yang sama dengan harga yang lebih rendah.

Dalam kasus seperti itu, industri lokal mungkin tersingkir dari pasar karena kurangnya pelanggan; jika mereka tetap dalam bisnis, mereka terpaksa memproduksi barang-barang yang lebih murah dengan kualitas rendah karena kurangnya pendapatan.

  1. Gangguan ekologi

Konsumerisme berarti membangun lebih banyak pabrik dan mendorong proses urbanisasi pada skala yang lebih luas. Hal itu mengarah pada penipisan sumber daya alam yang serius; hutan ditebang dan badan air ditutup untuk memberi ruang bagi pembangunan perkotaan atau kepentingan komersial.

Akibatnya terjadi kerusakan dalam skala yang jauh lebih besar dengan dampak yang cukup besar pada kondisi ekologi. Lingkungan juga terpengaruh karena meningkatnya tingkat polusi dari pabrik dan pemukiman, serta polusi yang secara langsung dihasilkan dari produk yang dijual dan dibeli.

  1. Gaya hidup masyarakat berubah

Konsumerisme menyebabkan gaya hidup masyarakat berubah, dalam arti mereka lebih boros, penuh dengan kenyamanan materi daripada berfokus pada kesederhanaan. Spiritualisme dan filsafat Timur selalu menekankan kesederhanaan.

Akan tetapi, bagi orang-orang yang menganut gaya hidup konsumerisme, kekayaan materi adalah faktor penentu tentang apakah suatu masyarakat sangat maju atau tidak. Akibatnya, nilai-nilai spiritual diremehkan. Hal itu mungkin tidak cocok untuk seseorang dari Timur, yang umumnya menghargai nilai-nilai spiritual.

  1. Meningkatnya angka kriminalitas dan depresi

Konsumerisme juga dapat berdampak negatif pada peningkatan angka kriminalitas. Tingkat kriminalitas tersebut mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya keinginan untuk memiliki produk-produk mahal. Pencurian dan perampokan menjadi hal yang sudah biasa terjadi.

Selain kriminalitas, konsumerisme juga dapat berdampak pada kesehatan psikologi seseorang jika keinginannya yang kuat untuk memiliki suatu barang tidak terpenuhi. Akibatnya orang tersebut akan mengalami depresi. Adanya kecemburuan sosial dan rasa iri hati dapat mengarah pula pada kejahatan atau kriminalitas.

Contoh Dampak Negatif Konsumerisme

Adapun untuk contoh konsumerisme yang terjadi sebagai penggambaran atas dampak negatif. Misalnya saja;

  1. Anak Nia Daniaty Artis Tersohor Melakukan Penipuan Karena Konsumsi yang Tinggi

Bukan hal yang privat lagi adanya sikap konsumerisme yang tinggi menyebabkan munculnya tindakan nekat yang dilakukan oleh beberapa public figure. Dalam hal ini misalnya saja kasus tentang adanya Nia Daniaty bernama Olivia Nathania ditahan atas adanya kasus penipuan rekrutmen calon PNS.

Terjadinya kasus ini dilakukan Olivia Nathania untuk memenuhi keinginannya dalam membeli barang-barang mewah. Akibatnya dalam beberapa tahun kebelakang Olivia Nathania harus ditahan oleh pihak berwajib (Kepolisian).

Nah, itulah saja penjelasan dan pengulasan yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan adanya dampak negatif dari sikap konsumerisme dan contoh kasusnya. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi kalian semuanya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.